backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

5 Tips Tidur Nyenyak untuk Anda yang Punya Rematik

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Andisa Shabrina · Tanggal diperbarui 04/11/2020

5 Tips Tidur Nyenyak untuk Anda yang Punya Rematik

Banyak pasien rematik alias rheumatoid arthritis yang mengeluh tidurnya tidak nyenyak. Gejala seperti nyeri sendi dan sendi kaku dapat menganggu tidur Anda di malam hari. Namun, tak perlu khawatir, ini bisa diatasi. Ada beberapa tips tidur nyenyak untuk Anda atau orang tersayang Anda yang memiliki rematik.

Hubungan rematik dan masalah tidur

tidur di kasur tidur lama

Hubungan rematik dan masalah tidur bisa menjadi lingkaran setan yang tidak berujung, karena keduanya saling memengaruhi. Semakin banyak sendi yang sakit karena rematik, akan semakin susah tidur. Ya, nyeri kronis memang bisa bikin Anda susah tidur.

Sementara sulit tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat memperparah rasa sakit, lelah, dan depresi yang sering dikaitkan dengan rematik.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine mengungkapkan kaitan antara tidur dan gejala rematik. Di antara 162 pasien rematik, mereka yang tidak bisa tidur ternyata menunjukkan gejala depresi yang lebih serius, mengalami rasa sakit yang lebih hebat, sangat lelah, dan mengalami kerusakan organ.

Orang dengan rematik mungkin mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan yang membuatnya sulit tidur. Tidak tidur nyenyak dapat berdampak pada seberapa parahnya gejala seseorang dan memicu penyakit lain.

Namun, ada beberapa hal yang dapat dicoba untuk membantu pasien rematik agar bisa tidur. Dengan mengatasi masalah tidur, Anda bisa mengatasi gejala rematik dan meningkatkan kualitas tidur Anda.

Tips tidur nyenyak saat rematik

Cara untuk meningkatkan kualitas tidur Anda ketika memiliki rematik antara lain:

1. Cek lagi dosis obat yang Anda minum

obat maag harus dikunyah

Orang dengan rematik yang sulit tidur membutuhkan obat nyeri yang lebih banyak. Namun, dosis obat nyeri perlu disesuaikan dengan seberapa parah rasa sakit Anda agar bisa tidur nyenyak. Jangan sampai dosisnya terlalu banyak atau sedikit.

2. Olahraga teratur

Olahraga ringan dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak. Olahraga juga dapat meningkatkan suasana hati Anda. Pasien rematik harus memulai olahraga pelan-pelan, sesuai kemampuan Anda. Lebih baik berolahraga sebentar daripada tidak sama sekali. Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan penderita rematik untuk berolahraga 2,5 jam setiap minggunya.

Berjalan, berenang, bersepeda, dan peregangan adalah beberapa pilihan olahraga yang baik bagi pasien rematik. Olahraga ini tidak akan selalu membebani sendi atau tubuh Anda.

Olahraga juga dapat membantu menjaga sendi tetap lentur dan meningkatkan jangkauan gerak persendiannya. Pasien rematik harus menghindari olahraga yang terlalu banyak menekan sendi, misalnya gerakan memutar atau melompat.

3, Batasi minum kafein

teh tanpa kafein

Orang dengan rematik harus menghindari minum kafein di sore atau malam karena kafein bisa bikin sulit tidur. Nah, kafein biasanya terkandung dalam kopi atau teh. Anda dapat mengganti kopi atau teh dengan versi tanpa kafein atau teh herbal.

4. Menenangkan diri

istirahat santai

Memiliki rematik bisa membuat seseorang stres, untuk itu Anda perlu meluangkan waktu untuk bersantai sebelum tidur. Cobalah membuat rutinitas tidur setiap malam.

Anda bisa membaca buku, menyalakan lilin dengan aromaterapi, atau mendengarkan musik yang tenang.

5. Buat jadwal tidur

tidur saat puasa

Tips tidur nyenyak yang paling utama adalah buatlah jadwal tidur dan bangun. Jadi, tidur dan bangunlah di waktu yang sama setiap harinya. Jangan mengubah-ubah waktu tidur Anda, karena tubuh memiliki jam biologis yang mengatur jadwal kerja tubuh Anda.

Selain itu, pastikan suasana kamar tidur Anda tenang dan santai, serta jaga suhu tetap sejuk. Matikan alat elektronik 30 menit sebelum naik ke tempat tidur dan gunakan tirai gelap untuk memastikan kamar cukup gelap untuk tidur.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Andisa Shabrina · Tanggal diperbarui 04/11/2020

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan