Mencegah Amputasi Kaki Pada Penderita Diabetes

Oleh

Luka yang terjadi di kaki penderita diabetes biasanya lebih sulit dan lama sembuhnya, dan jika terkena infeksi dalam waktu lama akan menyebabkan dampak yang fatal. Meskipun luka dan kapalan di permukaan kaki dapat dialami oleh siapa saja, namun pada penderita diabetes diperlukan penanganan yang lebih intensif. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko amputasi akibat kerusakan jaringan secara menyeluruh pada kaki.

Infeksi dan luka pada kulit kaki penderita diabetes sering tidak tertangani sejak awal karena adanya gangguan saraf, sehingga penderita diabetes tidak merasakan rasa sakit atau tekanan pada kaki. Kondisi ini diperparah dengan kadar gula darah tidak terkontrol, sehingga bisa menimbulkan kematian jaringan (gangrene). Berikut beberapa hal yang perlu dilakukan dalam menangani kondisi kaki yang mengalami gangguan pada penderita diabetes.

Periksalah kaki setiap hari

Perhatikanlah setiap permukaan kedua kaki terutama pada bagian jari kaki. Berikut beberapa tanda yang harus segera ditangani untuk menghindari luka:

  1. Kulit tampak pecah-pecah, kemerahan, disertai rasa panas – kemungkinan tanda infeksi jamur pada kulit, segera konsultasikan dengan dokter untuk pengobatan lebih lanjut.
  2. Kuku kaki terlihat kuning kecoklatan dan rapuh – hal ini dapat disebabkan oleh infeksi jamur dan bisa diobati dengan menggunakan obat pil anti jamur. Pengobatan infeksi jamur pada kuku juga dilakukan dengan membuang jaringan kuku yang terinfeksi.
  3. Kuku jari kaki tumbuh ke arah bawah – merupakan pertumbuhan kuku yang abnormal dapat mengenai jari kaki. Jika hal ini terjadi, potonglah kuku secara perlahan sehabis mandi saat kuku tidak terlalu keras untuk menghindari luka pada jari kaki.
  4. Penumpukan kulit pada telapak dan area kaki dekat tulang – merupakan pertanda kapalan. Penumpukan ditandai dengan adanya kulit yang mengeras akibat tekanan di wilayah yang terdapat kapalan. Jangan memotong kulit tersebut dengan benda tajam. Gunakanlah batu apung untuk menghilangkan lapisan kulit tersebut. Pengobatan juga bisa dilakukan dengan menggunakan obat salep untuk menghaluskan kulit yang keras.
  5. Jari kaki yang bengkok ke dalam – gunakanlah alas yang memiliki permukaan yang luas di ujung kaki. Dalam beberapa kasus membutuhkan operasi untuk kembali meluruskan jari kaki.
  6. Luka lecet disertai gelembung berisi cairan – diakibat gesekan dan tekanan pada kaki secara terus menerus. Hindari memecahkan gelembung cairan tersebut dan gunakanlah salep anti bakteri untuk menghindari infeksi.
  7. Ulserasi atau luka terbuka – selalu berikan pertolongan pertama jika terjadi luka pada kaki. Hindari tekanan secara langsung pada luka tersebut. Tidak dianjurkan berolahraga jika memiliki luka terbuka pada kaki.

Bersihkan semua luka

Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari infeksi dan masuknya kuman dari permukaan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membersihkan luka:

  • Bersihkan luka dengan membuang jaringan kulit yang sudah mati dan daerah kulit yang terdapat kapalan.
  • Jika luka berupa ulserasi, sebaiknya ditutup dengan kasa untuk menghindari kontaminasi. Kasa dengan bahan aktif akan mempercepat pertumbuhan kulit agar sehingga mempercepat penyembuhan.
  • Dalam masa penyembuhan, kemungkinan terdapat abses atau penumpukan nanah di sekitar luka, maka dianjurkan konsumsi obat antibiotik untuk mengurangi permukaan abses. Jika perlu, lakukan penyedotan nanah untuk mencegah infeksi berlanjut.
  • Cuci dengan air hangat, jangan air panas.
  • Hindari membasahi kaki terlalu lama karena luka yang lembap membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih.

Hindari tekanan pada kaki

Hindari tekanan secara langsung pada kaki penderita diabetes yang mengalami ulserasi atau kapalan. Gunakan kursi roda dan tongkat penyangga saat berjalan untuk menghindari tekanan pada kaki. Jika perlu, gunakan total contact cast (TCC) yang berbentuk seperti perban untuk melapisi kaki dari telapak hingga lutut agar luka pada kaki kaki terhindar dari tekanan.

Gunakanlah alas kaki yang sesuai

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih alas kaki untuk penderita diabetic foot:

  • Jangan pernah meninggalkan rumah dengan tidak menggunakan alas kaki.
  • Gunakan alas kaki dengan lapisan sol yang tebal dan dapat melindungi kaki dari kondisi cuaca lembap dan dingin.
  • Hindari pemakaian high heels dan sepatu dengan ujung yang runcing serta terlalu ketat sehingga menekan permukaan kaki.
  • Jangan menggunakan sandal dengan ujung yang terbuka.
  • Gantilah kaus kaki Anda sehari sekali dan pilihlah kaus kaki yang longgar/tidak ketat.

Mengendalikan infeksi

Infeksi pada kaki penderita diabetes biasanya disebabkan oleh berbagai kuman. Konsumsi antibiotik dapat menghindari infeksi berkelanjutan. Agar pengendalian infeksi ini efektif, konsultasikan ke dokter Anda untuk menggunakan antibiotik yang dapat mengatasi kuman dengan gram positif dan gram negatif. Infeksi ringan hingga berat dapat diatasi dengan beberapa antibiotik seperti cephalexin, amoxicillin, moxifloxacin, atau clindamycin.

Selalu kendalikan kadar gula darah untuk meminimalisir perkembangan neuropati pada kaki dan mencegah gangren. Selalu awasi perubahan fisik pada kaki dan lakukan penanganan segera. Minimalisir risiko infeksi dengan menjaga kebersihan kaki dalam keadaan kering dan hangat.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca