Benarkah Kandungan Arsenik Dalam Air Minum Kemasan Dapat Menyebabkan Diabetes?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Faktor usia, pola makan yang tidak sehat, keturunan, dan etnis adalah faktor risiko diabetes yang dikenal secara umum. Namun menurut penelitian, ada faktor lain yang berkontribusi meningkatkan risiko diabetes. Salah satunya adalah bahan kimia. Bahan-bahan kimia sangat erat terlibat dalam kehidupan harian Anda, ditemukan di lingkungan dan produk yang Anda gunakan setiap hari. Itu sebabnya Anda mungkin tidak menyadarinya sebagai faktor yang meningkatkan peluang Anda terkena diabetes. Kok bisa?

Apa hubungannya bahan kimia dengan faktor risiko diabetes?

Bahan kimia tertentu secara langsung dapat meningkatkan risiko penyakit termasuk obesitas yang merupakan faktor risiko serius dalam perkembangan penyakit diabetes tipe 2.

Menurut Kristina Thayer kepala divisi Integrated Risk Information System (IRIS) dari Environmental Protection Agency (EPA) yang melakukan penelitian di Triangle Park, Carolina Utara, mengungkapkan bahwa ada keterkaitan hubungan antara beberapa bahan kimia yang ditemukan di lingkungan dan produk yang sering digunakan dengan peningkatan risiko diabetes.

Apa saja bahan kimia yang diduga kuat menjadi faktor risiko diabetes?

Phthalate dan bisphenol A (BPA)

Bahan kimia phthalate dan bisphenol A (BPA) banyak ditemukan di dalam sabun, cat kuku, semprotan rambut, parfum, dan pelembab.

Dalam sebuah penelitian yang telah dipublikasikan pada bulan Juli 2012 di Journal Environmental Health Perspectives menemukan bahwa wanita yang memiliki kadar pthalate paling tinggi dalam urin mereka memiliki peningkatan risiko hingga 70 persen untuk mengalami diabetes dibandingkan dengan wanita yang memiliki kadar phthalate lebih rendah.

Lain lagi yang ditemukan oleh sebuah penelitian terbitan Journal Environmental Health Perspectives tahun 2014 lalu. Periset menemukan bahwa paparan phthalate dapat dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 di kalangan wanita paruh baya (tapi tidak lebih tua), hal ini diduga karena wanita pramenopause lebih rentan terhadap gangguan endokrin karena tingkat estrogen yang lebih tinggi.

Arsenik

Bahan kimia lain yang diduga meningkatkan faktor risiko diabetes adalah arsenik. 

Sebuah penelitian menemukan bahwa Bangladesh dan Taiwan memiliki kandungan senyawa kimia arsenik cukup tinggi di dalam air minum mereka. Seseorang yang meminum air dengan kadar arsenik tinggi lebih berisiko untuk terkena diabetes. Berbeda dengan di Amerika Serikat, EPA mengatur ketat bahan kimia arsenik, sehingga tingkat paparan arsenik pada orang-orang Amerika lebih rendah dibandingkan dengan wilayah Bangladesh dan Taiwan.

Penelitian ini juga menemukan bahwa seiring menurunnya tingkat paparan arsenik dalam tubuh, menurun pula risiko diabetes pada seseorang.

Polychlorinated biphenyls (PCB) dan dioksin

EPA, organisasi pemerintah Amerika Serikat yang mengurusi perlindungan lingkungan sudah melarang produksi dan peredaran PCB sejak tahun 1979, namun nyatanya senyawa kimia ini masih ada di lingkungan dan telah dikaitkan dengan obesitas pada orang dewasa.

Senyawa kimia polychlorinated biphenyls (PCB) dan dioksin ditemukan di dalam lemak makanan dan akan disimpan dalam tubuh. Jika Anda atau orang terdekat Anda kelebihan berat badan atau obesitas, Anda mungkin memiliki kadar senyawa kimia polychlorinated biphenyls (PCB) dan dioksin yang tinggi di dalam lemak. Namun menurut penelitian sangat sulit untuk menguraikan efek kimia dengan kondisi kesehatan seseorang yang kelebihan berat badan atau obesitas.

Bisakah mencegah paparan bahan-bahan kimia di atas?

Masih banyak penelitian yang harus dilakukan untuk menentukan secara pasti bagaimana zat kimia seperti phthalate, bisphenol A (BPA), arsenik, polychlorinated biphenyls (PCB), dan dioksin atau bahan kimia lain mempengaruhi tubuh Anda dan meningkatkan faktor risiko diabetes.

Anda harus ingat bahwa diabetes sendiri dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, mungkin saja bahan kimia dari lingkungan dan produk yang Anda gunakan merupakan faktor risiko diabetes tambahan.

Dibandingkan Anda hanya merasa takut, ada baiknya mulai sekarang Anda harus menerapkan perilaku hidup sehat yang sebenarnya ada dibawah kendali Anda. Perhatikan apa yang Anda makan, berapa banyak Anda makan, dan pastikan Anda aktif bergerak dan berolahraga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Kopi Filter Berpotensi Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Jenis kopi apa yang Anda suka? Jenis kopi filter bisa mengurangi risiko terhadap diabetes. Simak penjelasan ilmiahnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 29/04/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
cara cuci tangan dengan benar

Sudah Benarkah Cara Cuci Tangan Anda?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
gonta-ganti sabun mandi

Efek Sering Gonta-Ganti Sabun Mandi Terhadap Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit