Penyakit Celiac

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit celiac (celiac disease)?

Penyakit celiac (celiac disease) adalah reaksi sistem imun di mana tubuh salah mengenali senyawa yang terkandung di dalam gluten sebagai ancaman. Gluten sendiri merupakan jenis protein yang banyak ditemukan pada biji-bijian seperti jenis gandum (gandum hitam, atau yang terdapat dalam tepung).

Jika Anda memiliki celiac disease, mengonsumsi makanan yang mengandung gluten akan memicu respon sistem imun untuk menyerangan jaringan sehat di usus kecil Anda.

Lama-lama kondisi ini dapat merusak lapisan usus yang pada akhirnya dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi penting di dalam tubuh (malabsorbsi).

Akibatnya, Anda pun akan lebih rentan mengalami berbagai masalah pencernaan serta komplikasi serius apabila tidak mendapatkan pertolongan yang tepat.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Celiac disease adalah salah satu penyakit yang sangat umum, terutama pada orang keturunan Eropa Barat. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan tetapi bisa dikontrol dengan diet bebas gluten.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit celiac?

Penyakit celiac menyebabkan berbagai gejala yang berhubungan dengan masalah pencernaan, paling sering adalah diare. Gejala ini ditandai dengan feses berair atau sebagian padat, yang sering kali berbau tidak sedap, kadang berbuih dan terlihat berminyak.

Diare ini terjadi karena sistem pencernaan orang dengan celiac disease, tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan atau minuman secara sempurna.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, beberapa gejala lain dari celiac disease adalah:

Selain gejala di atas, lebih dari setengah orang dewasa dengan penyakit ini juga mengalami gejala yang tidak terkait dengan sistem pencernaan, seperti:

  • Anemia karena tubuh kekurangan zat besi
  • Osteoporosis (kehilangan kepadatan tulang) atau osteomalacia (pelunakan tulang)
  • Sakit kepala atau pusing
  • Sering mengalami kesemutan atau mati rasa pada kaki dan tangan
  • Keseimbangan tubuh terganggu dan kemampuan kognitif melemah
  • Nyeri sendi
  • Menurunnya fungsi limpa (hiposplenisme)
  • Ruam pada kulit sekitar siku, dada, lutut, kulit kepala, bokong, dan mulut

Sementara pada anak-anak dengan celiac disease, mereka cenderung mengalami gejala, seperti:

  • Mual dan muntah
  • Diare atau sembelit disertai pembengkakan pada perut
  • Feses berwarna pucat dan berbau busuk

Seiring waktu, gejala yang menyerang anak-anak ini bisa mengganggu pertumbuhan. Mereka juga rentan mengalami kerusakan gigi, pubertas yang lambat, tubuh yang pendek, dan masalah kesehatan lainnya.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami gangguan pencernaan yang berlangsung selama lebih dari dua minggu. Dokter akan membantu Anda mencari tahu penyebab, sekaligus menentukan perawatan yang tepat.

Penyebab

Apa penyebab penyakit celiac?

Penyebab penyakit celiac disease tidak diketahui secara pasti. Namun, sebagian besar ahli kesehatan sepakat bahwa ada berbagai hal yang berhubungan dengan penyakit ini, seperti sistem imun, genetik, dan faktor lingkungan.

Ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap gluten dalam makanan, reaksi tersebut merusak bulu-bulu halus yang melapisi usus halus. Bulu-bulu halus tersebut disebut dengan vili.

Vili berfungsi untuk menyerap vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya yang ada pada makanan. Bila vili Anda rusak, tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi sehingga bisa menyebabkan kekurangan nutrisi (malnutrisi).

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit ini?

Meskipun penyebab penyakit celiac tidak diketahui secara pasti, beberapa orang ada yang lebih rentan memiliki penyakit ini. Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih berisiko dengan celiac disease adalah:

  • Riwayat kesehatan keluarga dengan penyakit celiac atau herpes
  • Sindrom Turner atau sindrom down
  • Penyakit kelenjar tiroid
  • Diabetes tipe 1
  • Sindrom Sjogren
  • Kolitis (radang usus)

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit celiac?

Beberapa tes yang mungkin akan dilakukan untuk mendiagnosis celiac disease adalah:

  • Tes darah. Dokter mengetes darah untuk memeriksa kekurangan nutrisi dan antibodi yang diproduksi untuk merespon gluten.
  • Tes endoskopi. Dilakukan untuk mendiagnosis penyakit lain di luar celiac dengan memasukkan pipa tipis dari tenggorokan dan terus ke perut hingga ke usus kecil.
  • Dokter juga dapat meminta melakukan x-ray (small bowel series), yang dilakukan setelah meminum cairan putih kapur (barium).

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit celiac?

Tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan celiac disease. Dokter akan memfokuskan pengobatan untuk mengurangi gejala dan mencegah peradangan di usus lebih lanjut. Beberapa obat yang biasanya direkomendasikan dalam pengobatan celiac disease adalah:

Obat mengobati radang usus

Pada orang dengan penyakit ini dan berisiko mengalami kerusakan usus kecil, dokter akan memberikan obat steroid. Obat ini dapat mencegah peradangan bertambah parah dan membantu meringankan gejala.

Beberapa obat jenis ini yang biasanya diresepkan adalah azathioprine (Azasan, Imuran) atau budesonide (Entocort EC, Uceris).

Obat dermatitis herpetiformis

Bila celiac disease sudah menyebabkan gejala dermatitis herpetiformis (masalah kulit), dokter akan memberikan obat dapsone. Namun, tes darah perlu dilakukan secara rutin untuk memeriksa efek samping obat dapsone.

Suplemen

Kesulitan untuk menyerap nutrisi makanan, membuat orang dengan penyakit celiac rentan mengalami kekurangan gizi.

Guna mencegah terjadinya kondisi tersebut, dokter akan memberikan suplemen, seperti vitamin K, vitamin D, vitamin B12, folat, zat besi, zink, dan tembaga. Jika tubuh kesulitan menyerap nutrisi tersebut dari suplemen, dokter akan memberikan nutrisi lewat suntikan.

Menjalani diet

Selain obat dan suplemen di atas, orang dengan penyakit celiac wajib menjalani diet bebas gluten. Pasalnya, makanan yang mengandung gluten bisa memicu munculnya gejala.

Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari adalah tepung kentang, gandum hitam,atau  semolina. Bahkan gluten juga ada pada banyak produk selain makanan, seperti pasta gigi atau lipstik.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit celiac?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda menangani penyakit celiac adalah:

  • Berkonsultasilah kepada ahli diet atau ahli gizi untuk merencanakan diet Anda.
  • Ikuti diet gluten-free setiap hari. Jaga diet Anda walaupun kondisi Anda baik.
  • Minum suplemen makanan dalam resep yang dianjurkan.
  • Bergabung dengan support group jika Anda tertarik mempelajari penyakit ini dari orang lain.
  • Hubungi dokter Anda jika gejala tidak sembuh dalam 3 minggu setelah melakukan diet bebas gluten.
  • Hubungi dokter Anda jika demam meningkat.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Vitamin Terbaik untuk Sistem Pencernaan Anak

    Vitamin merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk kesehatan sistem pencernaan anak. Lantas, jenis vitamin mana yang paling baik? Lihat di sini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Maag (Dispepsia)

    Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    8 Tanda Pencernaan Anda Sehat dan Berfungsi Baik

    Pencernaan yang sehat tidak selalu harus digambarkan dengan buang air besar teratur. Simak 7 tanda lainnya dari sistem pencernaan yang sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph

    5 Hal yang Harus Diketahui Orangtua Tentang Sakit Perut pada Anak

    Saat anak sakit perut, banyak orangtua menganggap sepele. Padahal, tak seperti pada orang dewasa, sakit perut si kecil bisa berarti banyak hal.

    Ditulis oleh: Priscila Stevanni

    Direkomendasikan untuk Anda

    komplikasi lupus

    Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
    penderita anemia minum suplemen saat puasa

    Perlukah Penderita Anemia Dewasa Minum Suplemen Zat Besi Saat Puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020
    tips puasa untuk penderita maag

    Panduan Berpuasa Bagi Penderita Maag

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
    sahur untuk autoimun

    Panduan Sahur untuk Penderita Penyakit Autoimun

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020