4 Cara Cepat Mengusir Batuk Pilek Dalam Semalam Tanpa Obat

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/05/2020
Bagikan sekarang

Batuk yang disebabkan oleh pilek umumnya dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari. Meski begitu, kondisi ini terkadang dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari sehingga membutuhkan pengobatan. Namun, apakah Anda perlu untuk selalu minum obat saat mengalami batuk karena pilek?

Beberapa langkah pengobatan sederhana bisa dilakukan untuk memulihkan batuk dalam semalam sehingga Anda bisa kembali bugar menjalani aktivitas keesokan harinya.

Tips agar batuk pilek cepat sembuh

Perempuan mengalami batuk pilek

Batuk karena pilek merupakan keluhan yang paling sering dialami oleh banyak orang. Apalagi dalam kondisi cuaca yang sering berubah-ubah.

Pilek adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ringan yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, seperti hidung, saluran sinus, dan tenggorokan. Berbagai virus dapat mengakibatkan pilek, tapi rhinovirus yang paling sering menyebabkan seseorang mengalami pilek.

Virus ini dapat menyebar melalui droplet (cairan liur) yang terbawa oleh udara yang dikeluarkan saat bersin, batuk, ataupun bicara. Paparan atau kontak dengan bagian tubuh seperti tangan dan benda yang terkontaminasi virus juga dapat menularkan penyakit ini.

Saat virus terhirup dan akan menginfeksi sistem respirasi. Akibatnya seseorang akan merasakan sejumlah gejala pilek seperti bersin-bersin, hindung berair, sakit tenggorokan, dan batuk.

Tubuh sebenarnya memiliki sistem pertahanan sendiri untuk bisa menghentikan infeksi virus. Maka dari itu, dalam kasus infeksi ringan seperti pilek Anda tak selalu perlu minum obat untuk bisa sembuh.

Tugas Anda adalah meningkatkan kekuatan daya tahan tubuh untuk bisa melawan infeksi virus dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Banyak minum air

Infeksi virus penyebab pilek dapat menyebabkan produksi lendir (dahak) yang berlebih di saluran napas. Kondisi ini dapat mengarah pada post-nasal drip, yaitu saat lendir dari hidung jatuh ke bagian belakang tenggorokan sehingga mengiritasi dan memicu terjadinya batuk.

Mengonsumsi banyak cairan, seperti air putih, saat pilek dapat membantu mengencerkan lendir yang menyebabkan batuk.

Selain itu, memperbanyak minum juga akan membantu menjaga selaput lendir di sepanjang saluran napas tetap lembap sehingga iritan atau kotoran tidak mudah mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan batuk bertambah parah.

Tidak hanya air putih, kebutuhan cairan tubuh saat mengalami pilek dengan gejala batuk juga dapat dipenuhi dengan mengonsumsi obat batuk alami dari teh hangat yang dicampur madu.

Jus buah-buahan yang mengandung zat antiperadangan seperti jus nanas juga dapat menjadi obat batuk alami yang membantu mengatasi batuk akibat pilek.

2. Berkumur dengan air garam

Berkumur dengan air garam dapat membantu mengurangi rasa gatal dan kering di tenggorokan yang menyebabkan batuk, sekaligus memberikan efek lega di tenggorokan untuk sementara waktu.

Untuk membuat larutan obat kumur dari garam, Anda hanya perlu melarutkan 1/2 sendok garam ke dalam air hangat. Lalu, berkumurlah dalam waktu beberapa menit, tapi berhati-hatilah jangan sampai larutan air garam tertelan.

Berkumur dengan air garam sebaiknya dilakukan 3-4 kali dalam sehari sehingga bisa lebih efektif mengurangi refleks batuk akibat pilek.

Selain dengan air garam, Anda juga bisa melegakan tenggorokan yang kering dengan berkumur menggunakan campuran perasan lemon dan air hangat.

Apabila tenggorokan terasa sangat perih karena asam dari lemon, alternatifnya Anda dapat menghisap Lozenges yakni permen pelega tenggorokan yang mengandung menthol untuk memberi rasa hangat dan lembab di tenggorokan.

 3. Berendam air hangat

Sama halnya dengan meminum cairan hangat, mandi air hangat juga dapat memberikan efek yang melegakan di saluran napas. Uap hangat yang terhirup bisa membantu melarutkan lendir hasil sekresi berlebih di sepanjang saluran napas yang disebabkan oleh infeksi virus. Dengan begitu, batuk akibat pilek akan semakin berkurang.

Akan tetapi, jangan mandi atau berendam dengan air hangat terlalu lama karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering sehingga mudah teriritasi.

Apabila Anda mengalami demam tinggi hingga mencapai suhu lebih dari 37,5 derajat Celsius, sebaiknya tidak langsung membasuhkan air hangat pada tubuh. Gunakalah lap yang direndam dalam air hangat untuk membersihkan setiap bagian tubuh Anda.

4. Tidur dengan tambahan bantal

Memperbanyak istirahat juga diperlukan untuk mempercepat kesembuhan penyakit. Oleh karena itu, segera istirahatkanlah tubuh ketika Anda mulai mengalami gejala pilek dan batuk terus-menerus.

Sebelum tidur, Anda juga bisa menyempatkan untuk mandi dengan air hangat agar saluran pernapasan bisa terasa lebih lega sehingga batuk akibat pilek tak mengganggu waktu tidur. Saat membaringkan tubuh, gunakanlah beberapa lapis bantal untuk menyanggah kepala Anda.

Mengutip WebMD, menempatkan bagian tubuh atas dalam posisi yang lebih tinggi dari bagian tubuh bawah dapat melancarkan aliran udara dari hidung ke saluran napas bagian bawah. Hal ini tentunya dapat mengurangi batuk di malam hari sehingga Anda tidur lebih nyenyak.

5. Pasang humidifier

Penggunaan humidifer dapat membantu melembabkan sekaligus membersihkan udara di sekitar. Udara yang kering lebih mudah memicu gejala batuk saat pilek karena mengandung lebih banyak iritan dan kotoran yang memicu batuk saat terhirup.

Saat udara di ruangan lebih bersih, Anda pun bisa bernapas lebih lancar dan tidur lebih lelap tanpa khawatir akan terbangun akibat batuk.

Kapan Anda perlu minum obat batuk saat pilek?

Obat batuk sirup untuk pilek

Ketika semua cara perawatan yang disebutkan tidak juga membantu meredakan batuk akibat pilek, Anda bisa menggunakan berbagai pilihan obat batuk.

Obat untuk batuk yang disebabkan oleh pilek dapat diperoleh secara langsung apotek atau supermarket tanpa menggunakan resep. Akan tetapi, obat batuk over-the-counter ini tidak berfungsi menghentikan infeksi virus penyebab pilek. Obat batuk bekerja hanya untuk menekan refleks batuk.

Obat batuk yang efektif tergantung dari jenis batuk yang Anda alami, apakah batuk kering atau batuk berdahak. Berikut yang perlu Anda ketahui:

  • Pseudoephedrine membantu meredakan hidung tersumbat dan batuk-batuk dengan mengecilkan pembuluh darah yang membengkak serta melegakan saluran napas.
  • Guaiphenesin atau bromhexine adalah bahan utama pereda batuk berdahak yang juga aman untuk ibu hamil.
  • Jika batuk disertai demam, konsumsi ibuprofen atau parasetamol dapat membantu menurunkan demam dan meredakan rasa nyeri pada tenggorokan, otot, dan sendi.

Minum antibiotik untuk batuk biasa tidak akan menyembuhkan masalah Anda. Obat-obatan antibiotik hanya bekerja melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Sementara batuk akibat pilek disebabkan oleh infeksi virus.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Anak Batuk Sampai Muntah

Anak batuk sampai muntah disebabkan oleh beberapa faktor. Sebelum batuk memicu refleks muntah pada anak, sebaiknya ibu perlu memberikan obat yang tepat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Sakit Pilek Dua Minggu, Normal atau Ini Tanda Penyakit Tertentu?

Biasanya pilek akan sembuh dalam waktu 7 hari. Tapi dalam beberapa kasus, sakit pilek dua minggu. Apakah ini normal atau tidak? Berikut Penjelasannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Flu, Health Centers 04/02/2020

Bagaimana Cara Mengatasi Pusing Saat Pilek?

Pusing adalah gejala yang umum dirasakan saat Anda menderita pilek. Lalu, bagaimana cara mengatasi pusing saat pilek? Simak ulasannya di artikel berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah

Efektif Menghentikan Batuk, Coba 13 Ragam Obat Batuk Alami Ini

Selain murah, aman, dan mudah diperoleh, pilihan obat batuk alami ini dapat bekerja sama efektifnya dengan obat batuk apotek atau yang diberikan dokter.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Health Centers 24/10/2019

Direkomendasikan untuk Anda

puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
minum obat batuk

Kapan Harus Minum Obat Saat Sudah Mulai Batuk?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
penyebab hidung tersumbat

Apa Penyebab Hidung Tersumbat dan Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020
minum air putih mencegah flu

Rutin Minum Air Putih Bisa Mencegah Risiko Flu

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020