Apa Itu Osteosarcoma (Osteosarkoma)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu osteosarcoma (osteosarkoma)?

Osteosarcoma (osteosarkoma), atau sarcoma osteogenik, adalah salah satu jenis kanker yang berkembang di tulang. Kanker biasanya muncul dari sel-sel yang membentuk jaringan baru pada pertumbuhan tulang.

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel tersebut membentuk tumor kanker dan bukannya menumbuhkan jaringan tulang baru seperti biasanya. Pada anak-anak dan orang dewasa, tumor biasanya pertama kali muncul di tulang sekitar lutut atau lengan atas.

Namun, tidak menutup kemungkinan sel kanker dapat berkembang di bagian tulang mana pun, seperti panggul, bahu, rahang, atau rusuk. Dalam kasus yang jarang terjadi, kanker juga dapat ditemukan di tulang-tulang jari tangan atau kaki.

Pengobatan untuk osteosarkoma umumnya efektif, namun dapat menimbulkan efek samping. Maka itu, penting bagi penderita untuk selalu mendiskusikan seluruh pilihan pengobatan yang ada dengan dokter, agar penderita mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Seberapa umum osteosarcoma (osteosarkoma)?

Faktanya, meskipun termasuk jenis kanker tulang paling umum, osteosarcoma sebenarnya adalah kondisi yang sangat langka.

Penyakit ini dapat memengaruhi anak-anak dan orang dewasa. Rata-rata penderita penyakit ini berusia 10-30 tahun.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan penyakit ini dapat terjadi pada lansia, terutama yang berusia di atas 60 tahun. Risiko mengidap penyakit ini sedikit lebih tinggi pada pria daripada wanita.

Osteosarcoma adalah penyakit yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berdiskusi dengan dokter.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari osteosarcoma (osteosarkoma)?

Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, osteosarcoma adalah kanker yang dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu intramedullary, surface, dan extraskeletal.

Pembagian ini bedasarkan pada derajat diferensiasi sel, serta lokasi sel kanker pada tulang.

1. Intramedullary

Jenis ini merupakan yang paling banyak ditemukan. Sekitar 80% kasus kejadian osteosarkoma merupakan jenis intramedullary.

Terdapat 2 subtipe dari intramedullary, yaitu tingkat tinggi dan rendah.

Intramedullary tingkat tinggi biasanya terjadi ketika terbentuk jaringan tulang menyerupiai spons pada tulang paha, tulang kering, atau lengan atas.

Tingkat rendah termasuk yang paling jarang terjadi. Pada kondisi ini, tumor tingkat rendah biasanya ditemukan pada kanal meduler yang terdapat di tulang panjang, seperti tulang paha.

2. Surface atau juxtacortical

Kanker tulang jenis ini biasanya terjadi ketika tumbuh tumor di permukaan tulang. Sebanyak 3-6% kasus osteosarkoma tergolong dalam jenis ini.

Dua subtipe yang terdapat pada jenis surface adalah parosteal dan periosteal.

3. Extraskeletal

Kondisi ini biasanya terjadi ketika ada pembentukan sel tulang rawan pada jaringan lunak di sekitar tulang.

Jenis extraskeletal biasanya terjadi di bagian paha, pantat, bahu, atau perut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala osteosarcoma (osteosarkoma)?

Penyakit ini biasanya ditandai dengan rasa sakit dan pembengkakan pada area yang terdampak oleh sel-sel kanker. Biasanya, rasa sakit akan hilang untuk sementara waktu. Namun, nyeri akan bertambah parah di malam hari.

Tanda-tanda dan gejala yang paling umum dari osteosarcoma adalah:

  • Bengkak atau benjolan di sekitar tulang atau ujung tulang, nyeri di dekat area yang terpengaruh
  • Nyeri atau rasa sakit pada tulang atau sendi
  • Patah tulang yang tidak tampak disebabkan oleh alasan normal, misalnya jatuh
  • Sakit tulang

Jika anak mengidap penyakit ini, ia mungkin mengalami rasa sakit pada malam hari atau setelah beraktivitas fisik. Selain itu, anak mungkin berjalan secara pincang bila sel-sel kanker memengaruhi kaki mereka.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala-gejala tertentu, segera berkonsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Anda harus segera menghubungi dokter jika Anda merasakan sakit, bengkak, atau masalah pada otot dan tulang Anda.

Selain itu, apabila rasa sakit dan bengkak tidak kunjung hilang, atau tidak ada penyebab yang jelas dari kondisi-kondisi yang Anda rasakan, segera kunjungi dokter.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab osteosarcoma (osteosarkoma)?

Para ahli meyakini bahwa penyebab dari osteosarcoma adalah adanya mutasi atau kelainan pada DNA sel-sel tulang. DNA adalah zat kimia yang terdapat di setiap sel tubuh manusia. Salah satu peran utamanya adalah mengatur fungsi sel-sel tubuh.

Pada kondisi yang normal, gen (bagian dari DNA) di dalam sel mengatur bagaimana sel berkembang, berlipat ganda, atau mati. Gen yang berperan dalam perkembangan dan pertumbuhan sel adalah onkogen, sedangkan gen yang menginstruksikan agar sel-sel mati adalah gen penekan tumor.

Kanker dapat terjadi ketika mutasi genetik menyebabkan onkogen terlalu aktif, sehingga sel-sel tumbuh secara tidak terkendali. Dalam kasus yang berbeda, mutasi genetik mematikan gen penekan tumor, sehingga sel-sel tubuh tidak dapat mati.

Beberapa orang memiliki kondisi mutasi genetik sejak lahir (keturunan). Pada kondisi ini, risiko kanker dapat diturunkan dari orang tua yang juga memiliki mutasi genetik.

Akan tetapi, pada kebanyakan kasus osteosarcoma, mutasi genetik terjadi ketika penderita sudah beranjak dewasa. Kondisi ini dinamakan dengan mutasi genetik somatik atau acquired.

Namun, hingga saat ini, para ahli masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari mutasi genetik yang terjadi pada tubuh manusia.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya terkena osteosarcoma (osteosarkoma)?

Osteosarcoma adalah jenis kanker yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan terkena suatu penyakit atau kondisi kesehatan.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat mengalami penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Faktor-faktor risiko yang dapat memicu seseorang terkena osteosarcoma adalah:

1. Usia

Kanker tulang jenis ini paling banyak terjadi pada pasien berusia di antara 10 hingga 30 tahun, terutama pada masa pertumbuhan remaja. Hal ini menandakan adanya hubungan antara pertumbuhan tulang dengan risiko kemunculan tumor.

Risiko terkena kanker ini akan menurun ketika memasuki usia pertengahan, namun dapat meningkat kembali saat memasuki usia lanjut (biasanya di atas 60 tahun).

2. Jenis kelamin

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan. Hal ini diperkirakan karena pertumbuhan tulang pada tubuh laki-laki cenderung memakan waktu lebih lama.

3. Faktor genetik (bawaan)

Sindrom genetik langka tertentu yang menurun dalam keluarga meningkatkan risiko kanker tulang, termasuk sindrom Li-Fraumeni, sindrom Rothmund-Thomson, dan retinoblastoma bawaan.

4. Menderita penyakit atau masalah tulang

Orang-orang dengan penyakit atau masalah tulang memiliki risiko lebih tinggi untuk terserang penyakit ini, seperti penyakit tulang Paget atau hereditary multiple osteochondroma.

5. Menjalani terapi radiasi atau radioterapi

Orang-orang yang pernah menjalani radioterapi atau terapi radiasi, khususnya untuk mengobati kanker, memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit ini.

Namun, belum diketahui secara pasti apakah tes lain yang menggunakan radiasi (seperti x-ray dan CT scan) dapat meningkatkan risiko mengembangkan kanker.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis osteosarcoma (osteosarkoma)?

Osteosarcoma adalah penyakit yang umumnya terdeteksi karena tanda-tanda dan gejala yang muncul. Ketika melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan menanyakan riwayat penyakit yang Anda derita, serta gejala-gejala yang Anda alami.

Kemudian, dokter akan memeriksa bagian tubuh yang mungkin terdapat pembengkakan atau benjolan. Untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat, dokter akan meminta Anda menjalani beberapa jenis tes, seperti:

1. Tes x-ray tulang

Biasanya, tes ini dijadikan pilihan utama apabila dokter mencurigai adanya tumor atau kelainan pada tulang. Dokter dapat segera menemukan adanya tumor di tulang dengan hasil gambar x-ray.

Namun, dalam beberapa kasus, tumor tidak dapat dibedakan dengan kondisi lain, misalnya infeksi. Oleh karena itu, diperlukan jenis tes lain untuk memastikan adanya sel kanker.

2. Magnetic resonance imaging (MRI scan)

MRI scan menghasilkan gambar yang lebih detail dari jaringan-jaringan terhalus tubuh Anda. Prosedur ini menggunakan gelombang radio dan medan magnet.

Teknik ini biasanya dilakukan untuk melihat massa tulang secara lebih detail. Selain itu, MRI scan juga dapat membedakan apakah benjolan yang terdapat di tulang merupakan infeksi, tumor, atau kondisi lainnya.

Dengan MRI, dokter juga dapat mengetahui ukuran tumor, serta seberapa jauh persebaran sel kanker di dalam tubuh.

3. Computed tomography (CT scan)

CT scan merupakan teknik yang mengombinasikan gambar-gambar x-ray dari berbagai sudut, sehingga hasilnya cukup detail. Teknik ini bertujuan untuk melihat apakah tumor menyebar ke jaringan-jaringan terdekat, seperti lemak, otot, atau tendon.

Namun, CT scan tidak memberikan hasil yang melebihi akurasi MRI scan.

4. Scan tulang

Scan pada tulang dapat membantu menunjukkan persebaran sel kanker ke tulang-tulang lainnya.

Dalam tes ini, dokter akan menyuntikkan sedikit cairan radioaktif menuju tulang-tulang Anda. Kemudian, cairan tersebut dapat terdeteksi oleh kamera khusus, sehingga gambar tulang Anda dapat dihasilkan.

5. Biopsi

Untuk mengetahui jenis sel kanker yang terdapat di tulang Anda, dokter akan mengambil sedikit sampel jaringan tumor dengan jarum kecil. Proses ini dinamakan dengan biopsi.

Bagaimana cara mengobati osteosarcoma (osteosarkoma)?

Seperti kebanyakan kanker pada umumnya, osteosarcoma adalah penyakit yang dapat diobati dengan operasi dan kemoterapi. Radioterapi atau terapi radiasi dinilai kurang efektif dalam mengatasi penyakit ini.

1. Operasi

Tujuan utama dari operasi adalah membasmi sel-sel kanker. Selain itu, operasi juga berfokus pada menjaga fungsi dan keadaan tulang, serta mencegah risiko terjadinya cacat.

Operasi yang dilakukan tergantung pada beberapa faktor, seperti ukuran tumor, letak tumor, serta usia pasien.

Beberapa pilihan operasi yang dilakukan untuk menangani osteosarcoma adalah amputasi, rotationplasty, serta operasi pengangkatan tumor.

2. Kemoterapi

Prosedur kemoterapi menggunakan obat-obatan yang dapat membunuh sel-sel kanker. Dokter biasanya merekomendasikan kemoterapi sebelum prosedur operasi dijalankan. Tujuannya adalah untuk mengecilkan ukuran tumor.

Setelah operasi selesai, kemoterapi kembali dilakukan untuk membunuh sisa sel-sel kanker yang masih terdapat di tubuh.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi osteosarcoma (osteosarkoma)?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengurangi risiko terkena osteosarcoma:

  • Mendapatkan vitamin dan nutrisi untuk sistem tulang. Ingat  untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi nutrisi tersebut.
  • Untuk mengurangi gejala, Anda dapat memanfaatkan beberapa bentuk akupunktur dan pijat.
  • Pelajari kanker tulang untuk membuat keputusan tentang perawatan Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 29, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca