Mengenal Gejala Rematik atau Rheumatoid Arthritis pada Orang Dewasa dan Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Jangan anggap remeh bila Anda atau anak Anda sering mengalami nyeri pada persendian. Pasalnya, kondisi ini bisa jadi sebagai tanda Anda mengalami rematik atau rheumatoid arthritis. Namun, apa ciri-ciri nyeri sendi pada penyakit rematik, baik pada orang dewasa dan anak-anak?

Berbagai gejala rematik atau rheumatoid arthritis yang umum terjadi

Rematik atau rheumatoid arthritis adalah salah satu penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada persendian, terutama lapisan sendi (sinovium), hingga menyebabkan kerusakan pada sendi sepenuhnya. Biasanya, kerusakan sendi terjadi di kedua sisi tubuh dan diawali dari jari-jari tangan dan kaki.

Kemudian, peradangan bisa menyebar ke area pergelangan tangan, siku, lutut, pergelangan kaki, kaki, bahu, dan pinggul. Pada sendi yang mengalami peradangan, berbagai gejala bisa muncul, yang umumnya dapat mengganggu aktivitas.

Gejala dan tanda-tanda rheumatoid arthritis bisa beragam pada setiap orang, tergantung pada tingkat keparahan yang dimiliki. Pada sebagian besar orang, gejala dapat berkembang secara bertahap selama beberapa tahun. Namun pada sebagian lainnya, penyakit rematik dan gejalanya dapat berkembang pesat.

Selain itu, beberapa orang pun mungkin merasakan gejala yang datang dan pergi atau berubah seiring waktu. Anda mungkin merasakan gejala yang memburuk pada suatu waktu atau ketika kondisi Anda memburuk (yang disebut flare). Namun, ada pula waktu saat gejala yang biasa Anda rasakan menjadi memudar atau menghilang.

Secara umum, berikut beberapa gejala, ciri-ciri, atau tanda-tanda yang biasa muncul bila Anda mengalami sakit rematik (rheumatoid arthritis):

1. Nyeri sendi

Nyeri sendi merupakan gejala utama yang dirasakan penderita arthritis, termasuk rheumatoid arthritis. Sakit atau nyeri pada persendian ini umumnya terasa seperti berdenyut-denyut dan biasanya memburuk pada pagi hari dan setelah beristirahat.

Rasa nyeri ini umumnya muncul di lebih dari satu sendi dan terjadi di kedua sisi tubuh, seperti tangan kanan dan kiri atau lutut kanan dan kiri. Gejala ini pun biasanya berlangsung lama, hingga mencapai enam minggu atau lebih.

2. Sendi terasa kaku

Gejala dan tanda rematik lainnya yang biasanya muncul, yaitu kekakuan atau sendi yang terasa kaku. Kekakuan ini juga umumnya muncul di lebih dari satu sendi dan sering kali terasa memburuk saat pagi hari dan setelah duduk atau beristirahat pada waktu yang lama.

Sendi yang terasa kaku ini bisa menyebabkan rentang gerak Anda terbatas. Misalnya, jika Anda mengalami rheumatoid arthritis di sendi tangan, Anda mungkin akan kesulitan untuk menekuk jari atau mengepalkan tangan.

Dikutip dari NHS, kekakuan pada sendi ini juga umumnya muncul sebagai gejala osteoarthritis, yang biasanya berlangsung selama 30 menit sejak bangun tidur. Namun, sendi yang kaku pada penderita rematik bisa berlangsung lebih lama dari waktu tersebut.

3. Pembengkakan sendi

nyeri sendi kaki

Gangguan autoimun yang menjadi penyebab rematik dapat menimbulkan peradangan pada lapisan sendi (sinovium). Selain nyeri dan kekakuan, peradangan ini juga menimbulkan gejala berupa sendi yang bengkak, kemerahan, serta terasa hangat dan lembut ketika disentuh.

Pembengkakan ini juga umumnya terjadi di lebih dari satu sendi dan di kedua sisi tubuh. Kondisi tersebut bisa berlangsung hingga mencapai enam minggu atau lebih lama.

4. Kelelahan

Nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi merupakan gejala utama dari penyakit rematik. Namun pada beberapa orang, gejala dan tanda lainnya juga bisa timbul, yang salah satunya ada kelelahan.

Kelelahan adalah hal yang wajar terjadi jika Anda melakukan aktivitas. Namun, pada penderita rheumatoid arthritis, kelelahan bisa muncul meski Anda tidak melakukan aktivitas yang berat, seperti hanya saat menonton televisi.

Kelelahan ini juga bisa ditandai dengan rasa kantuk yang berlebihan atau perasaan tidak berdaya, seperti ingin menyerah. Meski demikian, penderita rematik jarang mengalami rasa kelelahan yang parah dalam waktu lama.

