Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit celiac (celiac disease)?

Penyakit celiac (celiac disease) adalah reaksi sistem imun di mana tubuh salah mengenali senyawa yang terkandung di dalam gluten sebagai ancaman. Gluten sendiri merupakan jenis protein yang banyak ditemukan pada biji-bijian seperti jenis gandum (gandum hitam, atau yang terdapat dalam tepung).

Jika Anda memiliki celiac disease, mengonsumsi makanan yang mengandung gluten akan memicu respon sistem imun untuk menyerangan jaringan sehat di usus kecil Anda.

Lama-lama kondisi ini dapat merusak lapisan usus yang pada akhirnya dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi penting di dalam tubuh (malabsorbsi).

Akibatnya, Anda pun akan lebih rentan mengalami berbagai masalah pencernaan serta komplikasi serius apabila tidak mendapatkan pertolongan yang tepat.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Celiac disease adalah salah satu penyakit yang sangat umum, terutama pada orang keturunan Eropa Barat. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan tetapi bisa dikontrol dengan diet bebas gluten.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit celiac?

Penyakit celiac menyebabkan berbagai gejala yang berhubungan dengan masalah pencernaan, paling sering adalah diare. Gejala ini ditandai dengan feses berair atau sebagian padat, yang sering kali berbau tidak sedap, kadang berbuih dan terlihat berminyak.

Diare ini terjadi karena sistem pencernaan orang dengan celiac disease, tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan atau minuman secara sempurna.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, beberapa gejala lain dari celiac disease adalah:

Selain gejala di atas, lebih dari setengah orang dewasa dengan penyakit ini juga mengalami gejala yang tidak terkait dengan sistem pencernaan, seperti:

  • Anemia karena tubuh kekurangan zat besi
  • Osteoporosis (kehilangan kepadatan tulang) atau osteomalacia (pelunakan tulang)
  • Sakit kepala atau pusing
  • Sering mengalami kesemutan atau mati rasa pada kaki dan tangan
  • Keseimbangan tubuh terganggu dan kemampuan kognitif melemah
  • Nyeri sendi
  • Menurunnya fungsi limpa (hiposplenisme)
  • Ruam pada kulit sekitar siku, dada, lutut, kulit kepala, bokong, dan mulut

Sementara pada anak-anak dengan celiac disease, mereka cenderung mengalami gejala, seperti:

  • Mual dan muntah
  • Diare atau sembelit disertai pembengkakan pada perut
  • Feses berwarna pucat dan berbau busuk

Seiring waktu, gejala yang menyerang anak-anak ini bisa mengganggu pertumbuhan. Mereka juga rentan mengalami kerusakan gigi, pubertas yang lambat, tubuh yang pendek, dan masalah kesehatan lainnya.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami gangguan pencernaan yang berlangsung selama lebih dari dua minggu. Dokter akan membantu Anda mencari tahu penyebab, sekaligus menentukan perawatan yang tepat.

Penyebab

Apa penyebab penyakit celiac?

Penyebab penyakit celiac disease tidak diketahui secara pasti. Namun, sebagian besar ahli kesehatan sepakat bahwa ada berbagai hal yang berhubungan dengan penyakit ini, seperti sistem imun, genetik, dan faktor lingkungan.

Ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap gluten dalam makanan, reaksi tersebut merusak bulu-bulu halus yang melapisi usus halus. Bulu-bulu halus tersebut disebut dengan vili.

Vili berfungsi untuk menyerap vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya yang ada pada makanan. Bila vili Anda rusak, tubuh tidak mendapatkan cukup nutrisi sehingga bisa menyebabkan kekurangan nutrisi (malnutrisi).

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk penyakit ini?

Meskipun penyebab penyakit celiac tidak diketahui secara pasti, beberapa orang ada yang lebih rentan memiliki penyakit ini. Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih berisiko dengan celiac disease adalah:

  • Riwayat kesehatan keluarga dengan penyakit celiac atau herpes
  • Sindrom Turner atau sindrom down
  • Penyakit kelenjar tiroid
  • Diabetes tipe 1
  • Sindrom Sjogren
  • Kolitis (radang usus)

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit celiac?

Beberapa tes yang mungkin akan dilakukan untuk mendiagnosis celiac disease adalah:

  • Tes darah. Dokter mengetes darah untuk memeriksa kekurangan nutrisi dan antibodi yang diproduksi untuk merespon gluten.
  • Tes endoskopi. Dilakukan untuk mendiagnosis penyakit lain di luar celiac dengan memasukkan pipa tipis dari tenggorokan dan terus ke perut hingga ke usus kecil.
  • Dokter juga dapat meminta melakukan x-ray (small bowel series), yang dilakukan setelah meminum cairan putih kapur (barium).

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk penyakit celiac?

Tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan celiac disease. Dokter akan memfokuskan pengobatan untuk mengurangi gejala dan mencegah peradangan di usus lebih lanjut. Beberapa obat yang biasanya direkomendasikan dalam pengobatan celiac disease adalah:

Obat mengobati radang usus

Pada orang dengan penyakit ini dan berisiko mengalami kerusakan usus kecil, dokter akan memberikan obat steroid. Obat ini dapat mencegah peradangan bertambah parah dan membantu meringankan gejala.

Beberapa obat jenis ini yang biasanya diresepkan adalah azathioprine (Azasan, Imuran) atau budesonide (Entocort EC, Uceris).

Obat dermatitis herpetiformis

Bila celiac disease sudah menyebabkan gejala dermatitis herpetiformis (masalah kulit), dokter akan memberikan obat dapsone. Namun, tes darah perlu dilakukan secara rutin untuk memeriksa efek samping obat dapsone.

Suplemen

Kesulitan untuk menyerap nutrisi makanan, membuat orang dengan penyakit celiac rentan mengalami kekurangan gizi.

Guna mencegah terjadinya kondisi tersebut, dokter akan memberikan suplemen, seperti vitamin K, vitamin D, vitamin B12, folat, zat besi, zink, dan tembaga. Jika tubuh kesulitan menyerap nutrisi tersebut dari suplemen, dokter akan memberikan nutrisi lewat suntikan.

Menjalani diet

Selain obat dan suplemen di atas, orang dengan penyakit celiac wajib menjalani diet bebas gluten. Pasalnya, makanan yang mengandung gluten bisa memicu munculnya gejala.

Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari adalah tepung kentang, gandum hitam,atau  semolina. Bahkan gluten juga ada pada banyak produk selain makanan, seperti pasta gigi atau lipstik.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit celiac?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda menangani penyakit celiac adalah:

  • Berkonsultasilah kepada ahli diet atau ahli gizi untuk merencanakan diet Anda.
  • Ikuti diet gluten-free setiap hari. Jaga diet Anda walaupun kondisi Anda baik.
  • Minum suplemen makanan dalam resep yang dianjurkan.
  • Bergabung dengan support group jika Anda tertarik mempelajari penyakit ini dari orang lain.
  • Hubungi dokter Anda jika gejala tidak sembuh dalam 3 minggu setelah melakukan diet bebas gluten.
  • Hubungi dokter Anda jika demam meningkat.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

    Memang benar makan tidak teratur bisa bikin Anda cepat gemuk. Tapi dari sisi kesehatan, ada banyak efek samping buruk lainnya. Apa saja?

    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Yang Harus Anda Lakukan Saat Anak Anda Kejang

    Saat anak kejang, ini pasti adalah hal yang sangat menakutkan bagi orang tua. Jangan panik, ini yang harus segera Anda lakukan untuk menolongnya.

    Ditulis oleh: Thendy Foraldy
    Parenting, Tips Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

    Wajar bila orangtua panik saat bayi atau balitanya mendadak step alias kejang saat demam. Tapi sebenarnya, kondisi ini tak seburuk kelihatannya, kok.

    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Parenting, Tips Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

    Perlu Tahu! Segudang Tanda Cacingan yang Sering Diabaikan

    Cacingan bukan masalah sepele. Kekurangan nutrisi hingga anemia dapat terjadi karena infeksi ini. Ayo, cari tahu tanda cacingan yang tak boleh diabaikan.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    tanda cacingan
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    penyebab penyakit kulit

    Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    makan kekenyangan

    Perut Begah Akibat Makan Kekenyangan? Ini Cara Cepat Mengatasinya

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    Konten Bersponsor
    potret anak bahagia bebas dari alergi karena orangtua menjaga keseimbangan mikrobiota usus

    Apa Peran Keseimbangan Mikrobiota Usus dalam Cegah Alergi Anak?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
    meredakan kaki kram

    Kaki Kram Terus? Mungkin Anda Kekurangan 6 Nutrisi Ini

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit