Makanan Tinggi Garam Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung Pada Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/03/2020
Bagikan sekarang

Diabetes bukan hanya soal mengendalikan makanan dengan kadar gula yang tinggi, tetapi juga makanan tinggi garam.

Dr. Prakash Deedwania, kepala kardiologi di the Veterans Administration Central California Health Care System dan profesor di the University of California, San Francisco School of Medicine, menyatakan bahwa pasien diabetes biasanya hanya berfokus pada pengendalian glukosa untuk mencegah komplikasi diabetes. Padahal, penelitian membuktikan bahwa makanan tinggi garam yang dikonsumsi oleh penderita diabetes akan meningkatkan risiko dan komplikasi penyakit. Mengapa begitu?

Makanan tinggi garam meningkatkan risiko penyakit jantung

Diabetes dan garam memiliki efek berbahaya yang serupa pada sistem kardiovaskular. Dr. Spyros Mezitis, endokrinologis di Lenox Hill Hospital, New York menyatakan bahwa keduanya menyebabkan pembuluh darah mengeras dan keduanya juga meningkatkan risiko penggumpalan darah yang bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Sebuah penelitian yang dikeluarkan di Jepang menyatakan bahwa makanan tinggi garam bisa melipatgandakan risiko penderita diabetes untuk terkena penyakit jantung. Survei dilakukan pada kurang lebih 1.600 pasien diabetes yang berusia antara 40 sampai 70 tahun dari seluruh negara bagian di Jepang. Peserta survei dipantau selama delapan tahun dan mereka diberikan sejumlah pertanyaan tentang makanan yang dikonsumsi termasuk asupan sodium per harinya.

Hasil penelitian menunjukkan orang dengan asupan sodium tertinggi sekitar 6.000 mg per hari dua kali lebih mungkin terkena penyakit jantung dibandingkan dengan mereka yang memiliki asupan sodium terendah, yaitu sekitar 2.800 mg per hari. Di antara 359 orang dengan asupan sodium tertinggi, 41 di antaranya mengalami gangguan jantung. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi asupan garam terendah, yakni hanya sekitar 23 orang dari 354 orang.

Selain garam, para peneliti juga menemukan faktor lain yang dapat meningkatkan risiko pasien diabetes terkena penyakit jantung yaitu pengonsumsian alkohol dan asupan kalori yang berlebih. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism ini juga mendapatkan banyak bukti yang menguatkan bahwa mengonsumsi lebih sedikit garam dalam makanan dapat membantu mencegah komplikasi berbahaya dari diabetes yang dideritanya.

Berbagai makanan olahan yang tinggi garam

Jika Anda terbiasa mengonsumsi makanan tinggi garam, maka sebaiknya kebiasaan itu mulai dikikis secara perlahan. Biasanya jenis makanan ini banyak terdapat di makanan olahan dan makanan cepat saji, seperti:

  • Sosis
  • Camilan asin seperti keripik, popcorn, kacang asin, dan biskuit
  • Keju
  • Ikan asap dan ikan asin
  • Kecap, mayonaise, acar
  • Makanan kaleng yang mengandung garam
  • Sandwich
  • Sup instant

Rekomendasi asupan garam yang aman untuk penderita diabetes

Garam memiliki efek negatif pada tekanan darah dan kesehatan jantung jika dikonsumsi berlebihan, baik pada orang yang tanpa maupun dengan diabetes. U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan asupan konsumsi garam pada penderita diabetes ada baiknya untuk tidak lebih dari 1.500 mg per harinya. Sedangkan orang tanpa diabetes bisa mengonsumsi garam tidak lebih dari 2.000 mg setiap harinya.

Meskipun garam tidak memengaruhi kadar glukosa dalam darah, akan tetapi penting untuk membatasi konsumsi jumlah garam yang Anda konsumsi. Pasalnya, orang dengan diabetes lebih mungkin terkena tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh kelebihan konsumsi garam.

Tak hanya itu, orang dengan diabetes lebih berisiko terkena tekanan darah tinggi yang akan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan ginjal.

Tips mengurangi asupan garam

Ada beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk membatasi asupan garam, di antaranya ialah:

  • Kurangi jumlah garam yang biasa Anda gunakan saat memasak meskipun hal tersebut berlawanan dengan selera lidah Anda.
  • Kurangi membeli makanan siap saji dan makanan olahan di luar karena biasanya kadar garam di dalamnya cukup tinggi.
  • Hindari kebiasaan untuk menambahkan garam ke makanan yang telah Anda masak atau disajikan di restoran.

Mulai sekarang, cobalah untuk mengurangi asupan garam dalam setiap makanan yang Anda makan untuk mengurangi risiko komplikasi penyakit. Selalu konsultasikan dengan dokter terkait panduan diet sehat yang sebaiknya Anda terapkan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Bagaimana Strip Test Gula Darah Bisa Mengetahui Kadar Gula Kita?

Penderita diabetes pasti sudah tidak asing dengan alat tes gula darah. Namun, tahukan Anda bagaimana sebuah strip bisa memberikan informasi sepenting itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rena Widyawinata

3 Makanan Manis yang Aman Dikonsumsi Meski Didiagnosis Prediabetes

Mengurangi makanan manis untuk prediabetes memang merupakan suatu keharusan. Namun, bukan berarti Anda selamanya tidak boleh mengonsumsi makanan manis, lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
camilan untuk penderita diabetes

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
makanan untuk mencegah diabetes

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020