home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia merupakan infeksi bakteri, virus, atau jamur yang menyebabkan peradangan pada paru-paru. Gejala pneumonia yang biasanya awal muncul adalah batuk berdahak, diikuti dengan gejala lain, jika Anda tidak melakukan upaya pencegahan pneumonia. Biasanya, kondisi ini bisa diatasi dengan pengobatan pneumonia dan tidak menyebabkan komplikasi apa pun. Namun, dalam kondisi tertentu, pneumonia bisa mendatangkan komplikasi, bahkan hingga mengancam jiwa. Apa saja komplikasi pneumonia yang mungkin muncul?

Komplikasi apa saja yang bisa muncul karena pneumonia?

Pneumonia atau radang paru-paru bisa menyebabkan komplikasi. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit yang juga disebut paru-paru basah antara lain.

1. Bakteremia

Pneumonia disebabkan bakteri penyebab batuk berdarah

Salah satu penyebab pneumonia adalah bakteri. Pada jenis pneumonia ini, bakteri yang memasuki aliran darah dari paru-paru dapat menyebarkan infeksi ke organ lain.

Kondisi ini berpotensi menyebabkan kegagalan organ.

Bakteremia merupakan komplikasi serius dari pneumonia dan dapat menyebabkan syok septik, yaitu komplikasi yang berpotensi fatal.

Menurut pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, CDC, sekitar 1 dari 100 anak di bawah 5 tahun dengan infeksi ini berakhir meninggal dunia.

Kemungkinan kematian akibat bakteremia pneumokokus lebih tinggi di antara pasien usia lanjut.

Anda perlu ke rumah sakit ketika mengalami gejala bakteremia berikut ini:

  • demam mendadak, dan
  • kedinginan dengan atau tanpa menggigil.

Diagnosis dari bakteremia bisa ditentukan melalui tes darah.

Selama perawatan berlangsung, Anda harus tinggal di rumah sakit dan mendapatkan obat antibiotik melalui suntikan intravena. Sepsis berat dan syok septik dapat terjadi jika pengobatan tidak segera diberikan.

2. Abses paru-paru

paru-paru popcorn

Abses terjadi jika nanah terbentuk di rongga paru-paru. Abses paru-paru dapat dibedakan menjadi dua kategori.

  • Akut, yaitu abses yang terjadi kurang dari enam minggu.
  • Kronis, yaitu abses yang terjadi selama lebih dari enam minggu.

Tanda dan gejala abses paru terdiri dari:

  • demam dan menggigil,
  • batuk,
  • keringat malam,
  • dispnea (sesak napas),
  • penurunan berat badan,
  • kelelahan,
  • nyeri dada, dan
  • anemia.

Abses paru biasanya diobati dengan antibiotik. Terkadang, pembedahan atau drainase dengan jarum panjang atau tabung ditempatkan ke dalam abses untuk menghilang nanah.

3. Efusi pleura, empiema, dan pleuritis

Komplikasi yang menyakitkan atau bahkan berpotensi fatal ini dapat terjadi jika pneumonia tidak diobati.

Pleura adalah selaput yang terdiri dari dua lapisan jaringan besar dan tipis. Satu lapisan melingkari bagian luar paru-paru, sedangkan lapisan lainnya melapisi bagian dalam rongga dada.

Pleuritis atau radang selaput dada adalah ketika dua lapisan pleura menjadi iritasi dan meradang. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang tajam setiap kali Anda menghirup udara.

Ruang pleura adalah ruang yang sangat tipis di antara kedua pleura. Efusi pleura adalah penumpukan cairan di ruang pleura.

Jika cairan tersebut terinfeksi, kondisi itu disebut dengan empiema. Tanda dan gejala dari kondisi ini adalah berikut.

  • Nyeri dada yang bertambah parah ketika Anda bernapas, batuk, atau bersin.
  • Napas pendek, karena Anda berusaha mengurangi menghirup dan mengembuskan udara.
  • Batuk (hanya terjadi pada beberapa kasus).
  • Demam (hanya terjadi pada beberapa kasus).

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami nyeri dada parah yang tidak bisa dijelaskan saat bernapas.

Jika Anda mengalami komplikasi akibat pneumonia ini, Anda mungkin perlu mengeluarkan cairan melalui tabung di dada atau diangkat melalui operasi.

