Beragam Pilihan Obat Asma, dari Resep Dokter Hingga Bahan Alami

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Asma tidak bisa disembuhkan. Namun, pengobatan asma tetap perlu Anda rutin jalani untuk membantu mengendalikan gejala asma agar tidak gampang kambuh. Ada banyak pilihan pengobatan untuk asma, mulai dari obat yang diresepkan dokter sampai pakai racikan bahan alami.

Pilihan pengobatan asma dari dokter

Pengobatan asma di dokter umumnya dibagi menjadi dua kategori, yaitu pengobatan jangka panjang dan jangka pendek.

1. Pengobatan asma jangka panjang

penyebab asma

Kebanyakan pengidap asma dianjurkan untuk mengikuti terapi jangka panjang untuk mengendalikan keparahan gejala asma dan mencegahnya kambuh berkelanjutan.

Beberapa jenis obat kontrol asma jangka panjang termasuk:

Kortikosteroid hirup

Kortikosteroid adalah obat untuk menghambat atau mengurangi peradangan di saluran napas yang dapat memicu asma. Dengan obat ini, frekuensi kekambuhan asma dapat dikurangi dan Anda dapat bernapas lebih lega setiap hari.

Kortikosteroid hirup lebih direkomendasikan sebagai pengobatan asma jangka panjang karena lebih minim risko efek samping ketimbang obat minum (kortikosterois oral).

Obat-obatan kortikosteroid yang biasa digunakan dalam pengobatan asma jangka panjang termasuk fluticasone, budesonide, flunisolide, ciclesonide, beclomethasone, mometasone, dan fluticasone furoate.

Anda mungkin perlu terus menggunakan obat asma ini dalam beberapa hari hingga beberapa minggu untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

Leukotriene modifiers

Leukotriene modifiers adalah jenis pengobatan asma oral yang bekerja melawan leukotrienes. Leukotrienes adalah zat yang dilepaskan oleh sel darah putih dalam paru-paru yang menyebabkan aliran udara terhambat.

Obat minum ini ditujukan untuk asma karena efek samping obat-obatan tertentu, aktivitas fisik berat, atau asma persisten berat.

Obat-obatan yang termasuk golongan leukotriene modifiers adalah montelukast (Singulair), zafirlukast (Accolate) dan zileuton (Zyflo). Semua jenis obat ini membantu meredakan gejala asma hingga 24 jam.

Dalam beberapa kasus tertentu, obat-obatan jenis ini dapat berisiko memunculkan risiko efek samping psikologis seperti halusinasi, gejala depresi, dan kecemasan berlebihan. Segera konsultasi ke dokter jika Anda merasakan reaksi yang tidak biasa.

Long-acting beta agonists

Pengobatan asma yang termasuk ke dalam kategori long-acting beta agonist adalah bronkodilator. Bronkodilator adalah terapi menggunakan obat-obatan untuk meningkatkan kapasitas paru dalam menyerap oksigen. Dengan begitu Anda bisa bernapas lebih lancar dan lega.

Obat-obatan yang biasa digunakan dalam terapi bronkodilator termasuk salmeterol (Serevent) dan formoterol (Foradil, Perforomist). Bronkodilator harus dikombinasikan dengan kortikosteroid hirup, dan baru diberikan jika gejala tidak membaik setelah pemberian kortikosteroid hirup.

Pengobatan ini umumya digunakan untuk mengendalikan gejala asma yang dipicu oleh olahraga atau aktivitas fisik berat.

Theophylline

Theophylline membantu merilekskan otot-otot yang meradang di sekitar saluran udara (bronkus) agar Anda bisa bernapas lebih lega.

Bagi beberapa orang, obat asma ini mungkin menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, muntah dan muntah, serta gangguan perut. Namun efek samping ini dapat dicegah dengan penyesuaian dosis.

2. Pengobatan asma jangka pendek

jenis obat asma

Di samping pengobatan jangka panjang, pengidap asma juga membutuhkan terapi jangka pendek. Terapi jangka pendek bertujuan untuk segera meredakan gejala asma akut saat serangannya kambuh.

Berikut jenis obat-obatan asma jangka pendek yang paling sering diresepkan dokter:

Inhaler short-acting beta2-agonis

Obat inhaler ini termasuk jenis bronkodilator yang bekerja cepat menghentikan gejala asma ketika serangan kambuh.

Albuterol, pirbuterol, dan levalbuterol atau bitolterol adalah pilihan pertama untuk pengobatan asma jangka pendek. Beta agonis short-acting dapat dipakai menggunakan inhaler genggam (portabel) atau nebulizer.

Ipratopium

Ipratropium lebih banyak digunakan untuk mengobati emfisema dan bronkitis kronis. Namun, obat ini juga dapat digunakan sebagai terapi bronkodilator kerja cepat.

Fungsinya untuk segera mengendurkan otot-otot saluran napas yang menegang ketika serangan asma kambuh. Jadi, Anda dapat menggunakan obat ini ketika gejala asma baru mulai muncul.

Kortikosteroid oral dan intravena

Apabila dokter menilai gejala asma Anda tidak dapat dikendalikan dengan obat hirup, ia mungkin akan meresepkan obat steroid minum seperti prednisone dan methylprednisolone.

Obat steroid oral hanya boleh digunakan dalam jangka pendek, dan hanya untuk mengobati jenis serangan asma yang parah. Biasanya dokter akan meresepkan obat steroid oral hanya untuk 1-2 minggu.

Hal ini karena obat steroid oral dapat menyebabkan efek samping serius jika digunakan dalam jangka panjang. Risiko efek sampingnya dapat termasuk kenaikan berat badan, hipertensi, otot-otot melemah, mudah memar, dan lain sebagainya.

Jika Anda merasa perlu minum obat jangka pendek lebih dari 2 hari seminggu, segera bicarakan dengan dokter. Dokter dapat mengubah rencana aksi asma yang disesuaikan dengan kondisi Anda saat ini.

3. Immunoterapi

terapi alergi

Imunoterapi berfungsi meningkatkan atau menekan sistem imun untuk mengurangi sensitivitas tubuh terhadap alergen.

Untuk beberapa bulan pertama, injeksi akan diberikan biasanya sekali dalam seminggu. Terkadang, dapat juga hanya diberikan sekali dalam sebulan. Hal ini dapat berlangsung selama beberapa tahun hingga sistem imun menjadi lebih kebal terhadap alergen.

Jika Anda tidak bisa menghindari pemicu asma, konsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan ikut immunotherapy sebagai cara mengontrol gejala asma Anda.

4. Pengobatan pencegahan

obat asma alergi

Selain untuk mengendalikan gejala, ada beberapa pilihan pengobatan asma yang ditujukan khusus mencegah serangan asma. Terutama ketika gejala awalnya mulai muncul.

Pengobatan pencegahan asma yang paling umum adalah inhaler, obat oral, dan suntikan. Sebaiknya konsultasi lebih lanjut ke dokter terkait obat-obatan pencegah yang sesuai dengan kebutuhan Anda. 

Pilihan alat bantu pernapasan untuk mengendalikan asma

Penggunaan obat asma dengan cara dihirup dinilai lebih efektif karena dapat mengirimkan obat langsung ke saluran pernapasan Anda.

Namun, obat-obatan asma jenis hirup baik yang jangka pendek maupun jangka panjang membutuhkan bantuan alat khusus untuk mengubah obat cair menjadi uap. Dengan begitu, obat langsung bisa masuk ke dalam paru-paru.

Alat bantu pernapasan yang paling umum digunakan pengidap asma adalah inhaler dan nebulizer. Inhaler dan nebulizer sama-sama bertindak mengendalikan gejala serta meredakan serangan asma yang kambuh.

Berikut adalah langkah-langkah cara pakai inhaler dan nebulizer asma.

1. Inhaler

asma

Inhaler asma ada banyak jenis yang memiliki takaran kekuatan dosis serta fungsi yang berbeda. Namun pada dasarnya, cara menggunakan inhaler dengan benar dan lebih efektif adalah sebagai berikut:

  • Duduk atau berdiri tegak saat menggunakan inhaler.
  • Kocok inhaler dengan baik sebelum menghirupnya.
  • Langsung tarik napas perlahan begitu Anda menekan inhaler.
  • Tahan napas selama minimal 10 detik setelah menghirupnya.
  • Bila Anda perlu menggunakan lebih dari satu hirupan per dosis, tunggu beberapa menit dulu di antara setiap isapan. Jika Anda menggunakan obat bronkodilator kerja cepat, berikan jeda 3-5 menit. Untuk jenis lainnya, berikan jeda 1 menit.
  • Tarik dan buang napas perlahan di antara setiap isapan.