Selain kelelahan, penderita rematik pun bisa menunjukkan ciri-ciri lainnya, yaitu:

  • Demam, umumnya tidak tinggi.
  • Berkeringat.
  • Penurunan berat badan.
  • Kehilangan nafsu makan.

Gejala yang lebih jarang muncul pada penderita rematik

Mayo Clinic menyebut, sekitar 40 persen penderita rheumatoid arthritis juga memiliki gejala atau tanda-tanda yang tidak terkait dengan sendi. Kondisi ini biasanya terjadi bila rematik sudah menyebabkan peradangan atau memengaruhi bagian lain dari tubuh, termasuk kulit, mata, paru-paru, jantung, ginjal, kelenjar ludah, jaringan saraf, sumsum tulang, dan pembuluh darah.

Pada kondisi tersebut, gejala yang timbul pun bisa beragam, tergantung bagian tubuh mana yang terkena. Berikut beberapa ciri-ciri, tanda-tanda, atau gejala yang mungkin timbul bila peradangan rheumatoid arthritis sudah memengaruhi bagian tubuh lain:

  • Nyeri dada, terutama bila rematik telah memengaruhi paru-paru atau jantung.
  • Sesak napas, bila rematik telah memengaruhi paru-paru.
  • Batuk terus-menerus, bila rematik memengaruhi paru-paru.
  • Mata kering dan kemerahan, bila rematik telah memengaruhi mata.

Gejala rematik yang khas terjadi pada anak

juvenile rheumatoid arthritis sembuh (rematik pada anak)

Gejala, tanda-tanda, atau ciri-ciri rheumatoid arthritis yang umum terjadi pada orang dewasa, seperti nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi, serta kelelahan, demam, dan kehilangan nafsu makan, juga bisa dialami oleh anak-anak yang mengalami rematik. Penyakit ini disebut juga dengan juvenile idiopathic arthritis atau juvenile rheumatoid arthritis (JRA).

Meski demikian, rematik pada anak umumnya menimbulkan gejala lain yang khas, biasanya tidak dimiliki orang dewasa. Gejala yang muncul tergantung pada tipe juvenile arthritis yang dimiliki. Beberapa gejala tersebut, yaitu:

1. Gangguan pada mata

Pada tipe pauciarticular JRA (yang memengaruhi empat sendi), peradangan bisa memengaruhi mata. Kondisi ini bisa menimbulkan gangguan pada mata, seperti penglihatan kabur atau mata kering dan seperti berpasir.

2. Ruam

Ruam pada kulit juga bisa menjadi tanda dan gejala rematik pada anak. Anak Anda mungkin mengalami ruam kecil di batang tubuh bagian bawah serta lengan dan kaki bagian atas. Gejala ini umumnya muncul pada anak dengan tipe polyarticular JRA (yang memengaruhi lima sendi atau lebih), selain gejala umum lainnya termasuk demam, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan.

3. Pembengkakan kelenjar getah bening

Tipe rematik pada anak lainnya, yaitu sistemik JRA, bisa menimbulkan gejala khas, yaitu pembengkakan kelenjar getah bening yang biasanya terjadi di sekitar rahang, ketiak, atau sekitar paha dan selangkangan. Pada rematik tipe ini pun, gejala lainnya bisa muncul, berupa ruam, panas dingin, dan demam tinggi.

Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala rheumatoid arthritis dengan ciri-ciri seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan pengobatan rematik yang tepat untuk membantu mengatasinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Jahe untuk Mengurangi Nyeri Otot dan Sendi

Manfaat jahe tidak hanya bisa Anda nikmati sebagai minuman penghangat saat cuaca dingin. Tanaman herbal satu ini bisa untuk mengurangi nyeri otot dan sendi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 29 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Apakah Anda pernah merasakan tiba-tiba kaki lemas? Cari tahu penyebabnya, apakah karena penyakit berbahaya atau hanya sekadar kelelahan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Otak dan Saraf 14 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Pseudogout

Pseudogout adalah semacam arthritis yang ditandai dengan sakit tiba-tiba, pembengkakan pada sendi yang menimbulkan rasa sakit. Simak Info selengkapnya hanya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Babesiosis

Babesiosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kutu. Cari tahu obat diare, penyebab, gejala, cara mengatasi, dan makanan untuk babesiosis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fakta soal lutut manusia

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
tes laju endap darah adalah

Apa Artinya Jika Hasil Tes Laju Endap Darah Saya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
terapi air kolam hangat

Cara Meredakan Nyeri Sendi dengan Terapi Air

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
fisioterapi

10 Gangguan Kesehatan yang Bisa Disembuhkan dengan Fisioterapi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit