Diabetes bukan hanya soal mengendalikan makanan dengan kadar gula yang tinggi, tetapi juga makanan tinggi garam.

Dr. Prakash Deedwania, kepala kardiologi di the Veterans Administration Central California Health Care System dan profesor di the University of California, San Francisco School of Medicine, menyatakan bahwa pasien diabetes biasanya hanya berfokus pada pengendalian glukosa untuk mencegah komplikasi diabetes. Padahal, penelitian membuktikan bahwa makanan tinggi garam yang dikonsumsi oleh penderita diabetes akan meningkatkan risiko dan komplikasi penyakit. Mengapa begitu?

Makanan tinggi garam meningkatkan risiko penyakit jantung

Diabetes dan garam memiliki efek berbahaya yang serupa pada sistem kardiovaskular. Dr. Spyros Mezitis, endokrinologis di Lenox Hill Hospital, New York menyatakan bahwa keduanya menyebabkan pembuluh darah mengeras dan keduanya juga meningkatkan risiko penggumpalan darah yang bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Sebuah penelitian yang dikeluarkan di Jepang menyatakan bahwa makanan tinggi garam bisa melipatgandakan risiko penderita diabetes untuk terkena penyakit jantung. Survei dilakukan pada kurang lebih 1.600 pasien diabetes yang berusia antara 40 sampai 70 tahun dari seluruh negara bagian di Jepang. Peserta survei dipantau selama delapan tahun dan mereka diberikan sejumlah pertanyaan tentang makanan yang dikonsumsi termasuk asupan sodium per harinya.

Hasil penelitian menunjukkan orang dengan asupan sodium tertinggi sekitar 6.000 mg per hari dua kali lebih mungkin terkena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang memiliki asupan sodium terendah, yaitu sekitar 2.800 mg per hari. Di antara 359 orang dengan asupan sodium tertinggi, 41 di antaranya mengalami gangguan jantung. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi asupan garam terendah, yakni hanya sekitar 23 orang dari 354 orang.

Selain garam, para peneliti juga menemukan faktor lain yang dapat meningkatkan risiko pasien diabetes terkena penyakit jantung yaitu pengonsumsian alkohol dan asupan kalori yang berlebih. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism ini juga mendapatkan banyak bukti yang menguatkan bahwa mengonsumsi lebih sedikit garam dalam makanan dapat membantu mencegah komplikasi berbahaya dari diabetes yang dideritanya.

Berbagai makanan olahan yang tinggi garam

Jika Anda terbiasa mengonsumsi makanan tinggi garam, maka sebaiknya kebiasaan itu mulai dikikis secara perlahan. Biasanya jenis makanan ini banyak terdapat di makanan olahan dan makanan cepat saji, seperti:

  • Sosis
  • Camilan asin seperti keripik, popcorn, kacang asin, dan biskuit
  • Keju
  • Ikan asap dan ikan asin
  • Kecap, mayonaise, acar
  • Makanan kaleng yang mengandung garam
  • Sandwich
  • Sup instant

Rekomendasi asupan garam yang aman untuk penderita diabetes

Garam memiliki efek negatif pada tekanan darah dan kesehatan jantung jika dikonsumsi berlebihan, baik pada orang yang tanpa maupun dengan diabetes. U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan asupan konsumsi garam pada penderita diabetes ada baiknya untuk tidak lebih dari 1.500 mg per harinya. Sedangkan orang tanpa diabetes bisa mengonsumsi garam tidak lebih dari 2.000 mg setiap harinya.

Meskipun garam tidak memengaruhi kadar glukosa dalam darah, akan tetapi penting untuk membatasi konsumsi jumlah garam yang Anda konsumsi. Pasalnya, orang dengan diabetes lebih mungkin terkena tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh kelebihan konsumsi garam.

Tak hanya itu, orang dengan diabetes lebih berisiko terkena tekanan darah tinggi yang akan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan ginjal.

Tips mengurangi asupan garam

Ada beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk membatasi asupan garam, di antaranya ialah:

  • Kurangi jumlah garam yang biasa Anda gunakan saat memasak meskipun hal tersebut berlawanan dengan selera lidah Anda.
  • Kurangi membeli makanan siap saji dan makanan olahan di luar karena biasanya kadar garam di dalamnya cukup tinggi.
  • Hindari kebiasaan untuk menambahkan garam ke makanan yang telah Anda masak atau disajikan di restoran.

Mulai sekarang, cobalah untuk mengurangi asupan garam dalam setiap makanan yang Anda makan untuk mengurangi risiko komplikasi penyakit. Selalu konsultasikan dengan dokter terkait panduan diet sehat yang sebaiknya Anda terapkan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca