Benarkah Orang yang Punya Asma Lebih Berisiko Kena Pneumonia?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Gejala serangan asma dan pneumonia sekilas bisa tampak mirip, sehingga mungkin banyak orang yang kebingungan membedakan keduanya. Banyak juga yang bertanya-tanya apakah asma bisa menyebabkan pneumonia, atau apakah pneumonia bisa menyebabkan asma? Atau memang asma dan pneumonia memang saling berkaitan? Artikel ini akan menjawab kebingungan Anda mengenai asma dan pneumonia.

Apakah asma bisa menyebabkan pneumonia?

Pneumonia adalah infeksi yang memicu peradangan pada kantong-kantong udara (alveolus) di salah satu atau kedua paru-paru. Pada orang pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan. Makanya, orang juga menyebut kondisi ini sebagai paru-paru basah.

Sementara itu, asma adalah jenis penyakit kronis (menahun) pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas (bronkus) yang membuat sesak napas. Gejala lain yang juga dialami orang asma adalah nyeri dada, batuk-batuk, dan mengi. Asma bisa diderita oleh semua golongan usia, baik muda atau tua.

Hubungan antara asma dan pneumonia hingga saat ini masih diperdebatkan. Namun FDA, setara badan BPOM, memperingatkan ada efek samping dari beberapa obat yang digunakan untuk pengobatan asma.

Pada sebuah penelitian ditemukan pneumonia terjadi dua kali lebih sering pada pasien asma setelah menggunakan pengobatan kombinasi, yaitu obat steroid dan inhaler LABA (long-acting bronchodilator/long-acting beta2-agonist). Penelitian itu dibandingkan dengan pasien asma yang hanya menggunakan inhaler LABA saja. Namun, hasil dari penelitian ini masih harus ditelusuri lebih lanjut.

Temuan penelitian itu tidak berarti mengharuskan Anda berhenti minum obat asma Anda. Penting untuk Anda tahu bahwa risiko pneumonia baru meningkat secara signifikan pada pasien asma yang berusia 65 tahun ke atas.

Apakah pneumonia bisa memicu asma?

Pada dasarnya, orang-orang yang menderita asma memiliki jaringan paru-paru yang lebih lemah. Kondisi paru-paru yang memburuk akibat asma tersebut menyebabkan tubuh lebih rentan terkena pneumonia.

Selain itu, menurut American Lung Association, pengidap asma memiliki risiko dan peluang lebih tinggi untuk menderita pneumonia setelah terkena flu. Ditambah lagi, penderita asma berusia 65 tahun ke atas memiliki peluang 5,9 kali lebih besar untuk terkena pneumonia.

Ini disebabkan sistem kekebalan tubuh melemah seiring dengan bertambahnya usia, sehingga tubuh semakin sulit melawan infeksi bakteri maupun virus. Kondisi ini juga menyebabkan tubuh lebih rentan mengalami komplikasi yang serius.

Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa infeksi bakteri penyebab pneumonia (Mycoplasma pneumoniae) bisa memicu terjadinya serangan asma eksaserbasi.

Salah satu studi yang membahas fenomena ini terdapat di jurnal Allergy, Asthma, and Immunology Research pada tahun 2012. Dalam studi tersebut, diduga infeksi M. pneumoniae lebih mudah terjadi pada penderita asma karena faktor penurunan sistem kekebalan tubuh serta perubahan struktur paru-paru.

Asma kambuhan (eksaserbasi) adalah gejala pada asma yang dikategorikan paling akut dari segala gejala yang lainnya. Pada tingkatan ini gejala asma sudah harus benar-benar diwaspadai dan harus segera dicari tahu cara penanganannya.

Hal ini dikarenakan dampak paling buruk yang akan ditimbulkan bukan saja hilangnya kesadaran diri atau pingsan, melainkan komplikasi asma yang bisa mengancam nyawa.

Lalu, bagaimana dengan pengobatan asma dan pneumonia? Bisakah disamakan?

Jika penyebab serangan asmanya adalah bakteri mycoplasma pneumoniae, apakah pengobatannya harus diberikan antibiotik? Hingga saat ini tidak ada rekomendasi untuk meresepkan antibiotik untuk pasien asma. Namun, untuk terapi pneumonia yang disebabkan oleh bakteri, tetap membutuhkan antibiotik.

Sebuah penelitian telah dilakukan pada tahun 2006, penelitian ini membandingkan pengobatan pasien asma dengan antibiotik dan plasebo (obat kosong). Pasien asma yang menerima obat antibiotik mengalami gejala asma yang membaik, tapi tidak dengan fungsi paru-paru. Sampai saat ini, tidak ada penelitian atau pengobatan yang merekomendasikan penggunaan antibiotik untuk asma kronis dan eksaserbasi asma.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Leukosit yang rendah bisa membuat Anda rentan kena infeksi. Makanan penambah sel darah putih bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan leukosit Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 16 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenali Beberapa Penyakit yang Ditandai oleh Bau Mulut

Apa Anda tahun bau mulut bisa muncul akibat penyakit dalam? Yuk, cari tahu apa saja gangguan kesehatannya dan bagaimana hal ini bisa terjadi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
akibat bau mulut
Gigi dan Mulut 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Cara Menjaga Kebersihan Makanan agar Terhindar dari Penyakit

Bukan cuma menu, kebersihan makanan juga harus jadi prioritas. Berikut tips menjaga makanan tetap higienis dan bebas penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Makan Sehat, Nutrisi 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Emboli Paru

Emboli paru adalah penyumbatan arteri di salah satu paru yang umumnya disebabkan oleh gumpalan darah beku dari kaki. Ini adalah kondisi gawat darurat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bakteri asam laktat

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
alat bantu pernapasan

8 Alat Bantu Pernapasan yang Membantu Anda Bernapas Lebih Lega

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
penyebab sesak nafas napas

Berbagai Kondisi dan Penyakit yang Jadi Penyebab Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit