Apa Itu Kista Ginjal?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kista ginjal?

Kista ginjal adalah kondisi di mana terdapat jaringan berbentuk kantung berisi cairan di dalam ginjal Anda. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua ginjal Anda.

Ginjal sendiri merupakan dua organ berbentuk kacang dengan fungsi utama menyaring kotoran dari darah Anda, yang kemudian dibuang dalam bentuk urin. Organ yang terletak di bawah tulang rusuk ini juga berperan dalam mengatur tekanan darah, serta fungsi-fungsi penting lainnya pada tubuh.

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya bagi kesehatan dan tidak akan menunjukkan gejala apapun. Pada kebanyakan kasus, kista akan mengecil dan hilang seiring dengan berjalannya waktu.

Namun, pada kasus yang langka, kista dapat tumbuh terlalu besar dan mengganggu fungsi ginjal. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kista dapat berkembang menjadi tumor bersifat kanker.

Pada kista yang cukup besar dan menimbulkan gejala-gejala, diperlukan penanganan medis khusus untuk mengatasi ginjal, seperti penyedotan cairan kista (sklerotomi) dan operasi.

Seberapa umumkah kista ginjal?

Kista ginjal adalah kondisi yang cukup jarang terjadi. Diperkirakan kondisi ini memengaruhi sekitar 5% dari populasi secara umum.

Selain itu, kondisi ini lebih umum terjadi pada pria dan mempengaruhi sekitar 65-70% dari massa ginjal. Orang-orang yang berusia lanjut jauh lebih rentan mengembangkan kondisi ini di dalam ginjalnya, yaitu dengan kemungkinan hingga 25-33%.

Kondisi ini dapat diatasi dengan cara mengenali dan mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari kista ginjal?

Terdapat tiga jenis utama dari kista ginjal, yaitu:

1. Penyakit polikistik ginjal

Kondisi ini biasanya merupakan turunan dari anggota keluarga. Diperkirakan terdapat mutasi genetik yang menyebabkan jaringan kantung (kista) tumbuh di dalam ginjal. Biasanya, kondisi ini menyerang kedua bagian ginjal.

Kista yang terdapat dalam kondisi ini bersifat cukup bahaya dan muncul dalam jumlah yang banyak. Polikistik ginjal adalah salah satu penyebab utama gagal ginjal.

2. Penyakit kista ginjal meduler

Penyakit ini juga diturunkan melalui anggota keluarga dengan penyakit yang sama. Kista berkembang di bagian dalam (medula) ginjal.

Kondisi ini biasanya menjadi salah satu penyebab gagal ginjal pada orang-orang berusia 20-50 tahun.

3. Medullary sponge kidney

Kista pada kondisi ini berkembang di saluran urin (tubulus) ginjal. Kondisi ini muncul sejak lahir (kongenital), sehingga terdapat kemungkinan kista juga diturunkan dari anggota keluarga.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kista ginjal?

Kista ginjal adalah kondisi yang mungkin tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun, jika kista tumbuh cukup besar, mungkin menjadi masalah. Tanda-tanda dan gejala yang paling sering muncul ketika kista mulai membesar adalah:

  • Muncul tonjolan pada perut Anda yang disebabkan oleh kista
  • Ketidaknyamanan atau nyeri di perut atau sisi perut
  • Darah dalam urin
  • Sering buang air kecil
  • Tekanan darah tinggi (belum diketahui kaitannya)

Kadang-kadang gejala sangat ringan sehingga orang dengan penyakit ini akan hidup sepanjang usia mereka tanpa pernah diketahui bahwa mereka memiliki kista ginjal.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tubuh masing-­masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang beragam. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan apapun gejala yang Anda rasakan ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab kista ginjal?

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kista ginjal. Namun, beberapa ahli meyakini bahwa kista yang terdapat di ginjal berkembang akibat melemahnya lapisan dinding ginjal.

Ketika dinding ginjal mengalami penurunan, hal ini dapat menyebabkan terbentuknya kantung. Kantung ini kemudian terisi dengan cairan, terlepas, dan berkembang menjadi kista.

Beberapa ahli percaya bahwa faktor usia paling berperan dalam melemahnya lapisan dinding ginjal dan pembentukan kista. Hal ini juga yang mungkin menjelaskan mengapa penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berusia lanjut.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena kista ginjal?

Kista ginjal adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita kondisi ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan menderita suatu penyakit atau kondisi kesehatan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat terkena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu kemunculan kista di dalam ginjal:

1. Usia

Angka kejadian penyakit ini paling banyak ditemukan pada pasien berusia lanjut. Risiko Anda untuk menderita kondisi ini akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia Anda.

2. Jenis kelamin

Selain itu, penyakit ini lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin pria dibanding dengan pasien wanita.

Komplikasi

Apa saja komplikasi kesehatan yang diakibatkan oleh kista ginjal?

Kebanyakan kasus kista ginjal yang tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala mungkin tidak memerlukan tindakan medis khusus. Terkadang, kista akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.

Namun, apabila kista cukup besar dan menunjukkan gejala-gejala yang cukup mengganggu, hal ini berisiko menimbulkan beberapa komplikasi.

1. Infeksi kista

Kista yang tidak segera ditangani secara khusus dapat mengalami infeksi. Infeksi pada kista dapat menyebabkan penderita mengalami rasa sakit serta demam.

2. Kista pecah

Jika ukuran kista terlalu besar, ada kemungkinan kista tersebut dapat pecah. Apabila kista yang terdapat di dalam ginjal pecah, pendarahan berpotensi terjadi dan Anda akan mengalami nyeri parah di bagian punggung atau salah satu sisi tubuh Anda.

3. Hidronefrosis

Kista yang dibiarkan tumbuh terlalu besar berpotensi mengakibatkan kondisi hidronefrosis, yaitu pembengkakan ginjal. Jika ginjal membesar, aliran urin dapat terhambat.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti saran medis. SELALU berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. 

Bagaimana kista ginjal didiagnosis?

Pada kebanyakan kasus, kista ginjal akan terdeteksi ketika penderita menjalani pemeriksaan atau tes pencitraan untuk kondisi kesehatan lain.

Namun, jika Anda merasakan tanda-tanda dan gejala penyakit ini, Anda mungkin akan menjalani pemeriksaan fisik terlebih dahulu dengan dokter.

Dokter Anda akan menanyakan apa saja gejala-gejala yang muncul, riwayat penyakit yang Anda pernah atau sedang derita, serta riwayat kesehatan keluarga.

Apabila dokter meyakini adanya kista di dalam ginjal Anda, dokter akan merekomendasikan beberapa tes tambahan untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat. Berikut adalah tes-tes yang menjadi pilihan:

1. Computerized tomography scan (CT scan)

CT scan menggabungkan beberapa gambar dari X-ray yang diambil dari berbagai sudut. Hasil dari CT scan adalah gambar tiga dimensi yang dapat menunjukkan bagian tubuh manapun secara lebih detail.

Dengan CT scan, dokter dapat menentukan ukuran, bentuk, serta sifat dari kista yang ada.

2. Magnetic resonance imaging (MRI)

Teknik MRI menggunakan gelombang radio dan medan magnet untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam tubuh Anda secara mendalam, bahkan hingga ke jaringan-jaringan terhalus sekalipun.

MRI dapat membantu dokter melihat kondisi ginjal serta kista yang ada di dalamnya. Tes ini juga dapat menunjukkan seberapa besar ukuran serta jenis kista.

3. Ultrasonografi (USG)

Tes USG menggunakan gelombang suara yang dapat menghasilkan gambar bergerak atau statis dari organ dalam tubuh Anda. Ginjal Anda pun dapat terlihat dengan prosedur pencitraan ini.

4. Tes darah

Dokter mungkin juga akan meminta Anda menjalani tes darah untuk mengetahui adanya kemungkinan gagal ginjal atau perubahan fungsi ginjal lainnya.

5. Tes urin

Selain tes darah, dokter juga akan mengambil sedikit sampel dari urin Anda untuk diperiksa di laboratorium.

Bagaimana cara mengobati kista ginjal sederhana?

Pengobatan dan penanganan medis yang akan diberikan tergantung pada seberapa parah kondisi Anda.

Jika kista tidak menimbulkan masalah, Anda mungkin tidak perlu menjalani pengobatan apapun. Anda mungkin hanya perlu melakukan pemeriksaan rutin setiap 6-12 bulan untuk memastikan kista tidak bertambah besar.

Namun, untuk kista dengan ukuran yang sedikit lebih besar dan menimbulkan beberapa gejala, dokter akan merekomendasikan 2 prosedur medis, yaitu skleroterapi dan operasi.

1. Skleroterapi

Dalam kasus yang ringan, dokter akan melakukan prosedur skleroterapi, yaitu proses untuk mengalirkan cairan di dalam kista keluar. Dokter mungkin mengisi kista dengan larutan yang mengandung alkohol untuk menghindari kambuhnya kista di kemudian hari.

Dalam situasi yang lebih rumit seperti kista kambuh atau tonjolan cairan terlalu besar, Anda mungkin perlu prosedur kedua untuk menguras cairan dan menghilangkan atau membakar dinding luarnya.

2. Operasi

Kista yang berukuran lebih besar biasanya perlu diangkat dengan prosedur bedah atau operasi. Hal ini untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut, seperti pecahnya kista atau pembengkakan ginjal.

Anda akan diberikan bius terlebih dahulu sebelum prosedur ini dilakukan. Tim bedah biasanya melakukan operasi dengan prosedur laparoskopi, yaitu alat kecil yang dilengkapi dengan kamera.

Pertama-tama, tim bedah akan mengeluarkan cairan dari kista. Setelah itu, kista akan dipotong atau dibakar pada dinding bagian luarnya. Anda harus menjalani rawat inap di rumah sakit selama 1-2 hari setelah prosedur operasi selesai.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu saya mengelola kista ginjal sederhana?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kista ginjal sederhana:

  • Cek kesehatan Anda secara berkala pertahun. Banyak kista ginjal  sederhana yang terdeteksi saat pemeriksaan medis (medical check up).
  • Olahraga. Olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatan Anda secara umum dan juga kesehatan ginjal Anda.
  • Makan diet seimbang. Cobalah mengurangi makanan berlemak dan bergula. Lemak akan ditransfer ke darah Anda, membuat ginjal Anda bekerja lebih keras untuk menyaring darah.
  • Mengurangi stres. Stres dapat memicu atau memperburuk tanda-tanda dan gejala. Yoga, tai chi, pijat, meditasi, atau senam pernapasan dalam dapat membantu.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan saran medis, diagnosis atau pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 16, 2019