3 Tips yang Dapat Dilakukan Agar Batuk Berdahak Cepat Hilang

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/01/2020
Bagikan sekarang

Batuk merupakan sebuah kondisi kesehatan yang tidak memandang usia. Semua orang dapat mengalaminya. Untuk mengetahui penyebab batuk, biasanya Anda perlu mengetahui dahulu jenis batuk yang dialami. Batuk berdahak merupakan salah satu jenisnya. Saat batuk berdahak, aktivitas sehari-hari kemungkinan besar akan terganggu. Oleh karena itu, Anda perlu tahu cara cepat mengatasi batuk berdahak.

Apa yang menyebabkan batuk berdahak?

Batuk berdahak seringkali terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh mikro-organisme seperti bakteri atau virus. Sistem pernapasan Anda dilapisi oleh lendir yang bermanfaat untuk menjaga saluran udara tetap lembap dan melindungi paru-paru dari iritasi.

Ketika tubuh melawan sebuah infeksi, produksi lendir jadi meningkat atau lebih banyak dari biasanya. Lendir atau dahak ini berperan sebagai penyaring organisme yang dapat menyebabkan infeksi. Saat batuk berdahak, lendir yang berlebih tersebut ikut keluar. Hal tersebutlah yang menyebabkan Anda batuk berdahak.

Selain itu, batuk dapat menjadi pertanda atau gejala penyakit lain. Beberapa penyebab batuk berdahak lainnya adalah:

Bergantung pada penyebabnya, Anda juga dapat mengalami batuk disertai dengan gejala seperti:

  • Sesak napas
  • Demam
  • Gejala pilek dan flu
  • Nyeri dada

Bagaimana cara mengatasi batuk berdahak dengan cepat?

Selain mengganggu aktivitas atau rutinitas Anda, batuk akan terasa lebih parah saat malam hari, terutama batuk yang disertai dahak atau lendir. Hal ini dikarenakan lendir menumpuk di bagian belakang tenggorokan ketika Anda terlentang, sehingga memicu batuk secara terus-menerus.

Gejala batuk berdahak juga akan terasa lebih mengganggu ketika bangun tidur dan berbicara. Untuk itu, segera lakukan tindakan untuk mengatasi batuk berdahak dengan beberapa cara di bawah ini. Sebagian juga bermanfaat untuk mengurangi lendir menumpuk di tenggorokan, sehingga keinginan batuk jadi berkurang.

Berkumur dengan air garam

Mengatasi batuk berdahak satu ini merupakan cara yang mudah dan dapat dilakukan di rumah. Berkumur dengan air garam membantu meringankan batuk berdahak dengan cara mengurangi jumlah lendir yang menumpuk di belakang tenggorokan Anda.

Anda dapat mencari cara membuat air garam ini sendiri. Berdasarkan anjuran dari American Dental Association, rekomendasi campuran air garam adalah setengah sendok makan garam dan 30 mililiter air hangat.

Agar manfaat dari air garam dapat cepat terasa, disarankan untuk berkumur beberapa kali dalam sehari sehingga dahak dapat berkurang.

Ekspektoran dan mukolitik

Ekspektoran dan mukolitik adalah obat yang dapat mengencerkan dahak atau lendir. Sehingga Anda dapat lebih mudah mengeluarkan lendir saat batuk.

Obat ini ampuh dan sangat cocok digunakan bagi Anda yang mengalami batuk, tetapi kesulitan untuk mengeluarkan dahak. Selain itu, pilih obat batuk berdahak yang memiliki kelebihan lain dan aman seperti yang tidak mengandung alkohol dan bebas gula, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Menggunakan alat pelembap udara

Air humidifier atau alat pelembap udara dapat membantu Anda menghindari menghirup udara kering. Udara kering dapat menyebabkan batuk lebih parah terutama ketika malam hari yang membuat tenggorokan secara alami menjadi lebih kering. Tenggorokan kering lebih rentan mengalami iritasi dan peradangan.

Kapan harus menemui dokter?

Dalam beberapa kasus, batuk berdahak dapat menandakan kondisi kesehatan serius, seperti paru-paru atau penyakit jantung. Konsultasikan dengan dokter jika batuk telah berlangsung lebih dari dua minggu.

Anda mungkin juga perlu perhatian medis segera jika mengalami kesulitan bernapas, batuk darah, atau mengalami warna kulit kebiruan. Lendir yang berbau tidak sedap juga bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infografik: Bedanya Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Meskipun batuk sering dialami oleh siapa saja, Anda mungkin belum paham betul sebetulnya apa beda batuk berdahak dan batuk kering. Yuk, pelajari di sini!

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Infografik 02/05/2019

Bukan Cuma Sesak Napas, Batuk Berdahak Juga Bisa Jadi Salah Satu Ciri Asma

Batuk berdahak biasanya akan sembuh dalam waktu satu minggu. Jika lebih dari itu dan batuknya semakin parah, maka hal ini bisa jadi ciri-ciri asma.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Batuk, Health Centers 02/01/2019

Setelah Batuk, Dahak Lebih Baik Diludahkan Atau Ditelan Saja?

Ada dua tipe orang di dunia ini: yang refleks menelan dahak dan yang meludahkan dahaknya setelah batuk. Anda yang mana? Memang, mana yang lebih baik?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Batuk, Health Centers 19/10/2018

Efek Samping Obat Batuk Berdahak, dari yang Ringan Hingga Parah

Sama seperti obat-obatan lainnya, obat batuk berdahak juga memiliki berbagai efek samping dari mulai pusing hingga alergi. Yuk cari tahu selengkapnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Batuk, Health Centers 07/09/2018

Direkomendasikan untuk Anda

cara memilih obat batuk

Jangan Asal Pilih Obat Batuk, Kenali Dulu 4 Gejala Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 18/02/2020
Ibu hamil minum obat batuk alami untuk ibu hamil

Hindari Risiko Efek Samping Obat, Pilihlah Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 04/10/2019
mucohexin

Mucohexin

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 16/09/2019
batuk berdahak

Batuk Berdahak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 10/09/2019