Mengenal Ketoasidosis Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Berbahaya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Diabetes adalah salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Jika tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, orang dengan diabetes rentan mengalami komplikasi diabetes. Salah satu komplikasi diabetes yang harus diwaspadai para diabetesi adalah ketoasidosis diabetik.

Apa itu ketoasidosis diabetik?

Ketoasidosis diabetik adalah kondisi serius yang terkait dengan diabetes. Jika tubuh Anda tidak memiliki insulin yang cukup untuk memproses glukosa (gula) darah, maka tubuh Anda akan membakar lemak sebagai energi. Akibatnya, asam yang disebut keton terbentuk dalam tubuh. Jika tidak diobati, zat keton ini dapat meracuni Anda.

Kondisi ini bisa terjadi pada orang yang memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2. Namun, dalam banyak kasus, orang dengan diabetes tipe 1 berisiko lebih tinggi terkena komplikasi diabetes satu ini dibandingkan dengan orang dengan diabetes tipe 2.

Ketoasidosis diabetik juga dapat muncul bila Anda berisiko diabetes, tetapi belum menerima diagnosis formal. Hal ini dapat menjadi tanda pertama dari diabetes tipe 1.

Apa penyebab kondisi ini?

Ketoasidosis diabetes dapat dipicu oleh 3 hal, yaitu:

  • Lupa suntik insulin 
  • Memiliki riwayat penyakit atau infeksi tertentu yang membuat tubuh menghasilkan lebih banyak hormon (seperti adrenalin atau kortisol) yang pada akhirnya dapat memengaruhi kerja insulin dalam tubuh
  • Gangguan fisik atau mental
  • Serangan jantung
  • Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan
  • Obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid dan beberapa diuretik

Apa saja gejalanya?

Beberapa gejala khas dari ketoasidosis diabetes adalah:

  • Sering buang air kecil
  • Merasa sangat kehausan bahkan hingga mengalami dehidrasi
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Kebingungan
  • Wajah memerah
  • Lemas, lesu, dan tidak bertenaga
  • Mulut dan kulit kering
  • Napas memburu (tersengal-sengal) atau sesak napas
  • Bau napas agak asam, seperti buah

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Ketoasidosis diabetik adalah keadaan gawat darurat. Jika Anda memiliki diabetes tipe 1 dan bacaan glukometer lebih dari 300 mg/dL, Anda harus segera tes urine untuk melihat berapa tingkat keton Anda. Apabila tes urine menunjukkan kadar keton sedang dan tinggi, Anda berisiko tinggi mengalami ketoasidosis diabetik. Kalau sudah begini, Anda harus segera mencari pertolongan medis. Pasalnya jika tidak diobati, ketoasidosis diabetik bisa menyebabkan koma atau kematian.

Selalu cari bantuan medis apabila Anda mengalami mual dan muntah tanpa sebab.

Siapa yang berisiko mengalami kondisi ini?

Risiko Anda mengalami ketoasidosis diabetik mungkin lebih tinggi jika Anda:

  • Memiliki diabetes tipe 1
  • Berusia di bawah 19 tahun
  • Memiliki beberapa bentuk trauma, baik emosional atau fisik
  • Stres
  • Mengalami demam tinggi
  • Pernah mengalami serangan jantung atau stroke
  • Merokok
  • Penyalahgunaan obat atau alkohol

Meskipun komplikasi diabetes satu ini jarang terjadi pada orang yang memiliki diabetes tipe 2, tetapi kondisi ini dapat juga terjadi para mereka.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Pengujian untuk keton dalam sampel urine adalah salah satu langkah pertama untuk mendiagnosis ketoasidosis diabetik. Tes tingkat keasaman darah dan gula juga sering dilakukan. Tes-tes lain yang dokter Anda mungkin lakukan seperti:

  • Tes kalium darah untuk menilai fungsi metabolik
  • Gas arteri darah untuk  menentukan keasaman darah Anda
  • Tes amilase darah untuk menguji fungsi pankreas
  • Rontgen dada untuk mencari tanda-tanda infeksi seperti pneumonia

Bagaimana kondisi ini diobati?

Jika Anda didiagnosis mengalami komplikasi ini tapi belum didiagnosis memiliki diabetes, dokter akan membuat rencana pengobatan diabetes untuk mencegah terjadinya ketoasidosis. Sementara jika ketoasidosis diabetik Anda merupakan akibat dari infeksi atau penyakit, dokter mungkin akan mengobatinya dengan antibiotik.

Secara umum, pilihan pengobatan untuk ketoasidosis diabetik adalah:

1. Terapi insulin

Dokter kemungkinan akan memberikan suntik insulin melalui infus sampai tingkat gula darah Anda turun di bawah 240 mg/dL. Ketika kadar gula darah Anda dalam rentang yang wajar, dokter Anda mungkin membiarkan Anda melanjutkan penggunaan insulin seperti biasanya.

2. Asupan elektrolit

Insulin yang lebih rendah dari tingkat normal dapat menyebabkan kadar elektrolit dalam tubuh Anda menjadi rendah secara tidak normal. Elektrolit adalah mineral bermuatan listrik yang membantu tubuh, termasuk jantung dan saraf – berfungsi dengan baik. Penggantian elektrolit juga biasa dilakukan melalui infus.

Selain elektrolit, dokter juga memberikan asupan cairan (secara oral, jika mungkin, atau infus) untuk menggantikan cairan yang biasanya hilang karena ketoasidosis diabetik. Penggantian cairan juga membantu merendahkan jumlah gula dalam darah Anda.

Bagaimana cara mencegah ketoasidosis diabetik?

Ada banyak cara untuk mencegah komplikasi diabetes satu ini. Salah satu yang paling penting adalah perawatan diabetes yang tepat. Hal ini bisa dilakukan dengan minum obat diabetes teratur seperti yang diresepkan dokter, makan makanan yang sehat, dan awasi kadar gula darah Anda.

Tindakan pencegahan lainnya termasuk:

  • Memastikan bahwa kadar gula darah Anda dalam rentang normal dengan memeriksanya beberapa kali per hari.
  • Rutin suntik insulin sesuai yang diarahkan dokter.
  • Menyesuaikan dosis insulin berdasarkan tingkat aktivitas, penyakit, atau faktor-faktor lain, seperti apa yang Anda makan.
  • Buatlah rencana keadaan darurat terkait apa saja yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu Anda mengalami gejala ketoasidosis diabetik.
  • Tes urine untuk melihat tingkat keton ketika Anda sedang stres atau saat Anda sakit.
  • Cari perawatan medis jika tingkat gula darah dan keton Anda lebih tinggi dari normal. Ingat, deteksi  awal merupakan hal yang penting.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca