Memahami dari Mana Asal Ingus dan Ciri-Ciri Ingus yang Berbahaya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Saat terkena flu atau alergi, Anda pasti akan merasa tidak nyaman dengan bagian hidung Anda. Pasalnya, Anda akan sibuk membersihkan cairan hidung atau ingus yang mengalir tanpa henti walaupun sudah dikeluarkan berkali-kali. Sebenarnya, dari mana asalnya ingus? Apakah lendir pada hidung bisa menjadi pertanda masalah pada tubuh? Baca terus ulasan berikut ini, ya!

Fakta unik seputar ingus

Membicarakan soal ingus mungkin terdengar menggelikan bagi segelintir orang. Padahal, cairan kental ini memiliki fakta-fakta menarik yang mungkin belum pernah Anda ketahui sebelumnya, lho.

Ingus merupakan lendir atau cairan yang dihasilkan oleh kelenjar mukosa yang melapisi saluran pernapasan. Saluran ini meliputi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Tubuh menghasilkan lendir secara terus menerus, bahkan mencapai satu sampai dua liter lendir setiap harinya.

Menariknya lagi, Anda tidak sadar bahwa setiap hari Anda menelan ingus saat sedang tidak dalam kondisi flu. Hal ini terjadi ketika rambut halus pada sel hidung (silia) memindahkan lendir ke saluran hidung bagian belakang menuju tenggorokan dan menelannya.

Namun jangan salah, lendir hidung memiliki peran penting untuk tubuh Anda, di antaranya:

  • Menjaga kelembapan lapisan dalam hidung agar tidak kering
  • Menangkap debu dan partikel lain saat bernapas
  • Melawan infeksi
  • Melembapkan udara yang dihirup sehingga menjadi lebih nyaman saat bernapas

Fakta lainnya, debu dan partikel yang telah tertangkap silia hidung akan mengering dan terbungkus lendir hidung. Dari sinilah kerak kotoran terbentuk di dalam hidung, atau yang lebih Anda kenal dengan istilah upil.

Dari mana asal ingus?

Lendir hidung yang normal memiliki tekstur yang sangat tipis dan encer. Peningkatan produksi ingus merupakan salah satu cara tubuh merespon zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Pasalnya, lendir tersebut berperan sebagai penghalang infeksi dengan cara membersihkan organ hidung dari partikel-partikel yang menyebabkan peradangan.

Bila selaput lendir meradang, maka hal ini dapat membuat tekstur lendir menjadi lebih pekat, kental, dan lengket. Kondisi inilah yang cenderung membuat Anda tak nyaman saat kena flu. Penyebab peradangan selaput lendir bisa karena infeksi, alergi, iritan, atau rhinitis vasomotor.

Warna ingus penanda kondisi kesehatan

Apakah Anda pernah memperhatikan warna ingus saat sedang pilek? Jika diperhatikan, warna lendir yang dihasilkan tidaklah selalu sama. Kadang warnanya kuning, hijau, kecokelatan, atau bahkan kemerahan.

Sehat atau tidaknya kondisi tubuh Anda dapat dilihat dari warna ingus. Meski demikian, perubahan warna ingus tidak selalu mutlak menandakan adanya infeksi bakteri dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, segera tanyakan pada dokter untuk diagnosis yang lebih tepat.

Nah, berikut adalah berbagai ciri-ciri lendir hidung yang menandakan adanya masalah pada kesehatan tubuh atau gangguan pada hidung Anda:

1. Warna ingus bening

Ingus yang berwarna bening umumnya berbentuk esinusitissinutisincer dan transparan. Hal ini pertanda bahwa ada peningkatan produksi lendir. Namun secara umum, lendir berwarna bening tidak mengindikasi masalah kesehatan tertentu. Setiap harinya kita memproduksi lendir sekitar 4 cangkir guna menjaga lapisan hidung agar tetap lembab dan sebagai alat penangkal jamur, virus, bakteri, dan polutan.

2. Warna ingus putih

Musim dingin biasanya rawan terhadap penyakit flu, alergi, dan dehidrasi. Hal ini terjadi ketika sel rambut hidung terluka karena peradangan, sehingga lendir susah keluar dan kehilangan kelembaban yang menyebabkan warna lendir menjadi putih. Walaupun begitu, lendir hidung berwarna putih masih dianggap normal.

3. Warna ingus kuning

Pada dasarnya, perubahan warna tergantung pada seberapa banyak lendir di hidung serta parahnya peradangan yang dialami. Jika ingus Anda berwarna kuning, berarti kemungkinan Anda sedang mengalami infeksi atau sinusitis, dengan catatan jika pilek terjadi secara terus menerus lebih dari sepuluh hari.

Ingus yang berwarna kuning muda berarti tubuh Anda sedang melawan sesuatu, seperti demam. Ingus kuning bukan berarti Anda harus ke dokter, itu adalah gejala normal sebagai bentuk pertahanan tubuh. Namun apabila gejala ini lebih dari seminggu, kadang diiringi dengan demam, sakit kepala, atau batuk berlendir, ini pertanda kalau Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

4. Ingus warna hijau

Ingus berwarna hijau berarti Anda terkena infeksi bakteri atau jamur. Warna hijau diproduksi oleh sel darah putih yang merespon infeksi atau peradangan. Ketika rongga hidung Anda meradang, ia akan membengkak. Hal ini menyebabkan ingus terjebak dan jamur tumbuh.

5. Ingus merah atau cokelat

Rona merah atau cokelat pada lendir hidung adalah darah yang berasal dari pembuluh darah yang rusak. Ingus berdarah ini terjadi ketika Anda mungkin bersin terlalu keras atau karena lapisan hidung hidung yang terlalu kering sehingga menyebabkan pembuluh darah dalam rongga hidung pecah. Kondisi ini kadang juga dikaitkan dengan mimisan.

Cara menghilangkan ingus yang menumpuk di saluran hidung

Lendir hidung yang kental dan lengket sering kali meler keluar dari hidung, bahkan mengalir ke belakang tenggorokan. Kondisi ini memang menyebalkan dan membuat Anda tidak nyaman.

Untungnya, kondisi hidung meler ini bisa Anda atasi dengan mudah di rumah. Cara penanganannya memang bisa saja bergantung pada apa penyebabnya, namun berikut adalah langkah-langkah umum yang bisa Anda ikuti untuk mengeluarkan ingus dengan benar:

1. Minum air yang banyak

Setiap kali hidung Anda menghasilkan lendir berlebihan, pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan harian Anda. Dengan minum air yang banyak, lendir menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan. Anda dianjurkan untuk minum air putih sebanyak 8 gelas sehari.

2. Bernapas dengan uap air panas

Tuang air panas ke dalam ember atau baskom. Kemudian, dekatkan wajah Anda ke uap yang keluar dari air panas tersebut. Tutupi kepala Anda dengan sehelai handuk atau kain, lalu bernapaslah seperti biasa dengan uap panas tadi.

Cara ini diyakini dapat membantu ingus lebih mudah keluar dari hidung, sehingga Anda bisa membuangnya segera.

3. Pasang humidifier

Apabila Anda sering berada di tempat atau ruangan dengan udara yang kering, misalnya di ruangan ber-AC sepanjang hari, Anda perlu mempertimbangkan memakai humidifier. Fungsinya adalah menyeimbangkan kelembapan di dalam ruangan, sehingga kelembapan tersebut membantu lendir lebih mudah mengalir dari hidung.

4. Menggunakan obat-obatan

Selain mengikuti cara-cara rumahan di atas, Anda juga bisa mengonsumsi obat-obatan yang sesuai dengan penyebab hidung Anda meler. Obat-obatan akan bekerja langsung pada penyebab utama hidung ingusan, sehingga ingus pun tidak lagi menumpuk di hidung Anda.

Misalnya, jika hidung Anda meler akibat alergi, Anda bisa coba menggunakan obat antihistamin atau obat hidung steroid seperti budesonide dan fluticasone.

Menurut situs Wexner Medical Center, durasi lamanya ingus atau lendir berlebih bertahan di hidung akan bergantung pada penyebabnya:

  • Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, meski tanpa pengobatan antibiotik, lendir akan menghilang sendiri dalam 10-14 hari.
  • Infeksi virus butuh waktu lebih lama, yaitu sekitar 3 minggu.
  • Penyakit peradangan saluran pernapasan seperti asma dan PPOK memakan waktu lebih lama, bahkan cenderung tidak kunjung membaik, kecuali jika penyakit ditangani secara maksimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Menghilangkan bekas luka butuh waktu lama. Simak daftar obat-obatan sebagai cara menghilangkan bekas luka yang tepat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Terapi Oksigen untuk Mengatasi Masalah Sesak Napas

Beberapa orang mungkin membutuhkan terapi oksigen untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darahnya. Siapa saja yang membutuhkannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Pernapasan 2 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Sebelum terburu-buru mengambil obat, ikutilah tips-tips berikut untuk mengurangi nyeri haid Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Sederhana untuk Memelihara Kesehatan Lambung

Ada beragam cara untuk memelihara kesehatan lambung, dari mengontrol jam makan hingga mengelola stres. Apa saja cara yang lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat buah mangga

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
5 Langkah untuk Berhenti Merokok

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit