Disfungsi Seksual, Komplikasi Diabetes Pada Pria yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Diabetes adalah penyakit yang muncul ketika kadar gula darah terlalu tinggi. Definisi penyakit ini sederhana tetapi efeknya bagi kesehatan sangat rumit dan sering serius. Diabetes meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang bisa menyebabkan masalah pada mata, kulit, ginjal, dan sistem saraf Anda. Disfungsi ereksi dan masalah saraf lainnya juga terkait dengan diabetes pada pria.

Untungnya banyak komplikasi ini bisa dicegah atau diobati. Kuncinya adalah kewaspadaan dan merawat kesehatan diri Anda.

Apakah diabetes pada pria menyebabkan disfungsi ereksi?

Disfungsi ereksi adalah ketika seorang pria tidak mampu untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. Selain diabetes, disfungsi ereksi juga bisa menjadi gejala dari banyak masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, stres, merokok, efek samping obat, dan penyakit ginjal. Kondisi ini berhubungan dengan sirkulasi dan sistem saraf yang terganggu.

American Diabetes Assciation mengatakah bahwa pria dengan diabetes berisiko lebih tinggi untuk mengalami disfungsi ereksi. Bahkan berdasarkan laporan diketahui bahwa 20 sampai 75 persen pria dengan diabetes memiliki disfungsi ereksi.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Diabetes mungkin bisa mengarah ke masalah seksual yang bisa membahayakan otonom sistem saraf pada tubuh (autonomic nervous system (ANS)). ANS mengontrol pelebaran dan pembatasan pembuluh darah. Bila pembuluh darah dan saraf pada penis cedera oleh diabetes, hasilnya berdampak pada disfungsi ereksi.

Masalah saraf lainnya yang mungkin dihadapi oleh pria dengan diabetes adalah ejakulasi retrograde, alias ejakulasi terbalik. Kondisi ini berdampak pada sperma yang dikeluarkan bukan ke luar, melainkan ke dalam kandung kemih. Gejala ejakulasi terbalik termasuk berkurangnya produksi semen yang diproduksi selama ejakulasi.

Masalah seksual memang terkadang tidak nyaman untuk dibicarakan. Namun, percakapan jujur dengan dokter Anda terkait disfungsi ereksi dan gejala lainnya sangatlah penting. Tes darah sederhana bisa membantu mendiagnosis diabetes pada pria. Investigasi penyebab dari disfungsi ereksi bisa mengarahkan Anda pada penemuan masalah lain yang belum didiagnosis juga.

Bagaimana cara mengontrol diabetes pada pria?

Cara terbaik mencegah penyakit saluran kencing dan masalah lainnya terkait diabetes pada pria adalah dengan menjaga kadar glukosa Anda agar selalu di bawah kontrol.

Selain itu, penting juga bagi pria untuk rutin minum obat diabetes, olahraga, dan menerapkan diet yang baik. Obat disfungsi ereksi, seperti Tadalafil (Cialis), Vardenafil (Levitra) dan Sildenafil (Viagra) dapat mengobati disfungsi ereksi. Namun, untuk menghindari potensi berbahaya dari interaksi obat, diskusikan semua obat-obatan dan suplemen dengan dokter Anda.

Terkadang, kondisi seperti diabetes atau penyakit jantung bisa mengarah ke masalah emosional seperti cemas atau depresi. Hal ini bisa memperparah disfungsi ereksi Anda, dan juga aspek kesehatan lainnya.

Bicarakan dengan dokter bila Anda mulai mengalami perasaan putus asa, sedih, cemas, atau khawatir. Bila Anda mengalami pola makan baru dan kebiasaan tidur baru, beri tahu gejala baru tersebut dengan dokter Anda.

Dengan mengobati pikiran, Anda mungkin bisa membantu masalah yang mempengaruhi keseluruhan tubuh Anda.

Pantau kesehatan suapaya diabetes bisa terdeteksi dini

Pria cenderung lebih mungkin terkena diabetes dibandingkan wanita. Jika Anda mengalami peningkatan gula darah dan berisiko diabetes tipe 2, Anda mungkin bisa mencegahnya.

Bahkan jika Anda akhirnya didiagnosis diabetes, Anda masih bisa hidup dengan baik. Dengan perilaku sehat dan penggunaan obat yang tepat, Anda mungkin dapat mencegah atau mengontrol komplikasi dari diabetes.

Menjadi proaktif sangatlah penting. Jika Anda tidak dapat mengingat terakhir kali Anda memeriksa glukosa darah, segera lakukan tes darah. Ini terutama penting bila Anda mulai mengalami disfungsi ereksi atau gejala diabetes yang umum lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Berbagai penyakit kulit ini bisa menjadi salah satu komplikasi yang muncul saat seseorang memiliki keadaan diabetes yang tidak terkontrol.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit
sering buang air kecil

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit