Retinopati Diabetik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu retinopati diabetik?

Retinopati diabetik (diabetic retinopathy) adalah komplikasi diabetes melitus yang menyerang retina mata.

Kondisi ini menyebabkan gangguan penglihatan akibat diabetes karena rusaknya pembuluh darah retina. Pembuluh pada retina yang rusak kemudian membengkak dan akhirnya mengalami perdarahan (kebocoran) sehingga akhirnya pecah.

Retina terletak di lapisan saraf belakang mata dan berfungsi menangkap cahaya dan mengirimnya dalam bentuk sinyal ke otak untuk diproses menjadi gambar. 

Kerusakan retina akibat retinopati diabetik menyebabkan memburuknya penglihatan seiring waktu. Jika tingginya kadar gula dibiarkan tak terkendali, komplikasi diabetes pada mata ini dapat menyebabkan kebutaan. 

Seberapa umumkah penyakit ini?

Gangguan penglihatan akibat komplikasi diabetes ini cukup umum terjadi. Dari kurang lebih 285 juta penderita diabetes melitus di seluruh dunia, sekitar sepertiganya mengalami tanda retinopati diabetik.

Sementara itu, sepertiganya lagi merupakan retinopati diabetik yang mengancam nyawa.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala retinopati diabetik?

Pada tahap awal, retinopati diabetik mungkin tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda tertentu. Gejala yang mengganggu biasanya baru muncul ketika kerusakan di retina mata sudah cukup parah. 

Ketika akhirnya muncul, gejala retinopati diabetik yang paling sering terjadi adalah:

  • Melihat floaters, yakni titik-titik atau benang-benang tipis gelap yang mengambang dalam penglihatan
  • Kesulitan melihat di malam hari
  • Penglihatan kabur
  • Kesulitan membedakan warna
  • Muncul area gelap dan kosong dalam penglihatan
  • Objek yang dilihat seakan bergoyang atau berguncang, padahal sebenarnya tidak
  • Hilangnya kemampuan mata untuk melihat

Gejala di atas umumnya tidak hanya menyerang satu sisi mata, tapi bisa juga keduanya. 

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satu pun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, segera berkonsultasi ke dokter spesialis mata.

Selanjutnya, lakukanlah konsultasi secara rutin dengan dokter sehingga dapat memantau perkembangan kondisi diabetes terhadap mata Anda.

Penyebab

Apa penyebab retinopati diabetik?

Retinopati diabetik disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah retina akibat kadar gula darah yang tinggi. Kadar gula darah yang tinggi lama-kelamaan dapat menyebabkan penyumbatan sehingga suplai darah ke retina dapat terhenti.  

Saat aliran darah ke retina terhenti, mata Anda berusaha untuk menumbuhkan pembuluh darah baru. Sayangnya, pembuluh darah ini tidak tumbuh dengan baik dan rentan pecah.

Menurut American Academy of Ophthalmology, berdasarkan tahap perkembangan penyakitnya retinopati diabetik dapat dibedakan menjadi:

1. Retinopati diabetik awal (non-ploriperatif)

Komplikasi diabetes pada mata ini dikenal juga dengan non-proliferasi retinopati diabetik.

Pada kondisi ini, pembuluh darah baru tidak terbentuk, hanya saja dinding pembuluh darah di retina jadi melemah. Setelahnya, akan terbentuk pembengkakan kecil (aneurisma mikro) di dinding pembuluh yang lebih kecil.

Kondisi ini kadang menyebabkan cairan dan darah bocor ke retina. Akibatnya, pembuluh darah retina yang lebih besar membesar dan diameternya menjadi tidak teratur.

Jenis retinopati diabetik ini dapat berkembang dari yang ringan sampai yang berat. Semakin banyak pembuluh darah yang tersumbat, semakin parah kondisinya.

Serabut saraf di retina mungkin juga mulai membengkak. Kadang bagian tengah retina yang disebut makula juga membengkak. Kondisi ini disebut dengan edema makula.

2. Retinopati diabetik akhir (ploriperatif)

Retinopati diabetik proliferatif menandakan bahwa komplikasi yang disebabkan diabetes sudah semakin parah.

Pada kondisi ini, pembuluh darah yang rusak akan menutup sehingga menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah baru dalam retina.

Namun, pembuluh darah baru tidak mendapatkan nutrisi yang optimal karena aliran darah yang tersumbat. Akibat pertumbuhan abnormal ini, pembuluh darah mudah bocor ke bagian tengah mata (vitreous) sehingga menyebabkan kerusakan jaringan mata.

Selain itu, jaringan parut dari pembuluh darah yang tersumbat dapat terangsang oleh pertumbuhan pembuluh darah baru. Kondisi ini dapat membuat retina terlepas dari bagian belakang mata (ablasio retina).

Jika pembuluh darah baru mengganggu sirkulasi cairan dari mata, tekanan dapat menumpuk di bola mata. Hal ini dapat merusak saraf yang membawa gambar dari mata ke otak (saraf optik) dan mengakibatkan glaukoma (tekanan besar pada bola mata).

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami penyakit ini?

Anda dapat lebih berisiko terkena retinopati diabetik jika Anda memiliki faktor berikut:

  • Sudah lama memiliki diabetes
  • Kontrol kadar gula darah yang buruk
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Kehamilan
  • Merokok

Penderita diabetes bisa memperlambat perkembangan kondisi ini dengan mengurangi faktor risiko tersebut.

Diagnosis

Bagaimana retinopati diabetik didiagnosis?

Terdapat beberapa metode untuk menegakkan diagnosis diabetik retinopati, beberapa di antaranya adalah:

1. Dilatasi mata

Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan tetes mata yang akan membuat pupil terbuka lebar. Dengan begitu, dokter dapat melihat ke bagian dalam mata Anda dengan saksama. 

Pada tahap ini, dokter akan memeriksa kondisi mata, meliputi:

  • Pembuluh darah abnormal
  • Pembengkakan
  • Kebocoran pembuluh darah
  • Penyumbatan pembuluh darah
  • Luka
  • Perubahan pada lensa mata
  • Kerusakan jaringan saraf
  • Ablasi retina

2. Angiografi fluorescein

Dalam tes ini, dokter akan menyuntikkan pewarna ke dalam lengan Anda, memungkinkannya untuk melacak bagaimana darah mengalir dalam mata Anda.

Doter akan mengambil gambar dari residu pewarna tersebut yang berputar di dalam mata Anda untuk menentukan mana pembuluh darah yang tersumbat, bocor, atau rusak.

3. Pemeriksaan optical coherence tomography (OCT)

OCT adalah sebuah tes pencitraan menggunakan gelombang cahaya untuk membuat gambar retina. Gambar ini memungkinkan dokter untuk menentukan ketebalan retina.

Pemeriksaan OCT membantu menentukan berapa banyak cairan, jika ada, yang telah terakumulasi dalam retina.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pengobatan untuk retinopati diabetik?

Pengobatan untuk komplikasi diabetes pada mata ini akan disesuaikan dengan jenis yang dialami. Jika Anda memiliki retinopati diabetik non-proliferatif ringan atau moderat, dokter mungkin tidak langsung menawarkan pengobatan.

Namun, dokter mata akan dengan saksama memonitor mata Anda untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk memulai pengobatan.

Sementara, jika Anda memiliki retinopati diabetik proliferatif atau edema makula, perlu dilakukan pembedahan segera.

Berdasarkan masalah spesifik yang menyerang retina, pilihan pengobatan retinopati diabetik ini meliputi:

1. Pengobatan laser terfokus

Pengobatan laser ini, juga disebut sebagai fotokoagulasi, dapat menghentikan atau memperlambat kebocoran darah dan cairan di mata.

Dalam prosedur ini, kebocoran dari pembuluh darah abnormal diobati dengan panas laser.

2. Pengobatan laser tersebar

Pengobatan laser ini, juga disebut sebagai fotogoagulasi panretinal, dapat menyusutkan pembuluh darah abnormal.

Dalam prosedur ini, area retina yang jauh dari makula diobati dengan panas laser yang tersebar. Panas ini menyebabkan pembuluh darah baru yang abnormal untuk menyusut dan membekas.

3. Vitrektomi

Prosedur pengobatan ini menggunakan sayatan kecil pada mata untuk menyingkirkan darah dari tengah mata (vitreous) serta jaringan parut yang menarik pada retina.

Pengobatan dilakukan di pusat bedah atau rumah sakit menggunakan anestesi lokal atau general.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup untuk mencegah retinopati diabetik?

Salah satu cara jitu untuk mencegah ataupun memperlambat retinopati diabetik adalah dengan menjaga gula darah tetap stabil, alias mengelola diabetes.

Kuncinya, dengan mengontrol tingkat gula darah tetap normal setiap harinya. Berikut adalah beberapa gaya hidup yang bisa dilakukan diabetesi, khususnya untuk mencegah komplikasi diabetes pada mata berikut ini:

  • Pilih makanan sehat untuk diabetes  dan jaga pola makan
  • Menjalani olahraga untuk diabetes teratur yang sesuai dengan kondisi, seperti jalan santai, tai chi, bersepeda
  • Memeriksa gula darah Anda sesering mungkin seperti yang diperintahkan oleh penyedia layanan kesehatan diabetes
  • Rutin kontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol sangat penting untuk mencegah kondisi ini
  • Berhenti merokok dan lakukan konsultasi jika sulit berhenti dari kebiasaan ini
  • Mengikuti pengobatan diabetes yang direkomendasikan dokter, baik itu minum obat diabetes maupun terapi insulin

Retinopati diabetik merupakan komplikasi diabetes yang menyebabkan kerusakan pada retina mata.

Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan yang serius bahkan menyebabkan kebutaan. Namun, komplikasi yang menyerang mata ini masih dapat dicegah ataupun diobati.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memperoleh solusi yang terbaik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Mata lelah dan pegal setelah seharian bekerja di depan komputer umum terjadi. Bagaimana mengatasi risiko kesehatan akibat lama menatap layar komputer?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Hidup Sehat, Fakta Unik 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Hipoglikemia

Hipoglikemia atau gula darah rendah, adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah rentang normal. Ketahui penyebab, gejala, dan obatnya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Untuk mengetahui apakah Anda kena diabetes atau tidak, Anda harus tahu dulu berapa kadar gula darah normal dalam tubuh. Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
mengurangi gula

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
cara mencegah pencegahan penyakit jantung

14 Cara Ampuh Mencegah dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit