Nefropati Diabetik, Penyakit Ginjal Kronis Akibat Komplikasi Diabetes

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Nefropati diabetik adalah jenis penyakit ginjal progresif yang terjadi pada orang dengan diabetes. University of Washington memperkirakan sekitar 20-40 persen orang dengan diabetes akan mengalami nefropati diabetik di beberapa masa dalam hidup mereka. Jika tak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan ginjal parah yang pada akhirnya meningkatkan risiko kematian.

Apa penyebab nefropati diabetik?

Setiap ginjal memiliki sekitar 1 juta nefron. Nefron adalah struktur terkecil yang menyaring sisa kotoran dari darah Anda. Diabetes dapat menyebabkan nefron menebal dan menimbulkan bekas luka. Akibatnya, kemampuan nefron untuk menyaring sisa kotoran dan mengeluarkan cairan dari tubuh pun menurun. Hal itu dapat mengakibatkan bocornya sejenis protein yang disebut albumin dalam urin Anda, yang menyebabkan nefropati diabetik.

Alasan tepat mengenai kenapa hal ini terjadi pada orang dengan diabetes tidak diketahui. Akan tetapi kadar gula darah yang tidak stabil dan tekanan darah tinggi terbukti dapat memicu nefropati diabetik. Kadar gula atau tekanan darah yang terus-menerus tinggi adalah dua hal yang dapat merusak ginjal, membuat ginjal tidak dapat menyaring sisa kotoran dan membuang air dari tubuh Anda.

Memiliki riwayat penyakit diabetes tipe 1 sebelum berusia 20 tahun dan perokok aktif berisiko lebih tinggi terkena nefropati diabetik.

Apa gejala nefropati diabetik?

Tahap awal kerusakan ginjal sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Anda mungkin tidak mengalami gejala apa pun sampai penyakit ginjal Anda berkembang ke stadium akhir.

Gejala penyakit ginjal stadium akhir mungkin termasuk:

  • Kelelahan
  • Perasaan tidak enak badan secara keseluruhan
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit kepala
  • Kulit gatal dan kering
  • Mual atau muntah
  • Pembengkakan lengan dan kaki

Bagaimana cara mendiagnosis nefropati diabetik?

Dokter Anda mungkin akan melakukan tes darah dan urin tahunan pada Anda untuk memeriksa tanda-tanda awal dari kerusakan ginjal. Tes yang umum meliputi:

  • Tes urin mikroalbuminuria. Tes urin mikroalbuminuria bertujuan untuk memeriksa albumin dalam urin Anda. Urin yang normal tidak mengandung albumin, sehingga kehadiran protein dalam urin Anda adalah tanda kerusakan ginjal.
  • Tes darah BUN. Tes pemeriksaan darah BUN memeriksa keberadaan nitrogen urea dalam darah Anda. Nitrogen urea terbentuk ketika protein dipecah. Tingkat normal nitrogen urea yang tinggi dalam darah Anda mungkin merupakan tanda dari gagal ginjal.
  • Tes darah serum kreatinin. Tes darah serum kreatinin mengukur kadar kreatinin dalam darah Anda. Ginjal menghilangkan kreatinin dari tubuh Anda dengan mengirimkan kreatinin ke kandung kemih, di mana ia dikeluarkan dengan urin. Jika ginjal Anda rusak, mereka tidak dapat mengeluarkan kreatinin dengan benar dari darah Anda. Kadar kreatinin yang tinggi dalam darah Anda mungkin berarti bahwa ginjal Anda tidak berfungsi dengan benar.
  • Biopsi ginjal. Jika dokter Anda mencurigai bahwa Anda memiliki nefropati diabetik tapi tidak yakin, ia mungkin akan melakukan biopsi ginjal. Biopsi ginjal adalah prosedur pembedahan di mana sampel kecil dari salah satu atau kedua ginjal diambil, sehingga dapat dilihat di bawah mikroskop.

Bagaimana mengobati nefropati diabetik?

Tidak ada obat untuk nefropati diabetik, tetapi perawatan yang tepat dapat menunda atau menghentikan perkembangan penyakit. Cek gula darah dan tekanan darah Anda secara teratur, menggunakan dosis insulin yang tepat, dan menggunakan obat seperti yang diarahkan oleh dokter Anda dapat menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal. Dokter mungkin meresepkan inhibitor ACE, angiotensin receptor blocker (ARB), atau obat tekanan darah lainnya untuk menjaga tingkat tekanan darah Anda tetap normal.

Jika diperlukan, dokter Anda juga akan merekomendasikan diet khusus yang mudah diproses ginjal Anda. Diet ini sering berupa diet rendah lemak, natrium, kalium, fosfor, dan cairan. Dokter mungkin juga menyarankan rencana olahraga bagi Anda untuk membantu menjaga tekanan darah Anda tetap normal dan ginjal Anda sehat.

Pengobatan penyakit ginjal stadium akhir

Jika Anda memiliki penyakit ginjal stadium akhir, Anda mungkin akan membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal selain pengobatan untuk tahap awal penyakit ginjal.

Dialisis adalah prosedur menggunakan mesin khusus untuk menyaring sisa kotoran dari darah Anda. Banyak orang memerlukan perawatan dialisis 3 kali seminggu selama 4 jam sehari. Anda mungkin perlu perawatan kurang atau lebih dari jadwal ini. Pilihan pengobatan lainnya adalah transplantasi ginjal. Untuk melakukan transplantasi, ginjal dari pendonor akan ditempatkan ke dalam tubuh Anda. Keberhasilan dialisis dan transplantasi ginjal berbeda dengan setiap orang.

Apa dampak dari nefropati diabetik?

Perkembangan penyakit bergantung pada banyak faktor. Dalam beberapa kasus, nefropati diabetik dapat menyebabkan kerusakan mata dan penyakit jantung. Dalam kasus di mana penyakit ini telah berkembang menjadi penyakit ginjal stadium akhir, dapat menyebabkan kematian.

Namun, mengikuti rencana pengobatan dan membuat perubahan gaya hidup yang direkomendasikan dapat memperlambat perkembangan penyakit dan menjaga ginjal Anda sehat lebih lama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Berbagai penyakit kulit ini bisa menjadi salah satu komplikasi yang muncul saat seseorang memiliki keadaan diabetes yang tidak terkontrol.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko penderita COVID-19 meninggal dunia. Ini kata penelitian terbaru tentang diabetes dan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Fungsi Penting Air Putih untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

Air dibutuhkan oleh seluruh organ dalam tubuh, termasuk ginjal. Lantas, apa fungsi air untuk ginjal? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 02/06/2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit