11 Penyebab Diabetes Paling Umum: dari Faktor Genetik Hingga Kebiasaan Hari-hari

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang mengganggu kemampuan tubuh mengolah gula darah menjadi energi. Semua jenis penyakit diabetes, baik itu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, maupun diabetes gestasional memiliki efek serius pada tubuh. Mengetahui berbagai penyebab diabetes melitus dapat membantu Anda menghindari risiko terkena penyakit ini di kemudian hari.

Berbagai penyebab diabetes melitus yang perlu diwaspadai

Berikut adalah berbagai hal yang dapat menjadi penyebab diabetes melitus.

1. Faktor genetik

riwayat kesehatan keluarga

Salah satu penyebab diabetes yang tidak bisa dielakkan adalah faktor genetik. Inilah mengapa penyakit diabetes sering disebut sebagai penyakit keturunan. Meski begitu, bukan berarti Anda pasti otomatis akan kena diabetes apabila ayah atau ibu Anda mengidapnya.

Memiliki faktor risiko genetik berarti Anda berpeluang lebih besar untuk terkena penyakit tersebut. Apalagi jika Anda menerapkan gaya hidup tidak sehat.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa risiko seorang anak terkena penyakit diabetes akan lebih besar ketika ibunya memiliki penyakit ini juga. Sementara jika kedua orangtua anak menderita diabetes, maka risikonya akan lebih besar lagi, mencapai sekitar 50 persen.

Menurut American Diabetes Association, diabetes mellitus tipe 2 memiliki hubungan yang sangat kuat dengan riwayat dan keturunan keluarga, dibandingkan dengan diabetes tipe 1.

Para ahli menduga bahwa ada gen khusus yang bisa diturunkan dari orangtua ke generasi-generasi selanjutnya. Sayangnya, para ahli masih sulit untuk menentukan gen mana yang membawa sifat penurunan penyakit ini.

2. Faktor usia

periksa kesehatan bagi lansia

Selain genetik, faktor usia juga jadi penyebab diabetes melitus yang tak bisa dicegah. Seiring dengan bertambahnya usia, maka risiko Anda terkena penyakit diabetes pun akan meningkat. Sebenarnya tak hanya diabetes saja, tapi juga berbagai penyakit kronis lainnya, seperti penyakit jantung dan stroke.

Hal ini bisa terjadi karena penyakit dan usia saling berhubungan satu sama lain. Semakin tua usia Anda, maka fungsi tubuh juga akan mengalami penurunan, termasuk perubahan dalam cara tubuh menggunakan gula darah. Alhasil, banyak lansia yang terkena penyakit diabetes karena tubuhnya tidka bisa menggunakan gula darah dengan optimal.

Di sisi lain, penuaan juga menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga para lansia lebih rentan mengalami penyakit penyakit menular maupun tidak menular. Oleh karena itu, kebanyakan dokter seringkali merekomendasikan pasiennya yang berusia 45 tahun atau lebih untuk mengikuti tes diabetes, khususnya bila seseorang kelebihan berat badan.

3. Resistensi insulin

kadar gula darah tinggi

Kombinasi antara bawaan genetik dan gaya hidup dapat menyebabkan resistensi insulin. Apalagi jika tubuh Anda kebal terhadap insulin (resisten), artinya tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar.

Anda mungkin saja menghasilkan cukup insulin untuk menyalurkan glukosa ke dalam sel-sel tubuh. Namun, tubuh Anda tidak bisa menggunakan insulin secara efektif sehingga gula menumpuk di dalam darah.

Jika kondisi ini dibiarkan terus-terusan, risiko Anda terkena penyakit diabetes tipe 2 akan semakin tinggi.

4. Banyak makan gula

terlalu banyak konsumsi gula

Makanan manis, seperti dessert memang merupakan jenis makanan yang sangat sulit untuk ditolak. Bentuknya yang unik dan menggoda membuat banyak orang ketagihan dengan makanan satu ini. Namun, Anda harus hati-hati. Jika dikonsumsi secara berlebihan dalam waktu yang lama, makanan manis bisa jadi penyebab diabetes melitus.

