Mungkinkah Anak-anak Terkena Diabetes Tipe 2 (Kencing Manis)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Diabetes tipe 2 (kencing manis) dianggap sebagai penyakit khusus orang dewasa. Faktanya, memang penyakit ini lebih sering dialami orang dewasa dibanding dengan anak-anak. Namun, saat ini diabetes tipe 2 pada anak semakin sering terjadi.

Diabetes tipe 2 adalah kondisi kronis yang menggangu metabolisme glukosa (gula) dalam tubuh. Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), peningkatan angka kejadian diabetes tipe 2 pada anak terjadi seiring dengan meningkatnya kasus obesitas dan kurangnya aktivitas fisik pada anak.

Mengapa anak-anak bisa memiliki diabetes tipe 2?

Penyebab utama diabetes tipe 2 pada anak-anak adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Hubungan antara obesitas dan diabetes tipe 2 bahkan lebih kuat pada kaum muda daripada pada orang dewasa.

Anak yang kelebihan berat badan kemungkinan akan mengalami peningkatan resistensi terhadap insulin. Lalu tubuh akan berjuang untuk mengatur insulin, sementara gula darah yang tinggi dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang cukup serius.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), dalam 30 tahun terakhir obesitas pada anak-anak meningkat dua kali lipat dan obesitas pada remaja meningkat empat kali lipat.

Faktor genetik juga bisa berperan dalam meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada anak. Jika salah satu orangtua atau kedua orangtua memiliki diabetes ini, anak Anda berpotensi memiliki diabetes tipe 2 juga.

Gejala diabetes tipe 2 pada anak

Gejala diabetes tipe 2 tidak selalu mudah dikenali. Pada kebanyakan kasus, penyakit berkembang secara bertahap, yang menyebabkan gejala sulit dideteksi. Sekitar 40 persen anak-anak yang memiliki diabetes tipe 2 tidak menunjukkan tanda atau gejala apa pun. Namun, beberapa gejala dapat dikenali yaitu:

Mudah lelah

Jika anak Anda sering lemas, lelah, atau mengantuk tanpa aktivitas fisik berat, bisa jadi merupakan gejala diabetes. Pasalnya, diabetes tipe 2 pada anak membuat tubuhnya tidak bisa mengolah gula jadi sumber energi, hanya disimpan saja dalam darah. Akibatnya, anak tidak punya energi yang cukup untuk beraktivitas.

Rasa haus yang berlebihan

Gampang haus padahal sudah minum air yang cukup mungkin saja menunjukkan gejala diabetes tipe 2 pada anak.

Sering buang air kecil

Kadar gula yang berlebihan dalam aliran darah bisa menyerap cairan dari jaringan tubuh. Hal ini membuat anak Anda lebih sering buang air kecil. Ditambah lagi, anak jadi mudah haus dan minum lebih banyak.

Sering merasa lapar

Anak-anak dengan diabetes tidak memiliki hormon insulin yang cukup untuk memberi bahan bakar bagi sel tubuh mereka. Sehingga membuat anak-anak menjadi lebih sering merasa lapar.

Luka yang susah sembuh

Lama atau sulitnya penyembuhan luka yang ada pada anak merupakan salah satu tanda anak Anda memiliki diabetes tipe 2.

Kulit jadi lebih gelap

Jika anak Anda menderita diabetes tipe 2, Anda mungkin akan melihat beberapa area kulit anak Anda menjadi gelap, ini disebut juga dengan acanthosis nigricans. Resistensi insulin dapat menyebabkan kulit menjadi gelap, seperti pada ketiak dan leher.

Bagaimana mendiagnosis diabetes tipe 2 pada anak?

Diabetes tipe 2 pada anak-anak memerlukan tes oleh dokter anak untuk dikenali dengan benar. Jika dokter anak Anda mencurigai diabetes tipe 2, dokter akan melakukan tes glukosa darah, tes toleransi glukosa, atau tes A1C.

Terkadang, dibutuhkan waktu beberapa bulan untuk mendapatkan diagnosis positif untuk diabetes tipe 2 untuk anak. Anda juga dianjurkan untuk minta pendapat dokter lain (second opinion) untuk memastikan diagnosis.

Faktor risiko diabetes tipe 2 pada anak

Risiko penyakit diabetes tipe 2 pada anak akan meningkat jika:

  • Seorang saudara kandung atau kerabat dekat lainnya juga memiliki diabetes tipe 2.
  • Menunjukkan tanda-tanda resistensi insulin, termasuk bercak-bercak gelap pada kulit.
  • Anak Anda tidak aktif. Semakin tidak aktif anak Anda, semakin besar risiko terjadinya diabetes tipe 2. Aktivitas fisik membantu anak mengendalikan berat badannya, menggunakan glukosa sebagai energi, dan membuat sel anak Anda lebih responsif terhadap insulin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
camilan untuk penderita diabetes
Diabetes, Health Centers 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
makanan untuk mencegah diabetes
Diabetes, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
neuropati diabetik
Diabetes, Health Centers 20/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit
kopi filter mengurangi risiko diabetes

Kopi Filter Berpotensi Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . Waktu baca 4 menit