Selain itu, Anda mungkin akan diberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Biasanya, pleuritis diobati dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lainnya).

Terkadang, dokter mungkin meresepkan obat steroid.

4. Gagal ginjal

penyakit gagal ginjal adalah

Pneumonia dapat meningkatkan risiko Anda terkena gagal ginjal tahap akhir. Ini bukan komplikasi yang umum dari pneumonia, tapi cukup serius.

Komplikasi ini bisa membuat ginjal Anda berhenti bekerja karena kurangnya pasokan darah.

Perhatikan tanda-tanda dan gejala ketika ginjal Anda bermasalah pada daftar di bawah ini:

  • kelelahan parah (fatigue),
  • sakit perut atau muntah,
  • kebingungan atau kesulitan berkonsentrasi.
  • pembengkakan, terutama di sekitar tangan atau pergelangan kaki Anda.
  • sering buang air kecil,
  • kejang otot (kram otot),
  • kulit kering atau gatal, dan
  • nafsu makan berkurang.

Pengobatan gagal ginjal ditentukan oleh penyebab dan seberapa parah masalahnya.

Jika ginjal Anda mulai kehilangan fungsinya secara bertahap, dokter dapat menggunakan satu atau lebih metode untuk mengatasi kondisi Anda.

Pilihan pengobatan yang umum digunakan untuk mengobati gagal ginjal adalah cuci darah (dialisis) atau transplantasi ginjal.

5. Gagal pernapasan

batuk terus gejala gagal jantung

Kegagalan pernapasan adalah salah satu komplikasi pneumonia yang serius. Kondisi ini muncul ketika paru-paru tidak bisa mendapatkan cukup oksigen ke dalam darah.

Penumpukan karbon dioksida juga dapat merusak jaringan dan organ sehingga akan mengganggu kandungan oksigen pada darah.

Akibatnya, pengiriman oksigen ke jaringan menjadi lambat.

Gagal pernapasan, termasuk akibat komplikasi pneumonia, dapat berlangsung dengan cepat dan tanpa tanda-tanda apa pun. Kondisi ini membutuhkan perawatan darurat.

Segera kunjungi unit gawat darurat rumah sakit jika Anda mengalami hal-hal berikut ini:

  • kesulitan bernapas secara tiba-tiba,
  • merasa linglung, dan
  • kulit dan bibir terlihat kebiruan.

Dokter dapat mendiagnosis gagal pernapasan berdasarkan kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah Anda, seberapa cepat dan dangkal pernapasan Anda, hasil tes fungsi-fungsi paru, dan faktor lain, seperti seberapa keras usaha Anda untuk bernapas.

Penanganan darurat sebagai pertolongan pertama adalah menyediakan oksigen ke tubuh demi membantu mencegah kerusakan organ.

Perawatan untuk gagal pernapasan mungkin termasuk terapi oksigen, obat-obatan, dan prosedur untuk membantu paru-paru Anda beristirahat dan sembuh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Blood poisoning: When to see a doctor. (2020). Retrieved 19 May 2020, from https://www.mayoclinic.org/blood-poisoning/expert-answers/faq-20058534

Smith, D., & Nehring, S. (2019). Bacteremia. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441979/

Ivan Kuhajda, D. (2015). Lung abscess-etiology, diagnostic and treatment options. Annals Of Translational Medicine, 3(13). Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4543327/

Pleurisy – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 19 May 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pleurisy/diagnosis-treatment/drc-20351866

Pneumococcal Disease | Symptoms and Complications | CDC. (2020). Retrieved 19 May 2020, from https://www.cdc.gov/pneumococcal/about/symptoms-complications.html

Lin, T., Chen, Y., Lin, C., & Kao, C. (2016). Increased Risk of Acute Kidney Injury following Pneumococcal Pneumonia: A Nationwide Cohort Study. PLOS ONE, 11(6), e0158501. doi: 10.1371/journal.pone.0158501

Kidney Failure Diagnosis and Tests | Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 19 May 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17689-kidney-failure/diagnosis-and-tests

Respiratory Failure | National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). (2020). Retrieved 19 May 2020, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/respiratory-failure


Artikel terkait


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 28/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.