Mouthpiece inhaler (corong tempat Anda menempatkan mulut) perlu dibersihkan setiap kali habis pakai. Keringkan secara alami. Jangan gunakan kain untuk mengelapnya hingga kering.

Selama Anda menggunakan alat ini sesuai dengan yang diinstruksikan dokter, inhaler sangat efektif untuk mengendalikan asma dan minim efek samping.

2. Nebulizer

nebulizer alat hirup uap untuk obat masalah pernapasan

Jika inhaler adalah alat bantu napas yang berbentuk semprotan kecil, nebulizer berbentuk mesin yang dihidupkan dengan tenaga baterai atau listrik.

Nebulizer biasanya dilengkapi dengan selang yang memiliki masker di ujungnya untuk Anda pakai saat menghirup obat.

Nebulizer lebih umum digunakan sebagai terapi pengobatan asma kronis atau kasus asma yang serius, baik pada anak-anak dan orang tua usia lanjut. Sebab, uap yang dihasilkan nebulizer amat sangat kecil sehingga obat akan bisa lebih cepat meresap ke bagian paru yang ditargetkan.

Nebulizer ada banyak jenisnya, tapi umumnya cara pakai nebulizer adalah sebagai berikut:

  1. Cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir untuk mencegah kuman ikut masuk ke paru-paru lewat tangan yang menyentuh nebulizer.
  2. Siapkan obat yang akan digunakan. Jika obat sudah dicampur, tuang langsung ke dalam wadah obat nebulizer. Jika belum, masukkan satu per satu dengan menggunakan pipet atau alat suntik.
  3. Tambahkan cairan saline jika diperlukan dan diresepkan dokter.
  4. Hubungkan wadah obat ke mesin dan juga masker ke bagian atas wadah.
  5. Pasang masker di wajah hingga menutupi hidung dan mulut. Pastikan pinggiran masker tersegel baik dengan wajah, agar tidak ada uap obat yang lolos keluar dari sisi-sisi masker.
  6. Hidupkan mesin kemudian tarik napas dengan hidung dan keluarkan perlahan melalui mulut.
  7. Anda bisa mengakhirinya saat tidak ada lagi uap yang keluar. Ini tandanya obat sudah habis.

Cara memakai nebulizer rata-rata memakan waktu kurang lebih 15-20 menit.

Pilihan obat asma alami

Selain pengobatan asma dari dokter, berbagai bahan alami yang ada di dapur juga bisa jadi solusi untuk meredakan gejala asma.

Berikut adalah pilihan pengobatan asma rumahan yang mungkin berguna untuk Anda:

1. Jahe

6 manfaat jahe bagi kesehatan

Penelitian terbaru menemukan bahwa jahe dapat membantu meredakan peradangan dan melemaskan otot saluran pernapasan yang menegang. Studi lainnya melaporkan bahwa efek relaksasi otot dari jahe hampir sama efektifnya dengan beberapa jenis obat asma dari dokter.

Jahe dapat digunakan untuk meredakan asma dengan berbagai cara, seperti:

  • Haluskan jahe sampai menjadi jus. Campurkan jus jahe, jus delima, dan madu dalam jumlah yang sama. Minum 1 sendok makan campuran ini untuk 2 hingga 3 kali dalam sehari.
  • Campur 1 sendok teh jus jahe dengan satu setengah cangkir air. Minum 1 sendok makan campuran ini setiap malam.
  • Potong jahe kecil-kecil seukuran 3 cm dan rebus 5 menit dalam panci air mendidih. Tunggu hingga dingin dan minum.
  • Kunyah potongan jahe mentah yang dicocol garam.

2. Bawang putih

alergi bawang putih

Bawang putih memiliki sifat antiradang yang dipercaya berguna mengurangi peradangan pada saluran napas akibat asma.

Namun, penggunaan bawang putih sebagai obat alternatif untuk asma masih terus dipelajari lebih lanjut. Sejauh ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan bawang putih manjur untuk pengobatan asma jangka panjang.

Jika Anda ingin mencobanya, Anda cukup didihkan 2-3 siung bawang putih dengan 1 ½ cangkir susu. Biarkan hingga dingin, lalu minum.

3. Kafein

efek kafein pada kesuburan pria

Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa kafein dapat membantu mengontrol serangan asma karena dapat bertindak sebagai bronkodilator. Kafein dapat ditemukan pada kopi, teh, ataupun coklat.

Meski punya potensi sebagai obat asma alami, penting untuk diketahui bahwa jangan menggunakan kafein sebagai perawatan asma rutin.

4. Madu

manfaat madu

Sebuah penelitian terbitan jurnal Canadian Family Physician melaporkan minum 2 sendok teh madu sebelum tidur dapat membantu meredakan batuk di malam hari pada anak-anak yang mengidap asma.

Manisnya madu memicu kelenjar ludah untuk menghasilkan lebih banyak air liur. Hal ini membantu melumasi saluran napas yang kering sekaligus mengencerkan lendir paru penyebab sesak napas. Madu juga dapat mengurangi peradangan pada saluran udara bronkus yang menjadi pemicu asma kambuh.

Sebagai obat asma alami, Anda dapat menggunakan madu dalam berbagai cara berikut:

  • Encerkan 1 sendok teh madu ke dalam segelas air hangat suam kuku. Minum sekitar 3 kali sehari.
  • Sebelum tidur, minum campuran 1 sendok teh madu dan 1 sendok teh bubuk kayu manis. Ramuan ini dapat membantu Anda mengencerkan dahak di tenggorokan dan membuat tidur menjadi lebih nyenyak.
  • Campurkan air perasan lemon ke dalam segelas air hangat dan tambahkan 1 sendok teh madu. Lemon memiliki antioksidan yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu mengencerkan lendir.

Pengobatan asma alternatif tidak selalu aman buat semua orang

Sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk mencoba ramuan alami apa pun sebagai pengobatan asma alternatif.

Penting untuk diingat bahwa “alami” tidak selalu berarti lebih aman. Belum ada cukup data ilmiah yang mampu membuktikan bahwa ramuan herbal benar-benar manjur untuk mengatasi gejala asma.

Mungkin ada risiko efek samping jangka yang belum diketahui sepenuhnya. Jadi, tetaplah bijak dalam mempertimbangkan pengobatan asma yang akan Anda pilih.

Cara mengendalikan asma tanpa obat-obatan

Selain pakai obat medis atau bahan alami, perubahan gaya hidup juga bisa dilakukan untuk mengendalikan gejala asma. Beberapa di antaranya seperti:

1. Menghindari pemicu asma dan alergi

Ada banyak hal yang bisa memicu asma. Maka, penting untuk mengetahui hal spesifik apa yang bisa memicu asma sehingga Anda bisa menghindarinya.

Berbagai pemicu asma mungkin termasuk:

  • Olahraga atau aktivitas fisik yang terlalu berat.
  • Zat alergen yang terhirup, seperti tungau debu; parfum dan wewangian menyengat; polusi udara dari asap knalpot kendaraan/asap kimia limbah pabrik/asap rokok; bulu binatang; serbuk sari bunga; serbuk kayu pohon; dan lain-lain.
  • Cuaca dingin dan kering berangin, cuaca panas yang didukung dengan kualitas udara buruk (penuh polusi), dan perubahan suhu drastis.
  • Infeksi saluran pernapasan atas (seperti pilek, flu, atau pneumonia).
  • Alergi makanan.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti antinyeri NSAID (aspirin dan ibuprofen) dan beta-blocker untuk penyakit jantung.
  • Memiliki riwayat penyakit refluks asam lambung (GERD).
  • Makanan atau minuman yang mengandung pengawet (seperti MSG).
  • Stres dan kecemasan berlebihan.
  • Bernyanyi, tertawa, atau menangis yang terlalu berlebihan

2. Menggunakan filter udara

Filter udara berfungsi menyaring partikel-partikel yang terkandung di dalam aliran udara. Termasuk pemicu serangan asma seperti jamur, serbuk sari, tungau, dan alergen lainnya.

Sistem terbaik akan menggunakan filter high-efficiency particulate air (HEPA). Menurut yayasan asma dan alergi di Amerika, AAFA, penggunaan filter ini 99,9% efektif membersihkan udara dari polutan. Meski begitu, para ahli menyarankan agar penderita asma tidak boleh bergantung pada filter udara saja untuk mengontrol gejala mereka. 

3. Rutin periksa fungsi paru-paru

Sangatlah penting untuk memonitor seberapa baik pengobatan asma Anda bekerja dengan memeriksa fungsi paru-paru secara teratur.

Anda dapat menggunakan peak flow meter untuk mengukur jumlah air yang mengalir dari paru-paru. Pemeriksaan secara pribadi ini dapat mengungkap menyempitnya saluran pernapasan sebelum gejala asma muncul.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 24, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 26, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca