Kanker Pankreas Ternyata Bisa Disebabkan Oleh Diabetes, Kok Bisa?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Diabetes dan kanker pankreas memengaruhi organ yang sama, yaitu pankreas. Pankreas adalah organ kecil yang terdapat dalam perut dan di bawah tulang iga. Pankreas memiliki dua fungsi utama, yaitu memproduksi bahan kimia pencernaan untuk membantu mencerna makanan, dan menghasilkan hormon untuk mengatur kadar gula darah.

Berbagai penelitian menghubungkan diabetes dengan kanker pankreas, begitu pula sebaliknya.

Hubungan diabetes dengan kanker pankreas

Kanker pankreas adalah berkembangnya jaringan abnormal pada pankreas. Kanker jenis ini biasanya menyebar dengan cepat dan jarang terdeteksi pada tahap awal. Tanda dan gejala kanker di pankreas mungkin tidak muncul sampai kanker ini parah.

Sejak bertahun-tahun lamanya, para penelitian telah melihat hubungan antara diabetes dan kanker pankreas. Dilansir dari WebMD, Lynn Matrisian, PhD, kepala Pancreatic Cancer Action Network di Amerika Serikat mengatakan bahwa diabetes dan kanker di pankreas memang berjalan dua arah.

Para peneliti tidak tahu penyebab persisnya. Akan tetapi, orang-orang yang terkena diabetes selama beberapa tahun lebih mungkin untuk terkena kanker pankreas dibandingkan mereka yang tidak sakit diabetes. Bahkan, diketahui pula bahwa kanker di pankreas juga bisa menyebabkan diabetes. Hal ini karena sekitar setengah dari orang-orang dengan kanker ini memiliki gula darah yang relatif tinggi. Ketika kanker diangkat dengan cara operasi, kadar gula darah pasien cenderung kembali normal.

Penelitian lain juga menunjukkan hal serupa. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute menemukan bahwa sebagian besar orang yang terkena kanker di pankreas diketahui sudah lebih dulu memiliki riwayat penyakit diabetes. Dr Veronica Wendy Setiawan, salah satu peneliti kanker di Keck School of Medicine dari University of Southern California mengatakan bahwa lebih dari 50 persen orang dengan kanker pankreas telah didiagnosis mengidap diabetes sejak tiga tahun sebelum ia diagnosis terkena kanker.

Obat diabetes diduga dapat meningkatkan risiko kanker ini

Sebuah penelitian difokuskan pada dua subkelas obat baru dari kelas obat yang mengobati diabetes tipe 2, yang dikenal sebagai incretin mimetics. Dua subkelas tersebut adalah glucagon-like peptide – 1 (GLP – 1) agonist (misalnya exenatide), dan dipeptidyl peptidase – 4 inihibitors (DPP – 4) (misalnya sitagliptin).

Obat ini biasanya digunakan saat pengobatan pertama diabetes tidak bekerja dengan baik. Kedua obat tersebut berpengaruh pada pankreas. Inilah yang menjadi penyebab awal kekhawatiran akan efek samping obat ini pada pankreas.

Bukti penelitian menunjukkan, mungkin penggunaan obat-obatan berisiko meningkatkan peradangan pankreas, termasuk risiko kanker pada jaringan pankreas, dan memperparah kanker pankreas yang sudah ada.

Dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait temuan ini

Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengonfirmasi dugaan ini. Kesimpulan baru tentang risiko keamanan yang terkait dengan kedua obat diabetes tersebut belum tercapai, sehingga belum ditentukan apakah obat ini dapat menyebabkan atau memberikan kontribusi dalam terjadinya kanker pankreas.

Untuk sekarang, jika Anda telah diberikan resep obat ini dari dokter dan memiliki beberapa kekhawatiran, Anda harus mendiskusikannya dengan dokter Anda.

Jangan berhenti mengkonsumsi obat diabetes kecuali Anda diarahkan untuk melakukannya dengan persetujuan dokter Anda. Jika Anda berhenti minum obat ini tanpa nasihat medis, Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena komplikasi yang berkaitan dengan diabetes seperti penyakit jantung, stroke, kerusakan ginjal dan bahkan kebutaan, daripada risiko untuk bertambah parahnya kanker pankreas.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 13, 2016 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca