Terlalu Sering Makan Daging Bisa Kena Diabetes, Kok Bisa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update November 15, 2019
Bagikan sekarang

Sekarang ini, sebagian besar orang sudah berusaha untuk mengurangi asupan daging. Katanya, sih, konsumsi daging bisa menyebabkan berbagai penyakit kronis, seperti diabetes. Apalagi jika dikonsumsi terlalu sering. Lantas, benarkah makan daging bisa menyebabkan penyakit diabetes?

Benarkah makan daging menyebabkan penyakit diabetes?

Diabetes adalah penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan, sehingga jika Anda sudah kena penyakit ini sekali maka Anda harus terus hidup dengan penyakit ini. Maka itu, sebaiknya hindari hal-hal yang bisa membuat Anda berisiko tinggi kena diabetes.

Mungkin sudah banyak yang tahu kalau diabetes erat kaitannya dengan makanan manis yang tinggi gula. Akan tetapi, makanan manis bukan jadi satu-satunya penyebab dari penyakit diabetes. Namun, ternyata masih banyak faktor risiko dari penyakit kronis ini, salah satunya adalah kebiasaan makan daging.

Katanya, makan daging terlalu sering membuat Anda berisiko tinggi terkena diabetes. Hal ini sebenarnya bukan isu belaka, melainkan telah diuji dan dibuktikan dalam beberapa penelitian. Pada penelitian yang dilaporkan dalam American Journal of Epidemiology, para ahli mengungkapkan bahwa makan daging merah terlalu sering bisa meningkatkan 23 persen risiko penyakit diabetes.

kebanyakan makan daging

Mengapa sering makan daging bisa jadi faktor risiko diabetes?

Kebanyakan orang lebih memilih daging yang berlemak atau ada gajihnya. Rasanya tentu lebih enak dan gurih ketimbang dengan daging yang tidak ada lemaknya sama sekali. Namun, justru lemak ini yang akan membuat risiko penyakit diabetes meningkat.

Ketika Anda terlalu banyak makan daging berlemak, tentunya kadar lemak tubuh akan meningkat. Berat badan akan bertambah dan tumpukan lemak di bawah kulit semakin tebal. Nah, lemak yang terlalu banyak di dalam tubuh membuat kerja hormon insulin jadi terganggu. Akhirnya, hormon insulin yang seharusnya bekerja mengatur gula dalam darah, jadi tidak bekerja dengan optimal.

Bila kondisi ini terus-terusan terjadi, maka hormon insulin akan terganggu secara permanen, hingga akhirnya gula darah Anda naik dan akhirnya penyakit diabetes pun muncul.

Jadi apakah tidak boleh makan daging sama sekali?

Sebenarnya, menghindari daging sama sekali bukanlah solusi yang tepat. Anda tentu saja masih boleh makan daging. Daging adalah sumber protein dan mineral yang baik untuk tubuh, jadi seharusnya tidak perlu Anda hindari dan hilangkan dari menu makan Anda. Akan tetapi, perhatikan porsinya serta seberapa sering Anda mengonsumsi daging tersebut. 

Dalam penelitian ini, daging bisa jadi salah satu faktor risiko dari penyakit diabetes karena daging yang dikonsumsi mengandung lemak yang tinggi. Jika Anda makan daging yang sedikit bagian lemaknya dan tidak terlalu sering mengonsumsinya, maka seharusnya tidak jadi masalah.

Jadi, sebaiknya pilih daging yang tidak berlemak atau lemaknya sedikit, hindari daging yang bergajih. Penyakit diabetes akan semakin menjauh jika Anda mengimbangi dengan konsumsi sayur dan buah yang bisa mengikat lemak-lemak yang Anda dapatkan setelah makan daging.

Jangan lupa juga untuk memvariasikan menu makan Anda setiap harinya. Misal mengganti lauk yang tadinya lebih sering daging merah diganti dengan ikan, telur, tahu, tempe, jamur, dan sebagainya. Jadi, Anda akan mendapatkan berbagai jenis zat gizi yang seimbang dan beragam dari masing-masing makanan tersebut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Willyson Eveiro
Hidup Sehat, Fakta Unik Mei 12, 2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan Mei 9, 2020

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Penelitian menunjukkan bahwa pukul 14.00 sampai 16.00 adalah waktunya kantuk menyerang saat kita berpuasa. Kenapa sering ngantuk saat puasa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal tayang Mei 19, 2020
Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 17, 2020
Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal tayang Mei 17, 2020
3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Monika Nanda
Tanggal tayang Mei 14, 2020