9 Komplikasi Diabetes Melitus, dari yang Paling Ringan Sampai Fatal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23/06/2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Kadar gula seorang pengidap diabetes melitus cenderung tinggi karena tubuhnya tidak mampu memproduksi insulin atau malah tidak merespons insulin. Tanpa pengobatan dan penyesuaian gaya hidup, diabetes melitus dapat meningkatkan risiko komplikasi penyakit serius lain. Komplikasi diabetes bahkan dapat berupa bahaya fatal yang mengancam nyawa seperti serangan jantung dan kematian. Apa saja komplikasi diabetes melitus? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Bahaya diabetes pada angka tekanan darah dan kadar kolesterol

Jika Anda menderita diabetes dan Anda tidak mengontrol penyakit Anda, Anda lebih mungkin untuk mengalami tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi.

Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan peningkatan penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Penumpukan lemak ini dapat memengaruhi aliran darah, serta juga dapat meningkatkan risiko penyumbatan dan pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis). Aterosklerosis ini kemudian dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Selain menaikkan tekanan darah, diabetes juga dapat menimbulan bahaya pada kadar kolesterol dalam tubuh. Diabetes cenderung dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik.

Kadar gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan kadar kolesterol tinggi merupakan ‘biang’ yang dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi penyakit pada pengidap diabetes melitus.

Komplikasi dan bahaya diabetes melitus

Diabetes adalah penyakit yang memengaruhi hampir semua organ tubuh, termasuk jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, hingga saraf dan gigi. Maka, tidak heran jika penyakit komplikasi akibat diabetes melitus juga bisa menyerang berbagai organ tersebut.

Berikut sederet bahaya dan komplikasi yang harus diwaspadai setiap pengidap diabetes melitus, terutama jika Anda tidak menjalani pengobatan dengan baik.

1. Rambut rontok

penyebab utama rambut rontok

Rambut rontok mungkin tergolong komplikasi dari diabetes melitus yang paling ringan. Meski tidak terlalu bahaya bagi kesehatan tubuh, rambut rontok akibat diabetes tidak boleh disepelekan.

Kerontokan rambut terjadi akibat kerusakan pembuluh darah sehingga menyebabkan terhambatnya aliran darah segar menuju folikel rambut. Folikel yang kekurangan nutrisi dan oksigen pada akhirnya melemah dan tidak dapat mendukung pertumbuhan rambut sehat.

Selain itu, komplikasi diabetes melitus juga ikut berdampak pada cara kerja sistem endokrin. Sistem endokrin menghasilkan hormon androgen yang mengatur pertumbuhan rambut serta kesehatan folikel rambut. Ketika sistem endokrin bermasalah, kesehatan folikel rambut juga bisa ikut terpengaruh sehingga rambut jadi mudah rontok.

Kerontokan akibat diabetes melitus bisa menyebabkan kebotakan. Tidak hanya pada rambut di kepala, tapi juga di lengan, kaki, alis, dan bagian tubuh lainnya.

Kerontokan rambut akibat komplikasi diabetes ternyata bisa diperparah oleh stres.

2. Gangguan gigi dan mulut

cara menghilangkan gigi hitam

Bukan hanya rambut. Komplikasi diabetes melitus juga bisa memengaruhi kesehatan mulut. Komplikasi ini muncul akibat kadar gula darah tinggi pada pasien diabetes melitus yang tidak terkendali. Kondisi tersebut dapat memicu infeksi dan berbagai masalah pada mulut, termasuk gangguan pada gigi, gusi, serta lidah.

Air liur mengandung gula alami. Ketika diabetes tidak terkontrol, tak hanya glukosa dalam darah saja yang meningkat tapi juga glukosa pada air liur. Air liur yang tinggi gula akan mengundang bakteri untuk tumbuh dan berkembang di dalam mulut.

Nantinya, bakteri yang berkoloni di dalam mulut akan memicu pembentukan plak pada permukaan gigi. Plak yang semakin menebal dapat membuat gusi dan daerah di sekitar mulut menjadi meradang dan terinfeksi.

Akibat penumpukan dan infeksi, masalah mulut dan gigi berisiko tinggi terjadi pada pasien diabetes. Beberapa masalah gigi dan mulut yang sering dialami oleh para diabetesi meliputi radang gusi (gingivitis), penyakit gusi (periodontitis), mulut kering, hingga candidiasis (infeksi jamur di mulut).

Kunci utama mencegah komplikasi akibat diabetes melitus ini adalah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Pastikan Anda rajin sikat gigi setidaknya dua kali sehari. Jika tidak, komplikasi diabetes ini bisa menimbulkan bahaya kesehatan lainnya karena infeksi menyebar ke area lain.

3. Disfungsi ereksi pada pria dan infeksi jamur vagina pada wanita

menikmati seks dengan pasangan

Banyak orang yang tidak sadar bahwa impotensi (disfungsi ereksi) termasuk komplikasi diabetes melitus. Hampir 1 dari 3 pria yang terkena diabetes mengalami disfungsi ereksi. Sementara pada wanita, diabetes melitus dapat menimbulkan masalah seks akibat infeksi jamur vagina.

Kedua komplikasi diabetes melitus ini dapat menimbulkan bahaya pada hubungan. Pasalnya, bagaimana mau melakukan hubungan seks (penetrasi) kalau tidak bisa ereksi? Disfungsi ereksi akibat komplikasi diabetes terjadi akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah.

Agar penis bisa “berdiri” (ereksi), darah harus mengalir lancar ke dalam pembuluh darah penis. Nah, ketika pembuluh darah dan saraf yang berperan penting dalam proses ini terganggu, akibatnya penis jadi tidak bisa ereksi. 

Sementara pada wanita, gejala infeksi jamur vagina dapat membuat seks tidak menyenangkan. Infeksi jamur pada organ intim diakibatkan oleh ketidakseimbangan bakteri akibat tingginya kadar gula dalam tubuh.

Sebelum komplikasi akibat diabetes melitus menimbulkan bahaya yang lebih buruk bagi kehidupan seks Anda dan pasangan, segera konsultasi ke dokter. Jangan merasa sungkan karena dokter dapat membantu Anda mencari solusi terbaik agar gairah seks Anda kembali membara.

4. Kerusakan saraf

jari keseleo

Neuropati diabetik adalah jenis kerusakan saraf yang terjadi akibat komplikasi diabetes melitus. Kadar gula darah tinggi dapat merusak saraf-saraf yang ada di tubuhlah yang jadi penyebab komplikasi diabetes melitus ini. Pada kebanyakan kasus, komplikasi diabetes melitus ini menyerang saraf tangan dan kaki.

Komplikasi akibat diabetes melitus ini menyebabkan mati rasa, atau kesemutan pada jari-jari tangan dan kaki. Gejala lainnya yaitu timbulnya nyeri, kesemutan, kebas atau baal, hingga sensasi terbakar.

Gejala kerusakan saraf akibat komplikasi diabetes melitus ini awalnya mungkin terasa ringan. Namun, seiring waktu gejalanya cenderung akan semakin intens, bahkan bisa menyebar sampai ke area kaki atas atau lengan Anda.

Ketika digunakan untuk beraktivitas, seperti berjalan, biasanya kaki Anda akan terasa nyeri dan sangat menyakitkan. Bahkan, rasa sakit dapat muncul akibat tangan atau kaki bersentuhan dengan benda lain. Bahaya dari komplikasi diabetes melitus ini adalah memburuknya kualitas hidup pasien seiring waktu jika tidak ditangani dengan tepat.

Menurut American Academy of Family Physicians, 10 sampai 20 persen pengidap diabetes mengalami nyeri saraf. Kerusakan saraf juga dapat memengaruhi mood, hingga menyebabkan stres dan gangguan tidur kronis.

5. Kerusakan mata

presbiopi mata tua

Bahaya komplikasi akibat diabetes melitus tidak hanya menyerang saraf di kaki dan tangan saja, tapi juga mata. Pada mulanya, komplikasi diabetes melitus ini ditandai dengan penglihatan kabur selama selama beberapa hari atau minggu dan akan hilang setelah kadar gula yang tinggi kembali normal.

Namun, ketika kadar gula darah terus-terusan tinggi, pembuluh darah kecil yang ada di belakang mata bisa rusak. Kerusakan pembuluh darah mata bahkan sudah dapat dimulai sejak masa pradiabetes, yakni ketika kadar gula darah Anda lebih tinggi dari normal tapi belum cukup tinggi untuk didiagnosis diabetes.

Pembuluh darah yang rusak akibat komplikasi diabetes melitus ini dapat melemahkan saraf, bahkan menimbulkan adanya pembengkakan dan berisi cairan. Selain itu, pembuluh darah ini dapat mengalami perdarahan di bagian tengah mata, yang memicu pertumbuhan jaringan parut atau menyebabkan tekanan tinggi di dalam mata Anda.

Retinopati diabetik, edema makula diabetik, glaukoma, dan katarak merupakan bahaya diabetes melitus yang paling umum menyerang mata diabetesi.

6. Penyakit kardiovaskuler

penyakit terbanyak di Indonesia

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan lemak menumpuk di dinding pembuluh darah. Seiring waktu, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi menghambat sirkulasi darah yang pada akhirnya meningkatkan risiko aterosklerosis pada pasien diabetes melitus.

Aterosklerosis akibat komplikasi diabetes melitus menandakan adanya pengerasan pembuluh darah yang dapat menimbulkan bahaya kesehatan, seperti serangan jantung atau stroke.

Hal ini pun dibenarkan oleh American Heart Association (AHA). Dalam website resminya, AHA mengatakan bahwa orang dengan diabetes empat kali lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung ketimbang mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit diabetes. AHA bahkan menganggap diabetes sebagai salah satu dari tujuh faktor risiko utama penyebab penyakit kardiovaskuler.

Para ahli percaya bahwa komplikasi diabetes melitus ini bisa terjadi akibat adanya faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskuler. Faktor risiko yang dimaksud, yaitu tekanan darah tinggi, kadar kolesterol dan trigliserida tinggi, obesitas, malas gerak, serta merokok.

7. Kerusakan ginjal

obat penghancur batu ginjal

Komplikasi diabetes melitus juga bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Kerusakan ginjal akibat komplikasi diabetes melitus dalam istilah medis disebut dengan nefropati diabetik. Komplikasi ini dapat menyerang orang dengan jenis diabetes melitus tipe 1 maupun tipe 2.

Mayo Clinic mengatakan bahwa lebih dari 40 persen orang dengan diabetes mengalami kerusakan ginjal akibat komplikasi diabetes. Kondisi ini terjadi ketika diabetes merusak pembuluh darah dan sel-sel yang ada di ginjal Anda.

Jadi begini, ginjal Anda mengandung milyaran pembuluh darah kecil (glomeruli) yang bertugas untuk menyaring sisa kotoran dan mengeluarkan cairan dari tubuh. Nah, gula darah yang tinggi dapat menyebabkan ginjal bekerja terlalu keras sehingga memicu terjadinya kerusakan pembuluh darah kecil tersebut.

Lambat laun, pembuluh darah pada ginjal yang rusak dapat menurunkan fungsinya sehingga akhirnya menyebabkan komplikasi diabetes melitus berupa nefropati diabetik.

Komplikasi diabetes melitus bisa menimbulkan bahaya kematian bila tidak ditangani segera. Sayangnya, tahap awal kerusakan ginjal sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Anda mungkin tidak mengalami gejala apa pun sampai penyakit ginjal Anda berkembang ke stadium akhir.

8. Kaki diabetik

mengatasi kram kaki

Saat Anda sehat, luka di kaki mungkin akan mengering atau sembuh dengan cepat. Namun, lain halnya ketika Anda punya diabetes. Luka sedikit saja bisa jadi infeksi parah yang sulit diobati dan lama sembuhnya.

Bahkan dalam kasus yang serius, luka bisa membuat kaki diamputasi. Komplikasi diabetes melitus satu ini dikenal dengan diabetic foot atau kaki diabetes.

Komplikasi diabetes melitus ini terjadi karena tingginya kadar gula darah yang dapat menghambat sirkulasi darah kaya oksigen dan nutrisi ke bagian kaki. Padahal, bagian kaki yang mengalami luka sangat memerlukan oksigen dan nutrisi yang terkandung dalam darah supaya lekas sembuh. Akibatnya sel-sel kaki kesulitan untuk memperbaiki jaringan dan saraf yang rusak.

Selain itu, komplikasi diabetes melitus ini juga bisa terjadi akibat kerusakan saraf yang menyebabkan pasien kehilangan sensasi pada kaki. Jadi, ketika ada luka, pasien tidak menyadarinya dan tidak mengobatinya dengan segera.

Bila terus dibiarkan komplikasi diabetes melitus ini dapat mengundang bakteri untuk menginfeksi dan mematikan jaringan (gangren). Langkah utama untuk mencegah komplikasi diabetes melitus ini adalah rutin melakukan perawatan kaki.

9. Ketoasidosis diabetik

lemas saat puasa

Ketoasidosis diabetik adalah komplikasi diabetes melitus yang serius dan tak boleh Anda sepelekan. Kondisi ini terjadi ketika tubuh Anda menghasilkan terlalu banyak asam darah yang disebut keton.

Seperti yang kita tahu, gula merupakan sumber energi utama bagi sel-sel tubuh yang membentuk otot dan jaringan lainnya. Supaya gula bisa memasuki sel-sel tubuh, tubuh akan secara otomatis menghasilkan hormon insulin.

Ketika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin, tubuh akan memproduksi hormon lain yang bertugas untuk memecah lemak sebagai energi. Nah, proses ini akan menghasilkan asam yang dikenal sebagai keton. Biasanya, keton dihasilkan ketika kita melewatkan waktu makan, sedang stres, atau saat lupa menyuntikkan insulin.

Keton yang dihasilkan berlebihan akan menumpuk di dalam darah dan menimbulkan gejala ketoasidosis diabetik. Misalnya haus berlebihan, sering buang air kecil, sakit perut, sesak napas, jantung berdebar-debar, serta merasa lemah, lesu, dan tidak bertenaga.

Ketoasidosis yang parah bisa sampai menyebabkan koma. Maka dari itu, Anda perlu penanganan cepat jika mengalami gejala ketoasidosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers 20/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 31/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Edema Makula Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Edema makula diabetik adalah komplikasi diabetes yang bisa memicu kebutaan. Bagaimana cara mencegahnya? Simak penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Diabetes, Health Centers 13/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Diabetes Meningkatkan Risiko Rematik Hingga 20 Persen

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko rematik hingga sebesar 20 persen apabila tidak ditangani dengan baik. Apa yang menjadi penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Diabetes, Health Centers 10/02/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penderita diabetes meninggal covid-19

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit
diabetes dan kanker hati

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit
camilan untuk penderita diabetes

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit