Pemfigoid Bulosa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid)

Pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid) adalah penyakit kulit langka yang menyerang sistem imun. Penyakit ini diawali dengan ruam kemerahan dan urtikaria kemudian berubah menjadi lenting besar berisi cairan setelah beberapa minggu atau bulan.

Cairan di dalam lenting ini biasanya bening, namun bisa berubah menjadi sedikit keruh atau kemerahan berisi darah.

Lenting biasanya muncul di area area lipatan kulit seperti ketiak, paha atas, dan perut bagian bawah. Pada kasus yang parah, lepuh bisa juga menutupi sebagai besar kulit, termasuk bagian dalam mulut. 

Jenis penyakit kulit ini dapat berkembang menjadi kronis bila dibiarkan berkepanjangan atau tidak menjalani perawatan setelah pemulihan.

Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat jika Anda mengembangkan penyakit ini. 

Dikutip dari Mayo Clinic, bullous pemphigoid biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan, tetapi mungkin membutuhkan waktu hingga lima tahun untuk menyelesaikannya.

Perawatan biasanya membantu menyembuhkan lepuh dan mengurangi rasa gatal.

Seberapa umumkah pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid)?

Pemfigoid bulosa adalah penyakit yang paling umum terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun dan sangat berbahaya jika pasien memiliki kondisi kesehatan yang buruk.

Anda dapat membatasi peluang terkena penyakit dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. 

Tanda dan gejala pemfigoid bulosa

Beberapa pasien tidak menunjukkan gejala apa pun atau hanya memiliki kemerahan ringan dan iritasi tanpa lecet. Meski begitu, tanda dan gejala pemfigoid bulosa adalah:

  • kemerahan gatal, dan rasa terbakar di beberapa area kulit,
  • muncul lenting di area ketiak, tangan, perut, paha bagian dalam dan kaki,
  • gejala seperti bisul muncul di mulut pada beberapa pasien, bisul dapat pecah dan membentuk ulkus atau luka terbuka,
  • area kulit di sekitar lenting yang berwarna kemerahan atau lebih gelap dari warna kulit asli, serta
  • ruam kulit yang mirip dengan eksim (dermatitis atopik).

Kemungkinan terdapat tanda-tanda atau gejala bullous pemphigoid yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran tertentu mengenai gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter karena pemfigoid bulosa?

Segera periksa ke dokter bila Anda mulai mengalami gejala-gejala di atas. Hal ini penting dilakukan di awal kemunculan penyakit agar penyembuhannya lebih mudah.

Selain itu, Anda juga harus waspada dengan kondisi tubuh Anda. Bila ada gejala lain yang tidak disebutkan atau bila Anda khawatir akan gejala tertentu, diskusikanlah dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang terbaik.

Penyebab dan faktor risiko pemfigoid bulosa

Apa penyebab pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid)?

Sampai saat ini penyebab pemfigoid bulosa belum jelas. Namun kemungkinan ada kaitannya dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, efek yang ditimbulkan oleh penyakit lain, atau karena efek samping obat.

Ketika seseorang mengalami pemfigoid bulosa, sistem kekebalan tubuhnya akan menghasilkan antibodi yang melawan jaringan epidermis dan dermis kulit. Antibodi ini akan aktif dan menyebabkan inflamasi dan mengakibatkan kulit melepuh dan gatal.

Penyebab lain yang mungkin terjadi dari pemfigoid bulosa adalah sebagai berikut.

Apa yang dapat meningkatkan risiko terkena pemfigoid bulosa (bullous pemphigoid)?

Pemfigoid bulosa biasanya terjadi pada mereka yang berusia di atas 60 tahun, karena semakin tua usia seseorang maka risiko terkena penyakit akan semakin meningkat. 

Apabila Anda tidak memiliki faktor risiko di atas bukan berarti Anda tidak akan terserang penyakit.

Faktor-faktor risiko sebuah penyakit bersifat umum dan hanya digunakan sebagai referensi saja. Silakan Anda konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk informasi lebih jelas.

Diagnosis dan pengobatan

Tes apakah yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Tentunya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu dengan melihat kondisi atau gejala apa saja yang terlihat pada kulit.

Setelah itu, guna menegakkan diagnosisnya, dokter mengambil sampel dari kulit yang terdampak untuk diamati di laboratorium. Terkadang, dokter juga akan mengambil sampel darah.

Bila penyakit sudah pasti, Anda akan diberi obat-obatan yang harus digunakan sesuai dengan aturan yang diberikan.

Apa saja pilihan pengobatan untuk pemfigoid bulosa?

Obat yang biasanya diberikan untuk menangani kondisi ini adalah obat anti-peradangan seperti kortikosteroid.

Bila kasusnya ringan, pasien akan diberikan obat kortikosteroid. Obat ini berfungsi untuk mengatasi gatal-gatal dan pembengkakan pada kulit. Seringnya obat yang diberikan adalah obat prednisone berbentuk pil.

Sayangnya, obat pil ini tidak bisa digunakan dalam hangka panjang karena dapat menyebabkan efek samping berupa meningkatnya risiko terhadap lemah tulang, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan infeksi.

Pilihan lainnya, Anda bisa menggunakan obat kortikosteroid oles yang memiliki efek samping yang lebih sedikit.

Dokter juga mungkin akan memberikan obat yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa pilihan obatnya termasuk azathioprine dan mycophenolate mofetil.

Dikutip dari situs layanan kesehatan masyarakat Britania Raya, NHS, perawatan dapat membantu kulit Anda sembuh, menghentikan bercak atau lepuh baru muncul, dan mengurangi risiko kulit Anda terinfeksi. 

Kulit Anda akhirnya akan sembuh tanpa jaringan parut, tetapi mungkin terlihat lebih gelap dari sebelumnya atau berisiko akan menimbulkan bekas.

Pengobatan di rumah

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi pemfigoid bulosa.

  • Minumlah obat sesuai dengan yang tertera di dalam resep. Anda juga harus memberi tahu dokter mengenai seluruh obat-obatan yang Anda gunakan, termasuk obat yang diresepkan.
  • Makanlah makanan yang bergizi. Menjalani diet minuman ringan dapat membantu Anda mengurangi rasa sakit saat makan atau menelan. 
  • Rajin membersihkan tubuh terutama kulit untuk mencegah terjadinya infeksi. 
  • Lakukan pengecekan saat Anda dalam proses pemulihan. Perhatikan tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, cairan kotor, nyeri, bengkak atau bengkak di area sekitar kelenjar getah bening serta demam. 
  • Cucilah pakaian, handuk dan kain-kain secara teratur bila terkena cairan bulosa, atau bulosa pecah/mengalami infeksi.
  • Hubungi dokter segera jika Anda mengalami infeksi, pembengkakan pada kulit yang parah, atau muncul gejala baru lainnya.
  • Segera kunjungi klinik terdekat jika Anda mengalami demam, lesu, perasaan bingung atau lemas. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Sekilas ketiganya tampak sama dan sulit dibedakan. Agar tak keliru, berikut beda oral thrush, lidah peta, dan OHL yang penting diketahui. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Pilihan Obat dan Pengobatan Rumahan yang Ampuh Mengobati Cacar Api

Cacar api (herpes zoster) tak hanya menimbulkan gatal, tapi juga rasa nyeri, gejala cacar api ini bisa diatasi dengan minum obat dan cara mengobati lainnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi, Herpes 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Berbagai Tes Medis yang Digunakan Dalam Evaluasi Stroke

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
Obat herpes genital kelamin

Pilihan Obat Medis dan Pengobatan Rumahan untuk Herpes Genital

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
kutu bulu mata

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
herpes dosis acyclovir adalah

Acyclovir

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 13 menit