8 Pilihan Essential Oil untuk Redakan Gejala Flu

    8 Pilihan Essential Oil untuk Redakan Gejala Flu

    Anda mungkin sudah sering mendengar khasiat essential oil yang saat ini tengah menjadi incaran banyak orang. Ya, menariknya, hanya dibutuhkan beberapa tetes dari minyak ini dan berbagai masalah kesehatan Anda dapat teratasi. Salah satu kondisi kesehatan yang dapat Anda tangani dengan essential oil adalah flu. Ingin tahu apa saja essential oil yang baik untuk meringankan flu? Baca ulasan lengkapnya di bawah ini.

    Pilihan essential oil untuk membantu atasi gejala flu

    Ketika Anda mengalami infeksi pada sistem pernapasan, hal ini biasanya menimbulkan berbagai penyakit seperti batuk dan flu.

    Flu alias influenza adalah infeksi sistem pernapasan yang disebabkan oleh serangan virus.

    Akibatnya, Anda mengalami gejala-gejala seperti hidung meler, bersin, sakit tenggorokan, bahkan disertai demam.

    Dalam kebanyakan kasus, flu biasanya dapat membaik dengan sendirinya. Anda hanya butuh banyak beristirahat dan minum obat penurun panas atau pereda sakit kepala bila perlu.

    Selain itu, Anda bisa coba memanfaatkan essential oil untuk membantu meringankan gejala flu, lho!

    Sudah ada banyak penelitian yang menemukan berbagai macam manfaat minyak esensial untuk flu, mulai dari melegakan saluran pernapasan hingga mengurangi infeksi akibat virus.

    Ingin tahu lebih lanjut? Simak apa saja minyak esensial yang direkomendasikan untuk flu di bawah ini.

    1. Lavender

    manfaat minyak lavender

    Pilihan essential oil pertama jatuh pada minyak lavender.

    Selain membantu memperbaiki kualitas tidur, ternyata essential oil dari bunga lavender juga dipercaya dapat mengatasi gejala flu.

    Sebuah studi dari jurnal Life Sciences tahun 2014 menunjukkan bahwa menghirup uap dari minyak lavender membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan.

    Tak hanya efektif mengatasi flu, minyak dari bunga berwarna ungu ini juga dikenal dapat meringankan gejala asma serta alergi.

    2. Kayu manis (cinnamon)

    Apakah Anda penyuka makanan dan minuman dengan kayu manis?

    Tak hanya nikmat untuk dijadikan hidangan, ternyata essential oil dari kayu manis alias cinnamon juga bisa digunakan sebagai obat alami flu.

    Kandungan anti-inflamasi yang terdapat di kayu manis dapat membantu mengurangi peradangan.

    Peradangan yang menjadi akar dari masalah pernapasan seperti flu dapat berkurang dengan menghirup minyak esensial kayu manis.

    3. Peppermint

    manfaat peppermint

    Jenis essential oil berikutnya yang ampuh meringankan gejala flu adalah peppermint.

    Daun peppermint mengandung mentol yang dapat membantu melegakan saluran pernapasan.

    Hal ini berkat kandungan peppermint yang dapat melemaskan otot-otot pada bronkus sehingga pernapasan terasa lebih lancar.

    4. Eukaliptus

    eucalyptus anti corona virus

    Daun eukaliptus adalah varian essential oil lainnya yang bisa Anda manfaatkan untuk mengatasi flu.

    Di dalam daun eukaliptus terdapat berbagai jenis senyawa yang bersifat antioksidan, antivirus, serta anti-inflamasi.

    Dengan kandungan-kandungan tersebut, tak mengherankan apabila tanaman ini membantu meningkatkan kondisi tubuh yang menurun akibat serangan virus flu.

    5. Tea tree oil

    menghilangkan ketombe

    Tea tree oil juga termasuk dalam deretan essential oil yang bisa Anda pilih sebagai obat alami pereda flu.

    Menurut sebuah penelitian dari jurnal Aerosol Science and Technology, kandungan di dalam tea tree oil memiliki sifat antivirus yang dapat membantu melawan infeksi akibat virus flu.

    Ditambah lagi, minyak esensial yang satu ini juga membantu mengurangi peradangan pada saluran pernapasan sehingga Anda dapat meringankan gejala-gejala flu.

    6. Timi (thyme)

    manfaat thyme

    Timi alias daun thyme tak hanya ditemukan pada bumbu masakan, tetapi juga diekstraksi minyaknya untuk pengobatan alami.

    Nah, essential oil dari daun thyme ini ternyata juga baik untuk mengurangi gejala flu yang Anda alami.

    Tanaman dengan aroma yang khas ini mengandung thymol, yaitu senyawa dengan sifat antioksidan serta anti-inflamasi yang baik untuk meredakan peradangan di sistem pernapasan.

    Selain itu, kandungan thymol dalam daun thyme baik untuk meningkatkan sistem imun tubuh saat terserang penyakit.

    7. Rosemary

    Memiliki fungsi yang mirip dengan thyme, daun rosemary yang sering dijumpai sebagai bumbu penyedap masakan ini juga bermanfaat untuk meringankan flu.

    Essential oil daun rosemary diyakini baik untuk melemaskan otot sistem pernapasan sehingga penderita flu dapat bernapas lebih lega.

    Ditambah lagi, senyawa cineole yang ada di daun rosemary juga bermanfaat untuk mengencerkan lendir atau ingus pada saluran pernapasan.

    8. Lemon

    Menghirup aroma lemon terasa menyegarkan bagi tubuh. Ternyata, essential oil dari lemon memang memiliki manfaat untuk meredakan gejala flu.

    Lemon adalah buah yang kaya kandungan antioksidan sehingga dapat membantu mengembalikan sistem imun tubuh saat terserang flu.

    Kandungan di dalam lemon juga bersifat anti-inflamasi yang efektif mengurangi gejala peradangan pada sistem pernapasan akibat infeksi virus flu.

    Selain itu, jika flu yang Anda alami disertai dengan batuk, menghirup minyak esensial ini juga dapat meredakan batuk.

    Cara menggunakan essential oil untuk meredakan flu

    manfaat minyak kemiri

    Anda dapat menggunakan essential oil dalam berbagai cara, tergantung pada kebutuhan.

    Akan tetapi, essential oil harus diencerkan dengan minyak pelarut seperti minyak kelapa, minyak zaitun, dan air.

    Pasalnya, pemakaian essential oil mental berisiko menyebabkan efek samping sehingga minyak harus dilarutkan terlebih dahulu.

    Nah, cara terbaik menggunakan essential oil untuk flu adalah dengan dihirup lewat uap.

    Anda bisa mencampurkan beberapa tetes essential oil ke dalam alat diffuser yang sudah diisi air agar uapnya tersebar ke seluruh ruangan.

    Essential oil juga bisa Anda teteskan ke wadah atau baskom berisi air panas. Hiruplah uap yang keluar dari air panas tersebut untuk mendapatkan manfaat dari essential oil.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Ben-Arye, E., Dudai, N., Eini, A., Torem, M., Schiff, E., & Rakover, Y. (2011). Treatment of upper respiratory tract infections in primary care: a randomized study using aromatic herbs. Evidence-based complementary and alternative medicine : eCAM, 2011, 690346. https://doi.org/10.1155/2011/690346

    Ramos Alvarenga, R. F., Wan, B., Inui, T., Franzblau, S. G., Pauli, G. F., & Jaki, B. U. (2014). Airborne antituberculosis activity of Eucalyptus citriodora essential oil. Journal of natural products, 77(3), 603-610. https://doi.org/10.1021/np400872m

    Ribeiro-Santos, R., Andrade, M., Madella, D., Martinazzo, A., de Aquino Garcia Moura, L., de Melo, N., & Sanches-Silva, A. (2017). Revisiting an ancient spice with medicinal purposes: Cinnamon. Trends In Food Science & Technology, 62, 154-169. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2017.02.011

    Ueno-Iio, T., Shibakura, M., Yokota, K., Aoe, M., Hyoda, T., & Shinohata, R. et al. (2014). Lavender essential oil inhalation suppresses allergic airway inflammation and mucous cell hyperplasia in a murine model of asthma. Life Sciences, 108(2), 109-115. https://doi.org/10.1016/j.lfs.2014.05.018

    PDQ Integrative, Alternative, and Complementary Therapies Editorial Board. (2019). Aromatherapy With Essential Oils. Bethesda (MD): National Cancer Institute (US).  Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK65820/

    Horváth, G., & Ács, K. (2015). Essential oils in the treatment of respiratory tract diseases highlighting their role in bacterial infections and their anti-inflammatory action: a review. Flavour And Fragrance Journal, 30(5), 331-341. https://doi.org/10.1002/ffj.3252

    Pyankov, O., Usachev, E., Pyankova, O., & Agranovski, I. (2012). Inactivation of Airborne Influenza Virus by Tea Tree and Eucalyptus Oils. Aerosol Science And Technology, 46(12), 1295-1302. https://doi.org/10.1080/02786826.2012.708948

    Meamarbashi A. (2014). Instant effects of peppermint essential oil on the physiological parameters and exercise performance. Avicenna journal of phytomedicine, 4(1), 72–78.

    Klimek-Szczykutowicz, M., Szopa, A., & Ekiert, H. (2020). Citrus limon (Lemon) Phenomenon-A Review of the Chemistry, Pharmacological Properties, Applications in the Modern Pharmaceutical, Food, and Cosmetics Industries, and Biotechnological Studies. Plants (Basel, Switzerland), 9(1), 119. https://doi.org/10.3390/plants9010119

    Salehi, B., Mishra, A. P., Shukla, I., Sharifi-Rad, M., Contreras, M., Segura-Carretero, A., Fathi, H., Nasrabadi, N. N., Kobarfard, F., & Sharifi-Rad, J. (2018). Thymol, thyme, and other plant sources: Health and potential uses. Phytotherapy research : PTR, 32(9), 1688–1706. https://doi.org/10.1002/ptr.6109

    Bauer, Brent A. (2020). Aromatherapy: Is it worthwhile? – Mayo Clinic. Retrieved April 19, 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/consumer-health/expert-answers/aromatherapy/faq-20058566

    Influenza (flu) – Mayo Clinic. (2020). Retrieved April 19, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/symptoms-causes/syc-20351719

    Cinnamon – National Institute of Health. (2020). Retrieved April 19, 2021, from https://www.nccih.nih.gov/health/cinnamon

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui May 05, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.