Flu Biasa Bisa Berubah Jadi Pneumonia, Lho! Kok Bisa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Flu jadi penyakit langganan saat musim hujan dan sangat mudah menular dari satu orang ke orang lainnya. Gejalanya bervariasi, bisa ringan juga parah dan mengakibatkan komplikasi, salah satunya penyakit pneumonia. Benarkah flu bisa menjadi pneumonia? Cari tahu bagaimana virus flu menyebabkan komplikasi dan beberapa gejalanya yang wajib diwaspadai.

Bagaimana flu bisa menyebabkan penyakit pneumonia?

Flu adalah penyakit umum yang sering kali disepelekan gejalanya. Padahal penyakit ini bisa sangat berbahaya dan menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan masalah kesehatan tertentu. Penyebab kematian paling sering dari komplikasi flu adalah pneumonia, yaitu peradangan alveoli pada paru-paru.

Hampir sepertiga kasus kematian pasien pneumonia disebabkan oleh infeksi virus influenza. “Virus flu bisa menimbulkan peradangan dan kerusakan paru-paru”, ungkap Jason Turowski, MD, seorang pulmonolog (ahli penyakit saluran pernapasan) di Cleveland Clinic, seperti dikutip dari Everyday Health. Selain virus influenza, penyebab lain pneumonia adalah bakteri, jamur, atau parasit.

Saat virus flu menyebar dan masuk ke area paru, kantung udara pada paru yang disebut alveoli bisa mengalami peradangan. Alveoli akan penuh dengan cairan dan nanah sehingga pertukaran karbon dioksida dengan oksigen jadi terhambat. Akibatnya, orang dengan kondisi ini akan mengalami kesulitan bernapas.

Tanpa perawatan, pneumonia akibat virus flu bisa menyebabkan  penumpukan cairan di paru-paru, menyebarkan virus atau bakteri ke aliran darah, dan mengakibatkan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). Jika seseorang sudah memiliki PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), seperti bronkitis atau emfisema, maka risiko terkena pneumonia akibat virus flu jadi lebih besar.

Bagaimana saya tahu jika flu sudah menjadi penyakit pneumonia?

gejala flu

Untuk mengetahui apakah flu sudah bertambah parah dan menjadi pneumonia, Anda perlu memerhatikan apa saja gejalanya. Flu menimbulkan gejala ringan sampai berat, seperti demam, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, sakit kepala, mual dan muntah, diare, juga tubuh pegal-pegal. Saat ini terjadi, Anda bisa minum obat flu tanpa atau dengan resep dokter serta melakukan perawatan di rumah untuk meringankan gejala.

Gejala pneumonia ringan yang sedang menyerang tubuh (atipikal), biasanya terlihat seperti gejala flu. Bedanya adalah semua gejala flu tersebut akan menetap lebih dari satu minggu. Selain itu, gejala lainnya yang perlu diwasapadai adalah  batuk berdahak, demam disertai tubuh menggigil dan berkeringat, bernapas lebih cepat, sulit bernapas, dan nyeri dada.

Selain pnemonia, flu juga bisa menyebabkan komplikasi lain

Jika Anda merasakan gejala flu yang parah dan tidak kunjung sembuh, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Lebih cepat mendapat perawatan, membantu Anda mencegah komplikasi penyakit. Selain pneumonia, virus flu juga bisa menyebabkan komplikasi lain, seperti:

  • Sinusitis dan otitis media. Virus flu dapat menyebabkan sinus membengkak. Gejalanya meliputi hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, nyeri pada area hidung dan sekitar mata. Tanpa perawatan, sinus bisa menyebabkan otitis media (infeksi telinga bagian tengah). Gejalanya meliputi pembengkakan dan nyeri telinga, keluar cairan dari telinga, demam, serta kesulitan untuk mendengar.
  • Bronkitis. Penyakit ini terjadi akibat adanya iritasi pada selaput lendir bronkus di paru. Gejala yang perlu Anda waspadai adalah batuk berdahak, sesak dada, demam dan tubuh panas dingin, serta tubuh kelelahan.
  • Ensefalitis. Meski jarang, virus flu bisa memasuki jaringan otak dan menyebabkan peradangan. Kondisi ini mengakibatkan sel-sel saraf hancur, pendarahan, dan kerusakan otak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Pleuropneumonia, Peradangan pada Paru-Paru dan Pleura

Pleuropneumonia merupakan gambaran hasil tes pencitraan rontgen dada pada orang-orang yang mempunyai keluhan pada paru-parunya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 29/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Empiema

Empiema adalah kantong nanah yang berkembang di ruang pleura. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh pneumonia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 28/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Pneumonia Aspirasi

Pneumonia aspirasi adalah peradangan pada paru-paru akibat menghirup makanan, minuman, muntah, atau air liur ke paru-paru Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 28/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang mengancam jiwa. Meskipun begitu, pneumonia merupakan kondisi yang bisa dirawat hingga sembuh.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 27/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
Batuk ke arah siku etika batuk

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . Waktu baca 7 menit
jenis-jenis pneumonia

Beda Jenisnya Beda Pula Obatnya, Kenali Macam-Macam Pneumonia Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 08/06/2020 . Waktu baca 7 menit
vaksin pneumonia

Berbagai Vaksin yang Bisa Mencegah Pneumonia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020 . Waktu baca 5 menit
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit