Bau Mulut Parah? Mungkin Diam-Diam Anda Punya Diabetes

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda memiliki bau mulut, itu bisa menjadi tanda ada yang bermasalah pada kondisi kesehatan Anda. Jika Anda memiliki diabetes, napas Anda bisa menjadi salah satu cara mengetahui kondisi diabetes Anda. Apa benar bau mulut bisa menjadi gejala diabetes?

Apa hubungan bau mulut dan diabetes?

Aroma napas manusia bisa digunakan sebagai  petunjuk adanya masalah kesehatan pada tubuh. Sama seperti gejala napas bau diabetes, bau amonia atau bau mulut yang busuk dapat berhubungan dengan penyakit ginjal atau tanda anoreksia nervosa. Penyakit lain seperti asma, fibrosis sistik, kanker paru-paru, dan penyakit hati juga dapat menyebabkan bau yang berbeda pada napas.

Dokter menggunakan bau mulut, atau juga disebut halitosis, untuk mengidentifikasi diabetes. Baru-baru ini, para peneliti telah menemukan bahwa memeriksa napas menggunakan alat infra merah secara efektif dapat mengidentifikasi apakah Anda memiliki gejala prediabetes atau bahkan diabetes stadium awal. Selain itu, para peneliti di Western New England University sedang menguji breathalyzer yang dapat mengukur kadar glukosa darah.

Mengapa diabetes bisa memicu bau mulut?

penyebab vagina bau

Halitosis atau bau mulut karena diabetes bisa disebabkan karena dua hal. Apa saja?  

1. Penyakit periodontitis

Diabetes dan penyakit periodontitis (penyakit gusi) saling berhubungan, bahkan bisa membuat kondisi keduanya semakin parah bila dibiarkan. Menurut sebuah laporan di IOSR Journal of Dental and Medical Sciences, diperkirakan 1 dari 3 orang dengan diabetes juga akan mengalami penyakit periodontitis. Penyakit jantung dan stroke, yang merupakan komplikasi dari diabetes, juga terkait dengan penyakit periodontitis.

Diabetes dapat mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh Anda, termasuk gusi Anda. Jika gusi dan gigi tidak menerima asupan darah yang cukup, mereka bisa menjadi lemah dan lebih rentan terhadap infeksi.

Diabetes juga dapat meningkatkan kadar glukosa dalam mulut Anda, meningkatkan pertumbuhan bakteri, infeksi, dan bau mulut. Keadaan menjadi lebih buruk, ketika gula darah tinggi Anda menyebabkan tubuh sulit untuk melawan infeksi, yang membuat penyembuhan gusi menjadi sulit.

Penyakit periodontitis, juga disebut penyakit gusi, termasuk gingivitis, periodontitis ringan, dan periodontitis lanjut. Dalam penyakit ini, bakteri menyerang jaringan dan tulang yang menyokong gigi Anda. Hal ini dapat menyebabkan peradangan. Peradangan dapat mempengaruhi metabolisme dan meningkatkan gula darah Anda, yang memperburuk diabetes. Jika Anda mengalami penyakit periodontal, mungkin lebih susah dan makan waktu lebih lama untuk sembuh daripada orang tanpa diabetes.

Bau mulut adalah tanda umum dari penyakit periodontitis. Tanda-tandanya termasuk:

  • gusi merah atau pucat
  • gusi berdarah
  • gigi sensitif
  • gusi surut

2. Kadar keton dalam darah tinggi

Ketika tubuh Anda tidak dapat membuat insulin, sel-sel Anda tidak menerima glukosa yang mereka butuhkan untuk dijadikan energi. Untuk mengimbanginya, tubuh Anda beralih ke cadangan energi lain, yaitu dengan membakar lemak.

Membakar lemak dan bukan gula, menghasilkan keton yang menumpuk dalam darah dan urine Anda. Keton juga dapat dihasilkan ketika Anda berpuasa atau Anda sedang diet tinggi protein, dan rendah karbohidrat.

Tingkat keton yang tinggi sering menyebabkan bau mulut. Salah satu keton, aseton (zat kimia yang juga ditemukan dalam cat kuku) dapat menyebabkan bau seperti kuku pada napas Anda. Ketika kadar keton dalam tubuh melonjak melebihi batas normal, Anda berisiko mengalami kondisi berbahaya yang disebut ketoasidosis diabetik. Gejalanya berupa:

  • Bau busuk pada napas Anda
  • Lebih sering buang air kecil dari biasanya
  • Nyeri perut, mual, atau muntah
  • Kadar glukosa darah tinggi
  • Sesak napas
  • Hilang konsentrasi dan linglung

Ketoasidosis diabetik adalah kondisi yang berbahaya, sebagian besar terjadi hanya pada orang dengan diabetes tipe 1, yang gula darahnya tidak terkontrol. Jika Anda memiliki gejala-gejala ini, segera cari bantuan medis.

Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi komplikasi diabetes ini?

penyebab bau mulut dari penyakit

Bersama dengan penyakit neuropati, penyakit jantung, dan penyakit lainnya, periodontitis merupakan komplikasi umum dari diabetes. Namun, Anda bisa mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyakit gusi atau untuk mengurangi hal yang lebih parah. Kendalikan penyakit Anda dengan tips sehari-hari seperti:

  • Sikat gigi Anda setidaknya 2 kali sehari dan floss (pakai benang gigi) setiap hari.
  • Jangan lupa menyikat atau membersihkan lidah Anda, karena lidah merupakan tempat perkembangbiakan utama bakteri yang berbau busuk.
  • Minum air dan jaga mulut Anda tetap basah.
  • Gunakan permen bebas gula atau permen karet untuk merangsang air liur.
  • Kunjungi dokter gigi secara teratur dan ikuti rekomendasi pengobatan. Pastikan dokter gigi tahu Anda memiliki diabetes.
  • Dokter atau dokter gigi dapat meresepkan obat untuk merangsang produksi air liur.
  • Jika Anda memakai gigi palsu, pastikan ukurannya pas dan lepaskan saat malam hari.
  • Jangan merokok rokok.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Berbagai penyakit kulit ini bisa menjadi salah satu komplikasi yang muncul saat seseorang memiliki keadaan diabetes yang tidak terkontrol.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab vagina bau

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit