Definisi

Apa itu herpes?

Herpes adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus herpes. Ada delapan jenis virus herpes, tapi dua yang paling umum adalah:

  • HSV-1, dikenal dengan herpes oral yang bisa menyebabkan luka dan benjolan melepuh di sekitar mulut serta wajah
  • HSV-2, termasuk ke dalam golongan herpes genital (kelamin) dan biasanya muncul di kelamin bagian luar serta daerah sekitar anus

Ada juga penyakit yang bernama herpes zoster. Namun, penyakit ini secara teknis tidak tergolong sebagai infeksi herpes karena disebabkan oleh virus varicella zoster.

Virus varicella zoster merupakan virus yang juga menyebabkan cacar air. Oleh sebab itu, jenis penyakit yang satu ini biasanya menyerang orang yang pernah terkena cacar air.

Seberapa umumkah penyakit herpes?

Dilansir dari the New Zealand Herpes Foundation, penyakit ini sangat umum terjadi. Orang dewasa yang aktif secara seksual terutama kerap terjangkit penyakit ini di bagian kelamin. Diperkirakan 50% pengidapnya tertular dari orang lain.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala herpes?

Berikut berbagai tanda dan gejala penyakit herpes berdasar jenisnya:

Herpes simpleks

Kemunculan awal penyakit ini sering kali tanpa gejala. Gejala mungkin baru akan terasa muncul setelah berbulan-bulan hingga bertahun-tahun terinfeksi.

Di awal kemunculannya, tubuh akan menunjukkan berbagai gejala seperti:

  • Lecet dan luka pada alat kelamin bagian luar
  • Lepuhan merah berisi air di sekitar mulut, anus, atau alat kelamin
  • Keputihan
  • Rasa sakit dan gatal pada lepuhan
  • Tidak enak badan
  • Demam
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Kelenjar getah bening membengkak

Umumnya, orang yang terkena penyakit ini akan mengalami gejala yang terus kambuh secara berulang. Namun, gejala pada infeksi berulang cenderung lebih ringan dan tidak berlangsung lebih dari 10 hari. Berikut berbagai gejala yang ditunjukkannya:

  • Rasa terbakar atau kesemutan di sekitar alat kelamin sebelum luka lepuhan yang berisi air kembali muncul
  • Adanya lecet dan luka pada serviks
  • Luka lepuhan di sekitar mulut yang berisi cairan dan berwarna kemerahan

Herpes zoster

Jika Anda terkena herpes zoster, maka Anda akan menemukan berbagai gejala seperti:

  • Ruam disertai lenting berkelompok yang hanya terjadi di satu sisi tubuh
  • Ruam diawali dengan benjolan merah, berubah menjadi pembengkakan yang sedikit berair, dan akhirnya menjadi kerak kering (terlihat seperti segerombolan cacar air kecil-kecil)
  • Rasa sakit, gatal, dan kesemutan pada ruam. Hal ini juga berlaku di bagian tubuh saat ruam baru akan muncul
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Panas dingin
  • Kelelahan
  • Sensitif terhadap cahaya

Kapan harus pergi ke dokter?

Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter saat melihat berbagai gejala yang menunjukkan penyakit herpes. Dokter akan segera melakukan penanganan terbaik untuk mencegah keparahan kondisi.

Jika Anda termasuk orang yang sudah aktif secara seksual, segera periksakan diri untuk memastikan kondisi kesehatan.

Selain itu, untuk Anda sudah pernah terkena cacar air kemungkinan virus aktif kembali pun akan semakin besar. Oleh karenanya, konsultasikan segera saat gejala awal mulai muncul.

Penyebab

Apa penyebab herpes?

Herpes simpleks

Penyakit herpes simpleks termasuk penyakit menular yang bisa berpindah melalui kontak langsung dengan area tubuh yang terinfeksi. Selain melalui mulut, anus, dan kelamin, virus juga dapat menyebar melalui area kulit lainnya serta mata.

Namun, Anda tidak akan terinfeksi virus hanya dengan menyentuh barang-barang atau area yang telah disentuh dan dipakai oleh orang yang terinfeksi virus ini. Infeksi dapat menular dengan cara:

  • Berhubungan seks vagina atau anal tanpa kondom
  • Melakukan seks oral dengan orang yang memiliki luka dan ruam penyakit di sekitar mulutnya
  • Menggunakan mainan seks secara bergantian
  • Berciuman dengan orang yang memiliki ruam penyakit di sekitar mulutnya
  • Melalui kelahiran jika ibu dengan herpes genital memiliki luka saat melahirkan

Pada anak-anak, biasanya virus HSV-1 menyebar saat mengalami kontak langsung dengan orang dewasa yang terinfeksi. Pada akhirnya, virus ini akan mengendap di dalam tubuh seumur hidup.

