5 Perubahan di Rumah untuk Mencegah Serangan Asma

Oleh

Asma adalah kondisi di mana terdapat gangguan pada aliran udara pada paru-paru. Hal ini membuat bernapas sulit dan menyebabkan batuk, napas berbunyi, hingga sesak napas.

Walau pada beberapa orang asma adalah gangguan minor, asma juga dapat menjadi masalah utama bagi banyak orang. Karena tidak ada pengobatan untuk asma, tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan penyakit dengan mengidentifikasi dan membatasi paparan pemicu, yang dapat menimbulkan gejala yang berlangsung dari beberapa menit hingga mingguan. Beberapa pemicu umumnya meliputi polusi udara, alergi, udara dingin, masalah pernapasan, heartburn, gastroesophageal reflux disease (GERD), asap, dan bau yang tajam.

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau mengurangi serangan asma dan gejala. Pastikan orang di sekitar mengetahui kondisi Anda, agar mereka dapat membantu Anda jika terjadi serangan asma mendadak. Bawa selalu obat asma yang bekerja cepat.

Berikut adalah beberapa solusi untuk mengurangi serangan asma di rumah Anda.

1. Hindari kelembapan

Untuk mengurangi serangan asma, Anda harus memperhatikan kualitas udara. Cuaca yang terlalu panas dan lembap serta kualitas udara yang buruk dapat memicu gejala asma bagi beberapa orang. Hindari juga area yang berpolusi yang dapat memperburuk kondisi Anda.

  • Gunakan AC untuk menurunkan kelembapan dalam ruangan dan mengurangi serbuk sari dari pohon dan rumput yang dapat masuk ke dalam ruangan.
  • Tutup selalu jendela saat angin sedang berembus kencang.
  • Jika Anda tinggal di area beriklim lembap, konsultasikan dengan dokter untuk menggunakan dehumidifier.
  • Hindari tinggal di jalan raya yang sibuk di mana risiko polusi udara tinggi.
  • Jika memungkinkan, pindah ke lokasi di mana Anda dapat menikmati udara segar.
  • Hindari perubahan suhu dalam waktu yang singkat.

2. Batasi paparan debu

Debu adalah salah satu pemicu asma utama, karena kandungan partikel kecil seperti serbuk saru, jamur, serat pakaian, dan deterjen. Pemicu lainnya adalah tungau debu, yaitu serangga kecil yang terdapat pada seprai, selimut, bantal, matras, furniture, karpet dan mainan. Jaga rumah Anda bebas dari debu dan tungau debu.

  • Bersihkan dan ganti filter AC secara rutin.
  • Keluarkan karpet dan tirai dari kamar tidur.
  • Cuci semua seprai dan mainan secara rutin dengan air panas.
  • Gunakan penutup untuk mencegah alergen dari bantal dan matras.
  • Vakum rumah Anda 2 kali seminggu.
  • Bersihkan permukaan dari debu dengan kain basah.
  • Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan dan menyedot debu untuk membatasi kontak dengan debu dan zat kimia.
  • Hindari penggunaan tirai yang mengumpulkan debu dan berat untuk jendela Anda. Anda dapat menggunakan shade dan tirai yang mudah dicuci.
  • Rapikan selalu barang-barang.
  • Simpan pakaian yang sudah dicuci dalam lemari.
  • Jaga kamar tidur agar terventilasi dengan baik.

3. Hindari jamur

Jamur dan lumut adalah alergen yang dapat memicu gejala asma. Jamur tumbuh pada area yang lembap seperti tirai kamar mandi, peralatan mandi, bak mandi, wastafel dan ubin. Perhatikan tempat yang lembap di dapur, kamar mandi, basement, dan sekitar pekarangan. Hindari dan bersihkan jamur segera setelah muncul.

  • Gunakan dehumidifier atau exhaust saat mandi.
  • Bersihkan area yang lembap di kamar mandi, dapur dan sekitar rumah untuk mencegah pertumbuhan jamur.
  • Pada tanda-tanda awal jamur, bersihkan dengan sabun dan air hangat.
  • Jika tidak dapat dicuci, buang benda-benda yang berjamur.
  • Buang daun-daun berjamur dan kayu bakar lembap dari pekarangan.
  • Perbaiki saluran atau sumber air yang bocor secepat mungkin.
  • Keluarkan tanaman dari rumah. Tanam di taman atau pekarangan. Untuk mencegah jamur, pastikan untuk tidak menyiram tanaman terlalu banyak dan jaga di tempat yang terkena sinar matahari.

4. Hindari hewan peliharaan

Hewan peliharaan dapat memicu rangkaian asma pada orang yang alergi terhadapnya. Partikel rambut, bulu dan air liur adalah pemicu asma yang cukup umum.

Jika Anda tidak dapat berpisah dari hewan kesayangan Anda, pastikan Anda melakukan hal-hal berikut.

  • Larang hewan peliharaan masuk kamar.
  • Larang hewan menaiki furniture rumah Anda.
  • Mandikan atau bersihkan hewan peliharaan secara rutin.
  • Tidak membiarkan anak dengan asma bermain dengan anjing, kucing atau binatang lainnya.

5. Basmi kecoa

Kecoa juga dapat menjadi pemicu alergi dan asma. Kecoa menghasilkan zat yang menyebabkan reaksi alergi pada orang-orang yang memiliki asma, serta batuk dan mengi pada bayi dan anak-anak. Penting untuk membasmi kecoa dari rumah Anda.

  • Jangan biarkan makanan, air dan sampah terbuka.
  • Jangan meninggalkan makanan hewan di luar semalaman.
  • Bersihkan piring dan peralatan makan setelah menggunakannya.
  • Jangan tinggalkan sisa makanan dan minuman pada meja. Bersihkan dengan air sabun.
  • Gunakan jebakan atau gel kecoa untuk membasmi kecoa.
  • Setiap 2 – 3 hari, vakum, sapu dan pel area di mana Anda melihat kecoa.
  • Periksa pekarangan dan garasi untuk mencari sarang serangga.
  • Tutup segala celah yang dapat dilalui kecoa, seperti wastafel, pipa bocor dan lainnya.
  • Kurangi kelembapan di rumah Anda karena dapat meningkatkan pertumbuhan kecoa dan hama lainnya.
  • Jika diperlukan, hubungi ahli pembasmi hama untuk mengusir kecoa.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca