Beda Jenisnya Beda Pula Obatnya, Kenali Macam-Macam Pneumonia Berikut Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pneumonia menjadi salah satu penyakit pernapasan yang cukup umum terjadi di Indonesia. Kondisi yang juga dikenal dengan radang paru-paru ini memiliki berbagai jenis yang dibedakan berdasarkan kuman penyebab, di mana Anda mendapatkan infeksi, serta bagian paru yang terkena. Mengetahui jenis pneumonia dapat membantu Anda mendapatkan pengobatan pneumonia, baik pengobatan alami atau pengobatan medis, yang tepat atau bahkan melakukan pencegahan agar tak terserang pneumonia

Jenis pneumonia berdasarkan tempat mendapatkan infeksi

Berdasarkan lokasi terjadinya infeksi, pneumonia dibedakan menjadi empat. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah penjelasannya:

pneumonia adalah infeksi

Community-acquired pneumonia (CAP)

Community-acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia yang didapat dari masyarakat adalah infeksi paru-paru yang terjadi di luar rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Jenis ini adalah salah satu infeksi akut yang paling umum dan memerlukan perawatan di rumah sakit.

Pneumonia yang didapat dari masyarakat terjadi pada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit. Radang paru jenis ini juga bisa didapatkan dari pasien rawat jalan yang sebelumnya—dalam waktu 48 jam sebelumnya—telah masuk rumah sakit.

Pneumonia jenis ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu tipikal dan atipikal. Pneumonia “tipikal” dapat terlihat melalui pemeriksaan laborotarium dan radiologi, tetapi kuman “atipikal” tidak memiliki sifat seperti itu.

Hospital-acquired pneumonia (HAP)

Beberapa orang terkena pneumonia ketika dirawat di rumah sakit karena penyakit lain. Beberapa bakteri khusus tumbuh dengan mudah di lingkungan rumah sakit, beberapa bakteri-bakteri ini dapat menyebabkan pneumonia. HAP dapat berkembang setelah 48 jam atau lebih dirawat di rumah sakit.

Pneumonia jenis ini bisa menjadi kondisi serius karena bakteri yang menyebabkannya mungkin lebih kebal terhadap antibiotik. Pneumonia jenis ini juga mungkin lebih berbahaya karena orang yang terkena sudah mengidap sakit sebelumnya.

Ventilator-associated pneumonia (VAP)

Orang yang menggunakan mesin pernapasan (ventilator), yang sering digunakan di ICU, lebih berisiko terkena pneumonia jenis ini.

Pasien yang menggunakan ventilator selama lebih dari 48 jam memiliki risiko tinggi mengidap pneumonia.

Alat bantu napas yang masuk ke rongga napas dalam waktu lama adalah tempat yang baik untuk tumbuhnya kuman, terutama bakteri penyebab pneumonia.

Itu sebabnya, kondisi ini disebut dengan ventilator-associated pneumonia (VAP).

Health care-acquired pneumonia (HCAP)

Health care-acquired pneumonia (HCAP) atau pneumonia yang didapat dari perawatan kesehatan adalah infeksi bakteri yang terjadi pada orang yang tinggal atau mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan dalam jangka waktu yang panjang.

Berbeda dengan HAP yang didapat dari rumah sakit, pneumonia jenis ini juga bisa terjadi pada mereka yang menerima perawatan di klinik rawat jalan. Salah satu contohnya adalah pusat dialisis ginjal.

HCAP dapat terjadi pada pasien yang telah melakukan kontak perawatan kesehatan dalam tiga bulan terakhir.

Pneumonia aspirasi

Pneumonia aspirasi terjadi ketika Anda menghirup makanan, minuman, muntah, atau air liur ke paru-paru Anda. Kondisi ini lebih berisiko terjadi jika Anda mengalami cedera otak atau masalah menelan, atau penggunaan alkohol atau obat-obatan terlarang secara berlebihan.

Jenis pneumonia berdasarkan penyebabnya

pneumonia dan bronkitis

Berdasarkan kuman penyebab, pneumonia dibagi menjadi empat, yaitu:

Pneumonia bakteri

Penyebab pneumonia jenis ini yang paling umum adalah Streptococcus pneumoniae. Jenis ini dapat terjadi dengan sendirinya setelah Anda terserang pilek atau flu.

Pneumonia organisme mirip bakteri

Kuman atau organisme bernama Mycoplasma pneumoniae juga dapat menyebabkan pneumonia. Kuman penyebab pneumonia yang satu ini biasanya menghasilkan gejala yang lebih ringan dibandingkan jenis lainnya.

Kondisi ini juga disebut dengan walking pneumonia atau pneumonia berjalan. Biasanya, pneumonia jenis ini tidak parah dan hanya memerlukan istirahat di rumah. Mycoplasma pneumoniae dapat menyebabkan pleuropneumonia, yaitu gambaran hasil rontgen berupa bercak putih di paru-paru.

Pneumonia virus

Beberapa virus penyebab pilek dan flu dapat menyebabkan pneumonia. Virus adalah penyebab paling umum pneumonia pada anak di bawah 5 tahun.

Pneumonia virus biasanya bersifat ringan. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi sangat serius.

Jamur

Jenis pneumonia ini biasanya terjadi pada orang dengan masalah kesehatan kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pneumonia jenis ini juga bisa terjadi pada orang yang menghirup kuman dalam dosis yang besar.

Jenis pneumonia berdasarkan lokasi paru yang terkena

Jenis pneumonia juga dibedakan berdasarkan lokasi atau bagian paru yang terinfeksi. Selain bronkus (saluran udara), bronkiolus, dan alveolus, bagian paru-paru juga dibagi ke dalam lobus-lobus. Organ paru sebelah kanan memiliki 3 lobus (atas, tengah, bawah), sedangkan paru sebelah kiri memiliki 2 lobus, yaitu atas dan bawah.

Bronkopneumonia

Pada bronkopneumonia, infeksi terjadi di bronkus (saluran udara) dan alveolus. Pada kondisi ini, infeksi bisa mengenai lobus bawah.

Pneumonia lobar

Peradangan pada pneumonia ini bisa terjadi di lobus mana pun. Penyebabnya yang paling umum adalah Streptococcus pneumoniae.

Dikutip dari artikel yang dipublikasikan US National Library of Medicine, pneumonia juga bisa dibedakan menjadi pneumonia alveolar, yaitu ketika peradangan terjadi di kantung air dan interstitial, yaitu ketika peradangan terjadi di antara kantung.

Double pneumonia

Double pneumonia adalah ketika infeksi menyerang kedua paru-paru sekaligus. Artinya, seluruh lobus paru terinfeksi. Meski area yang terinfeksi lebih luas, hal ini tidak berarti kondisi yang dialami lebih parah dibandingkan dengan pneumonia biasa.

Belum ada penelitian yang menjelaskan mengapa infeksi dapat menyerang kedua paru-paru sekaligus. Namun, umumnya penyebab double pneumonia sama dengan pneumonia pada satu paru-paru, yaitu bakteri, virus, atau jamur.

Jenis pneumonia berdasarkan tingkat keparahan

komplikasi pneumonia

Dokter biasanya membedakan pneumonia berdasarkan tingkat keparahannya untuk memberikan perawatan yang tepat. Dengan begitu, dokter juga bisa memperhitungkan risiko komplikasi pneumonia yang mungkin Anda alami.

Dalam hal ini, pneumonia dibedakan menjadi ringan, sedang, atau berat.

Ringan

Pneumonia termasuk dalam kategori ringan dan tidak berisiko jika pasien termasuk:

  • Berusia lebih muda dari 65 tahun
  • Sadar
  • Memiliki tekanan darah dan nadi normal
  • Tidak bernapas terlalu cepat (kurang dari 30 napas per menit)
  • Memiliki cukup oksigen dalam darah
  • Belum diberikan antibiotik dalam tiga bulan terakhir
  • Belum melakukan kontak dengan rumah sakit dalam tiga bulan terakhir
  • Tidak memiliki kondisi medis parah lainnya

Penderita pneumonia ringan dapat dirawat di rumah dan diberikan antibiotik dalam bentuk tablet.

Sedang

Tanda-tanda pneumonia kategori sedang adalah:

  • Mengantuk dan kebingungan
  • Tekanan darah rendah
  • Napas pendek yang memburuk
  • Memiliki faktor risiko lain, seperti usia dan penyakit yang mendasarinya

Orang dengan gejala pneumonia yang telah disebutkan di atas perlu menjalani perawatan di rumah sakit. Beberapa di antara mereka mungkin akan diberikan kombinasi dua antibiotik berbeda, setidaknya pada awal pengobatan.

Parah

Pneumonia dikategorikan sebagai parah ketika jantung, ginjal, atau sistem peredaran darah berisiko gagal, atau jika paru-paru tidak lagi dapat mengambil cukup oksigen.

Ketiga jenis pneumonia berdasarkan tingkat keparahan di atas hanya berlaku untuk membedakan pneumonia pada orang dewasa. Untuk anak, tingkat keparahannya hanya dibagi menjadi dua, yaitu parah dan tidak parah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Empiema

Empiema adalah kantong nanah yang berkembang di ruang pleura. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh pneumonia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 28 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Pneumonia Aspirasi

Pneumonia aspirasi adalah peradangan pada paru-paru akibat menghirup makanan, minuman, muntah, atau air liur ke paru-paru Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 28 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang mengancam jiwa. Meskipun begitu, pneumonia merupakan kondisi yang bisa dirawat hingga sembuh.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 27 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Penyebab Pneumonia, Ketika Paru-Paru Mengalami Peradangan

Pneumonia Disebabkan Oleh 3 Hal, yaitu Virus, Bakteri, dan Jamur. Baca Penjelasan Lengkapnya Hanya di Hello Sehat Untuk Mendapatkan Pengobatan yang Tepat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 27 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pneumonia pada anak

11 Gejala Pneumonia Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 3 menit
vaksin pcv

Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit
vaksin pneumonia

Berbagai Vaksin yang Bisa Mencegah Pneumonia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 4 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
pleuropneumonia

Mengenal Pleuropneumonia, Peradangan pada Paru-Paru dan Pleura

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 29 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit