Komplikasi Diabetes yang Paling Sering Sebabkan Kematian

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), diabetes meningkatkan risiko kematian dini pada seseorang. Tahun 2012, sebanyak 1,5 juta kasus kematian diakibatkan oleh komplikasi penyakit diabetes. Komplikasi ini terjadi saat pasien tidak mengontrol penyakitnya sehingga kondisinya semakin memburuk dan mengganggu organ penting lain di dalam tubuh.

Apa saja komplikasi penyakit diabetes yang menyebabkan kematian? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Penyebab kematian pasien diabetes yang umum terjadi

Penyakit diabetes adalah gangguan metabolik yang menyebabkan kadar gula darah seseorang sangat tinggi. Baik itu terjadi karena produksi insulin yang tidak memadai, sel-sel tubuh yang tidak merespon insulin dengan baik, atu keduanya. Penyakit ini sangat rentan terjadi pada orang yang obesitas, memiliki kebiasaan merokok, dan jarang melakukan olahraga.

Orang yang sudah terkena penyakit ini, harus melakukan pengobatan dan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Jika pasien diabetes tidak mengendalikan penyakit yang dimilikinya ini, kemungkinan besar kondisi akan bertambah buruk dan menyebabkan komplikasi. Parahnya, komplikasi diabetes bisa menyebabkan kematian.

Dari berbagai jenis penyakit diabetes, yang paling umum terjadi adalah diabetes tipe 2. Dilansir dari Health Line, American Diabetes Association mengungkapkan bahwa kombinasi diabetes tipe 2 dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) meningkatkan kematian lebih besar akibat penyakit jantung dan stroke.

Kondisi yang menyebabkan pasien diabetes berisiko terkena serangan jantung dan stroke

Ada 3 kondisi yang menyebabkan pasien diabetes bisa terkena penyakit jantung atau stroke sehingga menyebabkan kematian, seperti:

1. Aritmia

serangan-jantung

Orang yang memiliki diabetes berisiko terkena aritmia―salah satu jenis penyakit jantung. Kondisi ini merujuk pada detak jantung yang tidak normal; bisa lebih cepat, lebih lambat, atau tidak teratur. Aritmia terjadi saat sinyal listrik ke jantung yang mengatur detak jantung tidak berfungsi dengan baik. Lambat laun, kondisi ini bisa membuat jantung rusak dan lemah.

Aritmia bisa menyebabkan jantung yang tidak memompa dengan benar sehingga sirkulasi darah pada otak dan organ-organ penting di dalam tubuh terhambat. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan stroke dan gagal jantung.

2. Hiperglikemia dan hipoglikemia

Orang yang memiliki diabetes tidak dapat mengatur kadar gula darahnya dengan baik. Jika penyakitnya tidak terkontrol, gula darah bisa melonjak sangat tinggi disebut dengan hiperglikemia dan juga bisa menurun di bawah normal, yaitu hipoglikemia. Kedua kondisi ini berpotensi mengancam jiwa karena bisa menyebabkan stroke, koma (mati otak) dan kematian jika tidak segera ditangani.

3. Penyakit ginjal

Ginjal bertugas untuk menyaring limbah dari darah. Pada pasien diabetes, kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat mengganggu pembuluh darah di ginjal. Akhirnya, ginjal akan mengalami kerusakan dan menyebabkan pasien terkena penyakit ginjal.

Diabetes dan komplikasi penyakit diabetes dapat dicegah

Penyakit diabetes tidak dapat disembuhkan, tapi bisa dikelola gejalanya dan dicegah penyakitnya. Kuncinya adalah rutin melakukan pemeriksaan ke dokter dan minum obat serta mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Pola hidup yang sehat dapat dilakukan dengan olahraga rutin, menghilangkan kebiasaan merokok, dan tentunya mengatur pola makan supaya berat badan lebih terkontrol.

Atur kembali asupan gula pada makanan dan minuman, terutama yang memiliki indeks glikemik tinggi, seperti junk food, soft drink, atau minuman bersoda. perbanyak konsumsi buah dan sayur. Anda juga bisa menggunakan pemanis makanan yang rendah kalori pada kopi atau teh yang biasa Anda minum.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers 20/04/2020 . 4 menit baca

Edema Makula Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Edema makula diabetik adalah komplikasi diabetes yang bisa memicu kebutaan. Bagaimana cara mencegahnya? Simak penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Diabetes, Health Centers 13/02/2020 . 4 menit baca

Diabetes Meningkatkan Risiko Rematik Hingga 20 Persen

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko rematik hingga sebesar 20 persen apabila tidak ditangani dengan baik. Apa yang menjadi penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Diabetes, Health Centers 10/02/2020 . 3 menit baca

Mengenal Jenis-Jenis Neuropati Diabetik

Neuropati diabetik adalah kondisi komplikasi dari diabetes. Neuropati diabetik tidak hanya 1 jenis, melainkan ada 4 jenis yang bisa dibedakan gejalanya.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Diabetes, Health Centers 04/02/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

penderita diabetes meninggal covid-19

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . 5 menit baca
diabetes dan kanker hati

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . 4 menit baca
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . 4 menit baca
makanan untuk mencegah diabetes

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . 4 menit baca