Penyebab Munculnya Jerawat di Pantat Sekaligus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Meski jarang terlihat, jerawat di pantat atau bokong tentu dapat menimbulkan rasa sakit, terutama ketika duduk. Namun, penyebab dan cara menghilangkan jerawat ini ternyata tidak sama dengan jenis jerawat lainnya.

Lantas, apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi penyakit kulit tidak menular ini?

Penyebab jerawat di pantat

membersihkan pantat

Selain di wajah, jerawat juga dapat muncul di badan, termasuk di pantat Anda. Tanpa disadari ternyata daerah ini cenderung berminyak dan sering menerima gesekan, sehingga rentan berjerawat. 

Umumnya, semua jenis jerawat terjadi akibat pori-pori yang tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri. Selain itu, ada beberapa faktor lainnya yang memicu pantat yang berjerawat, yaitu:

  • pakaian dalam yang ketat memicu perkembangan bakteri di kulit,
  • perubahan hormon, terutama pada masa pubertas dan menstruasi, serta
  • terlalu lama duduk dapat membuat pantat berkeringat.

Beberapa faktor di atas memang dapat dicegah. Namun, kemunculan jerawat di daerah kulit sensitif ini ternyata bisa disebabkan oleh masalah kulit lainnya, yaitu sebagai berikut.

Folikulitis

Folikulitis adalah sebuah kondisi ketika terjadi peradangan folikel rambut. Bila folikel rambut meradang, akan ada bintik merah yang muncul di kulit Anda. Salah satu jenis folikulitis adalah jerawat dan dapat terjadi di mana saja, termasuk pantat. 

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan folikulitis di pantat, yaitu:

  • infeksi bakteri dan jamur,
  • penyumbatan, serta
  • iritasi akibat pertumbuhan rambut setelah waxing atau bercukur.

Biasanya, folikulitis ditandai dengan benjolan kecil berwarna merah yang terasa gatal dan sakit. Meski terlihat mirip dengan jerawat, kondisi ini ternyata memerlukan penanganan khusus. Bila Anda bingung, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. 

Bisul

mengobati bisul di selangkangan
Sumber: Medical News Today

Anda mungkin kesulitan membedakan antara bisul dan jerawat. Pasalnya, kedua masalah kulit ini sama-sama terlihat merah dan benjolannya terasa menyakitkan. Walaupun demikian, bisul dan jerawat disebabkan oleh hal yang berbeda. 

Bisul biasanya terjadi ketika folikulitis menyebabkan infeksi kulit lebih dalam. Alhasil, benjolan berisi nanah di bawah kulit yang mirip dengan jerawat kistik pun muncul.

Adanya nanah pada bisul ini memungkinkan terjadinya infeksi dari bakteri strep, pseudomonas, atau jamur. 

Keratosis pilaris

Bila jerawat pada pantat terlihat seperti bintil kasar berwarna merah, ada kemungkinan ini adalah tanda dari keratosis pilaris

Keratosis pilaris adalah kondisi kulit kering yang disebabkan oleh penumpukan keratin di pori-pori. Sementara itu, keratin adalah protein yang menciptakan lapisan pelindung di permukaan kulit. 

Iritasi folikel akibat gesekan

Jerawat tidak selalu disebabkan oleh infeksi bakteri, melainkan juga iritasi kulit akibat gesekan pakaian pada folikel. Begini, ketika Anda memakai pakaian yang ketat, kulit pun menjadi sulit ‘bernapas’. Akibatnya, Anda lebih mudah berkeringat dan memicu jerawat di bokong. 

Kondisi ini biasanya lebih sering terjadi ketika Anda memakai pakaian ketat, celana berbahan denim, atau spandek. 

Cara menghilangkan jerawat di pantat

Mengenali apa saja penyebab jerawat di pantat setidaknya memudahkan Anda untuk menentukan cara mengobati masalah jerawat tersebut. Meski begitu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati jerawat di bokong Anda sebagai berikut.

Penggunaan obat jerawat

Obat jerawat adalah salah satu cara efektif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah jerawat di pantat. Walaupun demikian, tidak semua obat jerawat yang ampuh untuk mengatasi jerawat di wajah dapat digunakan pula di pantat. 

Ada beberapa kandungan obat yang mungkin dapat membantu Anda menghilangkan jerawat di bokong yang membandel, yaitu:

Asam salisilat

asam salisilat

Salah cara yang sering dipakai untuk menghilangkan jerawat di pantat adalah menggunakan krim obat berisi asam salisilat

Umumnya, krim yang mengandung asam salisilat membantu mengangkat sel kulit mati. Obat jerawat ini juga membantu melembapkan dan melembutkan kulit kering. 

Penggunaan obat ini cukup mudah. Anda hanya perlu mengoleskan krim atau pads pada area yang berjerawat. Namun, perlu diperhatikan agar krim tidak terkena daerah genital. 

Perlu diingat bahwa Anda harus selalu memeriksa komposisi bahan pada krim tersebut. Pasalnya, keampuhan mengatasi jerawat di pantat membutuhkan setidaknya 2% kandungan asam salisilat. 

Benzoil peroksida

Selain asam salisilat, Anda juga dapat menggunakan benzoil peroksida sebagai cara menghilangkan jerawat di pantat. Benzoil peroksida biasa dipakai untuk mengurangi peradangan dengan membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. 

Tidak hanya jerawat biasa, obat ini juga dapat digunakan untuk jerawat yang disebabkan folikulitis. Benzoil peroksida tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari krim, sabun, gel, hingga cairan pembersih. Meski begitu, obat ini mengandung alkohol yang membuat kulit lebih mudah kering dan mengelupas. 

Cobalah untuk menggunakan obat yang mengandung benzoil peroksida yang rendah, yaitu 4%, sebagai pengobatan awal. Bila Anda memiliki kulit sensitif, sebaiknya hindari obat ini karena dapat menyebabkan iritasi. 

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Pemakaian pelembap

Jika jenis jerawat di pantat Anda berisi nanah, usahakan agar kelembapan kulit tetap terjaga agar kantung nanah cepat hilang. Namun, Anda tentu tidak dapat memilih sembarang jenis pelembap karena salah-salah justru dapat memperparah jerawat. 

Sebaiknya, pilih pelembap yang tidak mengandung minyak. Alih-alih minyak, Anda dapat mencoba pelembap dengan kandungan asam laktat untuk mencegah peradangan pada folikel rambut. 

Mencoba bahan-bahan alami

Jika Anda merasa khawatir terhadap efek samping dari obat-obatan yang dijual bebas, ada beberapa bahan untuk mengobati jerawat secara alami. Sebelum menggunakan bahan-bahan di bawah ini, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter. 

  • Tea tree oil karena mengandung antimikroba yang melawan bakteri penyebab folikulitis.
  • Kunyit yang disebut memiliki sifat antimikroba dan anti peradangan.
  • Cuka apel karena kandungan asam asetat di dalamnya bersifat antibakteri alami.

Beberapa bahan-bahan alami di atas sebenarnya telah dibuktikan lewat sejumlah penelitian. Namun, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk melihat keampuhan bahan-bahan tersebut, terutama cuka apel. 

Tips mencegah jerawat di pantat

Sebenarnya, mencegah jerawat di bokong hampir mirip dengan cara mencegah jerawat di daerah lainnya. Pertama-tama, Anda perlu lebih memperhatikan kebersihan kulit, terutama di area kulit sensitif. 

Kemudian, jangan lupa untuk menjaga area tersebut agar tetap kering. Selain itu, ada beberapa kebiasaan yang perlu diterapkan secara rutin agar jerawat di bokong tidak terjadi. 

  • Bersihkan area pantat dan sekitarnya dengan benar saat mandi.
  • Gunakan pakaian dalam yang bersih dan kering.
  • Hindari memakai pakaian dalam yang ketat.
  • Kurangi stres dan konsumsi makanan olahan dengan gula yang tinggi.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jenis dan Fungsi Serum untuk Kulit Anda

Sebetulnya, apa fungsi serum? Bagaimana cara pemakaiannya? Dan jenis kulit wajah seperti apa yang perlu menggunakan serum?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Eksfoliasi, Apakah Aman dan Cocok untuk Semua Tipe Kulit?

Salah satu tren baru dalam dunia kecantikan adalah eksfoliasi. Simak apakah tipe kulit Anda bisa cocok dengan prosedur skincare yang satu ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Apa Bedanya AHA, BHA, dan PHA Sebagai Bahan Aktif dalam Produk Skincare?

Perhatikan koleksi produk skincare yang Anda miliki saat ini. Mungkin ada yang mengandung AHA, BHA, dan PHA. Apa fungsinya masing-masing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Gladys Mangkuliguna
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Bahayakah Jika Terdapat Jerawat di Daerah Kewanitaan Vagina?

Jerawat di wajah, punggung, dan dada adalah hal yang umum. Tapi jerawat juga bisa muncul di vagina. Apa sebabnya muncul jerawat di vagina?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Jerawat, Kesehatan Kulit 4 November 2020 . Waktu baca 6 menit



Direkomendasikan untuk Anda

masker mengecilkan pori-pori

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
es batu untuk wajah

4 Cara Memanfaatkan Es Batu Untuk Wajah Lebih Cerah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
hidradenitis suppurativa

Hidradenitis Suppurativa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
manfaat masker lidah buaya

Segudang Manfaat Masker Lidah Buaya dan Tips Membuatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit