5 Kemungkinan Penyebab Kulit Terasa Gatal dan Berair

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kondisi gatal pada tubuh wajar dan sering terjadi pada siapa pun. Mungkin Anda sering menganggap remeh kondisi ini. Namun, bila gatal muncul disertai terbentuknya benjolan dan berair, bisa jadi ada penyakit lain yang mendasarinya. Kondisi apa saja yang menyebabkan kulit gatal dan berair? Simak ulasannya berikut ini.

Penyebab kulit gatal dan berair

Dilansir dari Live Strong, ada beberapa kondisi yang menyebabkan kulit gatal dan berair. Sebenarnya untuk mengetahui secara pasti penyakit atau kondisi yang Anda miliki, cara terbaiknya adalah dengan langsung periksa ke dokter. Akan tetapi, Anda mungkin saja mencurigai lima penyebab berikut ini.

1. Impetigo (infeksi bakteri)

Impetigo adalah infeksi bakteri yang umum terjadi pada lapisan kulit terluar (epidermis). Bakteri penyebab impetigo adalah jenis Streptococcus dan Staphylococcus yang sering kali masuk ke pori-pori kulit. Kondisi ini rentan terjadi pada bayi dan anak-anak. Namun, orang dewasa juga bisa terkena impetigo bila kondisi kulitnya sensitif. Lepuhan kulit akibat impetigo bisa muncul di wajah, lengan, atau kaki.

Gejala impetigo meliputi munculnya titik merah, yang melepuh, dan terasa gatal. Bila terkena gesekan akibat garukan, lepuhan ini akan pecah dan mengeluarkan air. Cairan tersebut bila mengenai kulit lainnya akan menular. Oleh karena itu, kondisi ini bisa menular melalui pakaian, handuk, seprai, dan benda pribadi lainnya.

Menggaruk lepuhan juga bisa menyebarkan impetigo ke bagian tubuh lainnya. Untuk menghentikan penyebaran infeksi, biasanya dokter akan memberikan salep antibiotik atau obat antibiotik yang diminum, dan akan sembuh dalam waktu dua minggu.

2. Dermatitis kontak alergi

Kondisi ini merupakan reaksi kulit yang terkena suatu zat alergen. Misalnya nikel, bahan pewangi, karet, dan zat alergen lainnya. Biasanya kulit akan terasa gatal setelah beberapa saat setelah kulit terkena zat tersebut. Kemudian, akan terbentuk lentingan yang bila terus digaruk akan pecah dan mengeluarkan air.

3. Dermatitis kontak iritan

Kondisi ini terjadi bukan karena alergi, tetapi lebih kepada zat-zat kimia beracun yang terkena pada kulit. Awalnya kulit akan merah membengkak, disertai rasa gatal. Bila terus digaruk dan pecah akan mengeluarkan cairan dan kulit terkelupas. Bila peradangan terus terjadi, ini akan menyebabkan keretakan kulit. Salep steroid atau krim topikal biasanya diberikan oleh dokter untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat iritasi tersebut.

4. Virus herpes simpleks

Virus ini umumnya menginfeksi permukaan kulit yang lembap. Awalnya muncul rasa gatal, disertai kesemutan atau terbakar di areal lokal kulit yang menandakan munculnya penyakit. Setelah digaruk, akan muncul lentingan yang berisi cairan. Bila pecah, cairan tersebut akan terus menular ke bagian kulit lainnya yang terkena.

Meskipun penyakit ini bertahan seumur hidup, obat antiviral akan menurunkan jumlah lentingan dan keparahan gejala. Virus ini bisa berkembang dan menjadi herpes genital.

5. Cacar air dan herpes zoster

Kondisi ini memang dikenal dengan gejalanya yang menyebabkan munculnya bintik merah kecil yang berbentuk benjolan, terasa gatal, dan apabila pecah akan keluar cairan. Cacar akan mengering dan meninggalkan bekas luka.

Selain gejala tersebut, Anda mungkin merasakan demam dan sakit kepala. Benjolan tersebut akan muncul pada beberapa bagian tubuh Anda dan semakin banyak. Biasanya cacar lebih sering terjadi pada anak-anak.

Anda yang pernah mengalami cacar air tidak akan terkena penyakit ini di kemudian hari. Namun, virus bisa berkembang di sel-sel saraf Anda dalam beberapa tahun kemudian menjadi penyakit herpes zoster (cacar ular) saat sistem imun melemah. Keduanya disebabkan oleh virus yang sama, yaitu Varicella zoster. Kondisi ini bisa menyebabkan adanya benjolan kecil seperti cacar tapi disertai rasa perih di kulit.

Penyakit cacar sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin cacar. Agar cacar air tidak menular, sebaiknya mengurangi kontak fisik dengan pasien jika Anda belum pernah terkena penyakit ini.

Kapan harus periksa ke dokter?

Bila muncul rasa gatal dan berair, apalagi disertai demam dan ruam terus menyebar sehingga membuat Anda tidak nyaman, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan diagnosis dan pengobatan yang tepat untuk Anda. Kemudian, jangan sembarangan menggunakan obat-obatan lain, lebih baik gunakan obat yang memang diresepkan dari dokter untuk menghindari terjadinya komplikasi. Bila sudah sembuh, penting bagi Anda menjaga kebersihan tubuh dan terus menjaga tubuh tetap sehat dan bugar, supaya sistem kekebalan tubuh Anda mampu melawan virus atau bakteri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

Ada banyak penyebab kulit kepala gatal, tapi banyak juga bahan-bahan alami dan sederhana yang ampuh mengusir kulit kepala gatal.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 9 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Kulit kering ternyata bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Begini cara mengatasi gatal karena kulit kering, serta mencegah kulit jadi semakin kering.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dermatologi, Health Centers 1 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Penyakit cacar api bisa muncul pada anak dan bayi jika pernah terinfeksi cacar air. Ketahui gejala dan cara mengatasinya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Anak, Parenting 24 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala psoriasis

Berbagai Gejala Psoriasis, Baik Secara Umum Maupun Sesuai Jenisnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Penyebab dan pemicu penyakit psoriasis

Penyebab Psoriasis dan Faktor-Faktor Risiko yang Perlu Dihindari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 8 menit
psoriasis

Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 12 menit
penyebab penyakit kulit

Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit