Bila Kakek Nenek Punya Diabetes, Apakah Cucunya Pasti Diabetes Juga?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Dalam keluarga besar Anda, adakah yang mengidap diabetes? Jawabannya hampir pasti ada. Mungkin kakek atau nenek Anda mengidap diabetes, bisa juga orangtua Anda sendiri. Nah, banyak yang bilang bahwa keturunan diabetes biasanya akan loncat satu generasi. Maksudnya kalau kakek atau nenek punya diabetes, maka yang berisiko kena penyakit ini yaitu cucu mereka. Atau kalau orangtua Anda mengidap penyakit yang dikenal juga sebagai kencing manis ini, kemungkinan besar anak Anda nanti yang lebih berisiko daripada Anda.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim Hello Sehat berkonsultasi dengan dr. Dante Saksono H. Sp.PD-KEMD, Ph.D., seorang dokter spesialis endokrin sekaligus pakar diabetes molekuler dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Apakah diabetes itu penyakit keturunan?

cucu nenek

Ketika ditemui di RSCM, Jakarta Pusat pada Rabu (24/9), dr. Dante menjelaskan bahwa diabetes adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan penggunaan glukosa dalam tubuh. Glukosa tidak bisa digunakan dengan optimal pada orang diabetes karena masalah pada hormon insulin. Entah insulinnya tidak diproduksi, jumlahnya kurang, atau insulin bersifat resistan.

“Diabetes adalah penyakit yang memang dipengaruhi oleh genetik,” tutur dr. Dante yang juga aktif dalam Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni). Maka, diabetes memang termasuk sebagai penyakit keturunan. Ada gen khusus yang bisa diturunkan dari orangtua ke generasi-generasi selanjutnya.

Akan tetapi, masih ada faktor-faktor lain yang bisa menyebabkan diabetes. Misalnya faktor gaya hidup tidak sehat. Orang yang kurang aktif bergerak, memiliki berat badan berlebih, serta sering makan yang sembarangan lebih rentan kena diabetes meskipun dalam keluarganya tidak ada yang diabetes.

Betulkah keturunan diabetes pasti loncat satu generasi?

kakek nenek dekat dengan cucu

Buat yang punya keturunan diabetes, entah itu kakek atau nenek, mungkin Anda jadi lebih was-was terhadap penyakit mematikan yang satu ini. Apalagi banyak yang bilang bahwa biasanya penyakit diabetes diturunkan dari kakek nenek ke cucunya, melompati generasi orangtua.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, memang ada gen khusus yang bisa jadi pencetus diabetes. Namun, punya gen tersebut bukanlah jaminan seratus persen bahwa Anda pasti akan kena diabetes. “Kombinasi dengan gen-gen tertentu baru akan muncul sebagai diabetes,” ungkap dr. Dante. Maksudnya begini, punya satu jenis gen rentan diabetes saja, tidak akan membuat Anda otomatis kena diabetes. Kalau gen tersebut bercampur dengan gen rentan diabetes lainnya, barulah Anda berisiko tinggi.

Supaya lebih mudah dipahami, dr. Dante memberi contoh bahwa ayah Anda punya diabetes, sementara ibu tidak. Itu berarti Anda punya satu jenis gen (misalnya gen A) yang membuat Anda lebih rentan kena diabetes. Kemudian Anda menikah dan punya anak. Ibu mertua Anda punya diabetes, sementara ayah mertua tidak. Artinya pasangan Anda juga punya satu jenis gen (misalnya gen B) yang membuatnya rentan sakit diabetes.

Anda dan pasangan akhirnya sama-sama punya “gen keturunan diabetes” yang diwariskan dari orangtua masing-masing, tetapi gen tersebut tidak cukup kuat untuk memunculkan diabetes pada Anda atau pasangan. Nah, ketika “gen diabetes” Anda dan pasangan (gen A dan gen B) bertemu kemudian diturunkan ke anak Anda berdua, maka anak Anda kemungkinan mendapatkan kombinasi dua “gen keturunan diabetes” dari Anda dan pasangan. Inilah yang membuat putra-putri Anda jadi lebih rentan terhadap diabetes daripada Anda dan pasangan.

“Faktor kawin inilah yang akan memperparah gen diabetes, sehingga keturunan kita nantinya pasti lebih tinggi risikonya,” tutup dr. Dante. Jadi meskipun memang bukan harga mati, seorang cucu yang kakek dan neneknya dari kedua sisi sama-sama punya diabetes mungkin lebih berisiko mewarisi penyakit tersebut.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Bagaimana Strip Test Gula Darah Bisa Mengetahui Kadar Gula Kita?

Penderita diabetes pasti sudah tidak asing dengan alat tes gula darah. Namun, tahukan Anda bagaimana sebuah strip bisa memberikan informasi sepenting itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rena Widyawinata

3 Makanan Manis yang Aman Dikonsumsi Meski Didiagnosis Prediabetes

Mengurangi makanan manis untuk prediabetes memang merupakan suatu keharusan. Namun, bukan berarti Anda selamanya tidak boleh mengonsumsi makanan manis, lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
camilan untuk penderita diabetes

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
makanan untuk mencegah diabetes

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020