Herpes zoster

Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella zoster, yakni virus yang juga menyebabkan cacar air. Masalah kesehatan yang satu ini umumnya akan muncul pada orang yang pernah mengalami cacar air.

Virus biasanya dapat hidup dalam sistem saraf selama bertahun-tahun. Pada sebagian orang, virus akan tetap tidur tetapi pada sebagian lainnya akan bangun dan diaktifkan kembali.

Biasanya, virus akan kembali muncul saat:

  • Memiliki penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh
  • Seiring dengan penuaan
  • Menjalani kemoterapi atau radiasi
  • Mengonsumsi obat yang melemahkan sistem kekebalan

Oleh karenanya, penyakit ini bisa muncul lebih dari satu kali. Untuk itu, kurangi risikonya dengan cara melakukan serangkaian langkah pencegahan.

Berbeda dengan herpes simpleks, Anda tidak akan tertular virus ini dari kontak langsung dengan orang lain. Namun, jika Anda belum pernah terkena maupun divaksin cacar air, ada kemungkinan untuk tertular dari orang yang sedang sakit herpes zoster.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko terkena herpes?

Berikut berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini:

Herpes simpleks

Semua orang berisiko terkena virus penyakit ini, dari mulai anak-anak hingga dewasa. Namun, untuk yang menyerang kelamin biasanya lebih mudah menginfeksi orang-orang yang aktif secara seksual tanpa menerapkan seks aman. Berbagai faktor yang meningkatkan risiko penyakit yang satu ini:

  • Berjenis kelamin perempuan
  • Memiliki pasangan seks lebih dari satu
  • Berhubungan seks di usia yang sangat muda
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Memiki penyakit kelamin yang lain

Herpes zoster

Semua orang yang pernah terserang cacar air dapat terkena penyakit ini. Selain itu, ada berbagai faktor lain yang meningkatkan risikonya, yaitu:

  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Memiliki penyakit tertentu yang melemahkan sistem imun seperti HIV/AIDS dan kanker
  • Sedang menjalani perawatan kanker seperti radiasi dan kemoterapi yang dapat menurunkan kekebalan tubuh terhadap penyakit
  • Mengonsumsi obat-obatan yang dirancang untuk mencegah penolakan terhadap organ transplantasi misalnya penggunaan steroid yang berkepanjangan seperti prednison

Diagnosis & pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis herpes?

Penyakit herpes simpleks sering kali menimbulkan gejala yang cukup khas. Oleh karena itu, banyak dokter biasanya mampu mendiagnosis penyakit ini hanya dari melihat gejalanya saja. Namun untuk memastikannya biasanya dokter akan melakukan tes seperti DNA atau kultur virus.

Sementara itu untuk herpes zoster, dokter akan mendiagnosisnya dengan melihat riwayat rasa sakit di satu sisi tubuh Anda. Dokter juga akan melihat apakah ada ruam dan lepuh yang muncul di bagian yang sakit tersebut.

Untuk memastikannya, dokter juga bisa mengambil sampel jaringan atau lepuhan untuk diperiksa di laboratorium.

Apa saja pilihan pengobatan untuk herpes?

Pada dasarnya, tidak ada obat yang dapat menyingkirkan virus simpleks ini. Namun, dokter biasanya akan meresepkan antivirus seperti acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir untuk membantu mencegah virus berkembang biak.

Selain itu, obat antivirus ini juga digunakan untuk membantu mengurangi keparahan gejala dan mengurangi risiko penularan virus ke orang lain. Biasanya, obat-obatan ini berbentuk pil dan juga krim. Namun, untuk kasus yang cukup parah dokter akan memberikannya melalui suntikan.

Sama seperti herpes simpleks, tidak ada obat yang bisa menghilangkan virus herpes zoster secara khusus. Akan tetapi, beberapa jenis obat yang diresepkan untuk membantu meringankan gejala dan memperpendek masa kekambuhan infeksi.

Berikut ini berbagai obat yang biasanya diresepkan:

  • Obat antivirus seperti acyclovir, famiciclovir, dan valacyclovir membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan. Dikonsumsi 2 hingga 5 kali sehari sesuai resep dokter
  • Obat antiradang seperti ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Dikonsumsi setiap 6 hingga 8 jam sekali
  • Obat dari golongan narkotika dan analgesik untuk mengurangi rasa sakit, biasanya dikonsumsi dua kali sehari atau sesuai resep dokter
  • Antikonvulsan atau antidepresan trisiklik untuk mengobati rasa sakit yang berkepanjangan, biasanya dikonsumsi 1 atau 2 kali sehari
  • Antihistamin seperti diphenhydramine (Benadryl) untuk mengatasi rasa gatal, biasanya dikonsumsi setiap delapan jam sekali
  • Krim, gel, atau patch mati rasa untuk seperti lidocaine untuk mengatasi rasa sakit, biasanya diaplikasikan saat diperlukan
  • Capsaicin (Zostrix), membantu mengurangi risiko nyeri saraf yang disebut neuralgia pasca-herpes yang terjadi setelah Anda pulih dari herpes zoster

Terapi untuk mengatasi herpes

Obat golongan antivirus diresepkan untuk pasien yang mengalami episode pertama penyakit herpes kelamin. Untuk episode berulang, biasanya dokter akan merekomendasikan terapi episodik dan terapi supresif yang juga menggunakan obat antivirus.

