Mengenal Pleuropneumonia, Peradangan pada Paru-Paru dan Pleura

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pleuropneumonia merupakan gambaran hasil rontgen dada pada pasien dengan keluhan yang berhubungan dengan paru-paru. Pleuropneumonia menggambarkan adanya peradangan pada paru-paru dan pleura, yaitu lapisan pemisah antara paru-paru dan dinding dada bagian dalam. Apa artinya jika hasil rontgen saya menyatakan pleuropneumonia?

Apa itu pleuropneumonia?

Pleuropneumonia adalah peradangan atau infeksi yang terjadi pada paru-paru dan pleura (lapisan yang memisahkan paru-paru dengan dinding dada bagian dalam). Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Biasanya, Anda akan menemukan istilah pleuropneumonia saat membaca hasil rontgen dada (thorax).

Saat Anda memiliki keluhan seputar masalah pernapasan, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan rontgen dada untuk menentukan penyebab pastinya. Pemeriksaan itu akan menghasilkan gambar paru-paru, serta mengungkap adanya cairan di dalam atau di sekitar paru-paru Anda.

Dikutip dari Mayo Clinic, rontgen dada dapat mendeteksi berbagai penyakit paru-paru, termasuk kanker, infeksi, atau adanya sumbatan udara yang bisa membuat paru-paru tidak berfungsi. Pemeriksaan itu juga dapat mendeteksi kondisi paru-paru kronis, seperti emfisema atau kista fibrosis, serta komplikasi yang berkaitan dengan kondisi ini.

Saat mengartikan hasil rontgen, dokter dapat menunjukkan pleuropneumonia dari infiltrat, yaitu gambaran paru-paru yang abnormal. Bentuknya biasanya berupa bintik-bintik atau bercak putih di jaringan paru.

Selain itu, sinus kostofrenikus atau sudut yang terbentuk dari diafragma dan tulang rusuk akan tampak tumpul. Efusi pleura (cairan yang mengelilingi paru-paru) juga akan terlihat.

Pleuropneumonia dapat menimbulkan gejala, seperti:

  • Nyeri dada
  • Batuk, yang mungkin menghasilkan dahak
  • Demam
  • Sesak napas

Apa penyakit yang bisa menyebabkan pleuropneumonia?

Ketika hasil rontgen dada menunjukkan bahwa Anda memiliki pleuropneumonia, terdapat beberapa kondisi kesehatan yang menyebabkannya. Beberapa penyakit yang menyebabkan rontgen thorax Anda menunjukkan pleuropneumonia, antara lain:

1. Mycoplasma pneumoniae 

Mycoplasma pneumoniae adalah bakteri yang menjadi penyebab utama pneumonia. Jenis bakteri pneumonia yang satu ini didapat dari masyarakat (community-acquired pneumonia)  dan dapat menyebabkan sejumlah kondisi paru lainnya.

Gejala dari kondisi adalah:

  • Demam
  • Malaisa (perasaan tidak nyaman atau pegal-pegal)
  • Sakit kepala
  • Batuk

Pneumonia dideteksi melalui serangkaian pemeriksaan, termasuk rontgen dada. Tes pencitraan itu dilakukan untuk menemukan di mana dan sejauh mana peradangan paru-paru yang Anda alami. Dalam proses tersebut, dokter bisa mendeteksi kondisi pleuropneumonia pada paru-paru dan pleura Anda.

Kebanyakan orang akan sembuh dari penyakit yang disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae dapat sembuh sendiri. Namun, apabila Anda memeriksakan diri ke dokter dan dokter mengetahui keberadaan bakteri tersebut, umumnya Anda akan diresepkan antibiotik.

Ada beberapa jenis antibiotik yang tersedia sebagai pengobatan pneumonia yang disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae. Diskusikan pengobatan terbaik dengan dokter yang menangani Anda.

2. Tuberkulosis

Tuberkulosis (TB) adalah infeksi bakteri di udara yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Meski dapat menyerang organ lain, umumnya bakteri M. tuberculosis menyerang paru-paru.

Dikutip dari American Lung Association, gejala tuberkulosis adalah:

  • Batuk yang bertahan lebih dari tiga minggu
  • Kehilangan nafsu makan dan berat bada turun drastis secara mendadak
  • Demam
  • Menggigil
  • Berkeringat pada malam hari

Tanda utama dari tuberkulosis yang menyerang paru-paru adalah batuk berdarah atau berdahak.

Salah satu cara mendiagnosis tuberkulosis paru-paru adalah dengan rontgen dada. Dari tes pencitraan itu, dokter mungkin menemukan kondisi pleuropneumonia.

Jika tidak diobati, tuberkulosis bisa berakibat fatal. Namun, kondisi tersebut hampir selalu bisa diatasi dan diobati jika Anda minum obat sesuai resep dokter.

3. Demam berdarah virus

Demam berdarah virus atau viral hemorrhagic fevers (VHF) adalah sekelompok infeksi virus menular yang ditandai dengan perdarahan hebat dan sering kali fatal. Penyakit yang termasuk dalam VHF adalah demam Lassa yang ditemukan pada 1969, penyakit Marburg yang ditemukan pada 1967, dan demam Ebola yang muncul pada 1976.

Pada demam Lassa, penderitanya akan mengalami demam dan faringitis yang diikuti oleh pleuropneumonia pada hasil rontgen dadanya. Penyakit ini kemudian bisa berkembang ke arah perdarahan pencernaan atau paru-paru yang menyebabkan kematian hingga 70% kasus.

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi kondisi ini hanya bertujuan untuk meringankan gejala. Pencegahan agar penyakit tidak menular ke orang lain adalah dengan isolasi total pasien yang terkena.

4. Pneumonia viral

Pneumonia viral adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantung udara di satu atau kedua paru-paru akibat virus. Dalam bahasa lebih sederhana, pneumonia viral adalah radang paru-paru yang diakibatkan oleh virus (umumnya, oleh bakteri). Virus influenza adalah penyebab paling umum pneumonia virus pada orang dewasa.

Sementara itu, respiratory syncytial virus (RSV) adalah penyebab paling umum dari pneumonia virus pada anak kecil.

Pneumonia virus yang disebabkan oleh virus influenza bisa menjadi parah dan fatal. Virus dapat menyerang paru-paru dan berkembang biak.

Gejala yang ditimbulkan dari pneumonia viral biasanya berkembang dengan lambat. Gejala pneumonia viral mirip dengan flu biasa, yaitu:

  • Demam
  • Batuk kering
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Lemah

Kondisi ini didiagnosis melalui serangkaian tes, termasuk rontgen dada, yang mungkin saja menghasilkan gambaran pleuropneumonia.

Jika Anda mengidap pneumonia virus, dokter mungkin akan mengatasinya dengan memberikan Anda obat antivirus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Empiema

Empiema adalah kantong nanah yang berkembang di ruang pleura. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh pneumonia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 28 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Pneumonia Aspirasi

Pneumonia aspirasi adalah peradangan pada paru-paru akibat menghirup makanan, minuman, muntah, atau air liur ke paru-paru Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 28 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang mengancam jiwa. Meskipun begitu, pneumonia merupakan kondisi yang bisa dirawat hingga sembuh.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 27 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Penyebab Pneumonia, Ketika Paru-Paru Mengalami Peradangan

Pneumonia Disebabkan Oleh 3 Hal, yaitu Virus, Bakteri, dan Jamur. Baca Penjelasan Lengkapnya Hanya di Hello Sehat Untuk Mendapatkan Pengobatan yang Tepat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 27 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pneumonia pada anak

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit
vaksin pcv

Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit
jenis-jenis pneumonia

Beda Jenisnya Beda Pula Obatnya, Kenali Macam-Macam Pneumonia Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 8 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit
vaksin pneumonia

Berbagai Vaksin yang Bisa Mencegah Pneumonia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit