Berbagai Penyebab Hiperpigmentasi Kulit dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Mungkin Anda memiliki bagian kulit yang lebih gelap dari bagian lainnya. Kondisi ini di dalam medis biasa disebut dengan hiperpigmentasi. Lantas, apa saja, ya, penyebab dari hiperpigmentasi kulit? Simak ulasannya berikut.

Jenis hiperpigmentasi kulit beserta penyebabnya

Sebenarnya, penyebab utama dari hiperpigmentasi adalah jumlah melanin di dalam kulit bertambah banyak. Melanin adalah zat yang berfungsi untuk memberikan warna atau pigmen. Sehingga, jika jumlahnya bertambah, warna kulit akan menjadi lebih gelap dari bagian lainnya.

Nah, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan melanin diproduksi terlalu banyak di dalam tubuh.

1. Melasma

Melasma adalah salah satu jenis hiperpigmentasi kulit yang disebabkan oleh perubahan hormon. Umumnya, kondisi ini terjadi pada wanita hamil, sebab saat itu, terjadi perubahan hormon dalam tubuhnya. Perubahan ini memengaruhi produksi melanin. Sehingga, salah satu penyebab hiperpigmentasi kulit, khusunya pada wanita, adalah kehamilan.

Melasma adalah salah satu jenis hiperpigmentasi yang mengubah warna kulit dalam jumlah besar di area-area tertentu, misalnya munculnya plak kehitaman di area wajah atau perut.

Namun, bukan berarti melasma hanya bisa terjadi pada wanita, sebab pria juga bisa mengalami melasma. Selain kehamilan, melasma juga bisa terjadi jika Anda menggunakan pil kontrasepsi

2. Lentigo

Jenis lain dari hiperpigmentasi kulit adalah lentigo. Penyebab dari hiperpigmentasi ini adalah kulit yang terlalu sering terpapar sinar matahari. Saat Anda keluar dan sinar matahari terasa begitu menyengat, tubuh Anda otomatis akan memproduksi lebih banyak melanin untuk melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari untuk jangka panjang.

Biasanya, hal ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam atau ada bagian kulit yang warnanya lebih gelap dibanding bagian kulit lainnya.

Umumnya, kondisi ini terjadi pada area wajah dan juga tangan. Hiperpigmentasi kulit yang satu ini biasanya akan melebar atau bertambah banyak seiring pertambahan usia.

Ukurannya bisa beragam, mulai dari 0.2 hingga 2 centimeter. Lentigo biasanya berwarna gelap, memiliki bentuk yang tidak beraturan, dan terlihat garis atau batas yang jelas sehingga kulit tampak belang.

3. Peradangan kulit

Hiperpigmentasi kulit juga bisa terjadi akibat peradangan kulit. Biasanya, ada beberapa bagian kulit yang warnanya lebih gelap dibanding bagian kulit lainnya setelah terjadinya peradangan tersebut.

Peradangan kulit yang dimaksud termasuk timbulnya jerawat, penyakit eksim, lupus, atau terjadinya cedera pada kulit. Umumnya, orang yang mengalami penyebab hiperpigmentasi kulit yang satu ini adalah orang yang berkulit gelap.

4. Hiperpigmentasi akibat penyakit Addison

Ada pula kondisi kesehatan yang bisa menjadi penyebab hiperpigmentasi, meski bukan penyakit kulit. Penyakit Addison adalah kondisi yang menyerang kelenjar adrenal, namun bisa menyebabkan hiperpigmentasi pada beberapa bagian tubuh. Penyakit ini biasanya menyebabkan hiperpigmentasi pada area-area yang mudah terpapar sinar matahari.

Biasanya, bagian kulit yang mengalami hiperpigmentasi akibat penyakit ini adalah pada lipatan-lipatan kulit, bibir, lutut dan siku, jari kaki, dan pipi bagian dalam. Penyakit ini biasanya ditandai dengan mual, muntah, diare, kehilangan berat badan, sakit di bagian perut, pusing, dan lelah.

5. Hiperpigmentasi akibat penggunaan obat-obatan

Nyatanya, penggunaan obat-obatan juga bisa menjadi penyebab hiperpigmentasi pada kulit. Obat-obatan tersebut termasuk obat antimalaria atau antidepresan trisiklik. Pada kasus penggunaan obat-obatan ini, warna kulit yang berbeda biasanya berubah menjadi warna keabu-abuan.

Di sisi lain, penggunaan obat yang dioleskan atau diaplikasikan pada kulit juga bisa menjadi penyebab dari hiperpigmentasi, sehingga Anda harus lebih berhati-hati saat menggunakan berbagai obat oles atau salep.

Cara mengatasi hiperpigmentasi pada kulit

Meski ada banyak kondisi yang bisa menjadi penyebab hiperpigmentasi pada kulit, bukan berarti kondisi ini tidak bisa diatasi. Ada banyak cara yang bisa Anda terapkan sendiri dalam mengatasi kondisi ini.

1. Gunakan tabir surya saat bepergian

Jika Anda harus terpapar sinar matahari dalam jangka waktu yang lama, Anda harus menggunakan tabir surya yang mengandung SPF 30 atau yang lebih tinggi. Penggunaan tabir surya akan sangat bermanfaat untuk membantu menghindarkan Anda dari paparan sinar matahari, sebagai salah satu penyebab dari hiperpigmentasi kulit.

2. Gunakan obat salep

Penggunaan obat oles atau salep memang bisa menjadi penyebab hiperpigmentasi kulit, namun, sediaan obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasinya. Anda bisa menggunakan obat salep untuk mengatasi kondisi tersebut asal obat-obatan tersebut mengandung bahan yang tepat.

Gunakan obat salep yang memiliki kandungan berikut jika Anda ingin mengatasi masalah hiperpigmentasi ini.

  • asam azelaic
  • kortikosetroid
  • hidroquinone
  • asam kojik
  • retinoid seperti tretinoin
  • vitamin C

3. Gunakan lidah buaya

Mengingat kehamilan menjadi penyebab salah satu jenis hiperpigmentasi kulit, maka Anda bisa menggunakan lidah buaya atau aloe vera untuk mengatasi kondisi ini.

Mengapa? Pasalnya, salah satu penelitian yang dimuat pada Journal of Cosmetic and Laser Therapy menyebutkan bahwa penggunaan aloe vera dapat membantu mengurangi melasma pada ibu hamil.

Aloesin, salah satu zat alami yang terdapat di dalam aloe vera berpotensi mencerahkan kulit yang mengalami hiperpigmentasi dengan cara menahan produksi melanin di dalam kulit.

Meski begitu, belum ada yang bisa membuktikan bahwa lidah buaya bisa benar-benar menyembuhkan hiperpigmentasi pada kulit.

4. Gunakan cuka apel

Cuka apel juga diduga bisa mencerahkan bagian kulit yang mengalami hiperpigmentasi. Untuk menggunakannya, Anda bisa mencampurkan cuka apel dengan air di dalam sebuah wadah.

Lalu, aplikasikan ke bagian-bagian kulit yang lebih gelap serta diamkan selama dua hingga tiga menit. Jika sudah selesai, bilas dengan air hangat. Lakukan cara ini dua kali dalam sehari hingga Anda mendapatkan hasil yang Anda harapkan,

5. Gunakan ekstrak teh hijau

Ekstrak teh hijau juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah hiperpigmentasi kulit. Ternyata, selain berguna sebagai antioksidan dan mengatasi peradangan, ekstrak teh hijau juga bisa digunakan untuk mengatasi melasma dan mengurangi sunburn.

Pertama-tama celupkan teh hijau ke dalam air yang direbus selama tiga hingga lima menit. Lalu, keluarkan teh hijau tersebut dan diamkan hingga tidak terlalu panas. Jika sudah lebih hangat, Anda bisa menggosokkan teh tersebut pada bagian kulit yang gelap dan lakukan hal tersebut sebanyak dua kali dalam sehari hingga kondisi kulit Anda membaik.

6. Gunakan produk susu

Anda juga bisa menggunakan berbagai jenis susu untuk mengatasi penyebab hiperpigmentasi kulit. Susu memang bisa digunakan secara efektif untuk mencerahkan kulit karena kandungan asam laktat di dalamnya.

Anda bisa menggunakannya dengan cara mencelupkan kapas ke dalam susu. Lalu gosokkan kapas tersebut pada kulit yang lebih gelap sebanyak dua kali dalam sehari dan lakukan hal tersebut setiap hari.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca