Penyakit Tuberkulosis Bisa Kambuh Kembali, Ini Cara Mencegahnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit tuberkulosis (TBC) tidak hanya sulit diobati, tapi juga berisiko muncul kembali sewaktu-waktu. Pasien TBC yang telah pulih bahkan tidak sepenuhnya terbebas dari risiko kambuh jika tidak berupaya mencegah penyakit ini. Padahal, begitu seseorang terinfeksi kembali, pengobatan akan menjadi lebih sulit dari sebelumnya.

Bagaimana proses kambuhnya TBC?

Pada sel-sel normal, pembelahan sel akan menghasilkan dua buah sel dengan sifat yang sama. Dua sel membelah menjadi empat sel yang sama, empat membelah menjadi delapan, dan seterusnya. Namun, tidak dengan Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TBC.

Studi terbaru menunjukkan bahwa M. tuberculosis membelah secara asimetris. Artinya, populasi bakteri baru yang dihasilkan tumbuh dalam kecepatan yang berbeda, memiliki ukuran yang berbeda, dan memiliki ketahanan yang berbeda pula terhadap antibiotik.

Perkembangan bakteri penyebab batuk TBC

Pengobatan TBC memang dapat membunuh sebagian besar bakteri tersebut, tapi ada kemungkinan bagi beberapa bakteri untuk bertahan.

Tanpa upaya untuk mencegah infeksi, bakteri yang bertahan bisa menjadi kebal dan menyebabkan TBC kambuh.

Buruknya lagi, bakteri TBC juga bisa kebal akibat pengobatan yang tidak memadai atau kurangnya kedisiplinan pasien untuk meminum seluruh obat sesuai anjuran. Saat daya tahan tubuh Anda menurun, bakteri dapat menjadi aktif dan kembali memicu gejala.

Akan tetapi, tidak semua kasus kambuhnya TBC disebabkan karena bakteri yang kebal. Penelitian yang dilakukan di Cape Town, Afrika Selatan, menemukan kasus pasien kambuh akibat terinfeksi bakteri M. tuberculosis dari strain yang berbeda.

Strain yang berbeda berarti susunan gen di dalam bakteri juga berbeda. Pada studi tersebut, antibiotik yang digunakan tidak dapat membunuh gen dari strain bakteri yang lain. Akibatnya, pasien yang sudah pulih justru mengalami infeksi kembali.

Cara mencegah TBC kambuh

Menggunakan kotak obat sebagai aturan minum obat TBC

Penyakit TBC tidak selalu bisa dicegah, baik yang muncul pertama kali maupun yang kambuh kembali. Meski demikian, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya.

Langkah terpenting yang harus dilakukan pasien adalah menjalani pengobatan dengan lengkap. Pengobatan TBC bisa berlangsung selama 6-12 bulan, atau bahkan lebih jika bakteri yang menginfeksi telah kebal terhadap beragam antibiotik.

Pasien harus taat dan disiplin meminum beragam jenis obat yang diberikan. Obat-obatan tersebut harus diminum setiap hari pada jam yang sama tanpa putus.

Jika tidak, bakteri TBC bisa bermutasi dan menjadi kebal. Kalau sudah begitu, pengobatan TBC harus diulang.

Selain menuntaskan pengobatan, upaya lain yang dapat Anda lakukan untuk mencegah TBC kambuh antara lain:

  • Menyediakan ventilasi udara yang memadai di dalam rumah. Pasalnya, bakteri TBC lebih mudah menyebar di dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang tertutup.
  • Membatasi kontak dengan pasien TBC. Bila harus berinteraksi, usahakan untuk membatasi waktunya.
  • Menggunakan masker ketika berada di sekitar orang banyak.
  • Tidak mengunjungi pasien TBC selama Anda menjalani pengobatan maupun ketika pengobatan baru selesai.
  • Rutin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.

Mengobati TBC yang kambuh jauh lebih sulit dibandingkan mengatasi TBC yang muncul pertama kali. Hal ini disebabkan karena bakteri penyebab TBC sangat mudah menjadi kebal terhadap beragam antibiotik yang diberikan.

Oleh sebab itu, pasien TBC harus menjalani pengobatan dengan baik untuk mencegah penyakit kambuh kembali. Pasien juga perlu melakukan berbagai upaya yang dapat menurunkan risikonya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 4, 2020 | Terakhir Diedit: Desember 9, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca