Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Aturan Pola Makan untuk Anak dengan Diabetes

Aturan Pola Makan untuk Anak dengan Diabetes

Diabetes tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Bila ini terjadi, pola makan anak penderita diabetes juga perlu dikontrol. Adapun hal ini dapat membantu mengelola kadar glukosa darah anak dan mengurangi risiko komplikasi di kemudian hari.

Seperti apa pola makan anak penderita diabetes?

Pada dasarnya, pola makan anak penderita diabetes sama dengan anak pada umumnya.

Asupan nutrisi untuk anak sebaiknya beragam dan seimbang serta dari jenis makanan yang bervariasi.

Ini termasuk karbohidrat, protein, lemak, serat, serta ragam mineral dan vitamin untuk anak. Adapun asupan nutrisi ini bisa dipenuhi dengan mengonsumsi ragam makanan.

Misalnya, sayuran, buah-buahan, daging, makanan laut (seafood), telur, kacang-kacangan, biji-bijian, susu dan produk susu, serta makanan berpati.

Dengan menerapkan pola makan anak yang sehat dan seimbang ini, anak penderita diabetes dapat memperoleh ragam manfaat, sebagaimana yang dibutuhkan anak pada umumnya.

Ini termasuk membantu mengontrol berat badan anak yang sehat dan ideal, menjaga kesehatan anak secara keseluruhan, serta mendukung tumbuh kembangnya.

Lalu, adakah perbedaan antara pola makan anak diabetes dengan anak pada umumnya?

Melansir laman Kids Health, anak penderita diabetes perlu lebih memperhatikan kapan ia makan dan berapa banyak makanan yang ada di piringnya.

Selain itu, anak-anak dengan diabetes perlu menyeimbangkan asupan karbohidrat dengan insulin dan tingkat aktivitasnya untuk membantu mengontrol kadar gula darah.

Anak pun perlu mengonsumsi makanan yang dapat membantu menjaga kadar lipid dalam darah (lemak seperti kolesterol dan trigliserida) dalam kisaran yang sehat.

Hal ini dilakukan untuk dapat mencegah masalah kesehatan jangka panjang yang mungkin terjadi akibat diabetes pada anak.

Pentingnya karbohidrat dalam pola makan anak diabetes

nasi dingin untuk diabetes

Karbohidrat merupakan sumber energi terbaik bagi tubuh. Nutrisi ini digunakan oleh otak dan otot anak Anda sebagai bahan bakar yang mendukungnya dalam beraktivitas dan belajar.

Oleh karena itu, anak dengan diabetes perlu tetap memenuhi kebutuhan karbohidratnya guna mendukung proses tumbuh kembang anak.

Meski demikian, orangtua perlu mengontrol dan memfokuskan pemberian asupan karbohidrat untuk anak dengan diabetes.

Pasalnya, karbohidrat merupakan satu-satunya nutrisi yang langsung memengaruhi kadar glukosa darah. Bagaimana bisa?

Karbohidrat yang anak Anda makan akan dicerna tubuh menjadi glukosa, kemudian diserap ke dalam aliran darah.

Oleh alirah darah, glukosa akan dibawa ke sel-sel tubuh sebagai bahan energi. Nah, pada saat ini, insulin diperlukan untuk menarik glukosa dari darah ke sel untuk energi.

Namun, anak dengan diabetes tipe 1 tidak mampu membuat insulin sendiri. Inilah sebabnya dosis insulin anak perlu disesuaikan dengan jumlah karbohidrat yang anak Anda makan.

Kebutuhan karbohidrat anak diabetes

Jumlah asupan karbohidrat pada pola makan anak diabetes tidak boleh terlalu rendah dan tinggi. Namun, jumlahnya bisa berbeda pada setiap anak, tergantung kondisinya masing-masing.

Meski begitu, paling tidak, dari total kalori yang anak Anda makan, sekitar 50-60% harus berasal dari karbohidrat.

Jumlah ini harus tetap konsisten setiap kali anak Anda makan untuk mencocokkan dengan dosis insulinnya.

Adapun untuk memenuhi kebutuhan ini, anak Anda bisa mengonsumsi ragam makanan yang termasuk sumber karbohidrat. Apa saja makanan tersebut?

Secara umum, ada dua sumber utama karbohidrat. Pertama adalah gula (termasuk makanan dan makanan olahan yang mengandung gula, seperti buah, biskuit, permen, dan sebagainya) dan kedua pati (nasi, roti, pasta, kentang, ubi, dan sereal).

Makanan-makanan tersebut bisa anak dengan diabetes makan selama jumlah karbohidratnya konsisten. Ini pun termasuk makanan yang mengandung gula.

Artinya, anak dengan diabetes pun masih boleh mengonsumsi makanan yang mengandung gula selama jumlah asupan karbohidrat lainnya disesuaikan dengan insulin yang diberikan.

Sesuai indeks glikemik

Selain dari segi jumlah, pemberian asupan karbohidrat dalam pola makan anak diabetes juga bisa Anda sesuaikan dengan indeks glikemik dan waktu makan.

Sumber karbohidrat dengan indeks glikemik (IG) rendah sebaiknya menjadi makanan utama sehari-hari anak Anda.

Pasalnya, makanan dengan indeks glikemik rendah dapat membantu menjaga kadar glukosa darah tetap stabil dan membantu menyediakan energi berkelanjutan sepanjang hari.

Ini tentu berguna untuk anak dalam beraktivitas sehari-hari.

Adapun makanan yang termasuk IG rendah, yaitu roti, pasta, dan sereal gandum yang mengandung serat tinggi, nasi merah, kacang-kacangan, atau sayur dan buah-buahan.

Sementara makanan dengan IG tinggi, seperti roti putih, nasi putih, dan makanan mengandung pemanis bisa anak Anda makan ketika kadar glukosanya sedang rendah atau selama berolahraga.

Pasalnya, jenis makanan tersebut dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan cepat sehingga bisa mencegah hipoglikemia.

Bagaimana dengan asupan lemak dan proteinnya?

makanan untuk anak usia 3 tahun

Meski karbohidrat merupakan yang utama dalam mengatur pola makan anak dengan diabetes, asupan nutrisi lainnya pun tak boleh terlewat.

Hal yang juga penting lainnya adalah asupan lemak dan protein untuk anak.

Melansir laman Children’s Hospital at Dartmouth-Hitchcock, sebagian kecil protein dan lemak yang anak Anda makan juga akan berakhir menjadi gula dalam darah.

Namun, karena jumlahnya relatif kecil, insulin tambahan tidak diperlukan untuk menutupinya.

Lalu, berapa jumlah kebutuhan protein dan lemak yang tepat untuk anak dengan diabetes?

Kids Health merekomendasikan, jika jumlah asupan karbohidrat sekitar 50-60% dalam sekali makan, jumlah protein untuk anak diabetes bisa sebesar 10-20%, sedangkan lemaknya sekitar 25-30%.

Dengan jumlah tersebut, protein dan lemak yang anak Anda makan bisa membantu mempertahankan tingkat glukosa darah yang stabil dan mencegah glukosa darah rendah.

Namun, apa sumber protein dan lemak yang tepat? Pilihlah sumber protein yang rendah lemak, seperti daging tanpa lemak, ikan, atau kacang-kacangan.

Pilih pula sumber lemak sehat atau yang tidak mengandung lemak jenuh dan lemak trans, seperti minyak zaitun.

Adapun semua pola makan di atas harus Anda berikan dalam 5 kali makan. Ini termasuk 3 makanan utama dan dua camilan sehat untuk anak Anda.

Untuk lebih tepatnya, konsultasikan dengan dokter dan ahli gizi untuk menetapkan pola makan sehat yang tepat sesuai kondisi anak Anda.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Food info for parents with Type 1 children. Diabetes UK. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/enjoy-food/eating-with-diabetes/my-child-has-type-1-diabetes

Healthy Eating For Children With Diabetes. KidsHealth NZ. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.kidshealth.org.nz/healthy-eating-children-diabetes

Meal Plans and Diabetes (for Parents) – Nemours KidsHealth. Kidshealth.org. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/meal-plans-diabetes.html

Nutrition and Meal Planning. Children’s Hospital at Dartmouth-Hitchcock (CHaD) | New Hampshire’s children’s hospital. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.chadkids.org/diabetes-education/nutrition-and-meal-planning

Nutrition for children with Type 1 Diabetes. Health.qld.gov.au. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.health.qld.gov.au/__data/assets/pdf_file/0018/150561/paeds_diabetes.pdf

What is the glycaemic index (GI)?. nhs.uk. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.nhs.uk/common-health-questions/food-and-diet/what-is-the-glycaemic-index-gi/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui seminggu yang lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita