Kelainan Tulang Belakang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit kelainan tulang belakang?

Kelainan tulang belakang adalah kondisi yang memengaruhi kelengkungan atau posisi susunan tulang belakang. Tulang belakang terdiri dari 26 tulang yang disebut vertebrae, yang fungsinya melindungi dan menopang sumsum tulang belakang dan saraf.

Sejumlah kondisi atau cedera bisa memengaruhi kondisi tulang belakang sehingga menimbulkan rasa nyeri dan kerusakan yang nantinya membatasi mobilitas tubuh.

Ketika Anda mengalami kelainan pada tulang belakang, cangkupan dokter yang mungkin terlibat dalam pengobatan sangat beragam. Mulai dari ahli bedah ortopedi, ahli fisioterapi, psikolog, dan dokter spesialis lain yang memiliki pengetahuan dan pengalaman merawat kondisi ini.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit kelainan tulang belakang adalah kondisi yang sangat umum menyerang, baik anak-anak, orang dewasa, maupun lansia. Meskipun begitu, kondisi ini bisa dihindari dengan menurunkan berbagai faktor risikonya. Konsultasikan lebih lanjut mengenai hal ini dengan dokter Anda.

Jenis-jenis

Apa saja jenis-jenis kelainan tulang belakang?

Kelainan pada tulang belakang terdiri dari beberapa jenis, sehingga perawatan yang nantinya harus dilakukan juga berbeda. Lebih lengkap, macam-macam kelainan pada tulang belakang yang sangat umum terjadi adalah:

Kifosis

Kifosis adalah kelainan tulang belakang yang membuat punggung atas menjadi membulat ke depan secara berlebihan. Akibatnya, kondisi ini membuat tubuh Anda menjadi terlihat bungkuk.

Kifosis dapat terjadi pada usia berapa pun. Namun, paling sering menyerang wanita yang lebih tua. Pada bayi dan anak remaja, kelainan tulang belakang ini terjadi akibat malformasi atau tulang belakang yang terjepit dari waktu ke waktu.

Lordosis

Lordosis adalah kelainan tulang belakang yang menyebabkan kelengkungan berlebihan pada punggung bagian bawah. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah swayback dan akan membuat bokong Anda akan tampak lebih menonjol.

Anak-anak mungkin mengalami lordosis. Akan tetapi, pada kebanyakan kasus, kondisinya akan membaik seiring waktu.

Skoliosis

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang melengkung berlebihan ke samping. Sebagian besar kasus skoliosis itu ringan, tetapi kondisinya bisa memburuk seiring waktu ketika anak bertambah usia.

Pada kasus parah, skoliosis bisa melumpuhkan dan mengganggu fungsi paru-paru karena lekukan tulang belakang dapat mengurangi jumlah ruang di dada.

Salah satu jenis skoliosis, yakni levoscoliosis, dapat menyebabkan tulang belakang melengkung ke sisi kiri tubuh sehingga membentuk huruf C.

Spondylosis (spondilosis)

Spondylosis adalah degenerasi tulang belakang yang memengaruhi sendi, bantalan tulang, dan tulang belakang itu sendiri.

Orang dengan usia lanjut, obesitas, gaya hidup yang tidak aktif, dan kebiasaan merokok memiliki kemungkinan yang cukup besar untuk mengalami ini. Selain itu orang-orang yang sering menjalani olahraga yang melibatkan tekanan berulang pada punggung bawah, seperti senam, angkat beban, dan sepak bola seperti atlet misalnya, juga memiliki risiko tinggi mengalami ini. Spondylosis dapat mengganggu pergerakan tulang belakang dan memengaruhi saraf.

Spondylolisthesis (spondilolistesis)

Spondylolisthesis adalah bergesernya tulang belakang, yakni vertebra dari posisinya akibat adanya fraktur stres terus-menerus. Bagian tulang belakang yang terkena umumnya adalah punggung bawah. Akan tetapi, area punggung atas atau di bagian belakang leher juga bisa terkena.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala penyakit kelainan tulang belakang?

Kelainan pada tulang belakang terdiri dari berbagai jenis, sehingga dapat menimbulkan berbagai tanda dan gejala yang berbeda-beda, di antaranya:

  • Pada orang yang mengalami kifosis, punggung mungkin sering terasa nyeri. Ada pula yang merasakan kekakuan pada tulang punggung karena kelengkungannya yang tidak normal. Postur tubuh juga akan berubah menjadi membungkuk.
  • Orang yang mengalami lordosis, akan memiliki bokong yang menonjol lebih jauh ke belakang dan perut lebih maju ke depan. Saat berbaring telentang, punggung akan sulit menempel di atas lantai. Gejala lain yang menyertai adalah nyeri, mati rasa, kesemutan, atau kelemahan pada satu atau kedua kaki disertai dengan masalah kandung kemih.
  • Gejala skoliosis umumnya berupa bahu dan pinggang yang tidak rata, satu tulang belikat tampak lebih menonjol daripada yang lain. Jika lengkungan cukup parah, tulang belakang membentuk huruf S menyebabkan tulang rusuk di satu sisi tubuh terlihat lebih menonjol.
  • Orang dengan spondilosis umumnya merasakan gejala tegang pada otot di sekitar tulang punggung. Rasa tidak nyaman ini bisa menyebar hingga ke area bokong dan paha belakang. Gejala semakin memburuk ketika melakukan aktivitas.
  • Spondilolistesis menimbulkan gejala nyeri punggung disertai kaku dan mati rasa hingga ke bagian kaki. Orang dengan kondisi ini juga bisa mengalami kifosis dan lordosis.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami nyeri punggung yang persisten (terus-menerus terjadi) dan menyadari adanya perubahan pada tulang belakang Anda, segera periksa ke dokter. Semakin cepat dideteksi dan ditangani, proses pengobatan akan jauh lebih mudah.

Penyebab

Apa penyebab penyakit kelainan tulang belakang?

Penyebab kelainan tulang belakang sangat banyak, di antaranya:

Masalah kesehatan tertentu

Risiko kifosis, lordosis, skoliosis, spondilosis, dan spondilolistesis bisa meningkat karena adanya masalah kesehatan, seperti:

  • Osteoporosis (pengeroposan tulang belakang).
  • Penyakit Scheuermann (kondisi percepatan pertumbuhan sebelum pubertas).
  • Distrofi otot (penyakit yang melemahkan otot)
  • Cerebral palsy (kondisi yang memengaruhi otak dan saraf).
  • Kanker pada tulang belakang dan menjalani pengobatan kemoterapi atau radioterapi

Genetik

Beberapa orang dilahirkan dengan tulang belakang yang lebih tipis dari biasanya, sehingga rentan mengalami patah tulang dan masalah pada tulang belakang. Kemungkinan besar hal ini merupakan penyebab skoliosis.

Kelainan bawaan lahir

Tulang belakang bisa saja tidak berkembang dengan sempurna ketika anak masih dalam kandungan sehingga bisa menyebabkan gangguan pada tulang belakang.

Cedera dan aktivitas tertentu

Tulang belakang yang mengalami cedera seperti fraktur bisa menyebabkan tulang bergeser atau melengkung. Selain itu, aktivitas berlebihan yang memberi beban berat pada tulang belakang secara terus-menerus bisa menyebabkan gangguan pada tulang tersebut.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena penyakit ini?

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terhadap kelainan pada tulang belakang, yaitu:

  • Obesitas. Kelebihan berat badan bisa memberi beban ekstra pada punggung bawah sehingga tulang punggung melengkung berlebihan.
  • Postur tubuh yang buruk. Postur tubuh saat berjalan dan duduk yang tidak benar, seperti terlalu membungkuk ke kanan, kiri, depan, atau belakang bisa meningkatkan risiko masalah tulang belakang.
  • Riwayat keluarga dengan kondisi ini. Salah satu jenis gangguan tulang belakang, yakni skoliosis bisa diturunkan dari orangtua meskipun cukup jarang terjadi.
  • Atlet. Orang yang memiliki profesi seperti ini, bisa meningkatkan risiko masalah pada tulang belakang karena kerap kali melakukan aktivitas yang memberikan stres pada tulang belakang.

Komplikasi

Apa saja komplikasi dari penyakit kelainan tulang belakang?

Kelainan tulang belakang yang bertambah buruk bisa menyebabkan komplikasi, di antaranya:

  • Penampilan buruk. Tulang belakang yang melengkung berlebihan bisa membuat postur tubuh Anda ketika berdiri, jalan, duduk menjadi buruk. Pundak dan pinggang juga menjadi tidak seimbang, dan salah satu tulang rusuk menjadi menonjol.
  • Masalah pencernaan. Kelengkungan tulang belakang yang berlebihan membuat seseorang lebih rentan mengalami asam refluks dan kesulitan menelan.
  • Masalah pernapasan. Gangguan pada tulang belakang ini bisa memberi tekanan pada paru-paru sehingga organ tersebut rusak fungsinya.
  • Fungsi tubuh terbatas. Munculnya gejala pada tulang belakang bisa membuat orang kesulitan untuk duduk, bergerak bebas, mengemudi, atau bahkan berbaring.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana penyakit kelainan tulang belakang didiagnosis?

Dilansir UT Southwestern Medical Center, tes kesehatan untuk mendiagnosis kelainan pada tulang belakang antara lain:

  • Tes fisik. Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, melihat riwayat kesehatan Anda dan keluarga, serta mengecek kelengkungan punggung dan kelurusan pinggang, pundak, serta rusuk.
  • Tes pencitraan. Tes kesehatan seperti MRI, CT scan, rontgen untuk melihat gambaran kelengkungan tulang belakang dan mendeteksi adanya cedera pada otot, ligamen, tendon, dan saraf.
  • Elektromiografi (EMG): Pemeriksaan elektrodiagnostik untuk mengukur aktivitas listrik yang dihasilkan oleh otot dan saraf. Tujuannya untuk melihat respons tubuh terhadap rangsangan.

Apa saja cara mengobati kelainan tulang belakang?

Cara mengatasi kelainan tulang belakang yang umumnya direkomendasikan dokter adalah:

Minum obat pereda nyeri

Rasa tidak nyaman dan nyeri di punggung bisa diredakan dengan obat antinyeri seperti acetaminofen (Tylenol, lainnya), ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) atau naproxen sodium (Aleve).

Minum obat penyakit lain yang mendasari

Jika penyebab gangguan tulang belakang disebabkan oleh masalah kesehatan, seperti osteoporosis misalnya, dokter akan meresepkan obat untuk mencegah pengeroposan tulang.

Terapi dan fisioterapi

Fisioterapi dibutuhkan untuk membuat meningkatkan kemampuan pergerakan tubuh dan mengurangi gejala nyeri.

Kemudian, ada juga terapi berupa penggunaan brace yakni alat penyangga dari kawat untuk mencegah tulang belakang kembali bergeser atau lebih melengkung ke arah yang tidak seharusnya. Penggunaan bracing merupakan pengobatan untuk skoliosis, kifosis, lordosis, spondilosis, dan spondilolistesis.

Operasi

Operasi kadang dibutuhkan untuk mencegah komplikasi. Tujuan operasi adalah mengembalikan tulang belakang yang bergeser dan mengembalikan kelengkungan tulang. Operasi ini disebut dengan fusi tulang belakang.

Perawatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini?

Selain pengobatan dokter, perubahan gaya hidup sangat penting untuk membantu mengatasi kelainan tulang belakang. Anda diwajibkan menjaga postur tubuh saat duduk, berdiri, berjalan, bahkan menyesuaikan posisi tidur yang dokter atau terapis sarankan.

Selama pengobatan, Anda diminta untuk tidak merokok dan minum alkohol. Selain itu, pastikan asupan nutrisi tetap tercukup dan menyesuaikan aktivitas yang dilakukan, terutama dalam memilih jenis olahraga.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah penyakit kelainan tulang belakang?

Meskipun gangguan pada tulang belakang ini sebagian besar disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, beberapa penyebab dan faktor risiko bisa dihindari, di antaranya:

  • Selalu praktekkan postur tubuh yang baik. Sikap tubuh agar terhindar dari kelainan tulang belakang adalah membiasakan posisi duduk tegak. Hindari duduk terlalu membungkuk ke depan, belakang, atau menyamping.
  • Hindari aktivitas berlebihan. Selain menjaga posisi duduk dengan benar agar tidak tidak terjadi kelainan tulang belakang, Anda juga harus tahu batas aktivitas yang dilakukan. Contohnya, tidak keseringan mengangkat beban berat di punggung. Lakukan istirahat di sela-sela aktivitas.
  • Olahraga dan lakukan peregangan. Stres pada tulang belakang bisa Anda cegah dengan istirahat dan melakukan gerakan peregangan sederhana. Guna menjaga kesehatan tulang, olahraga juga harus dilakukan secara rutin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Gerakan Olahraga untuk Pemulihan Kifosis

Beberapa gerakan olahraga bermanfaat untuk mengembalikan postur tubuh yang bungkuk pada penderita kifosis. Berikut contohnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kebugaran, Hidup Sehat 7 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Kifosis

Kifosis adalah kelainan tulang belakang. Lantas, seperti apa gejala, penyebab, dan cara mengatasinya? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Juni 2019 . Waktu baca 9 menit

Sakit Tulang Belakang

Sakit tulang belakang adalah keluhan umum. Cari tahu informasi tentang penyebab, gejala, pengobatan, serta cara mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 7 April 2019 . Waktu baca 10 menit

Anatomi Tulang Rusuk Manusia, Tulang Pelindung Organ Dalam Vital

Jantung, paru-paru, dan hati Anda terus bekerja sambil terlindungi oleh tulang rusuk. Namun, tulang rusuk juga bisa mengalami masalah yang membuatnya sakit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 12 Maret 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

spina bifida

Spina Bifida

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 13 menit
risiko operasi skoliosis

5 Risiko Menjalani Operasi Skoliosis yang Perlu Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2019 . Waktu baca 6 menit
gaya renang untuk spondylolisthesis

Berbagai Gaya Renang yang Aman untuk Penderita Spondylolithesis

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12 September 2019 . Waktu baca 4 menit
olahraga untuk penderita lordosis

5 Gerakan Olahraga untuk Pemulihan Lordosis

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 26 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit