home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Gejala yang Umumnya Muncul Saat Anda Mengalami Emboli Paru

9 Gejala yang Umumnya Muncul Saat Anda Mengalami Emboli Paru

Emboli paru adalah kondisi ketika salah satu arteri paru mengalami penyumbatan sehingga menyebabkan serangkaian gejala, termasuk yang terkait dengan pernapasan. Ketika mengalami emboli paru, umumnya seseorang akan mengalami gejala berupa napas pendek dan sakit di dada. Selanjutnya, apa lagi tanda ketika seseorang mengalami emboli paru?

Apa saja gejala emboli paru?

Mayo Clinic menyebutkan bahwa tanda-tanda emboli paru dapat sangat bervariasi tergantung pada faktor-faktor, seperti:

  • seberapa banyak paru-paru yang mengalami penyumbatan,
  • ukuran sumbatan, dan
  • ada atau tidaknya penyakit paru-paru maupun jantung yang menyebabkan kondisi tersebut.

obat herbal tradisional sesak napas

Berikut adalah beragam tanda emboli paru yang perlu Anda ketahui.

1. Sesak napas

Sesak napas atau yang secara medis dikenal dengan dyspnea merupakan pengetatan intens di dada sehingga membuat Anda merasa kesulitan bernapas.

Pada orang dengan emboli paru, gejala berupa sesak napas muncul secara tiba-tiba dan akan memburuk jika Anda merasa lelah.

2. Nyeri dada

Selain sesak napas, kondisi ini dapat membuat Anda merasa nyeri di bagian dada. Anda akan merasa seperti mengalami serangan jantung.

Sakit ini terasa tajam dan begitu jelas saat Anda menarik napas dalam-dalam. Nyeri dada juga bisa dirasakan ketika Anda batuk atau membungkuk.

3. Batuk

Batuk adalah gejala lain yang biasanya ditimbulkan ketika Anda mengalami emboli paru.

Kondisi ini merupakan hasil dari aksi spontan tubuh untuk membersihkan zat asing dari saluran pernapasan.

Ketika mengalami emboli paru, batuk biasanya dapat menghasilkan dahak atau noda darah.

4. Detak jantung cepat atau tidak teratur

Detak jantung tidak teratur juga disebut dengan aritmia jantung. Kondisi ini muncul seperti jantung berdebar.

Pada pasien emboli paru, jenis aritmia yang dialami biasanya adalah takikardia. Kondisi ini terjadi ketika detak jantung istirahat lebih cepat dari 100 detak per menit.

Perempuan batuk berdarah

5. Kaki bengkak dan sakit

British Lung Foundation menyebutkan bahwa salah satu penyebab emboli paru adalah deep vein thrombosis, yaitu kondisi ketika pembekuan darah berkembang di vena, biasanya di bagian kaki.

Oleh karena itu, kaki bengkak, merah, dan sakit menjadi gejala emboli paru selanjutnya yang perlu Anda waspadai.

6. Keringat berlebih

Keringat berlebih atau disebut juga dengan hiperhidrosis terjadi ketika tubuh Anda mengeluarkan keringat dalam jumlah yang banyak, meski tidak berada di cuaca panas.

Penelitian yang dipublikasikan di Case Reports in Pulmonology menyebutkan bahwa keringat berlebih, terutama pada malam hari, merupakan gejala umum emboli paru.

7. Pusing

Sakit kepala ringan atau pusing juga sering kali menjadi salah satu gejala emboli paru yang perlu Anda waspadai.

Pusing pada penyakit emboli paru biasanya tak kunjung hilang dan Anda akan merasa seperti ingin pingsan.

pusing tanda emboli paru

8. Demam

Demam dengan suhu yang tidak terlalu tinggi umum terjadi pada pasien emboli paru. Sebaliknya, demam tinggi merupakan gejala emboli paru yang tidak umum, tetapi bisa saja terjadi.

Penelitian yang dipublikasikan di BMJ Open Respiratory menyebutkan bahwa pasien emboli paru dengan demam memiliki tingkat penyakit dan keparahan sumbatan yang lebih tinggi daripada emboli paru tanpa demam.

9. Sianosis

Sianosis adalah kondisi ketika kulit atau selaput lendir mengalami perubahan warna menjadi kebiruan.

Kondisi ini juga bisa menjadi salah satu gejala emboli paru yang perlu Anda waspadai. Diagnosis sianosis dan emboli paru pun sering kali tertukar satu sama lain.

Kapan sebaiknya ke dokter?

dokter

Tak bisa dielak, emboli paru adalah kondisi yang dapat mengancam nyawa Anda.

Oleh karena itu, segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala, seperti ini:

  • sesak napas yang tidak dapat dijelaskan,
  • nyeri dada, atau
  • batuk yang menghasilkan dahak berdarah.

Emboli paru merupakan salah satu penyakit paru-paru yang sulit didiagnosis sehingga penting untuk segera menghubungi dokter jika mengalami tanda di atas.

Saat mendiagnosis kondisi ini, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat pribadi Anda, termasuk faktor risiko.

Petugas kesehatan juga akan melakukan berbagai pemeriksaan lainnya, seperti CT scan, rontgen dada, hingga MRI.

Deteksi penyakit sedari dini dapat membantu dokter menentukan solusi terbaik untuk mengatasi kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pulmonary embolism – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 2 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-embolism/symptoms-causes/syc-20354647

What is a pulmonary embolism and what are the symptoms? – British Lung Foundation. (2015). Retrieved 2 June 2021, from https://www.blf.org.uk/support-for-you/pulmonary-embolism/symptoms

​Difficulty breathing? It may be due to a pulmonary embolism – UChicago Medicine. (2018). Retrieved 2 June 2021, from https://www.uchicagomedicine.org/forefront/heart-and-vascular-articles/what-is-pulmonary-embolism

Trouble breathing. (2021). Retrieved 2 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/shortness-of-breath/basics/definition/sym-20050890

Heart arrhythmia – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 2 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-arrhythmia/symptoms-causes/syc-20350668

Feher, A., Muhsin, S., & Maw, A. (2015). Night Sweats as a Prominent Symptom of a Patient Presenting with Pulmonary Embolism. Case Reports In Pulmonology, 2015, 1-3. doi: 10.1155/2015/841272

Prandoni, P., Lensing, A., Prins, M., Ciammaichella, M., Perlati, M., & Mumoli, N. et al. (2016). Prevalence of Pulmonary Embolism among Patients Hospitalized for Syncope. New England Journal Of Medicine, 375(16), 1524-1531. doi: 10.1056/nejmoa1602172

Saad, M., Shaikh, D., Mantri, N., Alemam, A., Zhang, A., & Adrish, M. (2018). Fever is associated with higher morbidity and clot burden in patients with acute pulmonary embolism. BMJ Open Respiratory Research, 5(1), e000327. doi: 10.1136/bmjresp-2018-000327

Foto Penulis
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui seminggu yang lalu
x