Terapi episodik biasanya direkomendasikan jika Anda mengalami kekambuhan kondisi enam kali dalam waktu satu tahun. Terapi ini membantu mempersingkat gejala herpes yang biasanya terjadi dalam waktu yang cukup lama.

Sementara itu, terapi supresif digunakan untuk orang-orang yang mengalami kekambuhan kondisi sebanyak lebih dari enam kali dalam setahun. Terapi ini dapat mengurangi gejala setidaknya hingga 75 persen saat Anda meminum obat antivirus.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi herpes?

Selain perawatan dari dokter perawatan rumahan dan perubahan gaya hidup bisa dilakukan untuk membantu mengatasi penyakit ini.

Berbagai perawatan rumahan ini bisa Anda gabungkan dengan perawatan dari dokter. Menggabungkan keduanya membantu mempercepat kesembuhan penyakit yang sedang Anda alami. Selain itu, cara-cara ini juga bisa membantu meringankan gejala yang menyerang.

Berikut berbagai perawatan rumahan yang bisa Anda coba di rumah:

Herpes simpleks

Berikut berbagai perawatan rumahan dan obat herpes alami untuk meringankan gejala:

  • Mandi dengan menggunakan air garam untuk membantu meredakan gejala
  • Berendam dalam bak mandi yang berisi air hangat
  • Petroleum jelly menjadi obat alami yang bisa digunakan dengan mengoleskan ke area yang terinfeksi
  • Menggunakan pakaian yang longgar dan menghindari yang ketat terutama di daerah yang terinfeksi
  • Mencuci tangan hingga bersih dengan sabun terutama setelah menyentuh area yang terinfeksi
  • Tidak melakukan kegiatan seksual baik vaginal, oral, maupun anal hingga gejalanya menghilang
  • Mengompres area yang terinfeksi dengan menggunakan es yang dibalut dengan handuk

Herpes zoster

Berikut ini berbagai perawatan di rumah yang bisa dilakukan:

  • Istirahat yang cukup untuk mengembalikan kekuatan sistem kekebalan tubuh
  • Mengompres ruam atau lepuhan menggunakan air dingin untuk mengurangi rasa sakit dan juga gatal
  • Menggunakan losion calamine untuk mengurangi rasa gatal

Berbagai perawatan rumahan ini bisa digunakan untuk membantu meringankan gejala penyakit. Biasanya, gejala akan hilang dalam beberapa minggu dan jarang kambuh kembali.

Namun, jika gejalanya tidak kunjung hilang atau berkurang dalam waktu 10 hari, segera konsultasikan ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah herpes?

Herpes simpleks

Belum ada obat untuk menyembuhkan herpes simpleks. Oleh karena itu, cara terbaik menghindari infeksi ialah dengan melakukan berbagai tindakan pencegahan seperti:

  • Menghindari kontak fisik langsung dengan orang yang terinfeksi 
  • Menghindari seks baik oral, vaginal, dan anal selama terinfeksi
  • Menghindari berciuman dengan orang yang memiliki infeksi di bagian mulut
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual
  • Melakukan seks aman dengan menggunakan kondom

Herpes zoster

Vaksin cacar air membantu mencegah Anda dari gejala penyakit yang parah serta komplikasi yang ditimbulkannya. Untuk itu, semua anak perlu melakukan imunisasi varicella. Bahkan, orang dewasa yang belum pernah terserang cacar air juga perlu melakukan vaksin yang satu ini.

Sementara itu, orang tua yang memasuki usia 50 tahun perlu melakukan vaksin herpes zoster yang dikenal sebagai imunisasi varicella zoster. Vaksin ini nantinya akan membantu mencegah keparahan gejala dan komplikasi akibat herpes zoster.

Tak hanya vaksin, Anda juga perlu mencegah penyebaran infeksi dengan cara:

  • Menghindari kontak dengan orang-orang yang belum pernah terkena cacar air dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun
  • Menjaga daya tahan tubuh agar tetap baik dengan cara menerapkan pola hidup sehat yaitu makan bergizi, istirahat cukup, mengurangi stres dan olahraga teratur

Melakukan berbagai langkah ini secara konsisten membantu mencegah Anda dari risiko dan komplikasi penyakit yang parah.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter untuk mendapat informasi lebih jelas mengenai penyakit yang dimiliki.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Mei 14, 2019 | Terakhir Diedit: Mei 14, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan