home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenali Pilihan Obat untuk Mengatasi Emboli Paru

Kenali Pilihan Obat untuk Mengatasi Emboli Paru

Emboli paru termasuk salah satu penyakit paru-paru yang dapat mengancam jiwa Anda. Ketika Anda mengeluhkan gejala yang mengarah ke emboli paru, dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat untuk mengatasinya. Sayangnya, jika terlambat atau bahkan tidak diobati, kondisi ini bisa merusak organ dan berujung pada kematian. Nah, seperti apa obat dan pengobatan yang tepat untuk penyakit emboli paru?

Pilihan obat dan pengobatan untuk mengatasi emboli paru

Emboli paru memang bisa berujung menganam nyawa, tetapi banyak pula pasien yang berhasil selamat dari kondisi tersebut dan menjalani hidup dengan risiko kekambuhan.

Agar gejalanya membaik, ada berbagai obat dan tindakan medis yang mampu mengatasi emboli paru. Durasi pengobatan pun bervariasi sesuai seberapa parah kondisi yang dialami.

American Lung Association menyebutkan bahwa tujuan pengobatan emboli paru adalah untuk menjaga agar gumpalan darah tidak membesar dan mencegah terbentuknya gumpalan baru.

Pengobatan perlu dilakukan dengan segera untuk mencegah komplikasi serius hingga kematian.

Berikut berbagai obat dan pengobatan yang mungkin direkomendasikan dokter untuk atasi emboli paru.

1. Obat-obatan

obat BAB berdarah

Jenis obat yang dapat mengatasi emboli paru terdiri dari pengencer darah dan pelarut bekuan darah sebagai berikut.

Antikoagulan

Pengencer darah atau antikoagulan adalah obat yang paling umum digunakan untuk mengatasi gumpalan darah di paru-paru.

Obat ini menciptakan perubahan kimia dalam darah untuk mencegah gumpalan darah membesar dan membentuk gumpalan baru.

Terdapat berbagai macam jenis antikoagulan yang bisa membantu Anda. Konsultasikan dengan dokter obat apa yang paling tepat untuk kondisi Anda.

Beberapa jenis antikoagulan yang tersedia mungkin termasuk:

  • warfarin,
  • rivaroxaban,
  • dabigatran,
  • apixaban,
  • edoxaban, dan
  • heparin.

Dokter akan memberi tahu seberapa banyak antikoagulan yang Anda butuhkan dan kapan waktu yang tepat untuk meminumnya.

Seperti obat-obatan lainnya, antikoagulan untuk mengatasi emboli paru memiliki efek samping yang bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya. Efek samping paling umum adalah perdarahan.

Trombolitik

Pelarut bekuan darah atau trombolitik dapat diberikan melalui vena untuk melarutkan gumpalan darah dengan cepat.

Obat ini biasanya direkomendasikan pada situasi yang mengancam jiwa karena dapat menyebabkan perdarahan parah dan terjadi tiba-tiba.

2. Operasi dan prosedur lainnya

Operasi untuk mengobati diabetes melitus

Pada kasus emboli paru yang lebih parah, pengobatan lain mungkin diperlukan untuk menyingkirkan atau memecah gumpalan. Berikut prosedur yang mungkin direkomendasikan dokter.

Pengangkatan gumpalan

Jika Anda memiliki gumpalan yang sangat besar dan berbahaya, dokter mungkin merekomendasikan prosedur pengangkatan melalui tabung tips dan fleksibel (kateter) yang dipasang melalui pembuluh darah.

Filter vena

Kateter juga dapat digunakan untuk memposisikan filter di vena utama tubuh yang berasal dari kaki menuju sisi kanan jantung Anda.

Filter ini dapat membantu mencegah gumpalan masuk ke paru-paru Anda dan mencegah kondisi yang lebih parah.

Mayo Clinic menyebutkan bahwa prosedur ini biasanya diperuntukkan bagi orang dengan kondisi berikut:

  • tidak dapat menggunakan antikoagulan, dan
  • mengalami pembekuan berulang meskipun telah menggunakan antikoagulan.

Beberapa filter dapat dihapus saat tidak lagi dibutuhkan.

3. Perubahan gaya hidup

tubuh sehat

Emboli paru dapat kembali terjadi alias kambuh. Oleh karena itu, Anda perlu mengonsumsi obat untuk mengatasi emboli paru sesuai dengan petunjuk dokter selama tiga bulan atau mungkin seumur hidup.

Selain itu, Anda perlu menjalani perubahan gaya hidup selagi mengkonsumsi obat antikoagulan. Berikut gaya hidup yang mungkin direkomendasikan dokter.

  • Jauhi makanan-makanan tertentu, termasuk yang kaya vitamin K, seperti sayuran hijau.
  • Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan yang dijual bebas di pasaran (seperti aspirin dan obat tidur).
  • Sebaiknya tidak terlalu memaksakan diri ketika berolahraga.

Apakah pengidap emboli paru harus dirawat di rumah sakit?

Ketika mendiagnosis emboli paru-paru, dokter juga memeriksa risiko bahaya dari kondisi tersebut.

Jika dianggap memiliki risiko sedang atau tinggi untuk mengalami cedera, Anda mungkin akan dirawat inap di rumah sakit.

Sebaliknya, jika dianggap berisiko rendah untuk mengalami cedera, Anda dapat didiagnosis dan dirawat sebagai pasien rawat jalan.

Penyebab emboli paru

Jika didiagnosis sebagai pasien rawat jalan, Anda perlu diperiksa oleh dokter senior sebelum pulang.

Anda kemudian akan diberikan informasi soal rencana pengobatan dan kemungkinan komplikasi emboli paru.

Tak hanya itu, Anda juga perlu menjalani pemeriksaan dalam waktu tujuh hari setelah dipulangkan. Hal ini berujutan untuk memastikan keberhasilan pengobatan yang ditentukan dokter.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala-gejala emboli paru. Deteksi dini penyakit dapat meringankan kemungkinan penyakit bertambah parah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Management of PE – American College of Cardiology. (2020). Retrieved 3 June 2021, from https://www.acc.org/latest-in-cardiology/articles/2020/01/27/07/42/management-of-pe

Treating and Managing Pulmonary Embolism. (2021). Retrieved 3 June 2021, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/pulmonary-embolism/treating-and-managing

Pulmonary embolism – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 3 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pulmonary-embolism/diagnosis-treatment/drc-20354653

How is a pulmonary embolism treated? – British Lung Foundation. (2015). Retrieved 3 June 2021, from https://www.blf.org.uk/support-for-you/pulmonary-embolism/treatment

Rosovsky, R., Grodzin, C., Channick, R., Davis, G., Giri, J., & Horowitz, J. et al. (2020). Diagnosis and Treatment of Pulmonary Embolism During the Coronavirus Disease 2019 Pandemic. Chest, 158(6), 2590-2601. doi: 10.1016/j.chest.2020.08.2064

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 19/07/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team