Apakah Anda Berisiko Kena Diabetes? Coba Cek di Sini

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Diabetes merupakan penyakit yang bisa dialami semua orang. Tidak hanya yang tua, tapi juga muda. Tidak hanya pada wanita, tapi juga pria. Banyak hal yang dapat meningkatkan risiko Anda terhadap diabetes, salah satunya adalah asupan makan yang buruk, terutama sering makan makanan manis. Kadang, Anda mungkin tidak sadar bahwa hal yang Anda lakukan atau miliki dapat membawa Anda pada risiko diabetes yang lebih tinggi. Nah, sebaiknya ketahui apa yang dapat meningkatkan risiko diabetes.

Faktor risiko diabetes

Faktor-faktor berikut ini bisa meningkatkan risiko Anda terhadap diabetes, yaitu:

  • Sudah berusia lebih dari 45 tahun
  • Mempunyai anggota keluarga, seperti orangtua, saudara kandung, atau kakek-nenek yang mempunyai diabetes
  • Punya berat badan berlebih (overweight atau obesitas), terutama jika banyak lemak menumpuk pada perut atau perut buncit. Anda bisa mengecek apakah Anda termasuk overweight atau obesitas di Kalkulator BMI ini.
  • Mempunyai aktivitas sedenter atau tidak aktif bergerak
  • Mempunyai komplikasi kesehatan yang berhubungan dengan diabetes, seperti penyakit jantung dan stroke
  • Pernah didiagnosis mempunyai prediabetes (gangguan toleransi glukosa atau gangguan glukosa puasa)
  • Mempunyai tekanan darah tinggi
  • Mempunyai kadar kolesterol tinggi atau trigliserida tinggi dalam darah
  • Pernah didiagnosis memiliki sindrom ovarium polikistik/PCOS (pada wanita)
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg atau mempunyai diabetes gestasional selama kehamilan (pada wanita)
  • Pernah didiagnosis memiliki obstruktif sleep apnea
  • Pernah didiagnosis memiliki acanthosis nigricans (warna kulit tertentu cenderung lebih gelap, seperti di leher, ketiak, siku, dan lutut)
  • Pernah didiagnosis mengalami depresi

Jika Anda memiliki salah satu faktor risiko di atas, artinya Anda mempunyai risiko diabetes. Semakin banyak Anda memiliki faktor risiko tersebut, semakin tinggi pula risiko Anda mengalami diabetes.

Sebaiknya segera periksakan kadar gula darah ke dokter jika Anda memiliki salah satu faktor atau lebih faktor risiko di atas. Ini sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap diabetes. Adapun yang menyarankan agar Anda melakukan tes gula darah setiap tiga tahun sekali jika usia Anda sudah lebih dari 40 tahun, dilansir dari Canadian Diabetes Association. Semakin dini Anda didiagnosis, semakin cepat Anda bisa mengambil tindakan agar tetap sehat di masa sekarang maupun di masa depan.

Jangan lupa untuk selalu mengontrol faktor risiko diabetes yang bisa dikontrol untuk mengurangi risiko Anda terhadap diabetes. Misalnya, menjaga berat badan dalam kadar normal, memperbanyak aktivitas fisik, menjaga tekanan darah dan kolesterol normal, serta membatasi asupan gula atau bila perlu menggantinya dengan pemanis non-gula yang rendah kalori.

Apa tanda jika saya punya diabetes?

Kadang, Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda mempunyai diabetes. Memang, diabetes kadang hadir tanpa memberikan gejala apapun. Itu mengapa, penting bagi Anda untuk melihat seberapa besar risiko diabetes yang Anda punya. Anda bisa membicarakan hal ini dengan dokter Anda.

Adapun tanda-tanda awal yang bisa muncul jika Anda punya diabetes adalah:

  • Sering merasa haus dan ingin terus minum
  • Sering buang air kecil dalam jumlah banyak
  • Sering merasa lapar, terutama setelah makan
  • Mulut kering
  • Merasa lelah
  • Sakit kepala
  • Penurunan berat badan yang tidak jelas, padahal Anda sudah makan banyak
  • Penglihatan kabur

Jika Anda mengalami salah satu tanda di atas, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Pemanis Buatan dan Karbohidrat Ternyata Memengaruhi Sensitivitas Insulin

Ternyata perpaduan pemanis buatan dan karbohidrat dapat menjadi pengaruhi tingkat sensitivitas insulin seseorang. Seperti apa penjelasannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Bagaimana Strip Test Gula Darah Bisa Mengetahui Kadar Gula Kita?

Penderita diabetes pasti sudah tidak asing dengan alat tes gula darah. Namun, tahukan Anda bagaimana sebuah strip bisa memberikan informasi sepenting itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Rena Widyawinata

3 Makanan Manis yang Aman Dikonsumsi Meski Didiagnosis Prediabetes

Mengurangi makanan manis untuk prediabetes memang merupakan suatu keharusan. Namun, bukan berarti Anda selamanya tidak boleh mengonsumsi makanan manis, lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Direkomendasikan untuk Anda

diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
camilan untuk penderita diabetes

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
makanan untuk mencegah diabetes

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020