Hidup dengan diabetes? Anda tidak sendiri. Ikut komunitas kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Gastropati Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Menyerang Sistem Pencernaan

Gastropati Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Menyerang Sistem Pencernaan

Gastroparesis adalah gangguan gerak pada lambung yang menyebabkan makanan lebih lama dikosongkan dari lambung. Kondisi ini bisa terjadi pada pasien diabetes melitus ketika mengalami komplikasi gastropati diabetik. Jika dibiarkan, hal ini bisa menyebabkan masalah pencernaan yang mengganggu. Lantas, bagaimana mengatasinya?

Bagaimana diabetes bisa menyebabkan gastropati diabetik?

Gastropati diabetik merupakan komplikasi diabetes melitus yang menyebabkan berbagai masalah pencernaan, khususnya pada lambung. Gastropati diabetik termasuk penyakit komplikasi yang sulit dideteksi.

Dalam studi American Diabetes Association yang meneliti kondisi pasien diabetes tipe 1, dijelaskan komplikasi ini menunjukkan kerusakan fungsi dari sistem otot dan saraf (neuromuskuler) di bagian perut.

Salah satu masalah pencernaan dari gastropati diabetik yang sering dialami adalah gastroparesis. Gastroparesis merupakan gangguan kontraksi lambung yang menyebabkan makanan sulit dikeluarkan dari lambung.

Normalnya, otot lambung akan berkontraksi untuk mendorong makanan melewati saluran pencernaan. Namun, kondisi kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) dalam jangka panjang bisa merusak saraf di sekitar saluran pencernaan sehingga menghambat pergerakan otot. Akibatnya, pergerakan otot yang mendorong makanan ke usus pun menjadi lambat atau bahkan dapat berhenti.

Proses pencernaan yang lambat juga dapat membuat glukosa darah lebih sulit dikendalikan. Penyakit ini menyebabkan kadar gula darah bisa naik sewaktu-waktu menjadi terlalu tinggi atau turun drastis sehingga terlalu rendah (hipoglikemia).

Jika Anda memiliki hasil pemeriksaan gula darah yang tidak menentu, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Gejala gastropati diabetik yang umum dialami

asam lambung

Pada awalnya gejala yang ditimbulkan dari gastroparesis biasanya bersifat ringan, seperti mual, kembung, dan nyeri pada perut. Keluhan seperti merasa terlalu kenyang juga biasanya sering dirasakan setelah makan.

Namun, gejala tersebut memang bukan gejala khas yang pasti menandakan gastroparesis. Akibatnya, diabetesi cenderung tidak menyadari bahwa kondisi diabetesnya telah memengaruhi kerja sistem pencernaanya.

Komplikasi gastropati diabetik akan muncul ketika kadar gula darah yang naik terus dibiarkan. Hal ini ditunjukkan apabila gejala-gejala yang muncul di awal berlangsung kronis atau berkepanjangan. Gejala awal pun bisa berkembang semakin parah, menyebabkan Anda mengalami muntah-muntah dan merasakan kram perut.

Berikut ini adalah tanda dan gejala dari gastropati diabetik yang perlu Anda waspadai:

  • Mulas
  • Mual
  • Memuntahkan makanan yang tidak tercerna
  • Kekenyangan
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Kembung
  • Kehilangan selera makan
  • Kadar glukosa darah yang sulit untuk distabilkan
  • Kram perut
  • Asam lambung naik

Meskipun begitu, gejala gastropati diabetik yang ringan ataupun berat tetap bergantung pada seberapa parah kerusakan saraf yang memengaruhi kerja lambung.

Gejala juga mungkin lebih sering dialami setelah mengonsumsi makanan tinggi serat atau tinggi lemak. Pasalnya, makanan tinggi lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga lambung berkerja semakin keras.

Cara mengatasi gastropati diabetik

Mengatasi gastropati diabetik

Tidak ada pengobatan diabetes yang khusus untuk menyembuhkan gastropati diabetik. Meski begitu, penyakit kronis ini tetap dapat dikendalikan dengan menjalankan diet sehat diabetes dan memperhatikan asupan makanan.

Merujuk salah satu studi dari jurnal American Family Physician, kondisi gastropatik yang cukup umum yaitu gastroparesis bisa diatasi dengan cara berikut ini:

1. Pola makan dan jenis makanan

Anda perlu mengubah pola makan dengan makan dalam porsi kecil tapi lebih sering, misalnya 6-8 kali sehari. Anda juga dianjurkan untuk beralih mengonsumsi makanan dengan tekstur lembut atau cair, seperti dalam bentuk bubur atau jus.

Hindari konsumsi makanan yang mengandung lemak padat serta makanan tinggi serat karena bisa semakin menghambat keluarnya makanan dari lambung sehingga menyebabkan penyumbatan saluran cerna.

Pastikan juga untuk mendapatkan asupan cairan yang cukup, terutama jika Anda sering muntah-muntah.

2. Pengobatan

Selain melalui perubahan gaya hidup, Anda mungkin perlu juga konsumsi obat-obatan. Dokter biasanya memberikan metoclopramide (Reglan), yaitu obat yang mendorong pergerakan otot perut. Dengan begitu, makanan bisa lebih cepat dicerna.

Dalam kondisi parah, pengobatan gastroparesis bisa dilakukan dengan stimulasi listrik pada perut. Dalam pengobatan ini, perangkat implan dipasang di perut untuk memberikan rangsangan elektrik ke saraf dan otot bagian bawah perut. Cara ini juga dapat membantu Anda mengurangi rasa mual dan muntah.

Jika Anda memiliki diabetes dan mengalami tanda dan gejala yang mungkin mengarah ke gastropati diabetik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi Anda. Pengobatan dan perubahan gaya hidup bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini.

Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

William L. Hasler, M.D. (2008) Gastroparesis–Current Concepts and Considerations. The Medscape Journal of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18324326/

Lawrence A. Szarka, M.D. and Michael Camilleri, M.D. (2010) Stomach Dysfunction in Diabetes Mellitus: Emerging Technology and Pharmacology. Journal of Diabetes Science and Technology, 4(1): 180-189. https://doi.org/10.1177/193229681000400123

Careyva, B., & Stello, B. (2016). Diabetes Mellitus: Management of Gastrointestinal Complications. American Family Physician, 94(12), 980-986. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2016/1215/p980.html

American Diabetes Association. (2020). Severe Symptoms of Diabetic Gastroparesis and Overall Frequency of Hospital Admissions Is Significantly Relieved by Gastric Neurostimulation. Retrieved 29 July 2020, from https://professional.diabetes.org/abstract/severe-symptoms-diabetic-gastroparesis-and-overall-frequency-hospital-admissions 

Koch, K.L. (1999)Diabetic Gastropathy (Gastric Neuromuscular Dysfunction in Diabetes Mellitus A Review of Symptoms, Pathophysiology, and Treatment. Dig Dis Sci 44, 1061–1075 https://doi.org/10.1023/A:1026647417465

Bianco, A., Pitocco, D., Valenza, V., Caputo, S., Grieco, A., & Miele, L. et al. (2002). Effect of Sildenafil on Diabetic Gastropathy. Diabetes Care, 25(10), 1888-1889. doi: 10.2337/diacare.25.10.1888-a

Shin, A., & Camilleri, M. (2013). Diagnostic Assessment of Diabetic Gastroparesis. Diabetes, 62(8), 2667-2673. https://doi.org/10.2337/db12-1706.

Diabetes.co.uk. (2019). Gastroparesis in Diabetes. Retrieved 29 July 2020, from https://www.diabetes.co.uk/diabetes-complications/diabetes-and-gastroparesis.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 10/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x