Penyebab Batuk Tak Kunjung Sembuh (Batuk Kronis) dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/06/2020 . 10 menit baca
Bagikan sekarang

Batuk kronis adalah batuk tak kunjung sembuh yang berlangsung lebih dari 8 minggu. Biasanya, batuk tidak juga mereda meskipun sudah minum obat batuk. Batuk kronis bisa menandakan adanya gangguan kesehatan baik pada sistem respirasi maupun bagian tubuh lainnya. Batuk yang muncul bisa sulit dikendalikan. Dalam beberapa kasus, batuk kronis juga bisa berlangsung secara menahun.

Batuk kronis tentunya membutuhkan penanganan medis. Namun, bukan berarti karena batuk yang dialami tak kunjung sembuh maka tak dapat dipulihkan. Pengobatan batuk kronis yang tepat akan menyesuaikan dengan penyakit penyebabnya. Ketahui lebih jelas mengenai kondisi batuk berkepanjangan pada ulasan berikut ini!

Penyebab batuk tak kunjung sembuh

bronkitis akut

Batuk merupakan mekanisme pertahanan alami yang bekerja menjaga saluran pernapasan tetap bersih dari kontaminasi partikel asing yang berbahaya. Namun, apabila batuk terus dialami selama berbulan-bulan bahka hingga menahun, maka bisa menandakan adanya penyakit tertentu.

American College of Chest Physicians menetukan jenis batuk berdasarkan durasi atau lama berlangsungnya ke dalam: batuk akut yang berlangsung selama 3 minggu, batuk sub-akut terjadi dari 3 sampai 8 minggu, dan batuk kronis yang bisa berlanjut sampai 8 minggu atau lebih. 

Batuk tak kunjung sembuh menjadi alarm terdapatnya masalah kesehatan yang serius. Batuk berkepanjangan juga bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Artinya, sangat mungkin jika penyebab dari batuk kronis meliputi beberapa penyakit dalam satu waktu. 

Berikut merupakan kondisi dan penyakit yang umumnya menjadi penyebab batuk kronis:

1. Infeksi virus dan bakteri di paru-paru

Infeksi bakteri atau virus di paru-paru bisa menyebabkan peradangan dan pembengkakan saluran napas sehingga memicu terjadinya produksi lendir atau dahak berlebih. Volume dahak yang banyak dapat memicu terjadinya batuk lebih sering.

Beberapa penyakit yang diakibatkan oleh infeksi di paru-paru yang bisa menjadi penyebab batuk kronis di antaranya adalah pneumonia, bronkiektasis, dan tuberkulosis (TBC).

2. Asma

Asma merupakan kondisi penyempitan saluran pernapasan akibat peradangan yang dipengaruhi oleh faktor iritan, suhu dingin, maupun aktivitas berat.

Sesak napas disertai dengan bunyi mengi memang menjadi gejala utama dari asma. Namun, batuk berkepanjangan juga kerap dialami oleh penderita asma terutama untuk jenis cough variant asthma yang memiliki gejala khas batuk kering.

3.Upper airway cough syndrome (UACS)

Kondisi yang juga dikenal dengan sebutan post-nasal drip diakibatkan oleh produksi lendir yang berlebih di saluran napas atas, seperti hidung. Lendir yang berlebih kemudian mengalir ke bagian belakang tenggorokan mengiritasi saluran pernapasan sehingga memicu refleks batuk.

Kondisi ini dapat terjadi saat mengalami reaksi alergi, sinusitis, atau pasca terinfeksi virus yang menyebabkan penyakit pilek dan flu.

4. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

GERD ditandai dengan kondisi asam lambung naik kembali ke esofagus atau kerongkongan, yaitu saluran yang menghubungkan lambung dan mulut. Iritasi konstan akibat naiknya asam lambung ini dapat menimbulkan batuk kronis.

5. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK merupakan peradangan kronis yang berlangsung di dalam paru-paru yang menghambat pergerakan udara di dalamnya. Kondisi ini diakibatkan oleh sejumlah penyakit termasuk bronkitis kronis dan emfisema

Bronkitis kronis yang diakibatkan oleh peradangan jangka panjang pada saluran bronkial. Sementara, emfisema menyebabkan napas yang memendek dan merusak kantung udara, alveoli, yang terletak di paru-paru. Kebanyakan penderita PPOK adalah perokok aktif atau bekas perokok.

6. Efek samping obat darah tinggi

Angiotensin-converting enzyme (ACE) merupakan obat yang umum diberikan untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau mengobati penyakit gagal jantung. Beberapa jenis obat ACE yang bisa menyebabkan batuk kronis adalah benazepril, captopril, dan ramipril.

Penyebab lainnya

Dalam beberapa kasus, tidak semua penyakit penyebab batuk dapat didiagnoisis secara pasti. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine menemukan kondisi lain yang bisa memicu terjadinya batuk berkepanjangan.

