Apa Itu Rakitis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu rakitis?

Rakitis (rakhitis), atau yang juga dikenal dengan rickets atau rickettsia, adalah kelainan tulang yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D, kalsium, atau fosfat. Nutrisi tersebut penting agar tulang berkembang menjadi lebih sehat dan kuat. Orang yang kekurangan nutrisi tersebut memiliki tulang yang lunak dan lemah, pertumbuhan yang terhambat, serta kelainan bentuk tulang.

Rakitis hanya terdapat di tulang-tulang pertumbuhan. Maka dari itu, kondisi ini lebih banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak. Meskipun demikian, penyakit ini juga terkadang bisa terjadi pada remaja. Pada beberapa kasus, kondisi ini merupakan turunan dari anggota keluarga.

Walaupun penyebab utama rakitis adalah kekurangan nutrisi-nutrisi yang telah disebutkan di atas, kemungkinan terdapat kondisi kesehatan lain yang bisa jadi menyebabkan munculnya penyakit ini.

Seberapa umumkah rakitis?

Rakitis adalah kondisi kelainan tulang yang cukup umum terjadi, terutama di negara-negara berkembang. Selain itu, penyakit ini paling banyak ditemukan pada bayi dan anak berusia 6 hingga 36 bulan.

Penderita rakitis paling banyak berasal dari kelompok ras Afrika, Kepulauan Pasifik, dan Timur Tengah. Kemungkinan hal ini ada kaitannya dengan warna kulit yang gelap, walaupun hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Rakitis dapat diatasi dengan cara mengetahui faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi mengenai penyakit ini lebih lanjut, Anda dapat berdiskusi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala rakitis?

Apabila Anda atau anak Anda menderita penyakit, akan ada berbagai gejala dan tanda-tanda yang muncul. Umumnya, anak dengan kondisi ini akan merasakan nyeri dan kram pada tulang, serta menjadi lebih rewel.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala rakitis:

  • Pertumbuhan yang tertunda atau stunting
  • Nyeri pada tulang punggung, panggul, dan kaki
  • Otot lemah
  • Rasa nyeri atau lunak di tulang lengan, kaki, panggul, dan tulang punggung
  • Kerusakan tulang
  • Gigi lebih mudah berlubang
  • Struktur gigi berantakan
  • Tulang punggung bengkok

Karena rakitis melunakkan piring pertumbuhan di ujung tulang anak, kondisi ini dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang seperti:

  • Kaki atau tempurung lutut bengkok
  • Penebalan pergelangan tangan dan pergelangan kaki
  • Tulang dada atau tulang rusuk terasa menonjol

Kemungkinan terdapat beberapa tanda dan gejala yang tidak tercantum di atas. Apabila Anda memiliki pertanyaan terkait suatu gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus pergi ke dokter?

Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda atau gejala di atas, atau gejala kekurangan kalsium lainnya, segera kunjungi dokter untuk diperiksa.

Tubuh masing-masing orang menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Penyebab

Apa saja penyebab rakitis?

Tubuh Anda membutuhkan vitamin D untuk menyerap kalsium dan fosfor dari makanan. Penyakit ini dapat terjadi apabila tubuh anak Anda tidak mendapatkan asupan vitamin D yang cukup, atau tubuhnya tidak dapat memanfaatkan vitamin D dengan benar. Tidak mendapatkan atau kekurangan kalsium dan vitamin D dapat menyebabkan rakitis.

1. Kekurangan vitamin D

Di bawah ini adalah dua sumber vitamin D. Apabila anak-anak tidak mendapatkan sumber ini dengan cukup, anak akan kekurangan vitamin D dan mengalami penyakit ini.

  • Sinar matahari

Kulit menghasilkan vitamin D ketika terpapar sinar matahari. Namun, anak-anak di negara berkembang cenderung kurang menghabiskan waktu di luar rumah. Mereka juga lebih mungkin menggunakan tabir surya, yang menghalangi sinar pemicu produksi vitamin D oleh kulit.

  • Makanan

Minyak ikan, ikan berlemak, dan kuning telur mengandung vitamin D. Vitamin D juga telah ditambahkan pada beberapa makanan, misalnya susu, sereal, dan beberapa jus buah.

2. Masalah penyerapan vitamin D di tubuh

Beberapa anak terlahir dengan kondisi medis yang mempengaruhi cara tubuh menyerap vitamin D. Beberapa contoh meliputi:

  • Penyakit celiac
  • Penyakit radang pencernaan
  • Cystic fibrosis
  • Gangguan ginjal

Pada beberapa anak, rakitis adalah penyakit bawaan. Rakitis bawaan membutuhkan perawatan medis yang sangat khusus.

Artikel ini tidak menyediakan informasi mendetail mengenai rakitis bawaan, melainkan fokus pada rakitis gizi yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D dan kalsium.

Faktor-faktor risiko

Apa saja yang dapat meningkatkan risiko saya terkena rakitis?

Rakitis adalah kondisi kelainan tulang yang dapat terjadi pada setiap orang, terutama anak-anak dan bayi. Namun, selain faktor usia, terdapat berbagai hal lainnya yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit ini:

1. Kulit berwarna gelap

Kulit gelap. Kulit gelap tidak bereaksi sama kuatnya terhadap sinar matahari dengan kulit yang lebih terang, sehingga menghasilkan lebih sedikit vitamin D.

2. Faktor geografis

Tubuh akan lebih banyak memproduksi vitamin D jika sering terpapar vitamin D. Anak-anak yang tinggal di lokasi atau negara yang minim cahaya matahari berisiko besar mengalami rakitis.

3. Ibu kekurangan vitamin D saat hamil

Bayi yang terlahir dari ibu yang sangat kekurangan vitamin D bisa terlahir dengan gejala-gejala rakitis atau mengembangkannya dalam beberapa bulan setelah lahir.

4. Kekurangan gizi

Anak Anda memiliki peluang terkena penyakit ini lebih besar apabila kekurangan nutrisi yang diperlukan tubuh, seperti vitamin D, kalsium, dan fosfat.

5. Kelahiran prematur

Bayi yang terlahir sebelum hari atau tanggal perkiraan kelahiran lebih mungkin mengalami penyakit ini.

6. Rendah kalsium

Anak dengan rakitis biasanya mengonsumsi kurang dari 300 mg kalsium per hari (sekitar satu gelas susu). Anak-anak yang bertumbuh memerlukan dari 400 mg (bayi) sampai 1500 mg (remaja dalam masa pertumbuhan) kalsium setiap hari untuk kesehatan tulang yang baik.

7. Konsumsi obat-obatan

Jenis obat antikejang tertentu dan obat antiretrovirus, yang berguna untuk mengobati infeksi HIV, berpotensi menghambat kemampuan tubuh untuk menggunakan vitamin D.

8. ASI eksklusif

ASI tidak mengandung cukup vitamin D untuk mencegah rakitis. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif harus menerima tetesan vitamin D, terutama pada bayi yang menderita rakitis turunan.

9. Keturunan keluarga

Pada kasus yang cukup jarang ditemukan, rakitis dapat diturunkan dari anggota keluarga lainnya. Ini artinya, kelainan ini bisa jadi disebabkan oleh faktor genetik. Kondisi ini biasanya mencegah ginjal menyerap fosfat.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh rakitis?

Apabila penyakit ini tidak segera ditangani secara medis, kemungkinan beberapa komplikasi dapat muncul, seperti:

  • Gagal tumbuh dengan normal
  • Tulang punggung melengkung secara tidak wajar
  • Kelainan bentuk kerangka
  • Kerusakan gigi
  • Kejang-kejang

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara rakitis didiagnosis?

Selama pemeriksaan, dokter akan menekan tulang anak secara perlahan untuk memeriksa adanya kelainan. Biasanya, terdapat beberapa bagian tulang yang akan mendapatkan perhatian khusus dari dokter:

1. Tulang tengkorak

Bayi dan anak-anak yang memiliki rakitis biasanya mempunyai tulang tengkorak yang lebih lunak. Kondisi ini biasanya juga disertai dengan pembentukan ubun-ubun yang tidak sempurna atau fontanel.

2. Tulang kaki

Kaki bayi dan balita yang sehat memang biasanya sedikit bengkok dan akan kembali lurus seiring bertambahnya usia. Namun, apabila bengkoknya berlebihan, hal tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus.

3. Tulang dada

Beberapa anak dengan rakitis biasanya memiliki kelainan pada bentuk tulang rusuknya. Tulang rusuk mungkin akan terasa rata dan mengakibatkan tulang dada menonjol.

4. Pergelangan tangan dan kaki

Anak dengan kelainan tulang seringkali memiliki pergelangan tangan dan kaki yang lebih besar dan terasa lebih tebal dari biasanya. Hal ini juga perlu mendapatkan penanganan medis secara khusus.

Biasanya, terdapat tes lain yang dilakukan oleh dokter untuk membantu mendiagnosis rakitis, yaitu:

  • X-ray
  • Tes darah
  • Tes urin

Bagaimana rakitis diobati?

Setelah anak Anda diyakini mengidap rakitis, dokter akan merekomendasikan berbagai macam pengobatan untuk mempercepat proses penyembuhan.

Pengobatan penyakit ini berfokus pada pengembalian vitamin dan mineral yang hilang pada tubuh. Dengan langkah ini, gejala-gejala rakitis diharapkan dapat berkurang.

Misalnya, apabila anak kekurangan vitamin D, dokter akan merekomendasikan untuk menjemur anak sesering mungkin di bawah sinar matahari. Selain itu, dokter akan menyarankan untuk perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin D, seperti ikan, susu, hati, dan telur.

Tambahan vitamin D dan kalsium juga bisa didapat dari suplemen. Penambahan vitamin D sebanyak 1000-2000 unit internasional (IU) per hari biasanya akan diresepkan oleh dokter. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis suplemen yang sesuai dengan kondisi anak Anda. Terlalu banyak vitamin D dan kalsium juga berbahaya untuk kesehatan.

Untuk memperbaiki bentuk tulang yang tidak wajar, anak Anda mungkin harus memakai alat bantu yang dapat memperbaiki bentuk tulang. Pada kasus yang jarang terjadi, anak mungkin harus menjalani prosedur operasi perbaikan tulang.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi rakitis?

Langkah utama yang bisa dilakukan untuk mengatasi atau mencegah rakitis tentunya dengan memenuhi asupan vitamin D. Vitamin D bisa didapatkan secara alami dari ikan berlemak, minyak ikan, dan kuning telur.

Sumber vitamin D pada makanan alami terbaik adalah ikan berlemak macam salmon, sarden, dan tuna. Makanan lain dengan kadar vitamin D yang lebih sedikit termasuk jamur shiitake dan jus jeruk.

Selain itu, Anda juga dapat mencoba produk yang mengandung vitamin D, namun pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Produk-produk tersebut meliputi:

  • Susu formula bayi
  • Sereal
  • Roti
  • Susu, tapi bukan makanan yang terbuat dari susu, misalnya yogurt dan keju

Periksalah label untuk menentukan kandungan vitamin D dalam makanan yang diperkaya. Jika Anda hamil, tanyakan dokter tentang meminum suplemen vitamin D.

Karena susu manusia hanya mengandung sejumlah kecil vitamin D, semua bayi yang disusui harus menerima 400 unit internasional (IU) vitamin D oral setiap hari. American Academy of Pediatrician menyarankan bahwa bayi yang disusui atau yang minum kurang dari 33,8 ons (1 liter) susu formula bayi per hari untuk meminum suplemen vitamin D oral.

Tidak hanya melalui makanan dan suplemen saja, paparan sinar matahari juga merupakan sumber vitamin D terbaik. Namun, tetap waspada dengan risiko kanker kulit akibat sinar matahari.

Sebaiknya, bayi dan anak kecil diimbau untuk menghindari sinar matahari langsung. Akan lebih baik apabila Anda selalu mengoleskan tabir surya dan mengenakan pakaian pelindung pada anak.

Jika ingin bertanya, konsultasikan kepada dokter untuk lebih mengerti solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Direview tanggal: Juli 12, 2019 | Terakhir Diedit: Juli 12, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca