Perlukah Dirawat di Rumah Sakit Saat Menjalani Pengobatan Pneumonia?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, ataupun parasit. Pneumonia biasanya bisa sembuh dengan minum obat di rumah. Namun, dalam keadaan tertentu, radang paru-paru juga bisa membutuhkan perawatan di rumah sakit. Berikut adalah ulasan lengkap tentang pilihan pengobatan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi pneumonia. 

Apa saja obat yang biasanya digunakan untuk pneumonia?

Dikutip dari Cleveland Clinic, berikut adalah pilihan pengobatan beserta obat yang biasanya diresepkan untuk mengatasi pneumonia sesuai jenis radang paru-paru dan penyebabnya:

Pneumonia bakteri

Sepertinya penyakit akibat infeksi bakteri lainnya, pneumonia karena bakteri juga diobati dengan antibiotik.

Terdapat beberapa faktor dalam memberikan obat antibiotik untuk menyembuhkan pneumonia, seperti penyakit lain yang mungkin Anda miliki, jenis obat yang Anda gunakan saat ini, penggunaan antibiotik yang baru Anda gunakan, hasil pemeriksaan resistensi antibiotik, dan usia. 

Obat golongan antibiotik yang paling sering diresepkan dokter untuk mengobati pneumonia adalah:

Pemberian antibiotik juga dapat dikombinasikan dengan antibiotik golongan makrolide, seperti:

Obat-obatan untuk menghilangkan rasa sakit dan menurunkan demam juga dapat membantu meredakan gejala yang muncul saat pneumonia. Tanyakan kepada dokter apakah Anda harus minum obat batuk karena obat-obatan tersebut dapat membantu membersihkan lendir dari paru-paru Anda. 

Pneumonia virus

Antibiotik tidak diciptakan untuk melawan virus. Jadi, Anda tidak akan menjalani pengobatan dengan antibiotik untuk menyembuhkan pneumonia akibat virus.

Sebenarnya, tidak ada pengobatan khusus untuk sebagian besar pneumonia yang disebabkan oleh virus. Namun, jika virus flu dianggap sebagai penyebab pneumonia, Anda mungkin disarankan mengonsumsi obat antivirus untuk mengurangi durasi dan tingkat keparahan penyakit, seperti:

  • Oseltamivir (Tamiflu)
  • Zanamivir (Relenza)
  • Paramivir (Rapivab) 

Dokter mungkin juga menganjurkan obat-obatan yang dijual bebas untuk menghilangkan gejala lain yang mengganggu. Obat-obatan dan terapi lain, seperti terapi oksigen untuk melegakan saluran pernapsan dari lendir juga bisa direkomendasikan oleh dokter. 

Terapi oksigen adalah perawatan yang memberikan Anda oksigen tambahan. Meski umumnya dilakukan di rumah sakit, terapi ini juga bisa Anda terapkan di rumah.

Penyedia layanan kesehatan akan membantu Anda memilih peralatan yang paling sesuai untuk Anda. Oksigen biasanya dilarukan melalui selang di hidung atau masker. Peralatan oksigen dapat menempel pada peralatan medis lainnya, seperti ventilator.

Pneumonia jamur

Dokter mungkin akan meresepkan obat antijamur jika jamur adalah penyebab pneumonia Anda. Beberapa obat antijamur yang sering digunakan untuk mengatasi pneumonia akibat jamur adalah:

Haruskah menjalankan pengobatan pneumonia di rumah sakit?

Sebenarnya, pengobatan pneumonia bisa dilakukan sendiri di rumah ataupun di rumah sakit, tergantung kondisi tubuh Anda dan seberapa parah gejalanya. Berikut adalah rangkaian pengobatan pneumonia, baik di rumah maupun di rumah sakit.

Pengobatan di rumah

Dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan perawatan di rumah jika gejala pneumonia yang Anda alami tidak terlalu parah. Rangkaian pengobatan yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Minum antibiotik

Jika dokter menilai bahwa penyakit Anda tidak terlalu parah, kemungkinan besar dokter hanya akan meresepkan antibiotik untuk dibawa pulang.

Penting untuk memahami dan menuruti setiap instruksi dokter mengenai dosis dan tata cara minum obatnya agar Anda bisa cepat sembuh. Pastikan pula Anda menghabiskan antibiotik tersebut sesuai jangka waktu yang telah ditentukan dokter.

2. Beristirahat total

Selain meresepkan obat, dokter umumnya juga akan menyarankan Anda untuk banyak beristirahat di rumah. Jangan memaksakan diri untuk beraktivitas seperti biasa. 

Pasalnya, gejala pneumonia bisa membuat Anda sangat lemah. Anda perlu benar-benar istirahat total selama beberapa minggu hingga kondisi Anda membaik. Lakukanlah aktivitas secara bertahap dan perlahan hingga tubuh Anda sudah pulih total.

3. Minum obat pereda nyeri

Gejala pneumonia kadang disertai demam dan nyeri. Untuk itu, Anda bisa minum obat paracetamol yang dijual bebas di warung atau apotek. Jangan lupa untuk banyak minum air putih guna mencegah dehidrasi.

4. Kenakan masker untuk mencegah penularan

Selama di rumah, jangan lupa juga untuk memakai masker untuk mencegah penularan ke anggota keluarga lainnya ketika Anda batuk.

5. Obat alami

Anda juga bisa melakukan pengobatan alami untuk meredakan gejala pneumonia, seperti batuk, napas pendek, hingga demam. Anda bisa menggunakan air garam untuk berkumur, obat herbal pneumonia lain, seperti kunyit, jahe, dan peppermint.

Umumnya sakit pneumonia bisa sembuh dalam 2-3 minggu dengan pengobatan sederhana di rumah. Pada orang dewasa yang usianya lebih tua dan orang dengan masalah kesehatan lainnya, pemulihan mungkin memakan waktu sekitar 6-8 minggu atau lebih.

Pengobatan di rumah sakit

Jika gejala memburuk, Anda mungkin perlu diopname. Berikut merupakan gejala dan tanda pneumonia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit:

  • Demam terus naik melebihi 40ºC meski sudah minum obat
  • Sesak napas berat

Selain itu, orang dengan risiko tinggi sering kali langsung disarankan untuk diopname di rumah sakit begitu didiagnosis pneumonia oleh dokter. Orang-orang berisiko tinggi tersebut adalah:

  • Orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah
  • Mengidap penyakit jantung atau kondisi paru-paru lainnya
  • Sudah sangat sakit sebelum sakit pneumonia
  • Bayi, anak kecil, dan orang dewasa yang berusia 65 tahun ke atas

Bila Anda melakukan pengobatan pneumonia di rumah sakit, Anda akan dilatih oleh fisioterapis untuk mengatur teknik batuk agar Anda dapat mengeluarkan dahak secara lebih efektif dan bisa batuk tanpa merasa terlalu kesakitan.

Jika Anda mengalami sesak napas, Anda mungkin dipasangkan selang oksigen untuk membantu pernapasan Anda. Anda mungkin juga akan diberikan antibiotik pneumonia melalui infus. Pemasangan infus juga dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit tubuh selama Anda diopname.

Pastikan Anda mengikuti anjuran pengobatan yang diberikan agar terhindar dari komplikasi pneumonia yang mungkin muncul.

Berapa waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari pneumonia?

Mungkin memerlukan waktu enam hingga delapan minggu sami Anda bisa menjalankan rutinitas setelah menjalani pengobatan di rumah sakit karena pneumonia. Namun, waktu yang dibutuhkan setiap orang untuk pulih setelah pneumonia, tidaklah sama, tergantung pada:

  • Usia
  • Penyebab pneumonia
  • Seberapa parah pneumonia 
  • Apakah Anda memiliki kondisi berisiko lainnya atau tidak 

Kebanyakan orang dengan pneumonia terus merasa lelah sekitar satu bulan atau lebih. Jika Anda terus merasa lelah setelah menjalani pengobatan, Anda perlu beristirahat penuh (bed rest) untuk mempercepat pemulihan dan mencegah kambuh. 

Ketika sedang dalam masa pemulihan, batasi kontak dengan keluarga dan teman. Hal ini berguna untuk mencegah kuman pneumonia dalam tubuh menyebar ke orang-orang yang Anda cintai.

Selain itu, Anda perlu menutup mulut dan hidung Anda ketika batuk, segera buang tisu ke dalam tempat sampat tertutup, dan sering-seringlah mencuci tangan dengan benar.

Jika Anda mengonsumsi antibiotik, dokter akan memastikan bahwa hasil rontgen dada Anda sudah normal kembali setelah Anda mengonsumsi seluruh obat yang telah diresepkan. Ini mungkin membutuhkan waktu selama berminggu-minggu.

Adakah yang bisa dilakukan untuk mencegah pneumonia?

Pneumonia adalah kondisi yang dapat dicegah. Langkah-langkah pencegahan di bawah ini dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko terkena pneumonia:

  • Lakukan vaksin pencegah pneumonia
  • Cuci tangan secara rutin
  • Jangan merokok
  • Perhatikan kesehatan Anda dengan memerhatikan gejala pneumonia yang tak kunjung reda
  • Menerapkan pola hidup sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Batuk ada etikanya, tak bisa sembarangan. Bukan cuma masalah kesopanan, tapi juga demi kesehatan. Simak etika batuk yang benar di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 02/07/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kode wadah plastik pada makanan atau minuman

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit