Apa Itu Limfoma?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu limfoma?

Limfoma adalah salah satu jenis kanker yang berkembang pada sel darah putih bernama limfosit. Limfosit merupakan bagian dari sistem imun tubuh Anda dan berperan besar dalam melindungi tubuh Anda dari infeksi atau penyakit.

Sel limfosit tersebar dalam sebuah sistem limfatik yang berada di seluruh bagian tubuh. Sistem limfatik tubuh Anda meliputi kelenjar getah bening, limfa, sumsum tulang, dan lain sebagainya.

Ketika Anda mengalami kanker jenis ini, sel-sel limfosit akan berkembang secara tidak terkendali. Penumpukan sel-sel limfosit yang abnormal dapat ditemukan di hampir seluruh bagian tubuh, meskipun umumnya lebih banyak terjadi di ketiak, leher, dan pangkal paha.

Terdapat puluhan jenis limfoma yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Hodgkin dan non-Hodgkin. Untungnya, kondisi ini dapat diatasi dan disembuhkan, tergantung pada tingkat keparahan dan jenis kanker yang Anda derita.

Seberapa umumkah limfoma?

Limfoma adalah jenis kanker yang tergolong langka. Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja. Namun, angka kejadiannya paling banyak ditemukan pada pasien berusia lanjut, terutama di atas 60 tahun.

Selain itu, penyakit ini lebih sering terjadi pada pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan. Kanker jenis ini dapat diatasi dan diobati dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari limfoma?

Limfoma dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu Hodgkin dan non-Hodgkin. Orang-orang yang menderita tipe Hodgkin memiliki sel kanker berbahaya yang berkembang di tubuhnya, yaitu sel Reed-Sternberg (RS). Penderita tipe non-Hodgkin tidak memiliki sel tersebut.

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai masing-masing jenisnya:

1. Limfoma non-Hodgkin

Kanker tipe ini tiga kali lebih umum terjadi apabila dibandingkan dengan tipe Hodgkin. Berikut adalah beberapa subtipe dari non-Hodgkin:

  • Sel B

Diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL) adalah salah satu subtipe non-Hodgkin yang paling agresif. Sel kanker berkembang pada sel B di dalam darah. Kondisi ini tergolong sangat serius dan berpotensi menyebabkan kematian.

  • Sel T

Hanya sekitar 15% kanker tipe non-Hodgkin terjadi di sel T, sehingga subtipe ini tidak memiliki angka kejadian sebesar subtipe sel B.

  • Burkitt’s lymphoma

Jenis ini juga termasuk agresif dan berkembang secara cepat. Subtipe Burkitt lebih umum ditemukan pada penderita penyakit autoimun.

  • Follicular lymphoma

Jenis kanker ini paling banyak ditemukan pada pasien berusia lanjut. Rata-rata usia pasien ketika terdiagnosis pertama kali adalah 60 tahun. Berbeda dengan jenis-jenis sebelumnya, tipe folikuler termasuk yang membutuhkan waktu lama untuk berkembang.

2. Limfoma Hodgkin

Kanker jenis Hodgkin umumnya terjadi di sel B atau sel sistem imun tubuh yang disebut dengan Reed Sternberg. Berikut adalah beberapa subtipe dari Hodgkin.

  • Lymphocyte-depleted Hodgkin’s disease

Jenis non-Hodgkin yang satu ini terjadi pada 1% kasus limfoma. Meskipun angka kejadiannya tergolong langka, kanker jenis ini bersifat sangat agresif. Umumnya, kondisi ini ditemukan pada pasien yang menderita HIV dan penyakit sistem imun lainnya.

  • Lymphocyte-rich Hodgkin’s disease

Jenis ini terjadi pada 5% kasus kanker sel darah putih dan lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin pria. Kondisi ini umumnya terdiagnosis ketika masih berada di stadium awal.

  • Hodgkin dengan sel campuran

Kondisi ini terjadi pada 70% kasus kanker jenis Hodgkin dan lebih banyak ditemukan pada pasien berusia dewasa awal. Kanker jenis ini umumnya menyerang kelenjar getah bening yang memiliki jaringan luka atau sklerosis.

Walaupun angka kejadiannya cukup tinggi, kanker jenis ini memiliki persentase peluang kesembuhan yang tinggi pula.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala limfoma?

Tanda-tanda dan gejala limfoma yang paling umum adalah:

  • Kelenjar bengkak di leher, ketiak, atau pangkal paha
  • Batuk, sesak napas
  • Demam, gatal-gatal
  • Keringat malam
  • Sakit perut, punggung atau nyeri tulang
  • Kelelahan, kekurangan energi
  • Berat badan turun
  • Menggigil
  • Kehilangan selera makan
  • Neuropati
  • Darah dalam tinja atau muntah
  • Penyumbatan aliran urin
  • Sakit kepala
  • Kejang

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Anda mengalami pembengkakan di leher, ketiak, atau pangkal paha, atau bengkak di tangan atau kaki tanpa sebab.
  • Demam, menggigil, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, keringat malam, kekurangan energi, serta gatal yang bertahan selama lebih dari beberapa hari.

Apabila tubuh Anda menunjukkan tanda-tanda dan gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan Anda selalu memeriksakan diri ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa yang menyebabkan limfoma?

Limfoma berawal dari mutasi atau kerusakan pada sel-sel darah putih. Pada kondisi yang normal, sel-sel tubuh akan berkembang dan mati dalam kecepatan tertentu. Setiap 1 menit, sekitar 100 juta sel-sel di tubuh manusia akan mati dan digantikan dengan sel-sel baru.

Namun, apabila terdapat mutasi, sel-sel tubuh akan berkembang dan hidup secara tidak terkendali. Sel-sel yang rusak ini akan menumpuk dan menyebabkan terjadinya kanker.

Penumpukan sel-sel abnormal ini dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Hingga saat ini, masih belum diketahui apa penyebab pasti dari mutasi sel-sel tersebut.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena limfoma?

Limfoma adalah salah satu jenis kanker yang dapat terjadi pada hampir semua orang, tidak memandang kelompok usia atau golongan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini.

Perlu Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan terserang suatu penyakit. Tidak menutup kemungkinan Anda dapat mengalami kondisi ini tanpa adanya satu pun faktor risiko di dalam diri Anda.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu kemunculan penyakit ini:

1. Usia

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berusia 60 tahun ke atas. Jika Anda termasuk dalam kelompok usia tersebut, peluang Anda untuk terkena kondisi ini jauh lebih besar.

2. Jenis kelamin

Kanker jenis ini juga lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan. Apabila Anda laki-laki, risiko Anda untuk terkena kanker jenis ini lebih tinggi.

3. Memiliki penyakit autoimun atau sistem kekebalan tubuh yang bermasalah

Jika sistem kekebalan tubuh lemah karena penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, rheumatoid arthritis, sindrom Sjögren, lupus, atau penyakit celiac, peluang Anda untuk mengalami kanker di sel darah putih Anda lebih besar.

4. Terinfeksi virus tertentu

Apabila Anda telah terinfeksi dengan virus, seperti Epstein-Barr, hepatitis C, atau virus herpes HHV8, Anda juga berkesempatan besar untuk terserang kanker ini.

5. Keturunan keluarga

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang pernah atau sedang menderita kanker jenis ini, risiko Anda untuk mengalami kondisi ini jauh lebih tinggi.

6. Obesitas

Orang-orang dengan berat badan berlebih atau obesitas jauh lebih rentan terkena masalah-masalah kesehatan, termasuk kanker.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti saran medis. SELALU berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. 

Bagaimana limfoma didiagnosis?

Dalam mendiagnosis kanker, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Anda akan ditanyakan mengenai gejala-gejala yang Anda alami, kapan pertama kali Anda merasakan perubahan, setiap infeksi atau penyakit Anda yang pernah Anda miliki, atau jika ada anggota keluarga Anda yang mengidap kanker.

Setelah itu, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan sebagai berikut:

1. Pemeriksaan fisik

Dokter akan mengecek apakah ada pembengkakan kelenjar getah bening di tubuh Anda. Jika Anda memiliki gejala ini, itu tidak berarti bahwa Anda memiliki kanker. Anda dapat memiliki infeksi yang terkait dengan kanker yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

2. Biopsi kelenjar getah bening

Untuk memeriksa sel-sel kanker, biopsi kelenjar getah bening diperlukan. Untuk tes ini, dokter dapat mengambil semua atau sebagian dari kelenjar getah bening, atau menggunakan jarum untuk mengambil sejumlah kecil jaringan dari bagian yang terkena.

3. Tes darah

Dokter juga akan mengambil sampel darah Anda untuk diperiksa di laboratorium. Untuk memastikan apakah ada sel kanker, biasanya tim medis akan melakukan complete blood count (CBC) untuk menghitung jumlah sel-sel darah.

4. Biopsi jaringan sumsum tulang

Aspirasi atau biopsi sumsum tulang juga akan dilakukan oleh dokter untuk mengetahui adanya kelainan pada sel-sel limfosit di dalam tubuh Anda.

5. Tes pencitraan

Dokter juga akan merekomendasikan tes-tes pencitraan atau pengambilan gambar, seperti CT scan, MRI scan, atau PET scan.

6. Tes molekuler

Sebuah tes molekuler dapat juga dilakukan untuk membantu dokter tahu jika Anda memiliki perubahan gen, protein, dan zat lain dalam sel-sel kanker sehingga mereka dapat menentukan jenis limfoma yang Anda miliki.

Bagaimana cara mengobati limfoma?

Limfoma adalah kondisi yang dapat diobati dan diatasi, tergantung pada tingkat keparahan dan jenis yang diderita oleh pasien.

Tujuan dari pengobatan adalah menghancurkan sebanyak mungkin sel-sel kanker yang terdapat di dalam tubuh, serta mencegah kembalinya sel-sel kanker tersebut.

Berikut adalah pilihan pengobatan yang ada:

1. Kemoterapi

Kemoterapi diberikan dengan cara menyuntikkan atau meminum obat. Obat tersebut dapat membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh.

2. Terapi radiasi atau radioterapi

Radioterapi dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker dengan cara menggunakan cahaya berkekuatan tinggi, seperti X-ray dan proton.

3. Transplantasi sumsum tulang

Prosedur transplantasi umumnya dikombinasikan dengan kemoterapi dan terapi radiasi. Dokter bedah akan mengambil sel-sel induk sumsum tulang yang sehat di bagian lain tubuh Anda atau dari donor.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu saya mengelola limfoma?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi limfoma:

  • Anda harus mengubah pola makan yang cocok untuk kondisi Anda setelah berdiskusi dengan dokter
  • Anda harus melakukan olahraga yang dapat membantu Anda merasa lebih baik selama pengobatan Anda, seperti berjalan atau berenang
  • Anda juga dapat mencoba terapi alternatif seperti relaksasi, biofeedback, atau teknik visualisasi untuk menghilangkan rasa sakit

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan saran medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: September 5, 2019

Yang juga perlu Anda baca