Bahkan, tak hanya diabetes, pola makan tinggi gula juga dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan lainnya, seperti kenaikan berat badan yang pada akhirnya menimbulkan obesitas. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa pola makan tinggi gula merupakan penyebab diabetes dan obesitas yang paling utama.

Meski begitu, bukan berarti ini membuat Anda jadi anti gula sama sekali. Anda tetap boleh mengonsumsi makanan manis karena bagaimana pun tubuh membutuhkan gula sebagai asupan energi. Kuncinya satu, batasi asupan gula harian Anda.

Dengan melakukan perencanaan dan pola makan yang tepat, Anda masih tetap bisa makan makanan yang mengandung gula tanpa takut kadar gula darah melonjak drastis.

5. Malas gerak

bahaya obesitas

Tak dipungkiri, kini segala aktivitas Anda kian dipermudah dengan adanya berbagai aplikasi online yang menawarkan layanan pembelian barang, makanan, atau jasa lainnya. Hanya beberapa kali klik saja, pesanan Anda akan langsung diantar ke depan pintu rumah atau ruangan kerja Anda.

Selain lebih hemat waktu, aplikasi online ini juga membuat Anda tidak perlu capek-capek mengeluarkan banyak tenaga untuk mendapatkan berbagai barang yang Anda butuhkan. Namun, tahukah Anda bahwa berbagai kemudahan ini justru meningkatkan risiko Anda terkena berbagai penyakit kronis di kemudian hari?

Ya, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, hal tersebut justru membuat Anda menerapkan gaya hidup sedentari, alias pola perilaku minim aktivitas atau gerakan fisik. Anda mungkin tak akan merasakan langsung dampak dari gaya hidup sedentari ini.

Sayangnya, perlahan tapi pasti, malas gerak bisa menyebabkan resistensi insulin, yang merupakan faktor penyebab diabetes melitus. Apalagi jika gaya hidup ini diikuti dengan pola makan yang buruk dan kebiasaan yang tidak sehat, seperti merokok atau minum alkohol.

Bahkan, menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, gaya hidup sedentari adalah salah satu dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia.

6. Kelebihan berat badan

istri obesitas risiko penyakit diabetes tipe 2 pada suami

Orang obesitas atau yang punya berat badan berlebih berisiko tinggi untuk mengalami diabetes dibanding orang yang berat badannya normal. Bahkan, American Diabetes Association mengatakan orang yang obesitas berisiko 80 kali lebih mungkin terkena penyakit diabetes tipe 2.

Hal ini terjadi karena obesitas menyebabkan perubahan metabolisme tubuh yang mengakibatkan sel-sel di tubuh tidak dapat merespon insulin dengan baik. Akibatnya, tubuh kurang sensitif terhadap insulin, sehingga terjadilah resistensi insulin.

Nah, resistensi insulin inilah yang meningkatkan risiko Anda terkena penyakit diabetes. Pasalnya, kondisi ini membuat glukosa menumpuk di dalam darah.

7. Pakai obat-obatan tertentu

Diazoxide adalah

Obat-obatan yang diminum untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang Anda alami mungkin dapat memengaruhi kadar gula dalam darah, yang pada akhirnya dapat menjadi faktor penyebab diabetes melitus. Apalagi jika Anda memiliki riwayat diabetes atau sudah terkena diabetes.

Beberapa jenis obat-obatan yang mungkin meningkatkan gula darah di antaranya:

  • Steroid
  • Statin
  • Obat diuretik, khususnya diuretik thiazide
  • Beta-blocker
  • Pentamidine
  • Protese inhibitor
  • Beberapa obat tanpa resep dalam bentuk sirup dan mengandung banyak gula

Jika Anda sedang menggunakan salah satu atau beberapa obat-obatan tersebut, penting untuk menanyakan risiko dan manfaat obat dengan dokter. Jangan berhenti mengonsumsi obat jenis apa pun sebelum Anda menanyakan keamanannya pada dokter.

8. Kondisi medis tertentu

hidup tanpa pankreas

Ada banyak penyebab diabetes melitus yang mungkin tak pernah Anda duga sebelumnya. Salah satunya, kondisi medis tertentu. Ya, faktanya, penyakit ini bisa disebabkan karena Anda memiliki beberapa kondisi seperti:

  • Sindrom polikistik ovarium (PCOS). Salah satu penyebab utama PCOS adalah obesitas, yang erat kaitannya dengan resistensi insulin. Jika sudah mengalami resistensi insulin, seseorang lebih berisiko untuk terkena penyakit prediabetes dan diabetes tipe 2.
  • Pankreatitis. Kondisi ini terjadi ketika pankreas mengalami peradangan. Jika dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, pankreatitis bisa jadi penyebab diabetes.
  • Sindrom Cushing. Sindrom satu ini meningkatkan produksi hormon kortisol yang berfungsi untuk meningkatkan kadar glukosa darah. Kelebihan hormon kortisol dapat menyebabkan diabetes.
  • Glucagonoma. Seseorang yang memiliki riwayat penyakit glucagonoma lebih mungkin terkena penyakit diabetes karena tubuhnya tidak bisa menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang cukup.

9. Dehidrasi

minum air putih menghilangkan batu ginjal

Kekurangan cairan dalam tahap yang parah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit ginjal, jantung, dan bahkan diabetes. Sayangnya, tak banyak tahu bahwa dehidrasi dan penyakit diabetes itu saling berhubungan satu sama lain.

Sebuah laporan dalam Journal Diabetes Care menemukan bahwa asupan cairan yang rendah dapat menyebabkan peningkatan gula darah. Dalam laporan tersebut, para peneliti memantau orang dewasa sehat selama lebih dari sembilan tahun. Hasilnya, orang dewasa yang minum kurang dari 1/2 liter air per hari lebih berisiko mengalami peningkatan kadar gula darah dibandingkan mereka yang minum lebih dari 1 liter per hari.

Para ahli berteori bahwa dehidrasi dapat menyebabkan peningkatkan hormon vasopresin, yang menyebabkan ginjal menahan air dan hati untuk menghasilkan gula darah. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur hormon insulin dari waktu ke tubuh.

Sementara bagi Anda yang kadar gulanya sudah tinggi, dehidrasi bisa memperburuk kondisi ini. Hal ini karena dehidrasi dapat menyebabkan tekanan darah Anda naik dan tubuh menghasilkan hormon stres, yang keduanya bisa memicu kenaikan gula darah secara drastis.

10. Kebanyakan makan makanan asin

garam tidak boleh dimasak

Selain kebiasaan makan makanan tinggi gula, mengonsumsi garam berlebihan juga bisa jadi faktor penyebab diabetes melitus. Kenapa?

Kebanyakan makan garam bisa meningkatkan risiko obesitas dan hipertensi, alias tekanan darah tingg. Nah, ketika Anda sudah terkena hipertensi, maka risiko Anda mengalami diabetes juga semakin tinggi.

Di samping itu, garam juga bisa menyebabkan resistensi insulin, yang pada akhirnya menyebabkan kadar gula dalam darah semakin meningkat hingga menyebabkan diabetes.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Swedia dan Finlandia, setiap 1.000 mg tambahan natrium pada garam yang dikonsumsi melebihi batas aman, maka risiko diabetes meningkat sebesar 43 persen. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak mengonsumsi garam secara berlebihan setiap hari.

11. Pakai obat kumur

pakai obat kumur

Anda mungkin tak mengira kalau obat kumur masuk sebagai salah satu penyebab diabetes melitus. Meski jadi rutinitas harian yang umum, penyebab diabetes satu ini nampaknya tak boleh Anda sepelekan.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam British Dental Journal pada tahun 2018, kebiasaan pakai obat kumur 2 kali sehari dilaporkan meningkatkan risiko diabetes sebanyak 50 persen, ketimbang hanya berkumur satu kali sehari.

Penelitian lain yang dilakukan oleh para penitili dari University of Alabama, Birmingham juga melaporkan hal yang serupa. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa orang-orang yang obesitas dan berisiko terkena diabetes kondisinya bisa semakin buruk jika terus-terusan pakai obat kumur.

Berbagai kandunganbahan kimia dalam obat kumur selain membunuh bakteri yang menyebabkan radang gusi nyata juga menghancurkan bakteri baik di dalam mulut yang penting untuk membentuk nitrat monoksida. Nitrat monoksida sendiri dibutuhkan tubuh untuk membantu mengatur produksi insulin.

Nah, ketika koloni bakteri ini mait, maka kerja tubuh dalam memproduksi insulin dan mengatur kadar gula darah pun terganggu. Hal ini bisa menyebabkan resistensi insulin, yang jadi salah satu faktor penyebab diabetes melitus.

Tips hidup sehat untuk mencegah diabetes

Faktor genetik memang tidak bisa diubah, tapi penting memerhatikan gaya hidup yang Anda terapkan sehari-hari. Anda mungkin salah satu orang yang berisiko tinggi terkena penyakit diabetes, tetapi apabila Anda merawat dan menjaga tubuh dengan baik, maka Anda juga bisa terhindar dari penyakit satu ini.

Anggaplah ada dua orang mengalami mutasi genetik yang sama. Seorang dari mereka memiliki pola makan yang sehat, menjaga kadar kolesterolnya, serta menjaga fisik tetap fit, sementara yang satu lagi mengalami obesitas (BMI >25) dan juga malas gerak. Nah, orang yang kelebihan berat badan dan malas gerak sangat mungkin terkena diabetes tipe 2 karena pilihan gaya hidup sangat memengaruhi cara kerja tubuh Anda terhadap insulin.

Maka dari itu, sebelum terlambat, mulailah menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Tak mudah memang, tapi dengan niat dan tekad yang kuat, hal ini sangat mungkin dilakukan. Tak perlu berubah secara drastis. Mulailah dari hal-hal yang sederhana, seperti:

1. Bijak memilih makanan

Apa yang Anda konsumsi sehari-hari nyatanya memengaruhi kesehatan Anda secara menyeluruh. Itu sebabnya, bijaklah dalam memiliki makanan yang akan konsumsi. Seperti yang sudah disebutkan di atas, makanan tinggi gula merupakan salah satu faktor penyebab diabetes melitus yang utama.

Jadi, berusahalah untuk menghindari berbagai makanan tinggi gula. Selain makanan manis, Anda juga dianjurkan untuk menghindari makanan yang tinggi garam dan lemak. Ingat, bukan menghilangkan asupan gula, garam, dan lemak sama sekali. Namun, kurangi atau atur porsi makannya.

Pastikan Anda tidak mengonsumsi berbagai jenis makanan tersebut secara berlebihan.

2. Waspadai gula tersembunyi

Makanan tinggi gula tak hanya terkandung pada dessert saja. Faktanya, gula banyak terkandung dalam berbagai jenis makanan lainnya, dengan sebutan yang berbeda-beda. Beberapa nama lain gula yang sering terkandung dalam makanan atau minuman di antaranya, sukrosa, sirup jagung, madu, fruktosa, maltosa, dekstrosa, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, penting untuk selalu membava nilai gizi yang tertera pada kemasan makanan atau minuman yang akan Anda beli. Lihatlah dengan teliti seberapa banyak gula yang terkandung di dalamnya. Selain itu, kika Anda melihat suatu produk memiliki label sugar free, alias bebas gula, coba cek lagi komposisinya karena biasanya tetap ada tambahan pemanis buatan di dalamnnya.

3. Rajin olahraga

Sejatinya aktivitas fisik, termasuk olahraga selain membuat tubuh bugar juga bisa membantu mencegah berbagai penyakit kronis di kemudian hari. Ya, olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga gula darah tetap terkendali.

Tak hanya itu, aktivitas ini juga membantu para diabetes menurunkan atau menjaga berat badannya supaya tetap ideal. Dengan begitu, risiko mengalami obesitas, alias si faktor penyebab diabetes yang utama, bisa terhindari.

Tak harus melakukan aktivitas fisik yang berat. Lakukanlah berbagai jenis olahraga apa pun yang Anda sukai. Kuncinya satu, buatlah tubuh Anda bergerak setiap hari. Beberapa jenis aktivitas fisik yang mudah dan murah dilakukan dalam rutinitas harian di antaranya jalan cepat, bersepeda, berenang, yoga, maupun jogging.

Jika sebelumnya Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca