Flu (Influenza)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/07/2020 . 9 mins read
Bagikan sekarang

Definisi

Apa yang dimaksud dengan flu (influenza)?

Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Penyakit ini biasanya datang secara tiba-tiba dan berlangsung selama 7 sampai 10 hari.

Penyakit ini biasanya dapat hilang begitu saja, dan ada yang diobati menggunakan obat-obatan flu alami atau obat resep. Namun, bagi orang tua, balita, dan orang dengan imunitas yang lemah, flu bisa memicu kondisi yang lebih parah dan berisiko mengakibatkan kematian akibat komplikasi. Tipe lain dari flu adalah flu babi (HIN1), flu burung (H5N1, H7N9), dan lain-lain.

Setiap tahun terdapat 10% hingga 15% kasus influenza, memengaruhi 250.000 – 500.000 orang. Jenis baru dari influenza A/H1N1 menyebabkan wabah pada Juni 2009. Kebanyakan orang terjangkit pada musim gugur dan musim dingin.

Seberapa umumkah influenza?

Flu adalah kondisi yang sangat umum dan bisa memengaruhi pasien dari segala usia. Influenza adalah kondisi yang bisa dihindari dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan mendiskusikan dengan dokter Anda untuk info lebih lanjut.

Orang dewasa biasanya terjangkit influenza 2-3 sekali per tahun sedangkan anak-anak bisa terkena flu sebanyak 6-7 kali per tahun.

Tanda-tanda dan gejala

Apa sajakah tanda-tanda dan gejala dari flu?

Gejala flu umumnya datang secara tiba-tiba. Tanda dan gejalanya biasanya mulai dari 24 sampai 48 jam setelah terpapar virus flu. Gejala dan demam terburuk biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 hari. Tanda dan gejalanya seperti

  • Panas tinggi (sampai atau bahkan lebih dari 40°C)
  • Panas dingin dan nyeri otot
  • Merasa sangat lemah atau lelah
  • Sakit kepala
  • Sakit mata
  • Batuk dan bersin
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Sakit perut (terlebih pada anak-anak dibandingkan orang dewasa)
  • Batuk dan merasa sangat lemah dan lelah bisa bertahan hingga 6 minggu.

Mungkin ada beberapa tanda dan gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran mengenai gejala influenza, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus ke dokter?

Kebanyakan orang yang terkena penyakit ini dapat mengobati dirinya sendiri di rumah dan biasanya tidak perlu ke dokter.

Jika Anda menunjukkan gejala-gejala yang berisiko memicu komplikasi, pergilah ke dokter segera. Mengonsumsi obat antivirus dalam 48 jam pertama setelah munculnya gejala utama dapat mengurangi lamanya Anda mengidap penyakit dan membantu mencegah masalah yang lebih serius.

Penyebab

Apa penyebab flu?

Penyebab utama flu adalah virus influenza. Berikut adalah empat jenis virus influenza:

Influenza A

Influenza A adalah penyebab epidemi flu musiman hampir setiap tahun di Amerika Serikat. Virus influenza A adalah jenis yang dapat menginfeksi manusia dan hewan.

Influenza A adalah satu-satunya virus yang dapat menyebabkan pandemi, yaitu penyebaran penyakit secara global. Flu burung dan flu babi disebabkan oleh virus ini.

Influenza B

Influenza B adalah virus yang juga dapat menyebabkan epidemi flu musiman yang hanya menyerang manusia. Virus influenza B bermutasi lebih lambat daripada jenis A.

Influenza C

Influenza C adalah penyebab beberapa penyakit ringan. Namun, virus ini tidak dapat menciptakan epidemi, atau kasus baru di masyarakat.

Influenza D

Influenza D adalah virus yang seringkali menyerang ternak dan tampaknya tidak menginfeksi manusia.

Bagaimana cara penularan virus flu?

Penularan virus biasanya terjadi akibat menghirup udara yang sudah tercemar virus dari orang lain yang terinfeksi (misalnya melalui batuk atau bersin), atau dari menyentuh benda yang sudah terpapar virus.

Orang yang terkena virus influenza mungkin menularkan penyakitnya bahkan sebelum mereka merasakan gejala. Kecenderungan menularkan virus itu berlanjut sejak gejala awal muncul hingga lima hari kemudian.

Anak-anak dan orang-orang dengan sistem kekebalan lemah mungkin menularkan virus tersebut untuk waktu yang lebih lama.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena flu?

Beberapa faktor risiko untuk influenza adalah:

1. Usia

Influenza musiman cenderung menyerang balita dan orang tua. Influenza adalah kondisi yang cenderung menyerang anak-anak di bawah 1 tahun dan orang tua di atas 65 tahun.

2. Kondisi tempat tinggal

Orang yang tinggal di fasilitas bersama dengan banyak penghuni, seperti panti jompo atau asrama tentara, lebih sering terkena influenza. Orang yang dirawat di rumah sakit juga adalah pihak yang punya risiko tinggi terkena flu.

3.Sistem kekebalan tubuh lemah

Pengobatan kanker, obat anti penolakan, kortikosteroid, dan HIV/AIDS bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Hal ini bisa membuat Anda lebih mudah tertular influenza dan bisa juga meningkatkan risiko Anda terkena komplikasi.

4. Penyakit kronis

Kondisi kronis, seperti asma, diabetes, atau jantung, bisa meningkatkan risiko Anda terjangkit komplikasi akibat influenza.

5. Hamil

Wanita hamil lebih mungkin untuk terjangkit komplikasi influenza, terutama dalam trimester kedua dan ketiga. Wanita yang baru melahirkan hingga dua minggu setelahnya juga berisiko mengalami komplikasi yang berhubungan dengan flu.

6. Kegemukan

Orang dengan Indeks Massa Tubuh sebesar 40 atau lebih memiliki peningkatan risiko komplikasi dari flu.

7. Penggunaan aspirin di bawah usia 19 tahun

Orang yang lebih muda dari 19 tahun dan menerima aspirin jangka panjang berisiko terkena sindrom Reye jika terinfeksi influenza.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi dengan influenza?

Jika Anda berusia muda dan sehat, influenza adalah kondisi yang tidak serius. Meskipun Anda mungkin merasa tidak nyaman ketika menghadapinya, flu biasanya pergi dalam satu atau dua minggu tanpa efek apapun.

Namun, komplikasi akibat influenza atau flu berat yang mungkin terjadi adalah:

Pneumonia adalah komplikasi flu yang paling serius. Untuk orang tua dan orang dengan kondisi kronis, pneumonia dapat berakibat fatal.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan merupakan pengganti anjuran medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk flu?

Beberapa pilihan pengobatan untuk menangani influenza adalah:

1. Obat-obatan

Flu tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik, tetapi pengobatan lainnya bisa mengendalikan gejalanya, dan obat-obatan lain (antivirus) bisa memperpendek durasinya.

Untuk mengatasi ketidaknyamanan, obat non-aspirin, seperti acetaminophen dan ibuprofen, sirup batuk, dan dekongestan bisa digunakan. Jangan memberikan aspirin kepada anak-anak berusia kurang dari 16 tahun karena akan sangat meningkatkan risiko terkena Reye’s Syndrome.

2. Menghirup uap hangat

Menghirup uap hangat dapat melegakan hidung yang tersumbat dan membantu mengencerkan sekret hidung (ingus). Tuangkan air panas ke dalam baskom lalu hirup uap hangat yang dihasilkan oleh air panas tersebut.

3. Menggunakan minyak esensial

Minyak esensial yang beraroma dapat ditambahkan. Anda dapat menggunakan selimut untuk membuat ruang tertutup bagi kepala Anda dan baskom agar uap air dapat terfokus ke hidung Anda.

Tundukkan kepala Anda agar dapat mengarahkan uap air dengan lebih baik. Perbanyak minum air putih untuk mengencerkan sekret hidung (ingus).

Tes apa yang paling umum untuk mendiagnosis penyakit ini?

Dokter akan membuat diagnosis dari gejala-gejala yang Anda alami. Dokter juga bisa melakukan tes untuk memastikan diagnosis tersebut.

Tes tersebut bisa melibatkan sampel cairan dari ingus atau menggunakan sampel darah. Dokter juga bisa meminta x-ray untuk mengecek adanya pneumonia (komplikasi).

Pengobatan di rumah

Apa sajakah perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang membantu mengatasi flu?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah yang bisa membantu Anda mengatasi penyakit ini adalah:

  • Mandi air hangat atau kompres dengan bantalan pemanas bisa membantu meringankan nyeri otot.
  • Menghirup uap hangat misalnya dengan vaporizer dapat membantu mengencerkan sekret hidung (ingus)menipiskan sekres.
  • Berkumur dengan air garam hangat atau obat kumur bisa meringankan sakit tenggorokan.
  • Minum air yang banyak adalah yang paling penting.
  • Perbanyak cairan dalam tubuh: minum 2 liter air putih setiap harinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang dan konsumsi suplemen vitamin untuk daya tahan tubuh
  • Istirahat yang cukup: orang dewasa sehat membutuhkan waktu tidur ideal antara 7- 8 jam sehari untuk memberikan waktu bagi otot dan pikiran beristirahat
  • Konsumsi obat penghilang rasa sakit: Konsultasi dengan dokter atau apoteker Anda untuk mendapat obat penghilang rasa sakit, baik resep/nonresep. Obat-obatan ini dapat mengurangi rasa sakit yang diasosiasikan dengan pilek.

Pencegahan

Apa pencegahan yang dapat saya lakukan untuk menghindari flu?

Menurut World Health Organization atau WHO, cara terbaik untuk terhindar dari penyakit ini adalah dengan mendapatkan vaksinasi flu. Virus flu adalah jenis virus yang akan berevolusi secara terus menerus. Karena itu, WHO juga membuat rekomendasi untuk terus memperbaharui bahan-bahan vaksin.

WHO menganjurkan vaksinasi tahunan untuk kelompok berisiko tinggi, termasuk petugas kesehatan. Vaksin flu adalah langkah yang idealnya dilakukan sebelum musim flu dimulai. Namun, mendapatkan vaksinasi kapan pun masih dapat membantu Anda terhindar dari sakit flu.

Jika Anda mempunyai pertanyaan terkait pencegahan flu, silahkan konsultasikan dengan dokter Anda yang mengerti solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketahui Manfaat, Jenis, dan Efek Samping Imunisasi DPT pada Anak

Imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) termasuk ke dalam vaksin yang wajib diberikan pada anak. Ini penjelasan lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 05/05/2020 . 11 mins read

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menyebalkan memang jika terkena flu saat puasa. Namun, tahukah Anda jika kena flu saat puasa justru akan membuat tubuh lebih baik dan Anda cepat pulih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020 . 3 mins read

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Mengobati pasien ginjal tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti vaksin. Ini penjelasan vaksin untuk pasien ginjal.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Jalan Panjang Indonesia dalam Membuat Vaksin COVID-19

Sudah banyak lembaga dan negara meneliti untuk mengembangkan vaksin COVID-19, termasuk Indonesia. Bagaimana Indonesia membuka jalan dalam mencari vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

Batuk ke arah siku etika batuk

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 7 mins read
mutasi coronavirus

Mutasi Bikin Coronavirus Lebih Mudah Menular? Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
vaksin rotavirus

Vaksin Rotavirus, Bermanfaat untuk Mencegah Diare Parah pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . 7 mins read
rejimen obat vaksin covid-19 indonesia

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020 . 4 mins read