Penyakit dan kondisi penyebab batuk tak kunjung sembuh lainnya adalah:

  • Aspirasi: kondisi di mana ludah (saliva) tidak masuk ke dalam saluran pencernaan, tapi masuk ke dalam saluran pernapasan, cairan berlebih menyebabkan iritasi dan merangsang terjadinya batuk. 
  • Sarkoidosis: kondisi gangguan peradangan yang menyebabkan pertumbuhan sel di bagian jaringan paru-paru, mata, dan kulit.
  • Cystic fibrosis: gangguan pernapasan yang disebabkan oleh produksi lendir berlebih dan kental di paru-paru dan saluran napas.
  • Penyakit jantung: batuk berkepanjangan dapat menjadi gejala dari penyakit jantung atau gagal jantung
  • Kanker paru-paru: batuk kronis dapat menjadi gejala kanker paru-paru, biasanya disertai dengan rasa nyeri di bagian dada dan mengeluarkan dahak berdarah.

Faktor risiko batuk kronis

Ada beberapa faktor dan kondisi yang menyebabkan seseorang berisiko lebih tinggi mengalami batuk yang tak kunjung sembuh:

1. Merokok

Masih atau pernah aktif merokok adalah faktor risiko utama untuk batuk kronis. Asap rokok dan kandungan zat berbahaya pada rokok yang masuk masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan pada paru-paru.

2. Memiliki imunitas yang lemah

Saat sistem kekebalan tubuh menurun, seseorang lebih rentan terserang infeksi virus yang menyebabkan penyakit pernapasan. Kondisi ini bisa terjadi akibat kelainan pada sistem imun, penyakit yang menyerang kekebalan tubuh, atau menjalani pengobatan yang melemahkan daya tahan tubuh.

3. Alergi

Orang-orang dengan alergi, terutama alergi pernapasan, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjangkit penyakit yang menyebabkan batuk menerus.

4. Polusi Lingkungan

Sering menghirup atau terpapar udara yang kotor, kering, dan terkontaminasi bahan kimia beracun meningkatkan risiko mengalami batuk berkepanjangan.

Gejala lain yang menyertai batuk kronis

penyebab batuk berdahak dan batuk kering

Siapapun dapat terserang batuk tak kunjung sembuh ini, tapi berdasarkan penelitian dalam jurnal Thorax, diketahui bahwa wanita lebih sering mengalami batuk kering di malam hari daripada pria. Hal ini disebabkan wanita lebih sensitif terhadap refleks batuk. 

Gejala batuk kronis sebenarnya tidak berlangsung  setiap waktu, tapi bisa berhenti seperti saat tubuh beristirahat. Selama batuk berlangsung, batuk dapat disertai dahak ataupun hanya batuk kering. Namun saat batuk disebabkan oleh infeksi serius di paru-paru, maka biasanya terjadi batuk berdahak.

Berikut merupakan tanda-tanda dan gejala lain yang dialami saat menderita batuk kronis, di antaranya:

  • Kelelahan
  • Hidung beringus atau tersumbat
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas
  • Bau tak sedap di mulut
  • Suara berubah serak
  • Gangguan tidur
  • Mulut terasa asam

Apabila dahak yang dikeluarkan saat batuk bercampur dengan darah (batuk berdarah), bisa menandakan masalah kesehatan yang lebih berbahaya.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami batuk selama lebih dari 3 minggu dan disertai sejumlah gejala seperti di bawah ini:

  • Batuk disertai dahak berdarah
  • Berkeringat di malam hari
  • Demam setiap malam 
  • Napas tersendat dan berangsur memendek
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kehilangan berat badan secara drastis
  • Rasa sakit atau nyeri di dada

Diagnosis penyakit penyebab batuk kronis

Untuk mendiagnosis penyebab dari batuk kronis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan identifikasi gejala lain yang menyertai batuk. Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan dan kebisaan sehari-hari pasien yang dapat menjadi faktor risiko batuk berkepanjangan.

Pemeriksaan lainjutan biasanya juga diperlukan untuk mendiagnosis penyebab batuk kronis secara lebih pasti. Anda mungkin akan diminta menjalani sejumlah tes seperti:

  • X-ray dada atau CT-scan : menentukan penyebab batuk kronis melalui hasil gambar yang memindai beberapa bagian dari paru-paru.
  • Tes darah: untuk mendeteksi apakah terdapat alergi atau infeksi yang sedang dilawan oleh tubuh.
  • Tes dahak: mengambil sampel dahak untuk menganalisis keberadaan kuman penyakit di dalam tubuh.
  • Spirometri: tes pernapasan menggunakan kantong plastik untuk mengevaluasi fungsi paru-paru.

Pengobatan untuk batuk yang tak kunjung sembuh

Obat batuk saat menyusui

Pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan batuk kronis sangat bergantung dengan kondisi atau penyakit penyebabnya sehingga bisa bervariasi. Apabila dokter tidak dapat menentukan penyebab pastinya, dokter akan menyesuaikan pengobatan dengan faktor-faktor yang umum menyebabkan batuk kronis. 

Namun secara umum, obat batuk ronis yang diberikan dokter bertujuan untuk meringankan batuk, melarutkan dahak, meredakan peradangan, dan menyembuhkan sumber penyakitnya.

Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi batuk kronis meliputi:

1. Antihistamin 

Obat ini digunakan untuk menghentikan terjadinya sindrom post-nasal drip akibat alergi. Jenis antihistamin yang biasa diresepkan dokter sebagai obat batuk kronis adalah diphenhydramine atau chlorpheniramine.

Untuk batuk yang disebabkan alergi rhinitis, penggunaan nasal corticosteroids, nasal anticholinergic agents, dan nasal antihistamines juga dapat membantu melegakkan hidung yang tersumbat.

2. Dekongestan

Sindrom postnasal drip juga bisa dihentikan dengan mengonsumsi dekongestan jenis phenylephrine dan pseudoephedrine. Obat batuk yang mengandung kombinasi antara antihistamin dan dekongestan juga dapat menjadi pilihan untuk meredakan batuk yang tak kunjung sembuh.

3. Steroid dan bronkodilator

Apabila batuk kronis disebabkan oleh asma obat hirup korrtikosteroid, seperti fluticasone dan triamcinolone, atau bronkodilator, yaitu albuterol, dapat membantu meredakan peradangan di saluran napas. Secara efektif kedua jenis obat ini dapat membuka saluran udara yang menyempit akibat peradangan sehingga pernapasan berlangsung lebih lancar.

4. Antibiotik

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri pada penyakit pneumonia dan tuberkulosis dapat memicu terjadinya batuk parah berkepanjangan. Untuk menghentikan perkembangan bakteri di paru-paru diperlukan obat berupa antibiotik.

5. Acid blocker

Produksi asam lambung yang berlebih atau gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan salah satu penyebab batuk kronis. Untuk mengatasinya, pilihlah obat-obatan yang mengandung antasida, H2 receptor blocker, dan proton pump inhibitorObat ini berkerja menetralkan kadar asam di dalam perut. 

Seperti yang telah dijelaskan konsumsi obat penurun tekanan darah bisa mengakibatkan batuk menerus. Untuk mengatasinya, dokter akan menghentikan penggunaan obat tersebut jika batuk semakin parah atau bahkan berlangsung menahun.

Dokter juga bisa menggantinya dengan obat ACE inhibitor jenis lain, atau memberikan alternatif pengobatan dati obat angiotensin-receptor blockers (ARBs), seperti losartan dan valsartan.

Pengobatan rumahan batuk kronis

Pengobatan dari dokter bisa lebih efektif bekerja apabila diikuti beberapa langkah perawatan batuk kronis baik dengan obat batuk alami maupun perubahan gaya hidup seperti berikut ini:

  • Memperbanyak istirahat dan konsumsi cairan seperti air putih dan jus buah kaya vitamin.
  • Berkumur dengan larutan air garam secara rutin.
  • Mengonsumsi larutan hangat: minuman atau makanan hangat dapat membantu mengencerkan dahak di dalam tenggorokan. Sup kaldu tulang, teh, dan air hangat dapat menjadi pilihan.
  • Mengonsumsi madu secara rutin: minumlah 1-2 sendok madu yang dilarutkan dalam teh herbal dan perasan lemon setiap malam selama batuk berlangsung.
  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Menjaga kelembapan udara: gunakanlah humidifier yang berfungsi mejernihkan udara dan mengembalikan kelembapan optimal di ruangan.
  • Menghindari kontak iritan: usahakan untuk meminimalisir kegiatan yang dilakukan dalam ruangan atau lingkungan berpolusi.
  • Mengurangi makanan yang berlemak, mengandung asam tinggi, dan konsumsi alkohol.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Batuk Berdahak

Batuk berdahak adalah jenis batuk yang seringnya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan. Cari tahu gejala, penyebab, dan cara mengatasi batuk berdahak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 10/09/2019 . 1 menit baca

Sudah Sembuh dari Batuk, Kenapa Tenggorokan Masih Gatal dan Sakit?

Kadang tenggorokan tetap masih terasa gatal meski batuk sudah sembuh cukup lama. Penyebabnya ternyata berbeda-beda pada setiap orang.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 08/08/2019 . 5 menit baca

Infografik: Gangguan Kesehatan yang Sering Menyerang Pejuang KRL

Anda sering naik KRL untuk pergi ke kantor, kampus, atau sekolah? Waspadai berbagai gangguan kesehatan berikut dan cari tahu solusinya di sini!

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Infografik 03/05/2019 . 1 menit baca

Infografik: Bedanya Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Meskipun batuk sering dialami oleh siapa saja, Anda mungkin belum paham betul sebetulnya apa beda batuk berdahak dan batuk kering. Yuk, pelajari di sini!

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Infografik 02/05/2019 . 1 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Batuk ke arah siku etika batuk

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 7 menit baca
puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . 3 menit baca
Bahan-bahan obat batuk alami

Ragam Bahan Tradisional sebagai Obat Alami untuk Batuk Kering dan Berdahak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/10/2019 . 11 menit baca
Ibu hamil minum obat batuk alami untuk ibu hamil

Hindari Risiko Efek Samping Obat, Pilihlah Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 04/10/2019 . 10 menit baca