Diabetes sering dijuluki sebagai ibu dari segala penyakit. Pasalnya, efek penyakit diabetes bisa menyerang berbagai organ dalam tubuh sekaligus yang berpotensi fatal. Beberapa komplikasi diabetes yang paling berbahaya adalah penyakit jantung dan kerusakan ginjal. Pelajari lebih lanjut mengenai efek penyakit diabetes di artikel ini, agar Anda bisa mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya.

Penyakit diabetes dapat menyebabkan gangguan pada…

1. Pankreas

sakit gejala usus buntu

Gula darah yang terus-terusan tinggi lama kelamaan akan merusak pankreas. Pankreas adalah organ yang memproduksi hormon insulin untuk membantu membuat energi dari glukosa (gula darah). Jika pankreas rusak, tubuh Anda tidak lagi memiliki cukup simpanan insulin.

Ketika tubuh tidak dibantu oleh insulin yang cukup untuk memecah glukosa, tubuh akan mulai membakar lemak sebagai energi. Akibatnya, asam hasil sisa pembakaran lemak yang disebut keton akan menumpuk dalam tubuh. Keton bersifat racun, yang apabila terus dibiarkan menumpuk, akan menyebabkan komplikasi diabetes yang disebut ketoasidosis diabetik

Gejala umum dari ketoasidosis diabetik termasuk rasa haus ekstrem, sering buang air kecil dan lelah. Tingginya kadar keton di luar batas wajar juga dapat menyebabkan napas berbau buah.

Ketoasidosis diabetik adalah keadaan medis darurat. Apabila Anda mengalaminya tapi tidak segera mendapat pengobatan, ketoasidosis bisa berujung pada kehilangan kesadaran atau bahkan kematian.

2. Ginjal

fungsi ginjal, fungsi bagian ginjal, bagian-bagian ginjal, penyakit ginjal, pemeriksaan fungsi ginjal

Pengidap diabetes berisiko kena gagal ginjal. Gula darah tinggi yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil dalam ginjal. Hal ini menyebabkan fungsi ginjal menjadi kurang efisien untuk menyaring limbah dan racun yang terbawa dalam aliran darah.

Adanya peningkatan kadar protein dalam urin (mikro albuminuria) adalah pertanda bahwa ginjal Anda sudah tidak berfungsi dengan baik. 

Penyakit ginjal yang terkait dengan diabetes disebut nefropati diabetik. Kondisi ini tidak menunjukkan gejala sampai masuk pada tahap selanjutnya. Jika tidak ditangani, diabetes bisa menyebabkan kerusakan ginjal permanen dan bahkan gagal ginjal.

3. Sistem pencernaan

enzim pada pencernaan

Pengidap diabetes tipe 2 dapat mengalami sebuah kondisi yang bernama diabetes hiperglikemik hiperosmolar syndrome (HHS). Sindrom ini terjadi ketika tubuh mengalami peningkatan kadar gula darah yang sangat tinggi, tapi tanpa adanya produksi keton.

Peningkatan kadar gula darah yang drastis tersebut akan merusak saraf yang mengatur sistem pengosongan lambung. Ketika lambung gagal untuk dikosongkan sepenuhnya, kondisi ini disebut debagai gastoparesis dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk mual-muntah serta perut kembung yang berkelanjutan.

Diabetes adalah penyebab utama dari gastroparesis. Biasanya terjadi pada orang yang diabetesnya belum terdiagnosis atau mereka yang tidak dapat mengontrol diabetesnya.

4. Jantung dan pembuluh darah

penyebab penyakit jantung

Kerusakan jantung dan pembuluh darah adalah efek dari penyakit diabetes yang paling umum. Kadar glukosa darah yang terus tinggi lama kelamaan akan membentuk plak di dinding pembuluh darah. Seiring waktu, plak tersebut akan mengeraskan serta menyempitkan pembuluh darah (aterosklerosis).

Hal ini dapat meningkatkan tekanan darah sehingga memaksa jantung untuk bekerja lebih keras. Pada akhirnya, diabetes akan meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung atau stroke hingga dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan orang tanpa diabetes.

5. Kulit

komplikasi diabetes kaki borok

Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh diabetes juga membuat Anda lebih rentan terhadap komplikasi yang disebut neuropati diabetes. Kondisi ini menyebabkan kerusakan saraf tepi yang ditandai dengan sensasi kebas dan mati rasa pada permukaan kulit. Akibatnya, Anda mungkin terlambat menyadari adanya cedera atau infeksi pada bagian luar tubuh.

Selain itu, penyakit diabetes dapat menyebabkan kulit kaki Anda jadi kering dan pecah-pecah. Tekanan berat yang konstan diterima kaki selama membawa Anda pergi dari satu tempat ke tempat lainnya kemudian akan menyebabkan kapalan pada telapak kaki.

Meski kedengarannya sepele, kapalan pada pengidap diabetes dapat berkembang menjadi luka terinfeksi apabila tidak dirawat dengan benar. Terlebih, penebalan kulit yang terjadi akibat kapalan akan semakin meningkatkan sensasi kebas dan mati rasa pada telapak kaki.

Maka ketika terjadi luka pada kaki yang kapalan dan mati rasa tersebut,Anda bisa sama sekali tidak menyadarinya sampai benar-benar terlambat. Proses penyembuhannya pun akan berjalan lambat atau tidak sama sekali karena aliran darah yang buruk. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi serius yang mungkin berpotensi diamputasi.

Pasalnya, jaringan dan saraf di sekitar lokasi cedera yang tidak mendapatkan pasokan darah baru lama kelamaan akan mati. Itu sebabnya jika Anda memiliki diabetes, sangat penting untuk merawat kaki Anda dan sering memeriksanya.

Selain risiko luka infeksi, diabetes juga membuat Anda lebih rentan mengalami bisul dan berbagai macam infeksi jamur atau bakteri pada kulit, seperti di antara jari tangan dan jari kaki, pangkal paha, ketiak, dan termasuk juga di area organ vital. Gejala infeksi kulit akibat diabetes meliputi kemerahan, melepuh, dan gatal-gatal.

6. Mata

penyebab sakit kepala

Tingginya kadar gula darah yang dialami oleh pengidap diabetes dapat menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah di retina yang akhirnya bisa pecah. Kondisi ini disebut retinopati diabetes, yang dapat menyebabkan kebutaan permanen. Gejalanya termasuk floaters atau bintik-bintik hitam yang berenang pada luas pandang Anda.

Penderita diabetes juga cenderung untuk terkena glaukoma dan katarak lebih cepat daripada orang lain. Mereka juga lebih mungkin untuk terkena glaukoma.

Masalah mata akibat diabetes dapat terasa ringan pada awalnya. Maka penting untuk menemui dokter mata Anda secara teratur.

7. Sitem reproduksi

gejala TBC genital

Penyakit diabetes dapat menyebabkan masalah kesuburan baik pada wanita maupun pria, akibat adanya kerusakan DNA dalam sperma dan ovum.

Selain itu, peningkatan kadar gula darah pada perempuan hamil dapat menyebabkan diabetes gestasional yang berisiko menyebabkan komplikasi serius semasa kehamilan dan saat persalinan, seperti preeklampsia atau eklampsia.

Wanita hamil dengan diabetes gestasional sebaiknya diawasi lebih intens oleh tim dokternya, karena memiliki peningkatan risiko terkena diabetes dalam kurun waktu sepuluh tahun.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca