Diabetes Meningkatkan Risiko Rematik Hingga 20 Persen

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Diabetes dan rematik adalah dua penyakit yang berbeda. Akan tetapi, penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko rematik hingga sebesar 20 persen apabila tidak ditangani dengan baik. Di sisi lain, risiko diabetes pun meningkat jika Anda menderita rematik. Simak informasi berikut untuk mengetahui hubungan antara kedua penyakit ini.

Hubungan antara diabetes dan rematik

Diabetes memang tidak secara langsung menyebabkan rematik. Para ahli pun belum bisa menjelaskan hubungan keduanya secara pasti. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang diduga berperan penting. Berikut di antaranya:

1. Diabetes tipe 1 dan rematik adalah penyakit autoimun

Sumber: The Conversation

Sistem kekebalan tubuh berfungsi membunuh mikroba penyebab penyakit. Namun, sistem ini terkadang keliru menyerang jaringan tubuh yang sehat dan menyebabkan kerusakan jaringan atau organ. Kondisi inilah yang disebut sebagai penyakit autoimun.

Diabetes tipe 1 dapat meningkatkan risiko rematik karena keduanya adalah penyakit autoimun. Pada diabetes tipe 1, sel-sel kekebalan tubuh menyerang jaringan pankreas. Akibatnya, pankreas tidak bisa memproduksi cukup insulin guna mengontrol gula darah. 

Penyakit autoimun cenderung menyerang lebih dari 1 bagian tubuh, termasuk jaringan persendian. Risiko diabetes tipe 1 dan rematik bahkan dapat meningkat sekaligus bila Anda memiliki gen yang menjadi penyebab keduanya.

2. Diabetes dan rematik memiliki faktor risiko yang sama

obat berhenti merokok

Dilansir dari laman Arthritis Foundation, risiko diabetes dan rematik dapat bertambah akibat beberapa faktor yang sama. Sejumlah faktor bersifat genetik dan tidak bisa diubah, tapi ada pula faktor-faktor terkait gaya hidup yang masih bisa diperbaiki.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko diabetes dan rematik serta bersifat tetap antara lain kondisi genetik, pertambahan usia, serta jenis kelamin. Sementara itu, faktor yang masih bisa diubah yakni pola makan, obesitas, kebiasaan merokok, dan aktivitas fisik.

3. Diabetes menyebabkan peradangan

osteoarthritis lutut radang sendi lutut

Diabetes tipe 2 terjadi saat tubuh tidak lagi mampu merespons hormon insulin sehingga gula darah meningkat drastis. Kondisi ini lambat laun bisa menyebabkan obesitas. Jika ini terjadi, lemak yang menumpuk dapat melepaskan senyawa penyebab peradangan.

Senyawa tersebut adalah sitokin. Sitokin berfungsi melancarkan komunikasi antara tiap sel-sel imun dalam melawan bibit penyakit. Namun, pada kasus rematik, sitokin tidak menyerang bibit penyakit, melainkan jaringan sendi yang sehat.

Rematik disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetik saja sudah bisa memicu penyakit ini. Bila Anda mengalami diabetes tipe 2 dan obesitas, peradangan yang disebabkan oleh kedua kondisi tersebut akan meningkatkan risiko rematik.

Mencegah rematik akibat diabetes

olahraga untuk penderita fibromyalgia

Ada dua cara yang dapat membantu Anda mencegah rematik akibat diabetes, yakni menjalani gaya hidup sehat dan minum obat-obatan yang diperlukan.

Gaya hidup sehat mencakup pola makan, mengendalikan berat badan, dan aktivitas fisik.

Aktivitas fisik khususnya, sangat bermanfaat untuk mencegah radang sendi karena beberapa alasan. Olahraga membuat badan Anda lebih lentur dan lincah, menurunkan kadar gula darah, serta menjaga berat badan dalam rentang yang menyehatkan.

Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter guna memantau kadar gula darah dan kondisi persendian Anda. Jika terdapat tanda-tanda peradangan sendi, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk meredakan peradangan agar tidak bertambah parah.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 10, 2020 | Terakhir Diedit: Februari 7, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca